Connect with us

Basket & Atletik

Asian Para Games 2018: Karisma Evi Tiarani Dulang Emas ke-9 Untuk Indonesia

Published

on


Asian Para Games 2018: Karisma Evi Tiarani Dulang Emas ke-9 Untuk Indonesia

Emas kesembilan Indonesia  berhasil dipersembahkan oleh Karisma Evi Tirani dari cabang para
atletik nomor lari 100 meter

Finroll.com – Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali emas di Asian Para Games 2018. Kali ini, medali emas dipersembahkan sprinter Karisma Evi Tiarani melalui cabang para atletik nomor lari 100 meter T42/T 63.

Pada perlombaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/10/2018), Karisma berhasil finis tercepat dengan catatan waktu 14,98 detik.

Karisma Evi, yang memiliki keterbatasan di kaki kirinya lebih pendek daripada kaki kanan, unggul cukup jauh atas dua pesaingnya yang meraih perak dan perunggu. Final perlombaan nomor ini hanya diikuti tiga atlet.

Medali perak menjadi milik atlet Jepang, Kaede Maekawa. Dia membukukan catatan waktu 16,89 detik.

Adapun medali perunggu Asian Para Games 2018 pada nomor ini direbut Tomomi Tozawa, juga dari Jepang. Dia mengukir waktu 16,98 detik. (sumber Bola)

Advertisement

Basket & Atletik

Satria Muda Pertamina Akui Ketangguhan Stapac Jakarta!

Published

on

Satria Muda Pertamina

Satria Muda Pertamina harus mengakui ketangguhan Stapac Jakarta pada partai final 2 Indonesian Basketball League (IBL) musim 2018/19 di GOR C-Tra Arena, Bandung, Sabtu 23 Maret 2019.

Finroll.com – Tim asuhan Youbel Sondakh ini kalah dengan skor 56-74. Dengan kekalahan ini, Satria Muda Pertamina gagal mengangkat trofi juara IBL, karena di final 1 mereka juga takluk 68-79.

Usai pertandingan, Youbel Sondakh tak bisa menutupi wajah kekecewaannya. Namun, dia mengakui penampilan Stapac Jakarta tampil lebih bagus di pertandingan kali ini.

“Semoga ini jadi modal bagus buat musim depan. Tapi, bagaimanapun saya bangga dengan pemain. Stapac sangat bagus musim ini. Mereka lebih agresif,” ujar Youbel kepada wartawan.

Youbel melihat anak asuhamnya sulit keluar dari tekanan lawan. Apalagi, Satria Muda Pertamina terpaksa tanpa diperkuat pemain naturalisasinya Jamarr Andre Johnson karena mengalami cedera achilles.

“Masalahnya kompleks, banyak hal kecil sampai ujung belum bisa berkembang. Kurang tangguh untuk lawan Stapac yang agresif. Beberapa pemain belum bisa step up sepeninggal Jamarr,” katanya.

Sementara itu, pemain Satria Muda, Arki Dikania Wisnu, mengatakan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi timnya. Dia berharap musim depan timnya lebih kuat.

“Musim ini sangat sulit, pelajaran buat semuanya. Kita bisa masuk final, masih bisa fight. Mudah-mudahan musim depan lebih baik lagi,” kata Arki.

Continue Reading

Basket & Atletik

Di Final Pertama IBL Indonesia, Stapac Ungguli Satria Muda Dengan Skor 68-79

Published

on

IBL Indonesia

Satria Muda Pertamina menyerah dari Stapac Jakarta pada final pertama IBL Indonesia. Bermain di Britama Arena, Kamis 21 Maret 2019 malam WIB, skuat asuhan Youbel Sondakh menyerah dengan skor 68-79.

Finroll.com – Kedua tim sudah saling kejar-mengejar angka sejak menit-menit awal. Hingga akhirnya Satria Muda bisa unggul 10-4 atas Stapac di IBL Indonesia. Tak ingin tertinggal begitu saja, Stapac mencoba bangkit. Mereka mampu mengejar ketertinggalan hingga akhirnya skor imbang 14-14.

Di penghujung kuarter pertama, pertandingan semakin sengit. Tembakan tiga angka dari Rizky Effendi membawa Stapac unggul 21-18.

Memasuki kuarter kedua, Stapac coba untuk terus menjaga ritme permainan. Benar saja, Savon Goodman dan kawan-kawan berhasil unggul mencapai 31-26.

Bermain di markasnya sendiri, Satria Muda coba bangkit. Namun sisa waktu di kuarter kedua tak bisa dimaksimalkan sehingga Stapac bisa terus unggul 36-29.

Baca Juga: Timnasday, Preview Kualifikasi Piala Asia U-23 Indonesia VS Thailand

Laju Stapac semakin tak bisa dikejar oleh Satria Muda. Skuat asuhan Giedrius Zibernas mengakhiri kuarter ketiga dengan keunggulan 54-41.

Tensi pertandingan semakin meningkat pada kuarter keempat. Satria Muda bermain ngotot untuk mengejar ketertinggalan.

Sayangnya, upaya Satria Muda tidak banyak membuahkan hasil. Mereka tetap harus menyerah dengan skor 79-68.
Dengan kekalahan ini tentu menjadi kerugian bagi Satria Muda. Karena dua laga final lainnya akan berlangsung di C-Tra Arena, Bandung. (Viva)

Continue Reading

Basket & Atletik

Dulang 23 Emas Sementara Asian Para Games 2018, Indonesia Cetak Sejarah Baru

Published

on

Dulang 23 Emas Sementara Asian Para Games 2018, Indonesia Cetak Sejarah Baru

Atlet kontingen Indonesia sukses menoreh sejarah baru dalam keikut sertaan Asian Para Games 2018 dengan menyabet 23 medali emas sampai Rabu malam (10/10/2018).

Kontingen Indonesia raih 86 medali diantaranya, 23 emas, 29 perak, dan 34 perungu. Raihan medali yang saat ini sangat bertolak jauh jauh pada Asian Para Games 2010 di China, saat itu Indonesia hanya mampu mendapat satu emas saja. meningkat di Asian Games di Incheon Korea Selatan, pada 2014.

“Raihan ini adalah sebuah sejarah baru bagi Indonesia. Kita harus berbangga atas prestasi luar biasa ini,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Seperti dilansir laman kompas (11/10/2018).

“Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh atlet yang telah bekerja keras, tim pelatih dan official yang membantu para atlet tanpa kenal lelah, juga Chief de Mission Armin Syah yang terus mengawal persiapan. Tak lupa terima kasih saya ucapkan kepada psikolog yang setia menemani untuk menjaga semangat para atlet,” tutur Imam menambahkan.

Tak hanya mengucapkan terimakasih kepada seluruh tim yang membantu kesukesan atlet, Imam juga senang atas doa dan dukungan para suporter.

“Terima kasih kepada atas doa dan dukungan para suporter. Terima kasih kepada mereka yang rela meninggalkan pekerjaan demi memberikan suntikan semangat secara langsung di venue-venue pertandingan. Ini adalah kesuksesan yang harus kita rayakan bersama-sama,” tutur Imam.

Rekor ini terpecahkan setelah para atlet Indonesia sukses mendulang 15 medali emas di hari keempat Asian Para Games 2018, Rabu (10/10/2018).

Imam optimistis jumlah medali emas Indonesia bisa terus bertambah mengingat masih banyak nomor yang akan dipertandingkan di sisa hari penyelenggaraan. Apalagi, ada banyak hasil yang telah melampaui target. “Tenis meja sebenarnya hanya ditarget dua medali emas, tetapi ternyata bisa mendapatkan empat. Catur juga melebihi target empat emas yang ditetapkan,” kata Menpora.

Imam berharap kesuksesan ini bisa terus dijaga dan berlanjut hingga ke Paralimpiade Tokyo 2020. “Semakin banyak atlet kita yang meraih medali, maka akan semakin banyak pula yang bisa bertanding di Paralimpiade di Tokyo, Jepang pada 2020,” ujar Imam.

“Mari doakan terus dan jangan lupa datang langsung ke venue untuk menyemangati para pahlawan olahraga kita,” ucap dia.

Continue Reading
Advertisement

Trending