Connect with us

Sepakbola

Jadwal dan Preview Uji Coba FIFA Matchday, Yordania VS Indonesia

Published

on


Yordania VS Indonesia

Finroll.com – Timnas Indonesia akan menjalani laga uji coba berlabel FIFA Matchday melawan Yordania di King Abdullah II Stadium pada Selasa (11/6/2019). Pada laga ini, Timnas Indonesia mengaku tidak akan mengejar skor akhir dan lebih fokus pada perkembangan pemain.

“Kami sudah menonton pertandingan Yordania kontra Slovakia. Mereka kuat,” ujar pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy.

Pada pertandingan teraktualnya, Yordania dibantai Slovakia 1-5 pada 8 Juni 2019. Hasil minor tuan rumah tidak membuat McMenemny menganulir target timnya. Terlebih, Timnas Indonesia akan bertanding di kandang lawan.

“Supaya dapat hasil maksimal melawan Yordania, kami harus memberikan penampilan yang maksimal. Di pertandingan nanti, saya tidak terlalu memperdulikan dengan hasil pertandingan,” kata McMenemy.

“Yang paling penting adalah performa para pemain. Mereka mampu mengaplikasikan apa yang sudah kami latih bersama-masa,” tutur McMenemy.

Timnas Indonesia hanya menjalani persiapan singkat, dengan memulai pemusatan latihan pada 31 Mei hingga 3 Juni 2019. Oleh sebab itu, McMenemy tak ingin mengusung target tinggi. “Dengan persiapan yang singkat, harapan saya pemain bisa memberikan kemampuan terbaik mereka,” imbuh McMenemy.

Yordania Ingin bangkit

Yordania pun ingin bangkit setelah menderita kekalahan memalukan dari Slovakia. Pelatih Vital Borkelemans tidak mengkhawatirkan kondisi mental pemainnya jelang menghadapi Timnas Indonesia.

“Melakukan pertandingan saat Ramadan dan beberapa hari setelah Idulfitri memang sangat sulit. Namun, ini sudah biasa dialami oleh tim saat Piala Dunia. Kami sudah memperhitungkan bahwa tim lawan tampil kuat di kandangnya,” tutur Borkelmans seperti dilansir situs resmi Federasi Sepak Bola Yordania (JFA).

“Saya tidak merasa khawatir dengan situasi fisik pemain kami. Tentu kami akan bekerja keras untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Kami akan meningkatkan intensitas kesiapan kami untuk mencapai level yang diperlukan dalam laga tersebut sebelum kualfikasi Piala Dunia 2022 dimulai,” terang pelatih asal Belgia itu.

Prediksi susunan pemain:

Yordania (4-3-3): Amer Shafi (k); Feras Shelbaieh, Tareq Khattab, Bara Marei, Salem Al-Ajalin (b); Saeed Murjan, Baha’a Abdulrahman, Khalil Baniateyah (t); Musa Al-Taamari, Yusuf Al-Rawashdeh, Yaseen Al-Bakhit (d)

Pelatih: Vital Borkelmans

Timnas Indonesia (3-4-3): Andritany Ardhiyasa (k); Yanto Basna, Hansamu Yama, Ricky Fajrin (b); Yustinus Pae, Rizky Pellu, Evan Dimas, Ruben Sanadi (t); Riko Simanjuntak, Alberto Goncavels, Andik Vermansah (d)

Pelatih: Simon McMenemy

Berikut Jadwal Yordania VS Indonesia:

Selasa 11 Juni 2019

Pukul 20.00 WIB (lIVE Indosiar)

Stadion Intenasional Amman

sumber: bola.com

Sepakbola

Gantikan David Silva, Manchester City Buru Isco

Published

on

By

Mantan Pemain Barcelona 'Rivaldo' Sarankan Isco Pindah Ke Barca

Finroll.com – Manchester City bakal ditinggal David Silva musim depan. Sang pemain merasa 10 tahun jadi waktu yang tepat buat menyelesaikan karier di Etihad Stadium.

Silva membeberkan alasan menyelesaikan karier di ManCity karena ingin dekat dengan keluarga.

Untuk menggantikan peran Silva, manajer ManCity, Pep Guardiola dikabarkan melakukan pendekatan dengan playmaker Real Madrid, Francisco Roman Alarcon, alias Isco. Dikutip Marca, keinginan Guardiola memboyong Isco keluar dari Barnabeu, kemungkinan besar bisa terjadi.

Salah satu alasannya yakni Madrid sedang butuh tambahan uang pasca belanja pemain baru yang menghabiskan lebih dari £268 juta (sekitar Rp4,8 triliun). Selain itu, Madrid baru saja mendapatkan Eden Hazard.

Dengan hadirnya eks bintang Chelsea tersebut, Isco disinyalir bakal lebih sering berada di bangku cadangan

Tapi masalah untuk ManCity adalah Madrid diperkirakan tidak akan menjual Isco dengan harga murah. Madrid diperkirakan memasang harga £71 juta (sekitar Rp1,2 triliun). Tentu saja angka tersebut bakal membuat pihak ManCity menghitung ulang rencana transfer mereka.

Sebab, pada waktu yang sama, ManCity juga sedang berencana untuk membeli Rodri dari Atletico Madrid. Pemain yang diproyeksikan menjadi pengganti Fernandinho tersebut ditaksir bernilai £62 juta (sekitar Rp1,1 triliun).

Continue Reading

Sepakbola

Pahlawan Liga Champion Bakal Tinggalkan Tinggalkan Liverpool

Published

on

By

Finroll.com  – Setelah turut memberikan gelar juara Liga Champions musim 2018/19 untuk Liverpool, penyerang Divock Origi justru siap pindah. Pemain berusia 24 tahun tersebut dikabarkan siap pindah ke Real Betis.

Divock Origi bermain bagus pada laga menentukan di Liga Champions musim lalu. Divock Origi mencetak dua gol saat Liverpool menang 4-0 atas Barcelona pada laga leg kedua babak semifinal. Hasil ini membawa The Reds melaju ke final.

Pada laga final, Divock Origi kembali bermain apik. Pemain asal Belgia itu turut mencetak satu gol dan membawa Liverpool menang dengan skor 2-0. Saat itu, Divock Origi tampil sebagai pemain pengganti.

Setelah berbagai momen indah di Liga Champions tersebut, Divock Origi justru bersiap hijrah dari Anfield. Pasalnya, Divock Origi ingin membela klub yang bersedia memberinya kesempatan bermain secara reguler.

Liverpool jelas bukan klub yang akan memberikan kesempatan tersebut. Karena itu, pindah ke Real Betis bisa menjadi solusi. Dikutip dari Estadio Deportivo, Real Betis siap mewujudkan impian Divock Origi.

Hanya saja, jalan mantan penyerang Lille tersebut untuk pindah ke Real Betis tidak akan mudah. Sebab, pihak Divock Origi memiliki standar gaji yang cukup tinggi. Hal ini bisa membuat Real Betis merasa terbebani secara finansial.

Selain itu, Liverpool sepertinya juga akan sulit melepas Divock Origi. Sebab, meskipun lebih sering dipakai sebagai pelapis Roberto Firmino, Divock Origi punya kualitas yang tidak perlu diragukan lagi.

The Reds dipastikan kesulitan untuk mencari pemain pelapis dengan kualitas yang setara dengan Divock Origi. Apalagi, Daniel Sturridge juga akan pindah menyusul kontraknya yang tidak lagi diperpanjang oleh manajemen Liverpool.

Sementara itu, Divock Origi masih punya kontrak hingga 30 Juni 2020 bersama Liverpool. Bagi Liverpool, jika mereka ingin Divock Origi bertahan lebih lama, menawarkan kontrak baru dalam waktu dekat bisa menjadi opsi terbaik bagi mereka.

Sumber: Bola.net

Continue Reading

Sepakbola

3 Alasan MU Akan Memiliki Musim yang Buruk di 2019-2020

Published

on

By

Finroll.com  – Manchester United (MU) finis di peringkat keenam Liga Inggris musim 2018-19. Tim ini sangat mengecewakan di lapangan dan membuat ribuan pendukung MU kecewa.

Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer kini berupaya membangun kembali skuatnya untuk bisa bersaing di musim depan. Namun, sejumlah pemain penting dalam skuatnya belum berkomitmen tentang masa depannya di klub.

Salah satunya adalah Paul Pogba. Gelandang asal Prancis itu sudah mengutarakan keingginannya meninggalkan Old Trafford karena ingin mencari tantangan baru.

Sementara di bursa transfer musim panas, MU baru merekrut satu pemain. Daniel James diboyong dari Swansea City dengan nilai transfer 15 juta pound plus tiga juta pound tergantung variabel lainnya.

Absennya MU di Liga Champions musim depan membuat tim berjuluk Setan Merah ini kesulitan untuk mendatangkan pemain bintang. Situasi ini membuat prospek klub di musim depan diprediksi tidak bagus.

Berikut 3 Alasan MU akan memiliki musim yang mengecewakan di 2019-20:

3. Kurangnya Pengalaman Ole Gunnar Solskjaer

Setelah ditunjuk sebagai manajer sementara pada Desember 2018, Ole Gunnar Solskjaer menunjukkan semangat MU dalam penampilannya di dua bulan pertama. Sentuhan juru taktik asal Norwegia itu membawa MU kembali ke posisi empat besar.

Tapi, setelah itu MU kembali tampil buruk. Paul Pogba dan kawan-kawan gagal memenangkan sejumlah laga. Pengangkatan Solksjaer sebagai manajer tetap tidak memberi dampak positif.

Solskjaer yang tidak memiliki pengalaman di level tinggi membuat MU diprediksi sulit bangkit di musim 2019-20. MU saat ini membutuhkan manajer berpengalaman yang pernah mengalami situasi seperti dini di masa lalu.

2. Tidak Memiliki Sosok Pemimpin di Skuat

Pada sejumlah laga musim lalu, MU tidak mampu bangkit setelah kebobolan satu atau dua gol di awal pertandingan. Terlepas dari kemenangan bersejarah melawan Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions.

Hal ini diakibatkan kurangnya sosok pemain yang dapat menjadi pemimpin di lapangan. Bahkan, Ashley Young yang didaulat menjadi kapten tim justru menjadi salah satu pemain terburuk pada musim palu.

Paul Pogba dan David De Gea bisa memecahkan masalah tersebut. Tetapi, masa depan kedua pemain ini masih mengambang.

Ander Herrrea telah pergi dan hanya ada sedikit individu dalam skuat MU yang memiliki pengalaman serta keterampilan guna mengangkat tim dalam situasi sulit. MU sepertinya berharap ada pemain baru yang meningkatkan aspek skuat ini.

1. Kurangnya Gaya Bermain

Manchester United (MU) telah kehilangan gaya bermainnya. Saat masih dilatih Sir Alex Ferguson, MU tampil penuh semangat lewat serangan cepat dari kedua sayap.

Kini, gaya bermain MU sangat bergantung pada serangan balik. Tapi, dalam beberapa kesempatan, MU gagal menerapkannya karena kinerja buruk bek sayap. Tidak seperti dulu, dimana MU dengan mudah menembus pertahanan lawan.

Hal ini telah memengaruhi identitas klub dan proses membangun kembali skuat MU. Gaya bermain bisa menjadi alasan utama MU akan kembali mengalami musim yang mengecewakan.

Continue Reading
Advertisement

Trending