Connect with us

Investasi

Investor Misterius Beli Bitcoin Senilai Rp4,51 T

Published

on


Bitcoin

Finroll.com – Seorang investor misterius telah membeli Bitcoin sebesar US$334 juta atau setara Rp 4,51 triliun (asumsi US$1 = Rp 13.500). Investor tersebut membeli 96.650 BTC ketika Nilai Bitcoin jatuh pada beberapa pekan terakhir.

Mitra pendiri dari Tetras Capital sebuah perusahaan hedge fund, Alex Sunnarborg mengatakan investor tersebut telah memilih berinvestasi dalam mata uang digital (cryptocurrency) selama periode nilai jatuh dan mengharapkan nilai naik kembali.

“Tidak jelas siapa pembeli besar itu. Tetapi banyak yang membeli produk ini dan terus bertambah banyak sejak harganya rebound dan kejelasan peraturan tambahan dari Amerika Serikat (AS) dan Asia,” ujar Alex seperti dikutip dari express.co.uk.

Advertisment
Acocoin Blockchain property pertama di Indonesia

Acocoin Blockchain property pertama di Indonesia

Pembelian tersebut terjadi pada tanggal 9 Februari dan 12 Februari 2018. Pembelinya menggunakan akun bernama “3Cbq7aT1tY8kMxWLbitaG7yT6bPbKChq64”. Ketika nama akun ini dimasukkan ke blockchain muncul pernyataan akun ini telah membeli 96.650 Bitcoin.

Tidak diketahui siapa pemilik akun ini. Namun menurut Andy Hoffman, konsultan perusahaan Bitcoin Cs memperkirakan harganya telah naik menjadi US$900 juta (Rp 12,15 triliun) atau naik hampir tiga kali lipat. (cnbn)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Investasi

Soal Industri Masuk Revisi DNI, Airlangga Hartarto: Banyak Sekali

Published

on

Soal Industri Masuk Revisi DNI, Airlangga Hartarto: Banyak Sekali

Finroll.com – Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto menegaskan, sejumlah industri segera mengalami relaksasi dan masuk dalam revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang sedang disusun pemerintah.

“Banyak sekali, ini daftarnya panjang,” ujar Airlangga ketika ditemui awak media seusai rapat koordinasi pembahasan revisi DNI di Gedung Kemenko Perekonomian, Selasa (13/11). Ia menambahkan, sejumlah industri yang bisa mendapat peluang masuknya modal dari luar yakni industri manufaktur, karet, dan tembakau.

Baca Lainnya: Sri Mulyani Nyatakan Kondisi Perekonomian RI Masih Stabil

“Ya, industri rokok kita buat relaksasi. Supaya industri menengah bisa naik kelas, karena yang menengah saat ini terlalu kecil, tidak bisa naik kelas,” sambungnya.

Ia tidak merinci sektor industri lainnya yang bisa mendapat relaksasi karena saat ini masih dalam tahap finalisasi.

Akan Diterapkan di Sektor Jasa Transportasi

Tidak hanya diterapkan pada sektor perindustrian, relaksasi yang ditujukan untuk mendorong investasi ini juga akan dilakukan pada sektor lain seperti jasa transportasi yang perkembangannya saat ini sangat pesat.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Cris Kuntadi menjelaskan salah satu usulan relaksasi pada jasa transportasi setelah adanya keterbukaan bandara udara hingga pelabuhan laut.

Meski demikian, usulan untuk peningkatan modal asing sebanyak 49 persen dalam dua moda transportasi itu masih sebatas pembahasan, karena dalam Undang-Undang tidak dimungkinkan. “Kalau dikuasai asing, nanti kalau kita ada kebutuhan mendesak seperti bencana atau keamanan, jadi riskan,” pungkasnya.

Kemudian, usulan lainnya dalam sektor jasa transportasi adalah adanya peningkatan peran kepemilikan pihak asing di jasa angkutan multimoda. “Nah ini juga diatur sebanyak 49 persen, tapi nanti kita kaji apa memungkinkan masih diberikan lebih dari itu,” tutupnya.

Rencananya, finalisasi draf revisi DNI yang ditujukan untuk menggairahkan investasi itu akan dimatangkan kembali pada Jumat (16/11) ini.

Source: Antara

Continue Reading

Investasi

Ini Pentingnya Jaminan Kepastian Usaha Sebelum Investasi

Published

on

Ini Pentingnya Jaminan Kepastian Usaha Sebelum Investasi

Finroll.com – Di tengah laju perekonomian global yang terus tumbuh, semua kalangan pebisnis pun berlomba-lomba menanamkan investasinya pada berbagai bidang. Namun, sebelum hal itu dilakukan ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu jaminan kepastian usaha.

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyebutkan pentingnya jaminan kepastian berusaha bagi investor dalam mendorong roda pertumbuhan ekonomi.

“Misalnya dalam mengurus perizinan, butuh waktu berapa lama? Ini harus ada kepastian,” ujarnya dalam Indonesia Economic Forum (IEF) 2018 di Makassar, Kamis (8/11).

Ia menilai kegiatan promosi investasi yang dilakukan di luar negeri tidak akan berhasil, apabila kebijakan kepastian dan kemudahan usaha tidak dilakukan hingga tahap pengimplementasian.

Baca Lainnya: Harga Emas Berjangka Turun Akibat Kebijakan The Fed

Nurdin menambahkan, Sulawesi Selatan saat ini memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, hingga peternakan. Terlebih sudah adanya “direct call” atau eskpor langsung dari Makassar ke berbagai negara, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Disini, birokrasi yang panjang dan mahal harus di pangkas,” imbuhnya.

Menjadi daerah contoh kemudahan jaminan kepastian usaha

Dirinya menyebut, salah satu contoh dukungan yang dilakukan Pemprov Sulsel adalah hadirnya Perizinan Terpadu Satu Pintu. Dengan adanya pelayanan terpadu itu, izin usaha dari dinas terkait pun dapat diperoleh dalam satu jam.

“Jika selama ini investasi hanya fokus pada Pulau Jawa, dengan hadirinya infrastruktur Makassar New Port di Sulsel mampu membantu meningkatkan perekomian. Saya ingin mengatakan masa depan Indonesia ada di Timur,” tutupnya.

Source : Antara

 

Continue Reading
Advertisement

Trending