Connect with us

Pasar Modal

Investor Asing Buru Saham Garudafood (GOOD)

Published

on


Garudafood

Finroll.com – Saham PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) menjadi saham yang paling banyak diburu investor asing pada hari ini dengan nilai bersih sebesar Rp 284,7 miliar, dilansir dari RTI.co.id.

Aksi beli investor asing atas saham yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Oktober 2018 tersebut tak hanya hari ini saja terjadi. Kemarin (7/11/2018), saham GOOD dibeli bersih investor asing senilai Rp 633,11 miliar.

Jika ditotal, nilai beli bersih investor asing atas saham ini mencapai Rp 917,8 miliar atau nyaris menembus Rp 1 triliun.

Pada hari ini, aksi beli investor asing atas saham GOOD nampaknya dilakukan di pasar negosiasi. Harga saham di pasar negosiasinya adalah sama yakni sebesar Rp 1.285/saham.

Jika dihitung, total nilai transaksi tersebut adalah sebesar Rp 284,7 miliar. Sama dengan nilai beli bersih investor asing pada hari ini.

Hingga berita ini diturunkan, harga saham GOOD menguat 2,45% ke level Rp 2.090/saham. (cnbc)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pasar Modal

Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, IHSG Dibuka Zona Merah Ke 5.869

Published

on

Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, IHSG Dibuka Zona Merah Ke 5.869

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pagi ini. IHSG dibuka turun tipis 4,61 poin (0,07%) ke 5.869,54.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menguat ke level Rp 14.724. Pada perdagangan pre opening, IHSG dibuka melemah 8,41 poin ke 5.865,74. Indeks LQ45 juga turun 2,09 poin (0,23%) ke 928,911.

Membuka perdagangan, Senin (12/11/2018), IHSG melanjutkan pelemahan. IHSG turun 4,61 poin (0,07%) ke 5.869,54. Sedangkan indeks LQ45 berkurang 1,94 poin (0,18%) ke 929,34.

Pada perdagangan pukul 09.05 waktu JATS, IHSG masih bergerak turun dengan pelemahan 20,02 poin (0,3%) ke 5.854,13. Indeks LQ45 berkurang 5,23 poin (0,56%) ke 925,525.

Sementara itu, indeks utama bursa Wall St ditutup dalam teritori negatif pada perdagangan akhir pekan kemarin (09/11). Indeks Dow Jones turun 0.77%, S&P melemah 0.92%, dan Nasdaq tertekan 1.65%.

Penurunan indeks tersebut salah satunya dikarenakan kekhawatiran pasar atas kebijakan apa yang akan dilakukan China selanjutnya untuk memperbaiki data ekonomi Cina bulan Oktober yang menunjukkan inflasi produsen turun untuk empat bulan berturut-turut, hal itu mengindikasikan rendahnya konsumsi domestik, aktivitas manufaktur dan penjualan mobil.

Pelaku pasar khawatir Cina akan semakin agresif dalam perang dagang untuk melindungi ekonomi mereka. Adapun itu rilisnya data Consumer Sentiment bulan November yang di level 98.3 atau di atas perkiraan nampaknya belum mampu menopang indeks ke zona hijau.

Sedangkan bursa saham Asia mayoritas bergerak negatif pagi ini. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 naik 0,03% ke 22.256,42
  • Indeks Hang Seng turun 0,0% ke 25.601,75
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 0,1% ke 2.596,21
  • Indeks Strait Times turun 0,06% ke 3.076,19

Continue Reading

Pasar Modal

Sempat Menguat Pada Pembukaan Perdagangan, Siang Ini IHSG Merosot ke 5.909

Published

on

Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, IHSG Dibuka Zona Merah Ke 5.869

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pagi ini. Sayang, penguatan IHSG tak berjalan lama. Jeda siang ini IHSG terjungkal hingga 14 poin ke 5.909.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada pada level Rp 14.650, jauh lebih rendah ketimbang posisi kemarin sore di Rp 14.824.

Pada perdagangan pre opening, IHSG dibuka menguat 18,28 poin (0,31%) ke 5.942,223. Indeks LQ45 naik 5,412 poin (0,57%) ke 949,538.

Membuka perdagangan, Rabu (7/11/2018), IHSG bergerak menguat. IHSG menguat 18,085 poin (0,34%) ke 5.944,239. Indeks LQ45 juga bertambah 5,226 poin (0,40%) ke 949,074.

Jeda perdagangan siang ini IHSG bergerak negatif. IHSG turun 14,537 poin (0,25%) ke 5.909,393. Indeks LQ45 melemah 4,090 poin (0,43%) ke 940,891.

Baca Juga: China Akan Meningkatkan Impor Dalam Kurun Waktu 15 Tahun Kedepan

Pelemahan IHSG siang ini dipicu jatuhnya 4 saham sektoral. Saham sektor barang konsumsi melemah paling dalam hingga 1,05%. Sebanyak 173 saham menguat, 161 saham melemah dan 127 saham stagnan.

perdagangan saham terpantau cukup ramai dengan frekuensi perdagangan saham 201.217 kali transaksi dengan volume perdagangan saham 5 miliar lembar saham senilai Rp 3,9 triliun.

Investor asing mencatat aksi beli yang cukup besar untuk ukuran setengah hari perdagangan dengan catatan net buy Rp 885,23 miliar.

Sedangkan bursa saham Asia mayoritas bergerak positif siang ini. Berikut pergerakannya:

  • Indeks Nikkei 225 bertambah 0,50% ke 22.256,570
  • Indeks Hang Seng naik 1,16% ke 26.423,961
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 0,42% ke 2.671,430
  • Indeks Straitimes bertambah 0,74% ke 3.083,250.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Pabrik Kertas Tjiwi (TKIM) naik Rp 575 ke R 10.150, Unggul Indah (UNIC) naik Rp 430 ke Rp 4.100, Link Net (LINK) naik Rp 420 ke Rp 4.820 dan United Tractor (UNTR) naik Rp 325 ke Rp 33.825.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 78.775, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 675 ke Rp 42.325, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 400 ke Rp 24.000 dan Pelayaran Tamarin (TAMU) turun Rp 285 ke Rp 1.885.(detikfinance)

Continue Reading

Pasar Modal

Dibuka Menguat, IHSG Naik Tipis 0,02% Pada Perdagangan Sesi 1

Published

on

Dibuka Menguat, IHSG Naik Tipis 0,02% Pada Perdagangan Sesi 1

Finroll.com – Dibuka menguat 0,4%, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya naik tipis 0,02% pada akhir perdagangan sesi 1 ke level 5.832,76.

Penguatan IHSG senada dengan bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan menguat untuk mengawali bulan November: indeks Shanghai naik 1,13%, indeks Hang Seng naik 1,84%, indeks Strait Times naik 1,16%, dan indeks Kospi naik 0,4%.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 3,97 triliun dengan volume sebanyak 5,45 miliar unit saham. Frekuensi perdagangan adalah 232.870 kali.

Saham-saham yang berkontribusi signifikan bagi penguatan IHSG adalah: PT Bank Mandiri Tbk/BMRI (+3,28%), PT Astra International Tbk/ASII (+0,95%), PT Bank Central Asia Tbk/BBCA (+0,32%), PT Semen Indonesia Tbk/SMGR (+2,22%), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk/BBTN (+4,25%).

Depresiasi rupiah sudah mulai memberikan dampak negatif ke kantong masyarakat Indonesia. Jika masyarakat mengurangi konsumsinya, maka pertumbuhan ekonomi tentu akan tertekan, mengingat konsumsi masyarakat membentuk lebih dari 50% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Merespon hal tersebut, saham-saham sektor barang konsumsi pun kian dilepas oleh investor. Sebelum angka inflasi dirilis, indeks sektor barang konsumsi melemah sebesar 0,19% ke level 2.400,01. Per akhir sesi 1, pelemahannya melebar menjadi 0,7% ke level 2.387,8.

Saham-saham barang konsumsi yang dilepas investor diantaranya: PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk/ULTJ (-5,65%), PT Kalbe Farma Tbk/KLBF (-2,55%), PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT/INDF (-1,67%), PT HM Sampoerna Tbk/HMSP (-1,07%), dan PT Unilever Indonesia Tbk/UNVR (-1,04%).

Di sisi lain, optimisme investor untuk berbelanja di bursa saham Benua Kuning datang dari Wall Street yang ditutup menguat signifikan pada dini hari tadi: indeks Dow Jones naik 0,97%, S&P 500 melesat 1,08%, dan Nasdaq Composite meroket 2,31%.

Dengan berakhirnya bulan Oktober, maka periode yang sulit bagi Wall Street sudah berlalu. Sepanjang bulan lalu, indeks Dow Jones rontok 5,1%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq anjlok masing-masing sebesar 6,9% dan 9,2%.

Selain itu, pelaku pasar juga optimis pasca pertemuan Politburo pada hari Rabu (31/10/2018) yang dipimpin oleh Presiden China Xi Jinping mengindikasikan adanya stimulus tambahan yang sedang disiapkan bagi perekonomian Negeri Panda.

Sebagai informasi, Politburo merupakan sebuah grup yang berisi 25 orang anggota Communist Party of China.

Menurut pernyataan yang dirilis pasca pertemuan selesai digelar, kondisi perekonomian domestik dinyatakan sedang mengalami perubahan, tekanan ke bawah sedang meningkat, dan pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi hal tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg. (CNN)

Continue Reading
Advertisement

Trending