Connect with us

Property

Investasi Properti di Bali Masih Sangat Menjanjikan!

Published

on


Investasi Properti

Suhu politik yang memanas jelang pemilu presiden 2019 ternyata tidak menyurutkan investasi properti, termasuk di antaranya di Bali. Terbukti, Permata Graha Land (PGL) sukses menjual proyek villa bertajuk Ratnamaya di wilayah tersebut.

Finroll.com – Pengembang ini berhasil menjual 30% unit di penjualan perdana Vila Ratnamaya saat grand launching beberapa waktu lalu. “Saat ini, yang tersisa tinggal 8 unit lagi,” ujar Direktur Marketing PGL, Satya Adi dalam keterangan persnya , Rabu (20/3).

Satya mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sentimen positive terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini, dan situasi politik yang stabil menjelang pemilu.

Menurutnya, faktor wait and see sebenarnya tidak terlalu signifikan bagi investor. Properti masih merupakan instrument investasi yang paling aman dan menguntungkan di tahun politik.

Satya memandang, investasi properti di Bali masih sangat menjanjikan mengingat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah wisatawan baik domestik maupun internasional.

“Di tahun 2018, tercatat jumlah wistawan mancanegara menebus 5,7 juta orang, ini sungguh potensi yang luar biasa bagi para investor properti,” ujarnya.

Hanya saja, konsumen sangat memperhatikan faktor lokasi proyek properti yang akan diinvestasikan. Menurutnya, Ratnamaya memiliki lokasi yang sangat strategis di tengah kawasan wisata Bali.

“Ratnamaya berlokasi di tengah-tengah kawasan elit Uluwatu, dimana sudah terdapat beberapa resort dan beach club kelas internasional seperti Alila Resort, OMNIA Day Club, Bvlgari Resort, The Edge, dan Sundays Beach Club,” kata dia yang dikutip dari Kontan.co.id.

Satya mengungkapkan, pemilik vila, selain bisa menempati sendiri, vilanya juga bisa disewakan. Seperti ketahui, harga sewa vila di daerah Pecatu dan Uluwatu permalamnya bisa mencapai Rp 14 juta.

Untuk mendongkrak jumlah penyewa dan juga menyasar market turis yang membutuhkan penginapan dengan harga sewa yang lebih terjangkau, Ratnamaya bisa memasang harga sewa Rp 3 jutaan per malam.

Dengan strategi ini, Satya yakin Vila Ratnamaya akan menjadi tempat favorit untuk berlibur.

“Itulah sebabnya pada saat Grand Launching, villa Ratnamaya laris dibeli konsumen dan jadi salah satu incaran investasi,” ungkap dia.

Sementara General Manager Proyek Ratnamaya Surya mengungkapkan pihaknya masih akan memberikan harga special bagi para konsumen yang tertarik berinvestasi vila sebelum Gala Dinner 23 Maret 2019.

Proyek Villa Ratnamaya hanya memiliki 20 unit vila premium eksklusif dan dikelilingi oleh sejumlah hotel / resort berskala internasional yang sering menjadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas.

“Kami masih memberikan promo harga perdana sebesar Rp 1,5 Miliar dengan cicilan sebesar Rp 9 juta per bulan, harga tersebut sangat murah jika dibandingkan dengan Vila-vila lain di lokasi tersebut yang mencapai Rp 3 Miliar.” kata Surya.

Advertisement

Property

Permintaan Coworking Space Semakin Banyak, Ciputra Land Bangun Gedung Perkantoran Baru

Published

on

Ciputra Land

PT Ciputra Land Tbk sedang bangun tower ketiga gedung perkantoran di Jakarta Barat. Adapun saat ini 60% dari gedung tersebut telah dibeli strata tittle oleh Propan Grup.

Arthadinata Djangkar, Direktur PT Ciputra Land Tbk menyebutkan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki tiga gedung perkantoran yang telah beroperasi yakni DBS Tower di kawasan CBD, Tokopedia Tower, dan Tokopedia Care di kawasan Puri, Jakarta Barat. Adapun tingkat okupansinya, saat ini untuk DBS Tower disebutnya telah 100%. Sedangkan untuk Tokopedia Tower mendekati 70% dan Tokopedia Care 80%.

Oleh sebab itu, mengingat minat yang tinggi, pihaknya juga tengah membangun tower baru yang berada di kawasan Puri, bersebelahan dengan Tokopedia Care.

“Sedang bangun namanya Propan Tower karena 60% dari gedung itu telah dibeli strata tittle oleh Propan Grup,” ujarnya dikutip dari kontan.co.id, Jumat (29/3).

Adapun untuk tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada awal tahun depan. Untuk investasinya sendiri ia mengaku tidak mengingat tetapi ia meyakini bahwa nilai investasi yang dikeluarkan pihaknya tidak terlalu besar. Adapun total luas dari bangunan tersebut 26.000 m2 yang dipasarkan per m2 sebesar Rp 25 juta.

Sebelumhya, Ciputra Grup pernah berencana untuk menjadikan sisa tempat di Tokopedia Tower menjadi ruang kerja dengan konsep co-coworking space. Hanya saja hingga saat ini masih belum tereralisasi lantaran harga yang ditawarkan dari kliennya dirasa masih belum cocok.

“Hingga kini ada 3 operator co-working space yang sedang lakukan negoisasi,” ungkapnya.

Untuk targetnya sendiri, ia bilang belum bisa ditentukan hal tersebut lantaran dari negosiasi sendiri belum menemukan titik terang secara komersial. Sedangkan dari sisi kontribusi pendapatan, persewaan gedung disebutnya masih kecil. Walaupun begitu, ia masih enggan mengungkapkannya.

Continue Reading

Property

MRT di Jakarta Dongkrak Industri Properti!

Published

on

MRT di Jakarta

Impian Indonesia lebih dari 30 tahun lalu untuk memiliki sarana transportasi massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) kini telah terwujud.

Finroll.com – Gagasan membangun transportasi MRT di Jakarta sebenarnya sudah ada sejak tahun 1985, namun baru pada 10 Oktober 2013 akhirnya dilakukan groundbreaking pembangunan konstruksi MRT Jakarta Fase I.

MRT Jakarta Fase I dengan rute Lebak Bulus menuju Bunderan HI dan sebaliknya memiliki jalur sepanjang 16 kilometer meliputi 10 kilometer jalur layang dan 6 kilometer jalur bawah tanah serta 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah.

MRT Jakarta Fase I ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sekaligus melakukan groundbreaking MRT Jakarta Fase II sepanjang 8,3 km dari Bundaran HI menuju Kampung Bandan/Ancol pada 24 Maret 2019 kemarin.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita menjelaskan bahwa sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada kenaikan harga properti. Keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah.

Terealisasinya MRT Jakarta Fase I ini akan mendongkrak harga properti karena akan meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan.

“Dengan beroperasinya MRT Jakarta Fase I, investasi di bidang properti, akan meningkat di sepanjang jalur MRT tersebut. Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak. Sedangkan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan,” ujarnya.

Menurut Marine, kehadiran MRT Jakarta juga bisa mendorong masyarakat yang selama ini tinggal di pinggiran Jakarta untuk kembali tinggal di tengah kota. Apalagi menurut data Diskominfo DKI Jakarta, kepadatan penduduk di kelurahan-kelurahan yang memiliki stasiun MRT rata-rata kurang dari setengah dari kepadatan per kelurahan di DKI Jakarta yaitu 22,483 jiwa/km.

Sehingga bisa dijadikan agenda pemerintah untuk melakukan pemerataan kepadatan penduduk ke wilayah yang kepadatannya masih rendah dan dekat dengan stasiun MRT.

Continue Reading

Property

Kementerian PUPR Lakukan Revitalisasi 10 Danau Dari 15 Danau Kritis

Published

on

Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak tahun 2016 secara bertahap telah melaksanakan kegiatan revitalisasi 10 danau dari 15 danau kritis yang menjadi prioritas nasional untuk ditangani.

Finroll.com – Revitalisasi danau bertujuan untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai tampungan air melalui pengerukan, pembersihan gulma air/eceng gondok, pembuatan tanggul, termasuk penataan di kawasan daerah aliran sungai.

Sepuluh danau yang sedang ditangani oleh Kementerian PUPR, yakni:

  1. Danau Toba di Sumatera Utara,
  2. Danau Maninjau di Sumatera Barat,
  3. Danau Kerinci di Jambi,
  4. Danau Rawa Pening di Jawa Tengah,
  5. Danau Kaskade Mahakam di Kalimantan Timur,
  6. Danau Tondano di Sulawesi Utara,
  7. Danau Limboto di Gorontalo,
  8. Danau Tempe di Sulawesi Selatan,
  9. Danau Poso di Sulawesi Tengah,
  10. Danau Sentani di Papua.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam penyelamatan danau kritis di Indonesia ditempuh melalui kegiatan struktural dan non struktural. Keduanya membutuhkan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Salah satu upaya memperkuat sinergi dilakukan penandatangan nota kesepahaman tentang Penyelamatan Danau Prioritas Nasional yang dilakukan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (26/3).

Penandatanganan dilakukan oleh:

  1. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro,
  2. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar,
  3. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,
  4. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,
  5. Kementerian Dalam Negeri,
  6. Kementerian Agraria dan Tata Ruang,
  7. Kementerian Kelautan dan Perikanan,
  8. Kementerian ESDM, dan
  9. Kementerian Pariwisata.

Hal ini diikuti juga dengan penandatangan komitmen bersama oleh para gubernur dan bupati dimana lokasi danau berada, diantaranya :

  1. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,
  2. Gubernur Sulawesi Selatan HM. Nurdin Abdullah,
  3. Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola,
  4. Wagub Sumatera Barat Nasrul Abit.

“Sebelumnya kami merasa sendiri. Meskipun yang lain juga sudah kerja, tapi belum terkoordinir. Dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini, kita akan keroyok bersama. Konsep program Citarum Harum bisa dipakai sebagai model kolaborasi dimana Komando oleh Pak Gubernur. Nanti seluruh Kementerian terkait, TNI, dan Polri akan mendukung,” tuturnya.

Menteri Basuki mengatakan kendala yang dihadapi adalah menyangkut aspek sosial ekonomi. Seperti di Danau Rawa Pening terdapat pertanian pasang surut dimana pupuk yang digunakan turut mempercepat pertumbuhan eceng gondok.

“Sebagai contoh di Danau Tondano dan Limboto, telah dibangun tanggul-tanggul supaya masyarakat tidak merambah ke badan danau. Di Rawa Pening dioperasikan 10 alat pemanen eceng gondok,” ujar Menteri Basuki. Revitalisasi juga dilakukan di Danau Tempe berupa pengerukan, pemancangan cerucuk bambu, pengendalian gulma air dengan pembersihan rutin eceng gondok serta pemasangan geokomposite dan geosintetis.

“Dulu Danau Tempe merupakan sumber suplai ikan gabus untuk seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di wilayah Indonesia Timur. Sekarang produksinya tinggal 20 persen. Apa yang kami lakukan di sana dengan pembuatan pulau-pulau adalah untuk memperbesar ruang air, sehingga produksinya bisa meningkat menjadi 40 persen. Hal ini demi kesejahteraan masyarakat di situ,” jelas Menteri Basuki.

Dalam nota kesepahaman tersebut, terdapat empat hal yang disepakati. Pertama, melaksanakan penyelamatan danau prioritas nasional dengan mengacu kepada Rencana Pengelolaan Danau Terpadu yang telah disusun bersama dengan para pihak sejak 2018.

Kedua, mengintegrasikan penyelamatan danau prioritas nasional ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Strategis masing-masing kementerian/lembaga dan rencana tata ruang. Ketiga, melaksanakan kerja sama dengan para pihak untuk mewujudkan danau prioritas nasional yang sehat dan lestari. Keempat, mendukung penyusunan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi kebijakan dan peraturan perundang-undangan terkait penyelamatan danau prioritas nasional.

Komitmen Untuk Rawa Pening

Sebagai upaya penyelamatan Danau Rawa Pening dan Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tuntang Di Provinsi Jawa Tengah, dilakukan juga nota kesepahaman yang ditandatangani oleh:

  1. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar,
  2. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,
  3. Menteri ATR/Kepala BPN diwakili Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Budi Situmorang,
  4. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo,
  5. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,
  6. Bupati Semarang Mundjirin.

Beberapa kesepakatan dalam nota kesepahaman tersebut yakni meningkatkan koordinasi, sinkronisasi program dan pelaksanaan penyelamatan Danau Rawa Pening dan Pemulihan DAS Tuntang. Perencanaan detail tata ruang dan instrumen pengendalian pemanfaatan ruang kawasan Rawa Pening dan DAS Tuntang yang berwawasan lingkungan dan pengurangan resiko bencana serta sertipikasi badan air Danau Rawa Pening.

Selain itu akan dilakuka penataan kawasan Rawa Pening, usaha mikro kecil dan menengah berbasis komunitas dan ekonomi lokal.

Continue Reading
Advertisement

Trending