Connect with us

Peristiwa

Video Penumpang Pesawat Lion Air JT 610 Sebelum Berangkat

Published

on


Featured Video Play Icon

Peristiwa

Ribut-ribut Kartu Nikah VS Buku Nikah, Ini Penjelasan Menteri Agama

Published

on

Ribut-ribut Kartu Nikah VS Buku Nikah, Ini Penjelasan Menteri Agama

Finroll.com – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kartu nikah yang sedianya akan diterbitkan oleh Kementerian Agama tidak ditujukan untuk mengganti atau menghapus buku nikah. Hal ini ditegaskannya atas keresahan masyarakat di media sosial atas keberadaan kartu nikah yang akan menghapus buku nikah, sebagai bukti sah pernikahan.

“Keberadaan kartu nikah itu implikasi logis dari pengembangan sistem aplikasi manajemen pernikahan atau SIMKAH. Kartu nikah bukan pengganti buku nikah. Buku nikah tetap ada,” ujar Lukman dalam keterangannya yang dilansir dari situs resmi Kemenag, Selasa (13/11).

Ia menjelaskan, esensi diterbitkannya kartu nikah semata agar memudahkan masyarakat apabila suatu saat memerlukan data kependudukan dan status perkawinan.

Baca Lainnya: Demi Ikuti Tes CPNS, Pengantin Ini Rela Tinggalkan Hajatannya

Menag menambahkan, setiap pernikahan pencatatanya akan terintegrasi dalam sebuah sistem aplikasi bernama SIMKAH. Nantinya SIMKAH akan dikaitkan dengan data kependudukan catatan sipil yang ada dibawah Kemendagri. Sehingga, seluruh data kependudukan bisa terintegrasi dengan baik.

“Dalam SIMKAH inilah kemudian upaya kita untuk mempermudah upaya kita dalam pencatatan, registrasi, pemantauan pernikahan warga negara kita dimana saja, kapan, dan seterusnya. Sehingga kita perlu kartu nikah,” paparnya.

“Kartu nikah tidak ada kaitannya dengan wajib atau tidak memiliki. Ini upaya dan fasilitasi sebagai terobosan Kemenag dan Kemendagri, harapannya semua kita bisa memiliki kartunya secara bertahap,” sambungnya.

Akan Lauching di Bulan November 2018

Lukman merinci, kartu nikah ini akan diterbitkan pada pertengahan atau akhir November ini. Jika ada pasangan yang menikah setelah launching SIMKAH maka mereka akan mendapatkan kartu nikah. “Seperti biasa, pernikahan akan dicatat oleh penghulu hingga terbit buku nikah yang bersamaan dengan kartu nikah. Kita prioritaskan bagi mereka yang menikah setelah diluncurkannya aplikasi SIMKAH,” imbuhnya.

Ribu-ribut Kartu Nikah VS Buku Nikah, Ini Penjelasan Menteri Agama

Pihak Kemenag akan mencetak 1 juta kartu nikah kepada 500 ribu pasangan dalam masa uji coba. Pada 2019 nanti, Kemenag akan memperbanyak penerbitan kartu nikah dengan melihat perkembangannya. Dalam kartu nikah, terdapat barcode yang bila di scan bisa memunculkan nama dan identitas dari pemegang kartu tersebut.

“Bagi yang sudah menikah sebelum peluncuran SIMKAH pada prinsipnya dia bisa memiliki kartu hanya saja dari segi waktu sangat terkait dengan ketersediaan kartu di masing-masing KUA. Prinsipnya semua warga yang sudah menikah dimungkinkan untuk dapat kartu nikah,” tutupnya.

Continue Reading

Peristiwa

Begini Kronologi Bianglala Terbalik di Jogja

Published

on

Finroll.com – Insiden terjadi di Sekaten Yogyakarta pada Minggu malam, 11 November 2018. Beberapa kabin wahana bianglala terbalik. Peristiwa itu sempat membuat pengunjung yang tengah berada di dalamnya panik.

Seorang penjual minuman di salah satu stan yang tak mau disebut namanya menuturkan, insiden itu terjadi sekitar pukul tujuh malam. Tiba-tiba, kata dia, terdengar jerita pengunjung dari salah satu kabin wahana bianglala. Saat itu, wahana yang memiliki ketinggian sekitar 10 meter itu baru satu atau dua putaran.

Ia sempat melihat ke atas. Ternyata, ada kabin bianglala yang miring dan bergesekan dengan kabin di bawahnya. “Pas itu, ada satu bangku unit yang gasrukan (bergesekan) bagian atapnya lalu menyenggol bangku unit lainnya. Penumpang lalu menjerit-jerit,” ujarnya. Pada saat kejadian, pengunjung Sekaten Yogyakarta sedang penuh.

Semula, menurut penjual yang stannya tak jauh dari wahana itu, hanya satu kabin wahana bianglala yang terbalik. Tiga kabin lain ikut terbalik setelah petugas jaga memutar balik kabin untuk membantu menurunkan pengunjung yang terjebak. Jadi, posisi tiga kabin lain terbaik itu setelah mesin bianglala dimatikan. “Tidak ada yang sampai luka, semua selamat. Tapi, ya, jerit-jerit ketakutan,” tuturnya.

Pantauan Tempo, insiden bianglala terbalik ini tak mengganggu kemeriahan Sekaten yang sedang dipenuhi ribuan pengunjung. Antrean pengunjung menunggu giliran menaiki sejumlah wahana tetap banyak pasca-kejadian itu.

Kepala Kepolisian Sektor Gondomanan Yogyakarta, Komisaris I Nengah Lotama mengatakan polisi akan tetap menyelidiki insiden tersebut. “Khusus bianglala ini, kami minta tidak dioperasikan dulu, dihentikan sampai ada koordinasi lebih lanjut dan diketahui penyebabnya,” ujarnya di lokasi kejadian, Minggu malam, 11 November 2018.

Nengah tak mau berspekulasi terkait penyebab insiden itu. “Dari informasi sementara miring dan terbaliknya bianglala karena ada penumpang yang guyon (bercanda) lalu bangkunya miring dan goyang,” ujarnya.

Continue Reading

Peristiwa

Masuk Musim Hujan, Provinsi Jabar Sudah Siaga Satu

Published

on

Masuk Musim Hujan, Provinsi Jabar Sudah Siaga Satu

Finroll.com – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menegaskan jika pihaknya telah menetapkan status siaga satu bencana banjir dan longsor dalam menghadapi masuknya musim hujan.

“Pertama saya sampaikan, kita siaga satu untuk urusan hujan ini. Tim sudah standby 24 jam, termasuk yang longsor. Kemungkinan hari Rabu saya ke sana (longsor di Gentong/Naringgul, Cianjur),” ujar Emil sapaan akrabnya di Gedung Sate Bandung, Senin (12/11) yang dilansir Antara.

Kepada masyarakat Jabar, ia meminta agar terus meningkatkan kewaspadaan atas berbagai potensi bencana alam yang diakibatkan oleh hujan deras. Terlebih, Indonesia sudah mulai memasuki musim hujan.

Baca Lainnya: Masuki Musim Hujan, Menteri Basuki Instruksikan Seluruh Kepala Balai Siaga Antisipasi Banjir

Dalam sepekan terakhir, beberapa wilayah di Jabar sudah mulai dilanda bencana misalnya banjir bandang di Kabupaten Tasikmalaya, banjir di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, banjir Pangandaran, dan longsor di kawasan Gentong Tasikmalaya, longsor di kawasan Naringgul Kabupaten Cianjur.

“60 persen bencana hidrologis di Indonesia itu ada di Jabar. Ada dan tidak ada manusia sampai sekarang bencana terjadi. Ada air meluap, longsor dan lainnya,” imbuhnya.

Upaya Mitigasi Bencana

Gubernur Emil juga telah menginstruksikan jajarannya seperti Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) di daerah agar siap siaga. Diharapkan, dengan sejumlah langkah mitigasi bencana yang dilakukan bisa meminimalisir dampak bencana, dan proses penanganan bencana juga relatif lebih cepat.

Continue Reading
Advertisement

Trending