Connect with us

News

Ini Isi 5 Kontainer Sampah Dari AS yang Masuk ke Indonesia

Published

on


Finroll.com – Indonesia mengirim balik lima kontainer sampah ke AS. Hal ini setelah pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait adanya importasi yang tak sesuai dengan ketentuan.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi DJBC Deni Surjantoro mengatakan, re-eskpor kelima kontainer sampah tersebut dilakukan pada Kamis (13/6) menggunakan sarana kapal kontainer ZIM DALIAN. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Pelabuhan Seattle, AS, dengan transit terlebih dahulu di Pelabuhan Shanghai, China.

Adapun isi dari kelima kontainer tersebut yakni bahan baku industri kertas yang bercampur dengan sampah rumah tangga lainnya, seperti kemasan minyak goreng dari plastik, botol bekas infus dan plastik, sepatu bekas, bekas kemasan oli, hingga botol minum sekali pakai.

“Hasil pemeriksaan fisik ditemukan atas barang yang diberitahukan sebagai Limbah Non B3 untuk bahan baku industri kertas ternyata bercampur dengan berbagai jenis sampah rumah tangga, seperti kemasan minyak goreng dari plastik, botol bekas infus dan plastik, sepatu bekas, bekas kemasan oli, botol minum sekali pakai, dan berbagai jenis sampah rumah tangga lainnya. Ini langsung kita ‘tendang’ balik ke AS. Isinya yang enggak sesuai kita re-ekspor lagi ke sana,” ujar Deni

Kasus ini bermula saat importir PT AS mengimpor lima kontainer berukuran 40 feet dengan berat netto 123.480 kilogram (kg), yang dalam Pemberitahuan Impor Barang (PIB) diberitahukan sebagai Waste Paper Mixed Paper pada 14 Februari 2019.

lmportasi tersebut telah dilengkapi dengan dokumen perizinan larangan dan/atau pembatasan di bidang impor yang dipersyaratkan berupa Persetujuan Impor (PI) Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Nomor 04.PI-05.18.4703 pada 19 Desember 2018 dan Laporan Surveyor (LS) nomor A0419US1310075 pada 11 Februari 2019.

Berdasarkan pengakuan importir, barang impor tersebut akan digunakan sebagai bahan baku industri kertas miliknya. Namun berdasarkan informasi dari KLHK, importasi tersebut diduga tidak sesuai ketentuan.

Deni bilang, saat itu DJBC menerbitkan Nota Intelijen terhadap importasi tersebut untuk ditindaklanjuti oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjung Perak, dengan melakukan penyegelan atas kelima kontainer tersebut. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang impor bersama-sama dengan tim KLHK pada 27 Februari 2019.

Dengan demikian jenis barang yang diimpor oleh PT AS tersebut tidak memenuhi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31/M-DAG/PER/5/2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun, di mana barang yang diimpor seharusnya tidak berupa sampah dan tidak bercampur dengan limbah lainnya. Sehingga importir wajib mengekspor kembali barang tersebut kepada pemasok di negara asal.

Advertisement

International

Kritik Tajam Bos Besar Siemens: Trump Simbol Rasisme!

Published

on

By

Presiden Donald Trump

Finroll.com – CEO Siemens Joe Kaeser melontarkan kritikan tajam terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menurut Kaeser, Trump telah menjadi simbol rasisme dan eksklusi.

“Ini mengganggu saya karena tokoh politik paling penting di dunia menjadi simbol rasisme dan eksklusi,” ujarnya via akun Twitter resmi seperti dilansir CNBC International, Senin (22/7/2019). “Saya tinggal selama bertahun-tahun di AS dan mengalami kebebasan, toleransi, dan keterbukaan yang belum pernah ada sebelumnya,” lanjut Kaeser.

Kicauan Kaeser merupakan tanggapan dari unggahan Twitter politisi konservatif Jerman, Ruprecht Polenz. Polenz menggungah artikel terkait kampanye Trump yang baru-baru ini diadakan di North Carolina.

Pendukung Trump berteriak “kirimkan dia kembali”, setelah ia terus ‘menyerang’ anggota kongres AS Ilhan Omar. Omar lahir di Somalia dan
menjadi warga negara AS sejak masih remaja.

Polenz mengatakan, Jerman harus mengambil kembali Trump, jika komentar itu serius. Kakek Trump, Friedrich, lahir di Jerman dan beremigrasi ke Negeri Paman Sam pada 1885. Trump kemudian berusaha menjauhkan diri dari para pendukungnya, mengatakan ia tidak setuju dan “tidak senang dengan itu.”

Minggu lalu, Trump mengecam anggota wanita kongres AS yang dinilai progresif melalui Twitter. Ia mengatakan kepada mereka untuk “kembali” ke tempat asal mereka.

Meskipun tidak secara gamblang menyebut nama, kicauan Trump tersebut ditujukan untuk Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Ayanna Pressley, dan Rashida Tlaib. Ocasio-Cortez, Pressley dan Tlaib dilahirkan dan dibesarkan di AS, sementara Omar sudah menjadi warga negara AS sejak remaja.

Komentar Trump tersebut dikecam oleh para pemimpin negara-negara sekutu AS di Eropa, termasuk Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Kanselir Jerman Angela Merkel. May menyebut komentar presiden “benar-benar tidak dapat diterima.” Sementara Merkel mengatakan dia berdiri dalam barisan yang sama dengan anggota wanita kongres AS.

Sebagai gambaran, Siemens telah mempekerjakan lebih dari 50.000 orang di AS dan memiliki 60 lokasi manufaktur, digital, dan R&D di negara tersebut. Siemens adalah perusahaan yang memproduksi turbin gas dan generator, turbin angin dan sistem jaringan di antara bisnis lain di AS.

Siemens melaporkan, selama 15 tahun terakhir, mereka telah menginvestasikan US$ 40 miliar di AS. Anak perusahaan Siemens di AS menghasilkan pendapatan sebesar 4,3 miliar euro (US $ 4,8 miliar) pada kuartal kedua 2019.

Pada Mei, perusahaan mengumumkan akan memangkas 10.000 tenaga kerja di seluruh dunia dalam restrukturisasi besar yang mencakup spin-off dari bisnis minyak, gas, dan pembangkit listrik.

Continue Reading

News

Mengenal Albiner Sitompul, Putra Daerah Tapteng Calon Menteri Agraria dan Tata Ruang

Published

on

By

Finroll.com  – Bursa calon menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin kian menarik dan jadi sorotan.

Dalam beberapa kesempatan di media Presiden terpilih Joko Widodo mengaku sudah mengantongi nama sejumlah sosok yang akan membantu pemerintahannya selama lima tahun ke depan.

Jokowi juga membocorkan soal komposisi kalangan profesional dan politisi yang akan mengisi kabinetnya. “Jumlah antara menteri dari kalangan profesional dan partai politik tak akan jauh berbeda,” Kata jokowi.

Lantas spekulasi nama-nama yang bakal menjadi menteri pun beredar.

Diantara nama yang disebut-sebut bakal menjadi menteri adalah Albiner Sitompul, mantan Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan. Albiner disebut bakal menduduki posisi Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN.

Saat dikonfirmasi Pria yang pernah menjabat sebagai Kapen Kostrad tersebut, saat ini juga menjadi Ketua Umum Jamaah Batak Muslim Indonesia (JBMI) menjawab singkat “Alhamdulillah. Semoga Allah Swt meridhai,” ujarnya.

Munculnya nama Albiner sebagai salah satu kandidat menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024 tidak mengherankan. Pasalnya, Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan dianggap mampu menerjemahkan visi-misi pemerintahan Jokowi- Maruf.

Wakil Ketua Umum Gabema Silbolga-Tapteng, Masriadi Pasaribu mengatakan bagi kalangan dekat, Albiner Sitompul dikenal sebagai orang jujur, adil dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat.

Lebih lanjut Masriadi menambahkan setidak ada 3 alasan yang membuat Albiner cocok menjabat sebagai menteri nanti, yakni pertama Berprestasi dan bukan orang baru

“Albiner bukan orang baru dilingkungan Istana Negara. Jenderal bintang satu itu, pernah menjabat sebagai Kepala Biro Pers Istana Negara tahun 2014-2015. Selepas itu, Albiner ditugaskan sebagai tenaga ahli di Lemhanas hingga saat ini,” ucap masriadi.

Kedua, lanjut Masri memiliki rekam jejak yang baik. dan ketiga Masriadi menilai Albiner yang juga putra daerah aseli Sibolga Tapanuli Tengah ini memiliki kemampuan manajerial, kemampuan mengeksekusi yang sudah teruji.

Continue Reading

Nasional

Kejaksaan Agung Tingkatkan Pelayanan Melalui IT

Published

on

Finroll.com — Untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, Badan Diklat Kejaksaan Agung RI mempunyai 38 Aplikasi melalui 34 hardware dengan alat dukung IT.

Ini dilakukan Badan Diklat Kejagung RI dalam rangka meningkatkan jumlah unit pelayanan publik khususnya dalam optimalisasi belajar mengajar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Ka Bandiklat) Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi saat Pameran Adhyaksa Law Festival 2019 dalam rangkaian Ke-59 Hari Bhakti Adhyaksa di Aula Sasana Adhika Karya, Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, sejak Kamis hingga Senin (18-22 Juli 2019).

“Sekarang ini kami meningkatkan mutu pendidikan berbasis IT, bagi penyelenggara pendidikan, para peserta pendidikan/pelatihan, pengajar atau widiaswara, narasumber yang berbasis Informasi dan Teknologi sebagai wujud Learning Centre For The Fourth Industrial Revolution atau Lembaga Pelatihan Era Revolusi Industri 4.0,” cetus Setia Untung kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Masih kata Untung, aplikasi berbasis IT ini sebagai sarana untuk memonitor seluruh proses kegiatan belajar mengajar, bahkan dalam keadaan tertentu pimpinan dapat memberikan instruksi langsung dari ruangan Command Centre, sehingga fungsi pengawasan dapat dilaksanakan secara optimal melalui sentuhan jari pada layar layout 3 dimensi.

“Sistem dan aplikasi informasi jadwal kegiatan berbagai Jenis Kediklatan, pengumuman, layar multimedia, majalah dinding atau mading, digital signage yang ditempatkan di lokasi strategis sebagai wujud sarana pelayanan publik yang mudah dijangkau dan dapat dimanfaatkan sebagai media informasi bagi seluruh stakeholder Badiklat Kejaksaan,” jelasnya.

Kemajuan teknologi itu, lanjut Untung, untuk menopang intansi menuju Zona Integritas (ZI) dalam kawasan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Adapun 38 layanan aplikasi yang disuguhkan itu diantaranya E-Register, E-Akademik, E-Quisionair, E-izin, E-Lapdu, Program Command Center, Cashless Managament System, E-Absen, E-Learning.

“Karena itu kami terus berbenah, tidak hanya kuantitas bagi peserta calon jaksa, pegawai atau calon pimpinan yang di latih disini, tapi juga kwalitas yang terus di asa, sehingga terbentuk jaksa yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

Adapun kata dia, semua itu dilakukan untuk memudahkan para peserta didik dan mentor serta masyarakat yang hendak mengetahui lembaga pendidikan yang dinaungi Kejaksaan RI tersebut.

Untuk diketahui, para peserta tidak hanya berasal dari Kejaksaan saja, tapi berasal dari Kepolisian, KPK dan dari berbagai intansi Kementerian serta kelembagaan negara yang ikut Diklat sesuai kebutuhannya.

Untung menekankan bahwa, setiap informasi dan teknologi yang canggih dan terjangkau, akan dipergunakannya untuk terus dikembangkan guna menunjang kinerja Kejaksaan, begitu juga lingkungan yang asri disekitarnya.

“Tak hanya teknologi, tapi lingkungan sekitar juga kita peduli. Kami juga baru meresmikan patung dewi keadilan sebagai simbol para penegak hukum dan pencari keadilan. Kenapa perlunya lingkungan asri, karena lembaga ini bagian rumah kita,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending