Connect with us

Kuliner

Ini Dia 5 Bakso Terfavorit di Jakarta Yang Wajib Kamu Cicipi!

Published

on


Bakso Terfavorit

Di tengah cuaca dingin saat musim hujan begini sih paling sedap makan bakso. Kuahnya bisa menghangatkan tubuh dan bola dagingnya yang kenyal bisa memanjakan perut.

Finroll.com – Bakso terenak memang selalu jadi kuliner favorit warga Indonesia. Tak heran kalau inovasi olahan bakso pasti hadir untuk jadi pilihan kamu. Pada saat ini kita sering dihebohkan dengan kehadiran kuliner bakso yang penyajiannya terbilang cukup unik. Mulai dari ukurannya, isiannya, hingga penyajiannya yang tak biasa.

Di Jakarta sendiri ada banyak banget tempat makan bakso yang jempolan, mulai dari kelas restoran sampai kaki lima. Daripada ribet nyari sendiri bakso mana yang paling terjamin kelezatannya, mendingan kamu intip aja deh bakso enak di Jakarta pilihan finroll.com, berikut ini pilihannya!

  1. Bakso Solo Samrat

    Bakso Terfavorit

Kalau mau makan di Bakso Solo Samrat kamu harus sabar. Sabar antri! Yup, bakso enak di Jakarta ini udah terkenal banget di mana-mana. Setiap jam makan tiba, tempatnya selalu rame, bahkan kamu bisa-bisa nggak dapet tempat duduk lho saking ramenya. Rasanya emang nggak bohong. Kuah kaldunya aja udah terlihat sangat kental dan menggoda. Waktu dicicipin juga surga banget, padahal belum ditambahin apa-apa.

Lokasi:

– Jl. Prof Dr Satrio No. 28, Karet, Jakarta. Telp. (021) 52905834.

– Jl. Tanjung Duren Raya No. 68, Tanjung Duren, Jakarta. Telp. (021) 5674250.

– Jl. Boulevard Raya Blok WAB 2 No. 1, Kelapa Gading, Jakarta.

  1. Bakso Jawir

    Bakso Terfavorit

Ini dia salah satu bakso enak yang paling terkenal di Jakarta, Bakso Jawir. Nggak akan lengkap ke sini tanpa nyobain bakso jumbo yang gede banget. Di tengah-tengahnya ada isi telor. Meski ukurannya besar, rasanya nggak akan bikin kamu eneg kok. Harganya emang nggak murah, tapi sepadan lho sama rasanya. Apalagi mereka punya sambel yang pedesnya nendang abis. Kalau kepedesan, tinggal pesen aja Es Teler aja yang manis-manis segar.

Lokasi:

– Jl. Tanjung Duren Raya No. 96, Tanjung Duren, Jakarta. Telp. 0819-7661-174.

– Jl. Pesanggrahan No. 12B, Puri Indah, Jakarta. Telp. (021) 5863002.

– Jl. Kemang Selatan Raya No. 150B, Kemang, Jakarta. Telp. (021) 78844302.

  1. Bakso Djingkrak

    Bakso Terfavorit

Makan bakso di Bakso Djingkrak itu hot banget soalnya kamu bakal dilayanin sama tante-tante cantik dan seksi. Ini juga yang bikin tempat makan bakso di Sunter ini sempat heboh di sosmed. Tapi tenang, rasa baksonya nggak kalah heboh sama pelayanan unik mereka kok. Terutama Bakso Rawitnya yang bakal disukain sama pecinta makanan pedas. Bakso enak di Jakarta ini terasa banget dagingnya, lalu di dalamnya ada isi cabe rawit yang super spicy dan nagihin parah.

Baca Juga: 6 Bisnis Kuliner Sehat yang Lagi Kekinian dan Bisa Dijual Lewat Online

Lokasi:

Jl. Danau Sunter Utara No. 27, Sunter, Jakarta.

  1. Bakso Mas Kumis Djarum Slipi

    Bakso Terfavorit

    Bakso yang berdiri sejak tahun 1972 ini sangat mampu untuk menjamu para tamunya. Disini Bakso Djarum tidak memiliki jenis bakso lain. Mereka hanya menyediakan bihun dan mie kuning tidak ada pilihan tahu, dan yang lainnya tapi terdapat tetelan yang enak. Beda dengan di tempat-tempat lain yang sering menyertakan tetelan berupa lemak atau gajih sapi yang berlemak, di sini tetelannya masih berbentuk daging yang rasanya enak bangeeet.

Lokasi

Jl Aipda Ks. Tubun Raya, Slipi, Jakarta Barat

  1. Bakso Daging Sapi Bang Eric Matraman

    Bakso Terfavorit

Bakso Bang Eric Matraman juga menjadi salah satu Bakso Hits Jakarta juga loh. Pada dasarnya, bakso yang disajikan di sini juga tidak jauh berbeda dari tempat bakso lainnya. Dibuat dari daging sapi pilihan, Bakso Bang Eric menyediakan beragam jenis bakso termasuk bakso urat, bakso telur, dan bakso halus. Bakso telurnya berisi satu bulatan penuh telur yang dilapisi daging bakso yang tebal, sedangkan bakso uratnya memiliki tekstur daging yang halus, kenyal dan enak.

Lokasi

Jl. Matraman Raya No 60

Advertisement

Kuliner

Poon Choi, Makanan Khas Yang Biasanya Ada di Perayaan Imlek

Published

on

Poon Choi

Setiap daerah punya makanan khas untuk merayakan Imlek. Bagi orang Kanton, poon choi disebut juga pen cai harus selalu ada saat momen perayaan penting seperti pernikahan, ulang tahun, dan Imlek.

Finroll.com – Poon choi sendiri adalah makanan yang disajikan di baskom atau mangkuk besar berisi delapan komponen utama yang umumnya terdiri dari aneka daging, jamur, dan sayur yang dimasak terpisah tetapi kemudian disusun menjadi satu. Penyajian poon choi tidak sembarang, biasanya ada aturan masakan daging di bawah, hidangan laut di atas. Semua dimaksud agar sari hidangan laut turun meresap ke masakan daging. Juga ada yang mengatakan agar tampilan indah layaknya mahkota.

Menyantap poon choi lazimnya bersama, karena komponen yang banyak tidak mungkin dihabiskan sendiri. Untuk itu makanan ini sering keluar saat perayaan, disantap bersama orang terdekat. Makanan Kuno yang Eksis Sampai Sekarang Uniknya poon choi adalah makanan yang eksis menembus zaman.

Tercatat poon choi dibuat pada masang Dinasti Song (960-1279 Masehi). Masa itu China mengalami ancaman serius dari serangan pasukan Mongolia. Kaisar Zhao Bing lantas pergi mengungsi ke daerah Selatan tepatnya ke Guandong yang kini menjadi daerah Hongkong.

Para penduduk desa ingin menjamu keluarga kerajaan, tetapi sumber daya langka. Meskipun punya bahan makanan untuk dimasak, mereka tidak punya peralatan makan yang layak. Akhirnya semua bahan makanan tersebut disusun dalam baskom kayu dan disajikan ke keluarga kerajaan. Saat itulah diduga poon choi lahir.

Zaman dulu untuk menyajikan poon choi butuh waktu tiga hari. Mulai dari mencari bahan makanan terbaik, membersihkan daging dan bahan makanan lain, memasak daging sampai lembut yang memakan waktu 10 jam, kemudian menyusun makanan tersebut.

Executive Chef dari The Royal Garden Chinese Restaurat Ho Wai Sing mengatakan sampai sekarang, meski teknologi sudah canggih, poon choi juga perlu proses pengolahan sampai tiga hari.

“Beberapa bahan yang kami gunakan seperti abalon dan teripang butuh waktu minimal dua hari untuk disiapkan sampai kami bisa memasak mereka. Bahan lain seperti jamur, babi guling, kaki bebek, conpoy (kerang dikeringkan), butuh waktu seharian atau satu setengah hari untuk disiapkan,” kata Ho Wai Sing yang dikutip dari kompas.com.

Masing-masing bahan dimasak berbeda, tidak dalam satu wadah atau bumbu yang sama. Inilah yang membuat proses memasak poon choi kian lama.

“Selesai semua dimasak dan siap, kami masih harus hati-hati menyusun makanan ini jadi satu. Jadi ya sekarang masih butuh tiga hari untuk buat poon choi,” jelas Ho Wai Sing.

Continue Reading

Kuliner

Daftar Menu Olahan Daging Kambing Khas Nusantara yang Paling Rekomended

Published

on

Indonesia memiliki warisan kuliner yang sangat banyak. Bahkan Indonesia memiliki beberapa pilihan menu untuk daging kambing. Nah berikut adalah pilihan menu yang bisa dicoba di rumah agar tidak bosan saat menyantap daging kambing.

Nasi Goreng Kambing

Rasa Lezat nasi goreng kambing ini memang sudah melegenda. Banyak sekali warung yang menjual nasi goreng kambing ini. Kawan dapat membuatnya sendiri dirumah dengan cara daging kambing dipotong kecil-kecil lalu dimasak bersama dengan nasi putih dan rempah-rempah lainnya.

Untuk memasak nasi goreng kambing, kawan bebas menggunakan bagian daging kambing mana pun. Hanya saja, kawan harus tetap memotong daging itu kecil-kecil agar tekstur daging menjadi lebih empuk. Bahan pelengkap nasi goreng kambing ini adalah taburan bawang goreng dan emping.

Kambing Bakar Balanga khas Gorontalo

Coba deh masakan khas daerah Gorontalo Sulawesi Utara ini. Resep yang telah diturunkan secara turun-temurun ini terasa unik di lidah dengan kekayaan bumbu yang merasuk di daging. Bagi yang ingin mencoba daging bakar selain sate, mungkin dapat mencoba makanan yang satu ini.

Asam Padeh Daging

Menu yang satu ini juga merupakan menu makanan khas Minang. Bahan – bahan yang digunakan untuk membuatnya tidak sulit didapatkan dan cara membuatnya terbilang cukup mudah dan cepat. Rasanya yang unik sulit untuk dilupakan.

Tongseng Kambing

Tongseng kambing adalah makanan khas Solo yang sudah dikenal di seluruh Indonesia. Tampilan dari tongseng kambing ini sekilas nampak serupa dengan gulai. Tetapi kedua hidangan ini memiliki citarasa yang berbeda. Kuah tongseng kambing lebih sedikit dan kental dibanding gulai.

Kambing Kurma Aceh

Kurma aceh adalah hidangan daging kambing yang berasal dari Aceh. Walaupun namanya Kurma, Kurma Aceh justru menggunakan daging kambing sebagai bahan utamanya. Daging kambing yang dipakai pun adalah daging kambing yang masih ada tulangnya.

Kemudian, daging kambing tersebut dimasak dengan campuran adas, kunyit, jahe, ketumbar, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya untuk menghilangkan bau kambing yang sangat menyengat. Rasa Kurma Aceh ini cukup gurih ditambah dengan rasa pedas yang pastinya bikin ketagihan.

Kagape Kambing

Kamu juga tidak boleh melewatkan hidangan dari Jepara yang satu ini. Adalah Kagape kambing yang merupakan makanan familiar di Jepara pada saat Idul Adha. Ada yang mengatakan bahwa kagape ini mirip dengan soto atau kari, tapi rasanya berbeda karena hidangan ini menggunakan air asam jawa dan santan kental.

Kagape juga termasuk salah satu hidangan yang kaya rempah-rempah sehingga citarasanya begitu sedap. Penggunaan daging kambing ini membuat makanan khas Jepara ini jadi semakin lezat.

Kambing Oven

Sangatlah beruntung kalau kamu yang punya oven di rumah. Masakan khas Mesir ini membuat hidangan khas Idul Adha sungguh nikmat. Masakan ini biasanya menggunakan bagian paha kambing yang cepat empuk bila dimasak.

Cara masaknya mudah kok! Oleskan bumbu pada permukaan kambing sampai rata. Panggang dalam oven bersuhu 200 derajat Celsius selama 45 menit atau sampai matang. Tanda daging sudah matang yakni mudah ditusuk dengan garpu.

Tengkleng

Tak banyak orang suka makanan khas Solo ini. Makanan ini seperti gulai kambing, namun kuahnya lebih encer. Tengkleng merupakan perpaduan mantap antara tulang, daging, dan jeroan dengan bumbu khusus. Aroma rempahnya sangat kuat dan membuat nafsu makanmu meningkat dengan seketika. Tengkleng biasanya di sajikan selagi hangat bersama nasi atau sate.

Continue Reading

Kuliner

Pecel Semanggi, Makanan Khas Surabaya Yang Mulai Langka

Published

on

Pecel Semanggi, Makanan Khas Surabaya Yang Mulai Langka

Finroll.com – Semanggi Merupakan Tanaman Liar Yang Banyak Ditemukan Di Daerah Persawahan Dan Di Tepian Sungai. Namun Siapa Yang Sangka, Daun Semanggi Yang Berbentuk Unik Ini Bisa Dimanfaatkan Sebagai Bahan Makanan.

Seperti Pecel Semanggi misalnya, kuliner khas Jawa Timur ini menggunakan bahan utama berupa daun semanggi. Makanan khas Surabaya satu ini tidak mudah ditemukan, tidak seperti halnya kuliner khas Surabaya lain yang banyak dijual di pinggir jalan.

Kuliner Semanggi Surabayo mirip dengan pecel. Disajikan dengan sayuran seperti daun semanggi, tauge, kangkung kemudian disiram bumbu dan krupuk puli diatasnya dijamin membuat lidah Anda menari ketika menyantapnya. Walaupun merupakan jenis makanan pecel namun bahan dan rasaya berbeda dengan pecel pada umumnya. Karena menggunakan bahan dasar daun semanggi dan bumbu yang digunakan terbuat dari ketela rambat sehingga memiliki cita rasa yang khas.

Daun Semanggi sendiri adalah sekelompok paku air (Salviniales) dari marga Marsilea yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Walaupun merupakan makanan tradisional khas Surabaya, namun makanan ini tidak mudah untuk ditemukan di semua tempat di Surabaya karena kebanyakan dari mereka menjajakan Pecel Semanggi dengan cara berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Di Surabaya orang berjualan Semanggi ini hanya pada tempat tempat tertentu saja. Misalnya di Taman Bungkul, di Taman Prestasi, dan di beberapa kampung lama di Surabaya.

Di Surabaya sendiri, penjual semanggi ini sangat mudah kita kenali, dengan berpakaian kebaya dan jarit mereka menjual Pecel Semanggi dengan cara berkeliling menggendong bakul yang berisi dagangan mereka. Sebagian besar penjual makanan ini berasal dari Desa Kendung, Benowo, wilayah pinggiran Kota Surabaya yang berbatasan dengan Gresik. Desa Kendung, dikenal sebagai kampung Semanggi. Warganya membudidayakan tanaman Semanggi di lahan-lahan serta sebagian besar berprofesi sebagai penjual Semanggi. Mereka keliling dan keluar masuk kampung di Surabaya menjajakan Semanggi secara berkelompok dan menyebar ke berbagai pelosok di Surabaya.

Pada proses pembuatannya, semua bahan tersebut dibersihkan terlebih dahulu lalu di rebus. Dalam penyajiannya, Pecel Semanggi ini biasanya disajikan menggunakan pincuk yang terbuat dari daun pisang. Bahan yang sudah direbus tadi kemudian siapkan ke dalam pincuk lalu disiram dengan saus bumbu khusus. Saus bumbu yang digunakan ini terbuat dari bahan seperti ketela rambat, kacang, gula merah dan lain-lain. Setalah itu sebagai pelengkap ditambahkan juga krupuk puli atau kerupuk beras. Dengan harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar Rp. 6.000, Pecel Semanggi menjadi kudapan nikmat dengan harga murah

Rasa bumbu Pecel Semanggi ini pada dasarnya didominasi rasa manis. Selain itu bumbu Pecel Semanggi ini memiliki tekstur yang lebih lembut. Namun bagi anda penikmat makanan pedas, penjual Pecel Semanggi biasanya juga menyediakannya dengan penambahan cabai dan bumbu petis. Bagi anda yang berkunjung ke Surabaya, Pecel Semanggi ini tentu sangat cocok untuk di jadikan pilihan bagi anda untuk menikmati makanan tradisional yang ada disana.(Finrollnews)

Continue Reading
Advertisement

Trending