Connect with us

Pasar Modal

IHSG Terkoreksi, Grogi Nantikan Keputusan Suku Bunga Acuan

Published

on


Jeda Siang Sesi I, IHSG Menghijau Sentuh Level 6.024,492

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan sebesar 0,37% ke level 6.423,84. Pada pukul 9:38 WIB, pelemahan IHSG sudah bertambah dalam menjadi 0,67% ke level 6.404,77.

Kinerja IHSG senada dengan bursa saham utama kawasan Asia yang juga ditransaksikan melemah: indeks Shanghai turun 0,53%, indeks Hang Seng turun 0,16%, indeks Straits Times turun 0,18%, dan indeks Kospi turun 0,29%.

Bursa saham Benua Kuning mengekor jejak Wall Street. Pada penutupan perdagangan kemarin (24/4/2019), indeks Dow Jones dan S&P 500 sama-sama ditutup melemah 0,22%, sementara indeks Nasdaq Composite jatuh 0,23%.

Aksi ambil untung melanda Wall Street. Maklum, pada penutupan perdagangan hari Selasa (23/4/2019), indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite berada di posisi tertinggi sepanjang masa.

Lebih lanjut, rilis data ekonomi yang mengecewakan ikut memantik aksi jual di bursa saham Asia. Pada hari ini, pembacaan awal atas angka pertumbuhan ekonomi Korea Selatan periode kuartal-I 2019 diumumkan di level 1,8% YoY, jauh lebih rendah ketimbang konsensus yang sebesar 2,5% YoY, seperti dilansir dari Trading Economics.

Terakhir, ribut-ribut AS dengan Uni Eropa di bidang perdagangan masih membebani kinerja bursa saham regional.

Melalui sebuah cuitan di Twitter, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kegeramannya kepada Uni Eropa seiring dengan anjloknya laba bersih pabrikan motor Harley Davidson pada kuartal-I 2019 yang nyaris mencapai 27%.

Harley Davidson mengatakan bahwa menurunnya permintaan, biaya impor bahan baku yang lebih tinggi (karena bea masuk yang dikenakan AS), dan bea masuk yang dikenakan Uni Eropa terhadap produk perusahaan merupakan 3 faktor utama yang membebani bottom line mereka.

“Sangat tidak adil bagi AS. Kami akan membalas!” tegas Trump.

Lantas, perang dagang AS-Uni Eropa kian menjadi sebuah keniscayaan. Pasalnya, ancam-mengancam mengenakan bea masuk bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu yang lalu, Trump mengungkapkan rencana untuk memberlakukan bea masuk bagi impor produk Uni Eropa senilai US$ 11 miliar.

Rencana tersebut dilandasi oleh kekesalannya yang menuding bahwa Uni Eropa memberikan subsidi yang kelewat besar kepada Airbus, yang dinilainya sebagai praktik persaingan tidak sehat.

Pasar Modal

Seluruh Sektor Kerek IHSG, Properti Paling Kencang

Published

on

By

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini Naik 0,39% ke 5.823

Finroll.com – Sektor properti memimpin penguatan seluruh sektor mengerek kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,49 persen atau 31,59 poin ke level 6.434,88 pada pukul 09.05 WIB, setelah dibuka naik 0,22 persen atau 14,15 poin di level 6.417,44.

Seluruh sembilan sektor saat itu bergerak positif, dipimpin sektor properti (+0,80 persen), tambang (+0,71 persen), dan barang konsumsi (+0,49 persen).

Kemudian pada pukul 09.23 WIB, pergerakan IHSG menguat 0,57 persen atau 36,53 poin ke level 6.439,82 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (18/7), IHSG berhasil rebound dan berakhir naik 0,14 persen atau 8,68 poin di level 6.403,29.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG konsisten bergerak positif di level 6.417,44 – 6.442,14.

Sektor properti yang menguat 0,85 persen tetap memimpin pergerakan sektor-sektor lainnya di zona hijau, diikuti finansial dan aneka industri yang masing-masing naik 0,77 persen dan 0,53 persen (lihat tabel).
Baca juga: BI Potong Bunga Acuan, IHSG & Rupiah Kompak Lanjut Menguat

Sementara itu, sebanyak 174 saham menguat, 68 saham melemah, dan 410 saham stagnan dari 652 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 0,73 persen dan 0,67 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada pukul 09.23 WIB.

Continue Reading

Pasar Modal

Di Akhir Pekan Pergerakan IHSG Cenderung Melemah

Published

on

Ekonomi

Finroll.com — Pada perdagangan hari ini Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan berada dalam kecenderungan melemah, meski kemarin mampu berbalik arah ke zona hijau dan menguat tipis 0,14 persen ke level 6.403.

Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah selaku analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, mengatakan secara teknikal laju IHSG kembali terkonsolidasi dan mencoba bertahan di atas level 6.400 meski indikator stochastic dan RSI bergerak bearish.

Lebih lanjut Lanjar mengatakan, kekhawatiran terhadap pergerakan IHSG yang tidak mampu breakout level resistance tersebut memberikan efek psikologis yang cenderung negatif pelaku pasar dan akan memicu terjadinya aksi ambil untung.

“Sehingga, kami memproyeksikan IHSG berada dalam kecenderung melemah pada perdagangan akhir pekan dengan kisaran support-resistance di level 6.368-6.420,” ujar Lanjar, seperti dilansir dari Indopremier, di Jakarta, Jumat (19/7).

Menurut Lanjar, pada perdagangan kemarin mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah, tercermin dari penurunan indeks Nikkei (-1,97 persen), Topix (-2,11 persen), Hang Seng (-0,46 persen) dan Shanghai (-0,95 persen).

Sedangkan, IHSG mampu menguat 0,14 persen ke level 6.403.

Dengan demikian, jelas Lanjar, dengan adanya potensi pembalikan arah melemah pada laju IHSG akhir pekan ini, pelaku pasar disarankan untuk mencermati 12 saham berikut:

1. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

2. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)

3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

4. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

5. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

6. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

7. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

8. PT Harum Energy Tbk (HRUM)

9. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

10. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

11. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

12. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Continue Reading

Pasar Modal

Aliran Modal Asing Diramal Bikin IHSG Kembali ke Zona Hijau

Published

on

By

IHSG

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi semakin kokoh pada Kamis (11/7). Modal asing yang terus mengalir ke pasar saham akan membuat indeks bertahan di zona hijau.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan nilai tukar rupiah yang bergerak stabil beberapa hari terakhir juga menambah sentimen positif bagi IHSG. Oleh karena itu, ia meramalkan indeks berada dalam rentang support 6.302 dan resistance 6.488.

“Potensi penguatan cukup besar di tengah gelombang aliran modal asing yang masih terjadi, di sisi lain penguatan nilai tukar rupiah yang menunjukkan kestabilan,” ungkap William dalam risetnya.

Ia menyarankan pelaku pasar menyoroti saham sektor konstruksi. Saham emiten yang bisa dibeli, antara lain PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah melihat peluang IHSG untuk kembali menguat terbuka lebar. Menurutnya, pasar saham sedang berada dalam tren kenaikan jangka menengah.

“Tren saat ini berganti dari bearish trend (tren melemah) jangka panjang menjadi bullish trend (tren penguatan) jangka menengah,” kata Lanjar melalui risetnya.

Saat ini, IHSG menuju area 6.500. Namun, Lanjar memproyeksi khusus perdagangan hari ini indeks bergerak dalam rentang support 6.350 dan resistance 6.450.

Lanjar menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Sekadar informasi, RTI Infokom mencatat IHSG menguat 0,35 persen ke level 6.410 pada penutupan perdagangan kemarin. Pelaku pasar asing kembali mencatatkan beli bersih atau net buy di all market sebesar Rp357,55 miliar.

Kondisi serupa terjadi di bursa saham Wall Street, di mana tiga indeks utamanya berakhir ‘hijau’ tadi malam. Rinciannya, Dow Jones naik 0,29 persen, S&P500 0,45 persen, dan Nasdaq Composite 0,75 persen.

Continue Reading
Advertisement

Trending