Connect with us

Business

IHSG Melemah Imbas Bursa Global Tertekan

Published

on


Pagi Ini IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.163,63

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada awal sesi perdagangan saham Kamis pekan ini. Hal tersebut ikuti wall street alami penurunan tajam.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (11/10/2018), IHSG melemah 1,49 persen atau 86,67 poin ke posisi 5.7300. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG makin turun tajam 2,2 persen atau 128 poin ke posisi 5.689. Indeks saham LQ45 susut 3,52 persen ke posisi 882,27. Seluruh indeks saham acuan anjlok.

Sebanyak 233 saham melemah sehingga menekan IHSG. 21 saham menguat dan 58 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi 5.733,99 dan terendah 5.669,72.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 259.999 kali dengan volume perdagangan 704 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 549,1 miliar. Investor asing jual saham Rp 45,48 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 15.247. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Sektor saham industri dasar melemah 3,18 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur susut 2,49 persen dan sektor saham infrastruktur merosot 2,41 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham GOOD naik 24,68 persen ke posisi Rp 2.400 per saham, saham DUCK melonjak 24,50 persen ke posisi Rp 940 per saham, dan saham MPRO mendaki 19,05 persen ke posisi Rp 300 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BKDP turun 15,62 persen ke posisi Rp 54 per saham, saham PNIN merosot 9,02 persenke posisi Rp 1.050 per saham dan saham KPAS tergelincir 9,09 persen ke posisi Rp 500 per saham.

Bursa saham Asia pun kompak tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 3,45 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi merosot 2,88 persen, indeks saham Jepang Nikkei turun 3,9 persen.

Disusul bursa saham Shanghai tergelincir 2,93 persen, bursa saham Singapura melemah 2,68 persen dan bursa saham Taiwan susut 5,75 persen, alami penurunan terbesar.

sumber liputan6

Advertisement

Pasar Modal

Pembukaan Pasar, IHSG Terpantau Menguat ke Level 6.534

Published

on

Pembukaan Pasar, IHSG Terpantau Menguat ke Level 6.534

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. IHSG naik 27,14 poin atau 0,62% ke 6.534,96.

Membuka perdagangan, Rabu (20/2/2019), ada 38 saham menguat, 1 saham melemah, dan 6 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp38,45 miliar dari Rp10,66 juta lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 naik 6,72 poin atau 0,7% menjadi 1.020,67, indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,80 poin atau 0,8% ke 713.92, indeks IDX30 naik 3,52 poin atau 0,6% ke 561,33, dan indeks MNC36 naik 2,53 poin atau 0,7% ke 369.05.

Seluruh sektor penggerak IHSG menguat dengan sektor aneka industri memimpin kenaikan sebesar 0,8%. Disusul sektor industri dasar yang menguat 0,6%.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) naik Rp3 atau 5,17% ke Rp61, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp45 atau 4,39% ke Rp1.070 dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp850 atau 3,16% ke Rp27.750.

Sementara itu, saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP) turun Rp6 atau 2,70% ke Rp216, saham PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) turun Rp20 atau 2,48% ke Rp785 dan saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) turun Rp35 atau 2,01% ke Rp1.710.

sumber okezone

Continue Reading

Investasi

RI Ingin Lebih Genjot Nilai Perdagangan Dengan Korsel Hingga Rp420 T

Published

on

RI Ingin Lebih Genjot Nilai Perdagangan Dengan Korsel Hingga Rp420 T

Finroll.com – Hari ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertemu dengan Menteri Perdagangan Korea Selatan Kim Hyun-Chong di acara Indonesia-Korea Business Forum di Jakarta.

Di pertemuan ini, Enggar pun menargetkan nilai transaksi perdagangan RI-Korsel bisa lebih meningkat dalam tiga tahun kedepan.

“Target yang dicanangkan adalah US$ 30 miliar (Rp420 triliun dengan kurs Rp14.000/US$),” imbuhnya, Selasa (19/2).

Ia menjelaskan nilai dagang RI-Korsel pada 2018 mencapai US$ 20 miliar. Jumlah ini disebutnya masih lebih rendah dibanding dengan nilai perdagangan Vietnam-Korsel yang sejumlah US$60 miliar.

Sementara untuk mencapai target tersebut, Enggar menegaskan kedua negara sudah dan akan menyepakati sejumlah upaya dalam membuka pintu perdagangan.

Salah satunya dengan mengurangi tarif dan menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Juga mempermudah pelaku usaha asal negeri ginseng itu dalam berinvestasi di Indonesia.

Baca Lainnya: Archandra Tahar Berencana Gratiskan Akses Data Migas Untuk Gaet Investor

“Otomotif misalnya. Mereka kita dorong investasi, bisa juga di bidang elektronik,” lanjutnya.

Kemudian pemerintah juga terus mengadakan sejumlah forum diskusi, seperti yang dilakukan pada hari ini.

“Hari ini kita me re-launch kembali perjanjian Indonesia-Korea CEPA. Sebab, tanpa dipayungi perjanjian atau kesepakatan ini, baik investasi maupun trade-nya kita bisa ketinggalan,” sambungnya lagi.

Di sisi lain Enggar meyakini jika tahun ini negosiasi IK-CEPA bisa rampung. Sehingga tujuan ekonomi yang sudah ditetapkan kedua negara bisa meningkatkan volume perdagangan bilateral.

Sumber: CNBC Indonesia

Continue Reading

Komoditi

Bea Cukai Luncurkan Layanan e-KITE Untuk Permudah Urusan Ekspor Impor

Published

on

Bea Cukai Luncurkan Layanan e-KITE Untuk Permudah Urusan Ekspor Impor

Finroll.com – Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, baru-baru ini meluncurkan layanan elektronik Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (e-KITE)

“Peluncuran aplikasi ini dapat memberikan kemudahan dalam pemanfaatan fasilitas KITE,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi di Jakarta, Senin (18/2) lalu.

Heru menambahkan terdapat tiga alasan dari pembaruan layanan ini, yakni penyederhaan aturan untuk rantai pasok bahan substitusi barang impor, memperluas saluran ekspor hasil produksi, serta mengakomodasi proses bisnis.

Adapun sejumlah kemudahan bagi perusahaan yang menggunakan e-KITE adalah  pertanggungjawaban dan pengajuan pengembalian bea masuk, pengajuan konversi maupun perbaikan konversi dan pengawasan terkait Pemberitahuan Impor Barang (PIB) serta Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Baca Lainnya: Periode 2018, Neraca Perdagangan RI Defisit US$8,57 Miliar

Selain itu pihaknya juga menerapkan kebijakan baru bagi eksportir, dengan memperbarui peraturan mengenai KITE pembebasan, dan KITE pengembalian.

Hal ini ditujukan sebagai inovasi layanan untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional.

Ia menegaskan program baru ini memberikan layanan kepada para pelaku usaha ini tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor160/PMK.04/2018 dan Nomor 161/PMK.04/2018 yang berlaku mulai 18 Februari 2019.

“Peraturan baru ini merupakan deregulasi dan penyederhanaan dari peraturan sebelumnya,” kata Heru.

Sumber: Antara

Continue Reading
Advertisement

Trending