Connect with us

Automotive

Honda Prospect Motor Kembali Resmikan Diler Terbarunya di Kota Bekasi

Published

on


Honda Prospect Motor

PT Honda Prospect Motor terus melakukan ekspansi ke berbagai daerah potensial dengan meresmikan diler Honda Nusantara Bekasi, 10 Oktober 2018.

Finroll.com – Diler yang memiliki lokasi strategis di dekat pintu tol Bekasi Barat ini menjadi dealer Honda ke-8 di Kota Bekasi. Yang sekaligus menambah jumlah dealer Honda di Indonesia menjadi 149 buah. Diler Honda Nusantara Bekasi hadir dengan menawarkan layanan 3S (sales, service dan sparepart) untuk konsumen di daerah Bekasi Selatan dan sekitarnya.

Diler ini menempati salah satu lokasi bisnis paling berkembang di kota Bekasi di Jl. Ahmad Yani no.10 Pekayon, Bekasi Selatan, Jawa Barat. Diler tersebut berdiri diatas lahan seluas 4.495m2. Dengan luas bangunan sebesar 3.299 m2 yang terdiri dari 2 lantai, 2 mezzanine.

Honda Prospect Motor

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, diler Honda Nusantara Bekasi hadir dengan berbagai fasilitas yaitu Waiting Lounge, Private Zone, Cafe Zone, Food Zone with Free Drinks, Internet Zone, Smoking Room, Charging Station, Magazine Rack,  Kids Zone, Wi-fi, Musholla serta CCTV .

Baca Juga : Sebanyak 17.286 Unit Honda Lakukan Penarikan Untuk Model Jazz Dan Freed

Untuk layanan purna jualnya, Honda Nusantara Bekasi memiliki fasilitas servis dengan area seluas 1.514 m2. Yang dilengkapi dengan 5 bay general repair, 2 perawatan berkala, 1 bay final inspection, 1 bay spooring, 2 bay quick service serta 2 washing bay. Honda Nusantara Bekasi juga memiliki area spareparts seluas 150 m2. Yang memastikan ketersediaan suku cadang Honda dengan lebih lengkap dan lebih cepat bagi konsumen di kota Bekasi dan sekitarnya.

Presiden Direktur PT HPM Takehiro Watanabe mengatakan, “Pembukaan diler ke-8 di Bekasi ini merupakan wujud komitmen kami. Dalam memberikan layanan yang semakin mudah dijangkau oleh konsumen di Kota Bekasi dan sekitarnya. Semoga diler Honda Nusantara Bekasi dapat memberikan layanan yang cepat, tanggap dan sesuai kebutuhan konsumennya.”

Marketing & After Sales Service Director PT HPM Jonfis Fandy mengatakan, “Kota Bekasi merupakan salah satu daerah yang cukup berkontribusi terhadap penjualan Honda, sehingga penting bagi kami untuk memperluas jaringan di daerah ini. Lokasi di dekat tol Bekasi Barat dan dikelilingi banyak pusat bisnis dan niaga dipilih karena dianggap strategis. Dan lokasi ini mudah dijangkau, sehingga kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik untuk konsumen di kota Bekasi.”

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Automotive

Akan Ada 6 Terminal Bus Yang Dibangun Di Perbatasan Negara Tahun Depan

Published

on

Terminal Bus

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap membangun 6 terminal bus di perbatasan negara, yang terletak di Badau, Aruk, Wini, Motaain, Motamasin, dan Skouw. Terminal bus tersebut akan mulai dibangun tahun 2019.

Finroll.com – “Di Skouw, perbatasan Indonesia-Papua New Guinea, untuk terminal bus barang internasional. Dananya termasuk pembebasan lahan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan.

Dalam pembangunan bus di daerah perbatasan itu, Kemenhub akan mengawasi setiap kinerja kontraktor karena terminal bus tersebut merupakan pintu masuk dan keluar Indonesia.

Selain dibangunnya 6 terminal bus di perbatasan tersebut, pihaknya juga akan melanjutkan pembangunan terminal  tipe A di Kota Padang, Kabupaten Demak, Kota Kupang, Kabupaten Bolaang Mogondow, Kabupaten Entrop dan Kabupaten Klaten.

“Kami juga berencana melakukan peningkatan fasilitas terminal tipe A di 18 lokasi, tidak hanya terminal tipe A yang ada di Pulau Jawa,” ujar Budi Karya.

Tak hanya itu, rencananya anggaran Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub itu juga akan dipakai untuk pengadaan bus sebanyak 80 unit, pendanaan dan pemasangan perlengkapan jalan di 33 provinsi, hingga mensubsidi angkutan jalan.

Kemenhub pada tahun 2019 akan memperoleh anggaran sebesar Rp 41 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dari angka tersebut, sebanyak Rp 2,61 triliun dialokasikan untuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kemenhub.

Dengan ditambahnya armada infrastruktur transportasi, Pemerintah mengharapkan pada seluruh masyarakat dapat memakai fasilitas transportasi yang dibuat oleh pemerintah kedepannya. Dan transportasi ini akan dinikmati oleh semua kalangan tentunya dengan kenyamanan bagi masyarakat Indonesia. (Kumparan)

Continue Reading

Automotive

Negara Bagian Afrika Tertarik Membeli Pesawat Buatan Indonesia

Published

on

Pesawat Buatan Indonesia

Beberapa bagian Negara dari Afrika, terlihat sangat tertarik dengan pesawat CN 235 N 219 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia yang dipamerkan di Paviliun Indonesia di Nusa Dua, Bali.

Finroll.com – “Sudah ada Madagaskar, Kongo dan Sudan yang menyatakan tertarik dengan pesawat buatan Indonesia dan pada saat ini dalam tahap penjajakan,” kata Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro, di Nusa Dua

Dia mengatakan, keikutsertaan PT DI di pameran Paviliun Indonesia memang bukan bertujuan untuk menjual produk namun lebih menunjukkan karya bangsa kepada para delegasi IMF-WB daris eluruh dunia.

Menurut Elfian, negara-negara Afrika termasuk pangsa pasar yang ditarget untuk pesawat jenis CN 235 dan N 219 karena kedua pesawat tersebut cocok untuk kondisi geografis mereka.

“Kalau Eropa baru ada Norwegia yang nanya-nanya karena mungkin dua pesawat jenis ini kan khusus untuk daerah yang memerlukan short take off dan landing sehingga mudah dioperasikan di daerah terpencil,” katanya.

Saat ini, PT Di mampu memproduksi rata-rata 10 pesawat dalam satu tahun. Tahun depan empat pesawat sudah dipesan oleh Senegal, Nepal, dan Thailand.

Dengan rincian Senegal memesan pesawat CN 235 seharga US$ 25 juta, Nepal memesan pesawat CN 235 dengan konfigurasi pesawat maritime patrol seharga US$ 30 juta, sedangkan Thailand memesan dua pesawat N 219 seharga US$ 13 juta.

“Kenapa maritime patrol lebih mahal karena pesawat memerlukan kelengkapan seperti komputer, radar dan lain-lain, sedangkan kalau pesawat transportasi biasa kan cuma butuh kursi,” katanya.

Sampai saat ini PT DI mampu memproduksi 431 pesawat, 48 di antaranya sudah diekspor ke Korea, Malaysia, Thailand, Turki, Brunei Darusalam, Filipina, vietnam dan lain-lain.

“Memang kita pasarnya cocok untuk negara-negara Afrika, Asia dan Amerika Latin karena sesuai untuk medannya,” ucapnya. (Kontan.co.id)

Continue Reading

Automotive

Sejarah Kendaraan Yang Diberi Nama ‘Sedan’

Published

on

Sedan

Pada dasarnya nama kendaraan berjenis sedan merupakan mobil dengan tiga kotak yaitu ruang mesin, kabin penumpang, bagasi, dilengkapi empat pintu, dan memiliki ruang duduk dua baris.

Finroll.com – Lalu, tahukah kalian asal mula dari pemberian nama ‘sedan’?.  Dilansir Jalopnik, kata sedan berasal dari bahasa Latin dan Italia. Kata dasarnya adalah sedes/sedere yang berarti ‘untuk duduk’ dalam bahasa Latin.

Lalu pada awal tahun 1600-an datanglah istilah sedan dari bahasa Italia, yang datang dari kata sede (kursi). Pada saat itu sedan memiliki arti ‘kursi tertutup yang berada di atas palang’. Saat itu, istilah tersebut digunakan untuk alat transportasi yang diangkat oleh manusia pada bagian depan dan belakang.

Kata sedan masuk ke Inggris di tahun 1630-an, namun uniknya kata tersebut tidak digunakan untuk alat transportasi mekanikal. Melainkan digunakan untuk alat transportasi bertenaga manusia.

Di Amerika, mobil pertama yang disebut sebagai sedan adalah Speedwell lansiran 1911 yang dirakit di Ohio.

Sedan adalah satu segmen yang kurang berkembang di Indonesia. Lembaga riset dan konsultan Frost & Sullivan merilis data bahwa tahun lalu penjualannya hanya 13.700 unit, atau turun 21,4 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Baca Juga: Jepang Siap Uji Coba Kendaraan Otomatis Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Satu penyebab kenapa sedan tidak berkembang adalah bahwa mobil ini dibebani pajak yang tinggi. Dengan berlandaskan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013, Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN-BM) untuk sedan di bawah 1,5 liter adalah 30 persen, sementara di atas itu 40-75 persen. Sementara segmen-segmen lain hanya 10 persen saja.

I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin), mengatakan bahwa pembebanan pajak yang lebih tinggi disebabkan anggapan mobil ini dianggap hanya dapat dibeli kalangan orang kaya saja.

Putu mengatakan, pola pikir ini tumbuh sejak zaman Orde Baru dan terus langgeng sampai sekarang.

“Zaman Pak Harto orang beli sedan sudah dianggap orang kaya. Karena kaya, akhirnya dikasih pajak tinggi,” ujar Putu dalam acara “Seabad Industri Otomotif Indonesia” yang digelar Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) di Jakarta.

Pada masa Orde Baru, sedan memang banyak dipakai oleh pejabat. Bahkan, mobil dinas presiden kala itu tidak bisa jauh-jauh dari sedan, terutama keluaran Mercedes-Benz. Selera mobil “Eropaan” Orde Baru terbentuk pada 1970-an. Sebab sebelum itu, selalu mobil asal Amerika Serikat (AS), seperti Chevrolet, yang dipakai.

Baca Juga: Tilang Elektronik Diberlakukan, Polisi Usulkan Sidang Tilang Dihapuskan

Mercedes-Benz W116 Barong 1975, Mercedes-Benz W126 Eagle 500SEL 1987, Mercedes-Benz W140 S600 1994, adalah beberapa kendaraan yang pernah dipakai sebagai mobil kenegaraan sepanjang masa pemerintahan Soeharto. Tentu semua mobil ini punya keunggulan di atas rata-rata pada zamannya.

Mobil dinas para menteri kala itu juga kendaran berpenumpang dua baris , sehingga mengesankan eksklusivitas. Beberapa model yang pernah dipakai para pembantu Suharto ini adalah Volvo 264 GL, Volvo 740 GL, Volvo 960, dan Volvo S90. Yang disebutkan terakhir adalah mobil dinas para menteri di masa-masa terakhir Orde Baru.

Mobil yang “merakyat” tidak identik dengan itu saja. Salah satu mobil paling populer di masa itu adalah Toyota Kijang. Dan sebagaimana kita tahu, Kijang berada di segmen kendaraan penumpang, lalu kemudian bertransformasi jadi kendaraan serbaguna (MPV).

Putu menilai bahwa saat ini pola pikir itu harusnya diubah. Sebab sekarang ada MPV, SUV, atau segmen lain, yang jelas lebih mewah ketimbang itu. Sementara itu pun tidak selamanya mewah.

“Apalagi kendaraan itu segmen yang populer di luar negeri, bukan MPV seperti yang banyak sekarang. Jadi kalau memang mau menggalakkan ekspor, harus perhatikan itu,” ujarnya. (liputan6.com)

Continue Reading
Advertisement

Trending