Connect with us

Komoditi

Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Anjlok

Published

on


Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Anjlok

Finroll.com – Harga Minyak mentah dunia kembali mengalami penurunan. mengutip Sindo Senin, 11/2, Harga minyak mentah dunia jatuh sekitar 1%.

Seiring adanya peningkatan aktivitas pengeboran minyak Amerika Serikat (AS). Sentimen selanjutnya datang dari keputusan produsen minyak terbesar yakni Rusia untuk mengakhiri kesepakatan pemotongan pasokan bersama OPEC yang diteken oleh Presiden Vladimir Putin.

Seperti dilansir Reuters di awal pekan ini, tercatat minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD52,16 per barel atau turun 56 sen atau setara hampir 1%, dibandingkan sesi terakhir sebelumnya. Harga WTI juga dibebani oleh penutupan kilang penyulingan minyak mentah unit (dari CDU) di Phillips 66 Wood River, Illinoi.

Sementara harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan minyak internasional terpantau lebih rendah 53 sen, atau 0,9% menjadi USD61.57 per barel. Di Amerika Serikat, perusahaan-perusahaan energi pekan ini meningkatkan jumlah rig minyak yang beroperasi untuk kedua kalinya dalam tiga minggu, berdasarkan laporan mingguan Baker Hughes akhir pekan kemarin.

Perusahaan menambahkan 7 rig minyak di pekan ini hingga 8 Februari, untuk membawa jumlah total menjadi 854 serta menjadi sinyal, lanjutan kenaikan produksi minyak mentah AS, yang sudah berdiri di 11,9 juta bpd. Di tempat lain, bos perusahaan minyak Rusia, Rosneft yakni Igor Sechin, dilaporkan telah mengirimkan surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin perihal kekhawatirannya terhadap kesepakatan Rusia memangkas produksi minyaknya bersama OPEC.

Menurutnya kebijakan yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia itu menjadi ancaman strategis dan bermain ke dalam tangan Amerika Serikat. Disebutkan OPEC telah mencapai kesepakatan sejak 2017, yang untuk mengekang kelebihan pasokan global. Hal tersebut kemudian diperpanjang beberapa kali dan di bawah kesepakatan terbaru, para negara yang menekan kesepakatan bakal memotong output mencapai 1,2 juta bpdsampai akhir Juni.

OPEC dan sekutunya akan bertemu kembali pada tanggal 17-18 April di Wina untuk meninjau Pakta tersebut. Sedangkan mencegah harga minyak mentah jatuh lebih jauh, AS menargetkan sanksi terhadap Venezuela. “Isu-isu di Venezuela terus mendukung harga. Laporan yang muncul bahwa PDVSA berjuang untuk mengamankan pasar baru untuk minyak mentah, setelah Amerika Serikat memberikan sanksi tambahan pada negara,” kata ANZ bank pada hari Senin.

Baca Juga: Awal Pekan IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Dekati Rp 14.000

Komoditi

Tak Bergerak, Harga Emas Antam Masih Stagnan Rp 656.000 Per Gram

Published

on

Tak Bergerak, Harga Emas Antam Masih Stagnan Rp 656.000 Per Gram

Finroll.com – Nilai jual logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) tak mengalami pergerakan pada perdagangan Rabu, (24/4/2019). Harga emas antam masih stagnan Rp 656.000 per gram.

Melansir situs resmi Antam, harga pecahan satu gram emas Antam, Rabu (24/4) mencapai Rp 656.000. Harga tersebut tak beranjak dari posisi harga sebelumnya pada Kamis (18/4) atau sudah tujuh hari lamanya.

Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari belum bergerak di posisi Rp 575.000 per gram.

Berikut rincian harga emas batangan milik Antam:

  • Pecahan 0,5 gram: 352.000
  • Pecahan 1 gram: Rp 656.000
  • Pecahan 5 gram: Rp 3.100.000
  • Pecahan 10 gram: Rp 6.135.000
  • Pecahan 25 gram: Rp 15.230.000
  • Pecahan 50 gram: Rp 30.385.000
  • Pecahan 100 gram: Rp 60.700.000
  • Pecahan 250 gram: Rp 151.500.000
  • Pecahan 500 gram: Rp 302.800.000
  • Pecahan 1.000 gram: Rp 605.600.000

Continue Reading

Komoditi

Perdagangan Selasa, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.440

Published

on

HSG Dibuka Menguat

Finroll.com   – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan, Selasa (23/4/2019) pagi, menguat tipis (0,36%) persen ke level 6.440,34 persen.

Sejumlah analis memperkirakan IHSG bakal semakin tertekan pada perdagangan hari ini. Mayoritas pelaku pasar masih akan menarik dananya dari pasar saham.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan seperti dikutip cnnindonesia.com, memperkirakan pelemahan IHSG berpotensi terbatas. IHSG diramal masih akan berada di area 6.400 sebagai level psikologis.

“Pelaku pasar terlihat mengantisipasi beberapa agenda ekonomi seperti penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI),” papar Dennies.

Dalam kalender BI, Rapat Dewan Gubernur (RDG) akan berlangsung pada pertengahan pekan ini. Hasilnya bakal diumumkan pada Kamis (25/4/2019) mendatang.

Dari eksternal, data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 Amerika Serikat (AS) juga menjadi penantian pelaku pasar. Hal tersebut akan menjadi landasan pasar dalam bertransaksi.

“Pelemahan (IHSG) diperkirakan terbatas dan akan tertahan di area support,” kata Dennies.

Ia meramalkan IHSG bergerak dalam level support 6.341-6.378. Sementara, level resistance berada salam rentang 6.484-6.553.

Di sisi lain, Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko berpendapat kondisi IHSG sekarang bisa dimanfaatkan untuk akumulasi beli. Usai jeblok ke area 6.400, pelaku pasar bisa membeli saham dengan harga lebih murah.

“Kesempatan akumulasi di saham berkapitalisasi besar dan saham lapis dua adalah pilihan untuk (IHSG) bangkit,” ungkap Yuganur dalam risetnya.

Menurutnya, pelemahan IHSG sebesar 1,42 persen hingga jatuh ke level 6.414 pada penutupan perdagangan Senin (22/4) kemarin disebabkan aksi ambil untung (profit taking) pelaku pasar semata. Maklum, IHSG sebelumnya melompat ke area 6.500.

“Kami melihat proses koreksi akibat profit taking setelah pemilihan presiden (pilpres) berlangsung,” terang Yuganur.

Sekadar mengingatkan, satu hari setelah pilpres dilaksanakan pelaku pasar terlihat antusias melakukan transaksi beli. Khusus asing saja, transaksi mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Namun, perdagangan seakan berbanding terbalik kemarin karena pasar bergerak di zona merah. Pelaku pasar asing hanya tercatat beli bersih (net buy) sebesar Rp 56,37 miliar.

Semalam, bursa saham Wall Street terpantau bergerak bervariasi. Rinciannya, Dow Jones dan NYSE Composite terkoreksi masing-masing 0,18 persen dan 0,07 persen, sedangkan S&P500 dan Nasdaq Composite berhasil menguat sebesar 0,1 persen dan 0,22 persen.

Sementara nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang diperdagangkan di pasar spot, pada Selasa (23/4/2019) pukul 09:00 WIB, dibanderol Rp 14.070 per dolar AS atau stagnan jika dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Continue Reading

Komoditi

Bergerak Stagnan, Hari Ini Harga Emas Antam Dijual Rp 656.000 Per Gram

Published

on

Harga Emas Antam

Finroll.com – Harga jual logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang (Antam) tak bergerak pada perdagangan pasar awal pekan.

Melansir situs logam mulia Antam, Senin (22/4/2019), Harga emas Antam dijual Rp 656.000 per gram. Harga tersebut tak beranjak dari posisi harga sebelumnya pada Kamis (18/4).

Begitupun, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini tak bergerak di posisi Rp 574.000 per gram.

Berikut rincian pecahan harga emas batangan milik Antam: 

  • 1 gram: Rp 656.000
  • 5 gram: Rp 3.100.000
  • 10 gram: Rp 6.135.000
  • 25 gram: Rp 15.230.000
  • 50 gram: Rp 30.385.000
  • 100 gram: Rp 60.700.000
  • 250 gram: Rp 151.500.000
  • 500 gram: Rp 302.800.000
  • 1.000 gram: Rp 605.600.000

Continue Reading
Advertisement

Trending