Connect with us

Cover Story

Gerakan Kecil Tingkatkan Minat Baca

Published

on


Gerakan Kecil Tingkatkan Minat Baca

Finroll.com – Dewasa ini, marak kegiatan program peningkatan minat baca masyarakat dengan munculnya banyak Taman Bacaan Masyarakat (TBM) diberbagai wilayah.

Taman Bacaan masyarakat bisa juga dikategorikan sebagai perpustakaan masyrarakat. Hadir sebagai tempat baca dengan suasana alam yang asri dan nyaman.

Hadirnya TBM bak oase di gurun pasir, dimana minat baca masyarakat Indonesia yang saat ini masih terbilang sangat rendah. Berdasarkan hasil survei, menyebut bahwa saat ini minat baca masyarakat Indonesia menempati peringkat 61 dari negara-negara lainnya.

Untuk mengetahui lebih dalam apa itu Taman bacaan Masyarakat, saya pun mencoba untuk menggali informasi tentang adanya TBM dengan terjun langsung kelapangan. Kebetulan saya mempunyai teman satu kampus yang tidak lain seorang penggiat taman bacaan.

Ahmad Firman namanya, mahasiswa semester 5 Universitas Tama Jagakarsa ini adalah sosok yang cukup menginspiratif dikalangan teman mahasiswa lainnya, Usut punya usut ternyata ia sudah mendirikan taman bacaan, dan tanpa pikir panjang saya langsung membuat janji dengannya untuk melihat kegiatan taman bacaan yang didirikannya.

Siang itu jalan raya di Ibu Kota sangat macet dan semrawut, ditambah trik matahari yang panas menyinari bumi. Namun hal itu tak sedikitpun mengendurkan niat saya yang sudah berjanji ingin bertemu dengan sosok penggiat taman bacaan yang kebetulan juga teman satu kampus.

Tepat pukul satu siang, saya berangkat menuju lokasi dengan mengendarai sepeda motor matic hitam, berisik suara klakson kendaraan dan kepulan asap setia menemani sepanjang perjalanan saya menuju lokasi.

satu jam setengah waktu yang dihabis kan untuk sampai ke lokasi, tepatnya di Taman Bambu, Cipayung, jakarta timur. Tempat inilah yg dijadikan Firman untuk mejalankan kegiatan mulianya.

Sesampainya di Taman Bambu, saya disajikan pemandangan yang cukup mempesona. Rindangnya pepohonan dan aneka jenis bunga-bunga membuat mata serasa dimanja. Ditambah lagi udara yang sejuk dengan tiupan angin sepoi-sepoi mengalahkan cuaca panas di Jakarta saat itu.

Sembari menikmati suana yang asri, saya pun berjalan menelusuri sudut-sudut taman untuk mencari sosok Ahmad Firman, dan akhirnya saya bertemu dengannya. Kedatangan saya tepat dimana Firman dan teman-temannya sedang menggelar buku-buku bacaannya untuk siap dibaca oleh warga.

“Halo bang Firman,” Sapa saya sambil bersalaman. Firman pun tersenyum dan menyambut kedatangan saya. Tak pikir panjang, melihat Firman sedang merapihkan buku-bukunya untuk digelar saya pun bergegas ikut membantu.

 


Jenis koleksi Buku yang dimiliki Firman pun cukup banyak diantaranya, Komik, Novel, cergam, ensiklopedi, Komedi, biografi, Dongeng, Panduan mengaji dan mewarnai. Sambil saya ikut merapihkan tata letak buku bersama Firman dan teman-temannya, Ternyata sudah banyak anak-anak kecil yang sudah tidak sabar ingin cepat-cepat membaca dan mewarnai.

“Kaka sudah belum rapihinnya?” Tanyanya anak-anak kecil dengan wajah menggemaskan dan suara manja.

Melihat antusias anak-anak, membuat kami semakin bersemangat dan tidak ingin mengecewakan mereka. Gerak tangan kami pun semakin cepat untuk merapikan buku-buku ini sampai akhirnya siap mereka baca.

“Adik-adik ini sudah rapih, siapa yang mau baca sama mewarnai?” Ujar firman dengan nada semangat kepada anak-anak kecil yang sudah tidak sabar menunggu. Saya pun merasa senang melihat antusias anak-anak kecil yang semangat sekali untuk membaca dan mewarnai ditempat taman bacan yang didirikan Firman.

Wajah lucu yang menggemaskan pun semakin terpampang diwajah anak-anak kecil yang sedang membaca dan mewarnai. Sesekali saya pun berinteraksi dengan anak-anak yang sedang mewarnai.

“halo dik, sedang warnai apa?” tanyaku dengan suara lembut. Anak-anak kecil pun menjawab dengan kompak namun tak seragam, ada yang jawab kelinci, gunung, sekolahan, kucing dan lain-lain.

Selesainya adik-adik mewarnai dan membaca, ternyata Firman memberikan hadiah seperti tempat pensil, Pensil warna dan buku tulis.

“Ayo siapa yang mau hadiah kumpul?”Kata Firman. Mendengar ingin diberi hadiah, adik-adik kecil yang sehabis mewarnai dan membaca langsung mengerumuni Firman dan teman-temannya untuk mengambil hadiah yang diberikan. Saya pun melihat betapa senangnya raut wajah anak-anak kecil yang mendapatkan hadiah.

Melihat anak-anak kecil mendapatkan hadiah saya pun turut ikut dalam suasana bahagia. Dalam hati saya berkata,”Ternyata ini indahnya berbuat baik.

Selesai memberi hadiah kepada anak-anak, saya pun mengajak Firman duduk bersebelahan untuk berbincang menanyakan kegiatan taman baca yang didirikannya.

Sudah Berapa Lama bang Firman mendirikan taman bacaan Ini?” Tanya saya.

“kurang lebih sudah 3 bulanan,” Jawab Friman dengan wajah yang masih lelah sehabis membimbing anak-anak kecil membaca dan mewarnai.

Mendirikan taman bacaan mulai dari sekedar kumpul-kumpul

Firman yang saat ini duduk dibangku kuliah semester 5, ternyata mendirikan taman bacaan berawal dari kumpul-kumpul dengan teman-teman mahasiswa, bahasa gaulnya sekarang  habis pulang kuliah “nongki dulu lah”!.

“Awalnya kumpul-kumpul dan kebetulan ada teman yang memberikan masukan untuk coba buka taman baca,”Tegasnya Firman.

Firman juga menambahkan, Selain Membaca juga ada kegiatan mewarnai, memasang puzzle, kuesioner dan Jika ada hari-hari nasional seperti Guru atau pun pahlawan akan diadakan lomba.

Kendala dan kesulitan mendirikan Taman Bacaan

Dalam mendirikan taman bacaan, Firman pun menerangkan kendala yang saat ini masih dialami adalah tenaga pengajar.

“Walaupun kurang tenaga pengajar, kami masih tetap bersemangat untuk untuk terus mendirikan taman bacaan,” Ujarnya Fiman.

Apa Harapan Kedepan?

Sebelum menyudahi obrolan dengan Firman, saya pun bertanya apa harapan kedepan untuk taman bacaan yang sudah didirikan.

Firman pun langsung menarik nafas dan sambil menatap atap-atap langit. Raut wajahnya seolah penuh dengan angan-angan.

“Harapan saya semoga taman bacaan yang saya dirikan di Taman Bambu, Cipayung, Jakarta Timur semakin ramai masyarkat yang datang untuk membaca. Atau pun ada teman-teman yang ingin ikut membantu dalam tenaga pengajar, mendonasikan buku, dan alat tulis,” Jelasnya Firman.

Terakhir bang, Apa rasanya bisa mendirikan Taman bacaan?” Tanya Saya.

“Rasanya Senang dan bangga untuk diri sendiri.  Apa lagi bisa belajar sambil bermain dengan anak-anak, melihat senyum, tawa dan canda mereka adalah sebuah kebahagiaan yang hakiki,”Pungkasnya Firman.

Kurang lebih 2 jam sudah kami bertemu dan berbincang, rasanya bagi saya sangat menyenangkan bisa melihat langsung dan tau apa itu taman bacaan. Waktu sudah beranjak sore, senja pula yang memisahkan kita dan saya lekas pamit dan berterima kasih kepada Firman.

Sebelum saya pergi meninggalkan punggung, saya pun berpesan kepada bang Firman sambil bersalaman, Sukses untuk Kedepannya dan semangat!.

Advertisement

Cover Story

Konservasi Karya Seni Rupa Di Ruang Publik Apresiasi 3 Karya Seni Relief Eks Bandara Kemayoran 

Published

on

Finroll.com — Konservasi Karya Seni Rupa di Ruang Publik adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) dalam rangka mengimplementasikan UU No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

Karya seni ruang publik merupakan sebuah karya yang secara khusus diciptakan pada ranah publik. Karya ini tampil pada ruang-ruang publik untuk memberikan pesan, menambah nilai estetika, edukasi maupun merespon atau bahkan memberikan kritik terhadap berbagai persoalan yang menjadi keresahan publik.

Salah satu karya seni rupa yang diciptakan pada ruang publik adalah karya fenomenal yang berada di kawasan eks Bandar Udara Kemayoran, Jakarta. Kawasan tersebut saat ini berada pada wilayah pengelolaan PPK Kemayoran. Ada tiga buah relief yang terdapat pada dinding ruang tunggu VIP Bandara. Karya ini dibuat oleh Harijadi Sumodidjojo, Sindoesoedarsono Soedjojono, dan Soerono yang kemudian dalam pengerjaannya didukung oleh Seniman Indonesia Muda (SIM).

Relief ini dibuat dengan mengusung tema tentang kekayaan Indonesia atas gagasan Presiden Soekarno pada tahun 1957 untuk menyambut tamu negara kala itu.

Kemudian masing-masing seniman meresponnya dengan cerita yang berbeda. Harijadi Sumodidjojo menggambarkan kekayaan Indonesia dalam rancangan karyanya yang bertema “Flora dan Fauna”. S. Soedjojono menggambarkannya dalam tema “Manusia Indonesia”.

Sedangkan Soerono menceritakan sebuah legenda yang terkenal di tanah Pasundan yaitu “Sangkuriang”. Letak karya Surono berada pada dinding lantai satu ruang tunggu VIP. Sedangkan letak karya Harijadi dan S. Soedjojono saling berhadapan pada dinding lantai dua ruang tunggu VIP eks Bandara Kemayoran.

Karya fenomenal yang berada di Eks Bandara Internasional Kemayoran tersebut hingga kini memang masih kurang dikenal oleh masyarakat, bahwa Kemayoran selain dikenal sebagai tanah asli betawi juga merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi khususnya sejarah penerbangan Indonesia.

Melalui kegiatan apresiasi tiga karya relief eks Bandara Kemayoran ini Kemendikbud bersama PPK Kemayoran berupaya untuk memperkenalkan kepada publik karya seni rupa terlebih terhadap karya yang memiliki nilai sejarah penerbangan Indonesia. Kegiatan ini direncanakan akan dirangkaikan pula dengan kegiatan pendokumentasian, penulisan buku, apresiasi (Pameran), publikasi, dan lomba vlog tentang ketiga relief.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk turut mengapresiasi, memahami dan memaknai betapa pentingnya menjaga dan melestarikan karya seni dan sejarah penerbangan yang pernah eksis di Kemayoran

Pendokumentasian telah dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2019.

Sedangkan kegiatan Apresiasi 3 Karya Seni Relief Eks Bandara Kemayoran dilaksanakan pada tanggal 17-21 Juli 2019 dengan mengundang para keluarga seniman pembuat relief, masyarakat secara umum, dan pelajar SMP/SMA sebagai apresiator sekaligus sebagai peserta lomba vlog untuk tingkat pelajar.

Continue Reading

Cover Story

Kisah Kehidupan Ayah Erick dan Boy Thohir, dari Lahir Melarat Hingga Jadi Konglomerat

Published

on

By

Finroll.com – Di balik kesuksesan Erick dan Boy Thohir, ternyata ada sosok pemimpin keluarga Thohir yang berjasa, yakni Mochamad Teddy Thohir. Kisah hidup Teddy Thohir tidaklah mudah, melewati banyak macam rintangan yang menghadang.

Selain Erick dan Boy, Teddy juga memiliki satu orang anak perempuan, Rika Thohir. Serupa dengan anak-anaknya, Teddy juga merupakan seorang pengusaha kondang. Ia merintis kesuksesan sedari nol. Bahkan, di masa kecilnya, kehidupan Teddy jauh dari kemewahan.

Ayah dari Presiden Inter Milan dan Presiden Direktur Adaro Energy ini ternyata lahir di Gunung Sugih, Lampung.

Masa kecil Teddy bisa dibilang melarat. Menurut obituari yang dirilis Republika, tempat tinggal Teddy Thohir saat itu hanyalah rumah bilik yang beralaskan tanah. Ia juga sudah menjadi anak yatim sedari kecil.

Singkat cerita, setelah lulus SMP, dia merantau ke Solo dengan menggunakan kereta demi melanjutkan studinya di SMEA. Modal sekolahnya di Solo didapat lewat bantuan seorang pedagang di Metro. Di Solo pun dia bekerja sambil sekolah, hingga akhirnya bertemu dengan seorang gadis keturunan Tionghoa yang kelak menjadi istrinya, Edna.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, pria yang wafat di tahun 2016 ini lantas berkarier di sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang kimia, Union Carbide. Performanya sebagai karyawan cukup baik. Teddy pun dipromosi menjadi salah satu kepala bagian administrasi.

Namun, Teddy memutuskan untuk resign dan bergabung dengan Astra yang kala itu dipimpin oleh William Soeryadjaya. Kariernya di Astra mulai dari bawah, ia mulai dari menjabat sebagai staf hingga berhasil menjadi direktur dan pemegang saham perusahaan tersebut.

Lambat laun, Astra menjadi raksasa otomotif di Tanah Air, dan memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan.

Setelah sukses di Astra, Teddy pun mendirikan perusahaannya sendiri, yakni PT Trinugraha Thohir (TNT Group). Namun, informasi mengenai kisah Teddy mendirikan TNT Group sangatlah minim.

Yang jelas, perusahaan ini memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam, properti, otomotif, media, hingga restoran. Beberapa di antaranya adalah PT Adaro Energy, PT Surya Essa Perkasa, PT Wahanaartha Harsaka, Restoran Hanamasa, Pronto, dan Yakun Kaya Toast.

Di sektor properti, TNT dikabarkan memiliki Taman Laguna, Cibubur Residence, Permata Kranggan, Taman Arcadia Mediterania, Permata Arcadia Cimanggis, dan Hotel Amaris Bogor. Sementara itu di bidang media, ada PT Mahaka Media.

Berkat kesuksesannya di dunia bisnis, Teddy Thohir pun sempat merasakan duduk di jajaran orang terkaya di Indonesia.

Setelah mangkat, titel orang terkaya di dunia tetap disandang oleh salah satu anggota keluarga Thohir, yaitu Garibaldi. Pada tahun 2017, Garibaldi atau yang akrab disapa Boy menduduki posisi ke- 23 sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Continue Reading

Cover Story

Mengenal Aeurisma Otak Bersama Dr. Joy

Published

on

By

Featured Video Play Icon

Aneurisma otak merupakan istilah yang belum banyak dikenal masyarakat awam sebagai pelebaran pembuluh darah otak yang dapat berakibat fatal. Pembuluh darah yang berbentuk benjolan atau menyerupai buah beri akan rentan pecah dan menyebabkan pendarahan otak.

5 dari 100 orang mengalami Aneurisma otak. Gejalanya tekanan darah tinggi hingga gangguan kolesterol darah. Namun jangan khawatir, saat ini penanganan aneurisma sudah bisa dilakukan di  Indonesia

Untuk mengetahui lebih dalam apa itu Aneurisma otak, redaksi finroll mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif dengan ahlinya. Adalah Dr. Mardjono Tjahjadi, MD. seorang dokter sepesialis bedah otak dan pembuluh darah otak yang saat ini bertugas di Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dokter ‘Joy’ sapaan akrabnya, merupakan lulusan dokter umum dari Universitas Atma Jaya Jakarta, kemudian ia melanjutkan pendidikan spesialisasi bedah syaraf di Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Helsinki dan Seoul National University Bundang Hospital Korea Selatan.

Berikut petikan wawacara singkat redaksi Finroll dengan Dr, Joy :

Apa itu Aneurisma otak?

Aneurisma otak adalah sebuah penyakit dimana tumbuh suatu benjolan atau penggelembungan pada dinding pembuluh darah otak. Seiring dengan berjalannya waktu, benjolan Aneurisma ini akan semakin membesar.

Semakin bertambah besarnya ukuran Aneurisma, maka dinding pembuluh darah otak akan semakin tipis dan bisa berimplikasi pada pecahnya benjolan tersebut sehingga mengakibatkan pendarahan otak yang sangat fatal.

Apakah penyebab dan gejala Aneurisma otak?

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti Aneurisma otak, namun ada beberapa hal yang telah diketahui sebagai faktor resiko, yang pertama Penyakit tekanan darah tinggi, kedua kebiasaan merokok, ketiga gangguan kolesterol darah, keempat Kebiasaan minum-minuman beralkohol, kelima penyakit-penyakit spesifik tertentu seperti, Kolagen yang menyebabkan pelemahan dinding pembuluh darah, kenam riwayat genetics atau riwayat keluarga memiliki aneurisma otak.

Selain keenam faktor tersebut, ada dua factor tambahan resiko meningkat yaitu, usia diatas 40 tahun dan jenis kelamin wanita. Beberapa penelitian menunjukan bahwa jenis kelamin perempuan memiliki angka kejadian aneurisma 1,5 – 1,6 kali lebih tinggi dibanding wanita.

Bagaimana cara mencegah penyakit Aneurisma otak? adakah pola makan atau gaya hidup sehat yang harus di terapkan?

Untuk mencegah terjadinya Aneurisma otak, kita harus mengontrol faktor resiko. Faktor resiko yang paling utama adalah pertama harus Menghentikan kebiasaan merokok, karena merokok secara statistik sudah terbukti sebagai sumber faktor utama Aneurisma otak. kedua kontrol atau kendalikan penyakit tekanan darah tinggi. Ketiga kontrol gangguan  kolesterol anda, anda bisa mengkonsumsikan makanan yang lebih sehat yang rendah lemak dan keempat mengurangi kebiasasan minuman alkohol yang berlebihan.

Berapa banyak orang Indonesia yang terkena Aneurisma otak?

Untuk jumlah kasus Aneurisma di Indonesia secara spesifik masih belum ada angkanya, namun bila merujuk pada angka statistik di luar negeri dan di beberapa negara,  angka kejadian Aneurisma diperkirakan antara 1 sampai 5 dari 100 orang. Namun angka pecahnya Aneurisma otak diperkirakan 1 dari 10.000 orang per tahaun.

Bagaimana cara mengobati pasien Aneurisma otak?

Aneurisma otak bila sudah pecah, harus segera dilakukan tindakan penutupan Aneurisma untuk mencegah jangan sampai Aneurisma pecah kembali, karena bila Aneurisma pecah kembali akan membawa konsekuensi buruk terhadap pasien.

Penanganan Aneurisma ada dua pada prinsipnya, yaitu dengan menggunakan metode kateterisasi dan metode operasi dengan microsurgery.

Metode katerisasi yaitu dengan cara memasukan kateter melalui pembuluh darah paha dan kemudian ada kawat khusus yang digunakan untuk menyumpal kantung Aneurisma.

Sedangkan metode operasi dengan microsirjeri , disitu kita akan menjempit leher aneurisma, sehingga mengakibatkan  aneurisma menjadi terfokus. Kedua terapi masih merupakan pilihan pada penanganan aneurisma, masing-masing memiliki indikasi kelebihan dan kekurangan.

Continue Reading
Advertisement

Trending