Connect with us

Kuliner

Enam Khas Sarapan Kota Bogor yang Bikin Greget Lidah

Published

on


Enam Khas Sarapan Kota Bogor yang Bikin Greget Lidah

Finroll.com – Bogor, selain dikenal dengan suhunya yang sejuk dan pemandangannya yang indah, juga menyimpan kekayaan kuliner. Berikut ini enam rekomendasi sarapan khas kota Bogor:

1. Doclang


Doclang, Makanan khas sunda ini singkatan dari medhok pake kacang Rasa bumbu kacang doclang memang sangat kental (medhok), karena ada tambahan kacang dan gula merah yang lumayan banyak. Ini yang bikin bumbu kacang doclang lebih manis ketimbang ketoprak, yang dari segi penampilan gak jauh beda.

Paduan lontong, tahu, kentang, dan telor yang disiram bumbu kacang spesial tersebut bisa bikin kamu kenyang dengan hanya merogoh kocek Rp 10 ribu. Di sepanjang Jalan Veteran, Jembatan Merah, kamu bisa nemuin deretan pedagang doclang. Yang paling saya suka adalah Doclang 405 – plesetan dari “Aos”, nama pemiliknya.

2. Toge Goreng

Toge Goreng, Makanan khas Bogor yang satu ini sudah cukup populer di blantika perkulineran Indonesia, Kalau denger namanya, yang ada di kepala pasti toge yang dimasukkan ke dalam minyak panas alias digoreng. Tapi ternyata, toge di dalam panganan ini sama sekali enggak digoreng, loh.

Faktanya, toge bersamaan dengan mie kuning dan tahu justru direbus di atas wadah rata dan kemudian dicampurin lontong. Yang bikin makanan ini khas Bogor adalah bumbu tauconya yang terbuat dari kacang kedele hasil fermentasi, sehingga ada sensasi asam saat menyantapnya.

Di Bogor, toge goreng paling terkenal adalah Toge Goreng Mak Evon yang ada di Gang Besi, Jalan Suryakencana. Yang bikin terkenal dari Toge Goreng Mak Evon ini adalah cara pembuatan yang masih pakai kayu bakar untuk menjaga rasa tradisionalnya. Untuk seporsi toge goreng, kamu cukup ngerogoh kocek Rp 9 ribu aja.

3. Soto Kuning

source Info Sehat Alami

Tidak hanya terkenal dengan soto mienya saja, Bogor juga punya soto kuning. Kuahnya yang berwarna kuning menjadi andalan dari soto ini. Terbuat dari campuran santan dan aneka rempah dengan isi empal, otak, limpa, paru, daging, babat, kikil, dan lidah. Yang banyak dicari saat ingin makan soto ini adalah Soto Kuning Pak Yusup yang terletak di Gang Aut, Jalan Suryakencana No. 287. Satu porsinya hanya Rp 15 ribu, bisa tambah daging seharga Rp 10 ribu dan nasi dengan harga Rp 5 ribu.

4. Cungkring

source: Pojok Bogor

Cungkring bukan bearti kurus, nah dinamakan cungkring karena bahan dasar makanan ini adalah kikil sapi. Dalam bahasa Sunda, kikil disebut cungkring.

Seporsi cungkring biasanya hadir di atas daun pisang dan disajikan bersama lontong dan bumbu kacang – layaknya sate. Tapi berbeda dengan sate, ada sensasi kenyal yang timbul dari setiap gigitan cungkring. Ini yang bikin sepotong cungkring seharga Rp 15 ribu terasa enggak cukup. Tapi kalem, kamu bisa kok request kikil sesuai jumlah yang kamu inginkan.

Buat yang penasaran sama rasa khas cungkring, kamu bisa datang ke Jalan Suryakencana. Sebelum perempatan Gang Aut, di sebelah kiri. Mulai dari pukul 07.00 sampai 09.00, ada Pak Jumat yang sudah menjajakan cungkring selama lebih dari 40 tahun. Kini usaha Cungkring Pak Jumat sudah diteruskan oleh anaknya, Kang Deden. Menurut pengakuannya, cuma dia satu-satunya pedagang cungkring yang tersisa di Bogor.

5. Laksa

source kuliner resep kita

Bukan cuma Jakarta yang punya makanan berbahan dasar kuah santan kuning ini. Ternyata Bogor juga punya. Tapi, makanan khas Kota Hujan yang terdiri dari ketupat, toge, bihun, dan daun kemangi ini sedikit berbeda dengan laksa kepunyaan Ibu Kota.

Di laksa Betawi, kamu akan merasakan gurihnya udang rebon yang hadir sebagai penyedap. Nah, kalau laksa Bogor sedikit lebih spesial karena ditambahkan oncom sebagai pengganti udang rebon. Oncom ini yang membuat makanan tersebut terasa Bogor banget di lidah.

Selain itu, kuah kuningnya juga berbeda. Kamu akan merasakan kuah yang sedikit lebih kental dan bertekstur karena parutan kelapa yang ikut masuk ke dalam kuah santan. Dan juga, karena seporsi laksa emang selalu dikasih taburan serundeng atau kelapa sangrai.

Kalau kamu kebetulan lagi ada di daerah Suryakencana, belok deh ke Gang Aut. Di sebelah kiri ada spanduk kuning besar bertuliskan “Laksa Gg. Aut Khas Bogor” dan perut kamu akan langsung buncit karena kekenyangan. Seporsinya, cuma Rp 10 ribu.

6. Dongkal

source makanan sehat

Ingin sarapan yang ringan-ringan saja? mending cobain Dongkal. Makanan ini berbahan dasar tepung beras yang dikukus di dalam sebuah kukusan kerucut terbuat dari anyaman bambu.

depokterkini

Adonan tepung beras yang sudah matang diguyur dengan gula merah cair dan dikasih taburan kelapa serut sebagai penggurih. Sekilas, rasanya enggak jauh beda sama kue putu. Tapi, adonan tepung berasnya sedikit lebih kenyal. Seporsi dodongkal yang bisa kamu dapet di perempatan Gang Aut Suryakencana bisa kamu cobain dengan Rp 15 ribu.

Advertisement

Kuliner

Daftar Menu Olahan Daging Kambing Khas Nusantara yang Paling Rekomended

Published

on

Indonesia memiliki warisan kuliner yang sangat banyak. Bahkan Indonesia memiliki beberapa pilihan menu untuk daging kambing. Nah berikut adalah pilihan menu yang bisa dicoba di rumah agar tidak bosan saat menyantap daging kambing.

Nasi Goreng Kambing

Rasa Lezat nasi goreng kambing ini memang sudah melegenda. Banyak sekali warung yang menjual nasi goreng kambing ini. Kawan dapat membuatnya sendiri dirumah dengan cara daging kambing dipotong kecil-kecil lalu dimasak bersama dengan nasi putih dan rempah-rempah lainnya.

Untuk memasak nasi goreng kambing, kawan bebas menggunakan bagian daging kambing mana pun. Hanya saja, kawan harus tetap memotong daging itu kecil-kecil agar tekstur daging menjadi lebih empuk. Bahan pelengkap nasi goreng kambing ini adalah taburan bawang goreng dan emping.

Kambing Bakar Balanga khas Gorontalo

Coba deh masakan khas daerah Gorontalo Sulawesi Utara ini. Resep yang telah diturunkan secara turun-temurun ini terasa unik di lidah dengan kekayaan bumbu yang merasuk di daging. Bagi yang ingin mencoba daging bakar selain sate, mungkin dapat mencoba makanan yang satu ini.

Asam Padeh Daging

Menu yang satu ini juga merupakan menu makanan khas Minang. Bahan – bahan yang digunakan untuk membuatnya tidak sulit didapatkan dan cara membuatnya terbilang cukup mudah dan cepat. Rasanya yang unik sulit untuk dilupakan.

Tongseng Kambing

Tongseng kambing adalah makanan khas Solo yang sudah dikenal di seluruh Indonesia. Tampilan dari tongseng kambing ini sekilas nampak serupa dengan gulai. Tetapi kedua hidangan ini memiliki citarasa yang berbeda. Kuah tongseng kambing lebih sedikit dan kental dibanding gulai.

Kambing Kurma Aceh

Kurma aceh adalah hidangan daging kambing yang berasal dari Aceh. Walaupun namanya Kurma, Kurma Aceh justru menggunakan daging kambing sebagai bahan utamanya. Daging kambing yang dipakai pun adalah daging kambing yang masih ada tulangnya.

Kemudian, daging kambing tersebut dimasak dengan campuran adas, kunyit, jahe, ketumbar, kayu manis, dan rempah-rempah lainnya untuk menghilangkan bau kambing yang sangat menyengat. Rasa Kurma Aceh ini cukup gurih ditambah dengan rasa pedas yang pastinya bikin ketagihan.

Kagape Kambing

Kamu juga tidak boleh melewatkan hidangan dari Jepara yang satu ini. Adalah Kagape kambing yang merupakan makanan familiar di Jepara pada saat Idul Adha. Ada yang mengatakan bahwa kagape ini mirip dengan soto atau kari, tapi rasanya berbeda karena hidangan ini menggunakan air asam jawa dan santan kental.

Kagape juga termasuk salah satu hidangan yang kaya rempah-rempah sehingga citarasanya begitu sedap. Penggunaan daging kambing ini membuat makanan khas Jepara ini jadi semakin lezat.

Kambing Oven

Sangatlah beruntung kalau kamu yang punya oven di rumah. Masakan khas Mesir ini membuat hidangan khas Idul Adha sungguh nikmat. Masakan ini biasanya menggunakan bagian paha kambing yang cepat empuk bila dimasak.

Cara masaknya mudah kok! Oleskan bumbu pada permukaan kambing sampai rata. Panggang dalam oven bersuhu 200 derajat Celsius selama 45 menit atau sampai matang. Tanda daging sudah matang yakni mudah ditusuk dengan garpu.

Tengkleng

Tak banyak orang suka makanan khas Solo ini. Makanan ini seperti gulai kambing, namun kuahnya lebih encer. Tengkleng merupakan perpaduan mantap antara tulang, daging, dan jeroan dengan bumbu khusus. Aroma rempahnya sangat kuat dan membuat nafsu makanmu meningkat dengan seketika. Tengkleng biasanya di sajikan selagi hangat bersama nasi atau sate.

Continue Reading

Kuliner

Pecel Semanggi, Makanan Khas Surabaya Yang Mulai Langka

Published

on

Pecel Semanggi, Makanan Khas Surabaya Yang Mulai Langka

Finroll.com – Semanggi Merupakan Tanaman Liar Yang Banyak Ditemukan Di Daerah Persawahan Dan Di Tepian Sungai. Namun Siapa Yang Sangka, Daun Semanggi Yang Berbentuk Unik Ini Bisa Dimanfaatkan Sebagai Bahan Makanan.

Seperti Pecel Semanggi misalnya, kuliner khas Jawa Timur ini menggunakan bahan utama berupa daun semanggi. Makanan khas Surabaya satu ini tidak mudah ditemukan, tidak seperti halnya kuliner khas Surabaya lain yang banyak dijual di pinggir jalan.

Kuliner Semanggi Surabayo mirip dengan pecel. Disajikan dengan sayuran seperti daun semanggi, tauge, kangkung kemudian disiram bumbu dan krupuk puli diatasnya dijamin membuat lidah Anda menari ketika menyantapnya. Walaupun merupakan jenis makanan pecel namun bahan dan rasaya berbeda dengan pecel pada umumnya. Karena menggunakan bahan dasar daun semanggi dan bumbu yang digunakan terbuat dari ketela rambat sehingga memiliki cita rasa yang khas.

Daun Semanggi sendiri adalah sekelompok paku air (Salviniales) dari marga Marsilea yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi. Walaupun merupakan makanan tradisional khas Surabaya, namun makanan ini tidak mudah untuk ditemukan di semua tempat di Surabaya karena kebanyakan dari mereka menjajakan Pecel Semanggi dengan cara berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Di Surabaya orang berjualan Semanggi ini hanya pada tempat tempat tertentu saja. Misalnya di Taman Bungkul, di Taman Prestasi, dan di beberapa kampung lama di Surabaya.

Di Surabaya sendiri, penjual semanggi ini sangat mudah kita kenali, dengan berpakaian kebaya dan jarit mereka menjual Pecel Semanggi dengan cara berkeliling menggendong bakul yang berisi dagangan mereka. Sebagian besar penjual makanan ini berasal dari Desa Kendung, Benowo, wilayah pinggiran Kota Surabaya yang berbatasan dengan Gresik. Desa Kendung, dikenal sebagai kampung Semanggi. Warganya membudidayakan tanaman Semanggi di lahan-lahan serta sebagian besar berprofesi sebagai penjual Semanggi. Mereka keliling dan keluar masuk kampung di Surabaya menjajakan Semanggi secara berkelompok dan menyebar ke berbagai pelosok di Surabaya.

Pada proses pembuatannya, semua bahan tersebut dibersihkan terlebih dahulu lalu di rebus. Dalam penyajiannya, Pecel Semanggi ini biasanya disajikan menggunakan pincuk yang terbuat dari daun pisang. Bahan yang sudah direbus tadi kemudian siapkan ke dalam pincuk lalu disiram dengan saus bumbu khusus. Saus bumbu yang digunakan ini terbuat dari bahan seperti ketela rambat, kacang, gula merah dan lain-lain. Setalah itu sebagai pelengkap ditambahkan juga krupuk puli atau kerupuk beras. Dengan harga yang sangat terjangkau yaitu sekitar Rp. 6.000, Pecel Semanggi menjadi kudapan nikmat dengan harga murah

Rasa bumbu Pecel Semanggi ini pada dasarnya didominasi rasa manis. Selain itu bumbu Pecel Semanggi ini memiliki tekstur yang lebih lembut. Namun bagi anda penikmat makanan pedas, penjual Pecel Semanggi biasanya juga menyediakannya dengan penambahan cabai dan bumbu petis. Bagi anda yang berkunjung ke Surabaya, Pecel Semanggi ini tentu sangat cocok untuk di jadikan pilihan bagi anda untuk menikmati makanan tradisional yang ada disana.(Finrollnews)

Continue Reading

Kuliner

Fishcake Ini Digadang-gadang Menjadi Yang Termahal! Lalu Seperti Apa Kelebihannya?

Published

on

Fishcake

Negeri Sakura Jepang memang memiliki banyak kuliner yang lezat, salah satunya adalah fishcake atau kamaboko.

Finroll.com – Biasanya, makanan ini ditemukan saat kita memesan menu ramen atau udon ketika di restoran Jepang. Rasa dari fishcake ini seperti bakso ikan yang lebih lembut nan nikmat.

Kamaboko sendiri berwarna merah muda hingga putih yang disajikan dalam irisan berbentuk bunga sakura. Tidak jarang, jika seseorang yang belum pernah merasakan makanan ini akan mengira jika fishcake adalah kue.

Fishcake

Mengutip Soranews, salah satu mal mewah di Jepang, Shinjuku Isetan, menjual produk kamaboko dengan harga yang fantastis hingga menguras isi dompet. Penasaran bahannya terbuat dari apa?

Seorang pembeli, Mr. Sato terkejut karena harga makanan yang dibelinya seharga 5.400 yen atau sekira Rp700.000. Padahal, dia hanya membeli satu kotak kamaboko atau fishcake.

Tanpa disangka, kamaboko yang dibelinya itu merupakan salah satu makanan yang paling top. Ini dibuktikan dari bungkus kamaboko, berupa kotak kayu yang elegan.

Kamaboko itu memang sangat indah, lapisan luar berwarna merah muda dan di dalamnya berwarna putih yang indah. Memang selain rasanya yang enak, kamaboko juga memiliki mitos, jika dimakan saat perayaan tahun baru dianggap akan memberi keberuntungan.

Fishcake

Tidak heran, karena kamaboko yang dibeli Mr. Sato berasal dari perusahaan produk makanan laut Tokyo Kibun dan dibuat dengan 100 persen ikan croaker. Jenis ikan ini ternyata sangat aman dari kandungan merkuri dan berasal dari Samudera Atlantik.

Saat membuka bungkusannya, Mr. Sato mencium bau kamaboko yang berbeda dari yang lain. Wanginya begitu nikmat dan dilengkapi tekstur yang lebih kenyal dan terkesan berkilau. Begitu memakannya dengan irisan kecil , rasanya sangat berbeda dan lembut.

Kamaboko yang dijual di supermarket biasa, harus memakai tambahan pelengkap seperti kecap, tapi ini berbeda. “Sangat nikmat, tidak perlu campuran tambahan,” kata Mr. Sato sambil menikmati kamaboko mahalnya. (Okezone)

Continue Reading
Advertisement

Trending