Connect with us

Business

Donald Trump Naikan Tarif Impor Produk China ke AS 25 %

Published

on


Donald Trump

Finroll.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja menaikkan tarif impor produk China ke AS dari 10% menjadi 25%. Langkah Trump ini diproyeksi menimbulkan masalah yang lebih buruk bagi AS sendiri.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/5/2019), Walmart Inc mengatakan, harga-harga barang yang dibeli bakal naik karena tarif yang lebih tinggi pada barang-barang dari China. Hal ini diproyeksi setelah pengecer terbesar di dunia tersebut membandingkan laporan pertumbuhan penjualan kuartal pertamanya tahun ini dalam sembilan tahun terakhir.

Walmart memproyeksi dampak tarif tersebut pada konsumen setelah Macy’s Inc memberikan peringatan serupa sebelumnya. Chief Executive Macy’s Inc Jeff Gennette mengatakan tarif impor China memukul bisnis furniturnya dan mengingatkan investor bahwa pungutan tambahan juga bakal membuat harga barang-barang seperti pakaian dan aksesoris ikut terpengaruh.

Langkah Trump menaikkan tarif impor China secara luas diperkirakan akan menaikkan harga pada ribuan produk termasuk pakaian, furnitur dan elektronik.

Chief Financial Officer Walmart Brett Biggs mengatakan, tarif yang lebih tinggi akan mengakibatkan kenaikan harga bagi konsumen. Dia mengatakan perusahaan akan berusaha untuk meringankan ‘rasa sakit’ tersebut dengan cara mencoba mendapatkan produk dari berbagai negara lain dan mengantisipasi biaya pemasok untuk mengatasi tarif yang lebih tinggi.

Analis Moody, Charlie O ‘Shea mengatakan dampak potensial pada Walmart dan pembeli dari tarif dibatasi oleh bisnis makanannya. Operasi toko kelontongnya, yang meliputi makanan segar, memberikan kontribusi sekitar 56% terhadap pendapatan keseluruhan.

“Kami percaya Walmart memiliki sarana baik secara finansial maupun melalui hubungan vendornya untuk meminimalkan dampak pada dirinya dan basis belanja,” katanya.

Chief Executive Officer Walmart AS Greg Foran mengatakan bakal mempertahankan posisi sebagai toko ritel dengan harga murah dan mengelola biaya berdasarkan barang.

“Tetapi posisi itu telah terancam sebagian, dengan meningkatnya persaingan dari rantai diskon,” katanya.

Vendor Walmart sendiri mulai menaikkan harga. Di antaranya Del Monte Foods, yang memasok barang segar dan kemasan ke Walmart, termasuk jeruk mandarin yang diimpor dari China. Harga akan kian mahal lagi dengan tarif yang naik.

“Ini bukan hanya tarif. Biaya transportasi naik, biaya tenaga kerja naik. Ini adalah lingkungan inflasi,” kata CEO Del Monte Greg Longstreet.

“Banyak yang harus diteruskan. Konsumen harus membayar lebih untuk banyak barang penting,” tambahnya.

 

sumber: d’finance

Ekonomi Global

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) Bakal Tambah Kapasitas Fasilitas Pemurnian dan Pengolahan SGA di Kalbar

Published

on

Keterangan foto : Ilustrasi

 

Finroll.com – PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) bakal menambah kapasitas fasilitas pemurnian dan pengolahan Smelter Grade Alumina (SGA) di Kalimantan Barat.

 

PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) sebagai entitas anak usahanya, CITA berencana membangun fasilitas pengolahan tahap dua dengan kapasitas produksi 1 juta ton SGA per tahun.

 

Hidayat Sugiarto selaku Direktur WHW mengatakan, pembangunan tahap dua pabrik SGA itu diestimasikan menelan biaya investasi sebesar US$ 400 juta. Dana tersebut rencananya akan dipenuhi dari pinjaman perbankan.

 

Lebihlanjut Hidayat menyebutkan, saat ini pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan sejumlah bank, dan sudah mencapai tahap finalisasi perjanjian. “Kita sekarang sedang tahap closing, mungkin satu atau dua bulan lagi bisa kita dapatkan,” katanya dalam public expose, Kamis (27/6/2019).

 

Apabila proses pendanaan tersebut berjalan lancar, sambung Hidayat, proses kontruksi bisa segera dilakukan pada penghujung tahun ini. Hidayat menargetkan, pabrik SGA tahap dua ini sudah mulai bisa beroperasi pada Januari 2021. “(Konstruksi) akan segera mulai setelah dana dari bank masuk. Kita targetkan Januari 2021 berproduksi,” ungkapnya.

 

WHW saat ini mengoperasikan fasilitas pemurnian dan pengolahan Metallurgical Grade Bauxite (MGB) menjadi SGA dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. Pada tahun 2017-2018, Hidayat mengatakan bahwa pihaknya bisa mengoptimalkan kapasitas produksi.

 

Pada tahun 2017, produksi SGA dari smelter WHW berkisar di angka 970.000 ton. Sementara pada tahun 2018 produksinya mencapai 990.000 ton.

 

WHW pada tahun ini juga menargetkan bisa mempertahankan produksi di kapasitas yang optimal. Hingga Mei, SGA yang diproduksi HWH sudah mencapai 413.000 ton. “Asumsi sampai Juni bisa mencapai 500.000 ton. Produksi kita sangat baik, full capacity, hanya kan kadang ada maintenance,” terangnya.

 

Lebih lanjut, Hidayat mengatakan bahwa sebagian besar penjualan SGA masih dipasok ke pasar ekspor, terutama India dan Malaysia. Meski tak mendetailkan porsinya, namun ia memberikan gambaran bahwa dalam sebulan, WHW bisa memproduksi sekitar 90.000 ton SGA, yang dijual dengan pembagian tiga kali pengapalan.

 

Pengapalan pertama sekitar 30.000 ton SGA dipasarkan ke pasar India, lalu 30.000 ton SGA dikapalkan ke pasar Malaysia. “Sisa satu kargo kita jual secara spot,” ujar Hidayat.

 

Belum banyak industri domestik yang menyerap SGA. Ia menuturkan, PT Inalum (Persero) menjadi penyerap SGA di pasar domestik,” ulasnya.

 

Adapun, bahan baku untuk pabrik SGA WHW dipasok dari CITA sebagai entitas induk. CITA sendiri memiliki saham sebesar 30% di WHW. Sedangkan 56% dimiliki oleh China Hongqiao Group Limited, Winning Invesment Company Ltd. sebesar 9% dan Shandong Weiqiao Aluminium and Electric Co. Ltd yang menggenggam 5% saham WHW.

 

Sementara pada kesempatan yang sama PT CITA juga telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 180 miliar. Dana tersebut digelontorkan untuk menunjang kinerja perusahaan yang tengah mengerek produksi Metallurgical Grade Bauxite (MGB).

 

Seperti dijelaskan Direktur CITA Yusak Lumba Pardede, sebagian besar capex tersebut akan digunakan untuk perbaikan dan pengembangan infrastruktur pertambangan. “Alokasinya untuk maintenance operasional, jalan dan infrastruktur di area pertambangan kami,” kata Yusak.

 

“Hingga bulan Mei, CITA sudah menyerap capex sebesar 53,06% atau sekitar 95 miliar. Adapun, sumber pendanaan capex ini berasal dari kas internal. “Masih bisa dari internal, kinerja (keuangan) kami tahun lalu kan baik,” sambung Yusak.

 

Sebagai informasi, pada tahun lalu penjualan bersih CITA melonjak hingga 176,4% menjadi Rp 2 triliun dibandingkan tahun 2017 yang berada di angka Rp 724,5 miliar. Sejalan dengan itu, laba bersih CITA pada tahun 2018 meroket menjadi Rp 661,3 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan laba bersih sebesar Rp 47,5 miliar.

 

Lonjakan penjualan dan laba bersih CITA tambah Yusak, dikarenakan produksi dan penjualan MGB yang lebih optimal. Pada tahun 2017, penjualan CITA baru intensif pada Kuartal IV, sementara pada tahun 2018 terjadi di sepanjang tahun.

 

Kinerja CITA berlanjut sepanjang Kuartal-I tahun ini. Sepanjang kuartal I-2019, CITA mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 894,5 miliar, naik 93,8% dibandingkan Kuartal I tahun lalu yang berada di angka Rp 461,5 miliar. Laba bersih CITA pun meroket 136,6% menjadi Rp 331,5 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 140,1 miliar.

 

Pada tahun ini menargetkan bisa memproduksi MGB hingga 9 juta ton di sepanjang tahun ini. Jumlah itu nyaris dua kali lipat dari realisasi produksi tahun lalu yang berada di angka 4,6 juta ton.

 

“Porsi penjualan MGB yang diproduksi CITA masih dominan diserap ke pasar ekspor dengan porsi 80%. Sedangkan 20% lainnya dipasok ke entitas anak, yakni fasilitas pemurnian dan pengolahan milik PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) untuk diolah menjadi Smelter Grade Alumina (SGA) dengan produksi sekitar 1 juta ton per tahun.” pungkas Yusak.(red)

Continue Reading

Keuangan

Bank BTPN Resmi Hadirkan Jenius, Solusi Life Finance di Bali

Published

on

Keterangan foto : booth Jenius dari bank BTPN di Bali

 

 

Finroll.com – Jenius, solusi life finance bagi masyarakat digital savvy resmi hadir di Bali. Sebagai salah satu inovasi digital dari Bank BTPN, Jenius terus mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat melek digital atau digital savvy di Indonesia.

 

Kini, Jenius resmi hadir di Bali sebagai solusi life finance yang simpel, cerdas, dan aman. Masyarakat digital savvy di Bali dapat mengunduh aplikasi revolusioner ini di App Store atau Google Play Store, ataupun mengunjungi booth Jenius yang berada di ground floor Mall Bali Galeria & Trans Studio Mall Bali. Dalam kesempatan yang sama, Jenius sekaligus memperkenalkan pilihan saldo mata uang asing Jenius untuk transaksi menggunakan mata uang negara lain dengan cara yang simpel, cerdas, dan aman.

 

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Nielsen, dalam lima tahun terakhir sebanyak 37% masyarakat Indonesia telah menggunakan smartphone, sementara itu penggunaan internet sehari-hari meningkat sebanyak 22%. Dalam hasil survei Jenius Financial Study bertajuk Indonesia Digital Savvy Behavior 2019, Jenius mengulas mengenai pengaruh digital terhadap perilaku konvensional masyarakat digital savvy di Indonesia.

 

Studi tersebut dilakukan kepada 2.055 responden di 11 kota besar di Indonesia. Pada hasil riset tersebut, grup Gen Z (di bawah usia 24 tahun), Gen Y (25 – 38 tahun), Gen X (39 – 53 tahun), hingga Baby Boomers (54 – 68 tahun) mengakses beragam kategori aplikasi melalui smartphone, mulai dari hiburan, chatting, hingga finansial.

 

Dalam riset independen yang dilakukan Jenius kepada masyarakat digital savvy di Bali mengungkapkan bahwa 98% responden telah memanfaatkan teknologi digital untuk membantu urusan finansial mereka.

 

Irwan Sutjipto Tisnabudi, Head of Digital Banking Bank BTPN menjelaskan, “Hasil studi ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat Indonesia semakin terintegrasi dengan internet yang didukung dengan akses melalui smartphone. Fenoma ini juga terjadi di Bali yang juga berdampak pada bagaimana masyarakat digital savvy di Bali melakukan berbagai aktivitas termasuk dalam aspek finansial.

 

Hal ini didukung dengan terus berkembangnya Bali sebagai salah satu destinasi favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Jenius hadir di Bali untuk memberikan layanan finansial yang lebih simpel, cerdas, dan aman.”

 

Jenius merupakan aplikasi revolusioner yang dilengkapi dengan kartu debit Visa untuk mengatur life finance melalui smartphone.

 

“Jenius percaya bahwa disadari atau tidak, setiap keputusan dalam hidup memiliki konsekuensi terhadap aspek finansial. Oleh karena itu, kehadiran Jenius sebagai solusi life finance yang simpel, cerdas, dan aman bagi masyarakat digital savvy di Bali melalui integrasi antara elemen gaya hidup dan finansial akan membantu mereka mengambil keputusan dengan lebih bijak,” tambah Irwan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Irwan menjelaskan inovasi terbaru dari Jenius yang terinspirasi dari aspirasi masyarakat digital savvy di Indonesia. “Untuk memenuhi kebutuhan digital savvy yang begitu dinamis, pada 23 Mei 2019 lalu Jenius memperkenalkan pilihan saldo mata uang asing yang semakin memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

 

Kini dengan menggunakan kartu utama (m-Card), pengguna dapat mengaktifkan saldo mata uang asing antara lain Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Singapura (SGD), dan Yen Jepang (JPY) untuk melakukan transaksi. Setelah mengaktifkan saldo mata uang asing, pengguna Jenius bisa melakukan transaksi jual dan beli mata uang asing dengan Rupiah (IDR) dan sebaliknya melalui aplikasi Jenius.

 

Pengguna juga bisa menentukan salah satu saldo yang akan dihubungkan ke m-Card serta menikmati kemudahan bertransaksi di luar negeri dengan saldo mata uang asing yang dimiliki,” ungkap Irwan.

 

Lebih lanjut, melalui fitur-fitur yang ada di Jenius masyarakat digital savvy dapat mengatur finansial mereka seperti membuka tabungan, melakukan transaksi, dan mengelola rekening lebih simpel, cerdas, dan aman, kapan saja melalui smartphone.

 

Untuk melakukan aktivasi, masyarakat digital savvy dapat menggunakan fitur Video Call KYC. Melalui layanan ini, calon pengguna Jenius dapat melakukan aktivasi di mana saja, tanpa perlu datang ke booth maupun kantor cabang Bank BTPN. Selain itu, fitur unik di Jenius antara lain Send It yang dapat digunakan untuk mengirimkan uang dan membayar tagihan telepon, kartu kredit, e-commerce, internet, televisi berlangganan, transportasi, dan isi pulsa melalui smartphone.

 

Fitur $Cashtag memberikan pilihan bagi pengguna untuk mengingat dan memberikan informasi nomor rekening ke pihak lain dengan lebih simpel, karena diciptakan bukan dengan deretan angka melainkan nama.

 

Sebagai solusi pengelolaan finansial yang menyeluruh, Jenius menyediakan beberapa jenis tabungan dalam satu akun Jenius seperti Flexi Saver, Dream Saver, dan Maxi Saver. Flexi Saver merupakan tabungan fleksibel dengan bunga menarik yang bisa ditarik atau disetor kapan saja tanpa terikat periode waktu tertentu.

 

Tabungan Dream Saver dapat digunakan untuk mewujudkan tujuan spesifik serta dapat secara otomatis ditarik dari saldo aktif baik harian, mingguan, atau bulanan. Sementara itu, Maxi Saver adalah deposito berjangka dari Jenius dengan bunga optimal. Dengan demikian, pengguna Jenius dapat membuat tabungan deposito tanpa perlu mengantre di kantor cabang, serta dapat menentukan periode simpanan secara fleksibel, yaitu mulai dari 1 hingga 12 bulan.

 

Selain itu, setiap pengguna Jenius berkesempatan mendapatkan hingga 5 (lima) kartu debit yang dilengkapi dengan jaringan Visa dan GPN yang berfungsi untuk melakukan alokasi finansial sesuai dengan kebutuhan. Kartu debit Jenius antara lain kartu debit utama (m-Card), kartu debit virtual (e-Card), dan kartu debit tambahan (x-Card) dapat digunakan di jaringan ATM Bersama/Prima.

 

Untuk mendukung aktivias sehari-hari pengguna, terdapat fitur e-Wallet Center yang memudahkan pengguna untuk top-up GOPAY, OVO, LinkAja, dan M-Tix.

 

Nadia Karina, pengguna Jenius dan digital savvy di Bali, berbagi pengalamannya dalam menggunakan Jenius untuk mengelola finansial sehari-hari, termasuk pada saat travelling.

 

“Jenius membantu saya dalam mengelola keuangan sehari-hari menjadi lebih praktis dan simpel. Fitur x-Card saya gunakan untuk mengelola pos-pos pengeluaran berdasarkan kebutuhan. Selain itu, fitur Dream Saver sangat membantu saya untuk disiplin menabung demi mewujudkan beberapa impian. Tak hanya itu, saya juga dengan mudah dapat top up saldo transportasi online, transfer uang ke teman melalui $Cashtag, dan berbelanja online,” ujar Putri Indonesia 2019 wakil Provinsi Bali ini.

 

Di Jenius, berbagai fitur unik terus dikembangkan melalui semangat kokreasi bersama masyarakat digital savvy. “Jenius lahir melalui proses kolaborasi dan kokreasi dengan para digital savvy. Semangat ini terus kami bawa dalam pengembangan fitur-fitur unik Jenius. Dengan memperkenalkan Jenius di Bali, kami berharap dapat berkolaborasi dan berkokreasi bersama untuk layanan perbankan yang semakin lengkap dan relevan dengan kebutuhan para digital savvy di kota ini,” tutup Irwan.

 

Informasi tentang PT Bank BTPN Tbk. (Bank BTPN) merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI).

 

Bank BTPN melayani segmen mass market yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); segmen consuming class; serta segmen korporasi. Bisnis tersebut didukung unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya – unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti – unit bisnis yang fokus melayani nasabah pensiunan, BTPN Mitra Usaha Rakyat – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha mikro, BTPN Mitra Bisnis – unit bisnis yang fokus melayani pelaku usaha kecil dan menengah, BTPN Wow! – produk Laku Pandai yang fokus pada segmen unbanked, Jenius – platform perbankan digital untuk segmen consuming class, serta unit bisnis korporasi yang fokus melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan perusahaan-perusahaan Jepang.

 

Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu BTPN Syariah yang fokus melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan mass market yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.

 

PT Bank BTPN Tbk. menduduki peringkat kedua di Indonesia dalam World’s Best Bank 2019 yang dirilis oleh Forbes pada akhir Februari 2019. Bekerja sama dengan Statista, survei dengan pendekatan customer-centric dilakukan terhadap 40.000 konsumen di seluruh dunia dengan mengumpulkan opini mengenai bank yang sedang dan pernah mereka gunakan.

 

Penilaian dilihat berdasarkan faktor kepuasan pelanggan, kepercayaan, biaya, layanan digital, dan informasi finansial. Pencapaian ini membuktikan bahwa rangkaian inovasi yang telah dilakukan, mulai dari BTPN Sinaya, BTPN Wow! hingga Jenius, membuat PT Bank BTPN Tbk. meraih posisi yang cukup tinggi di hati masyarakat Indonesia.(red)

Continue Reading

Business

Was-was Jelang Putusan MK, Asing Lepas Saham Rp 31 M

Published

on

By

Rentan komersialisasi Pendidikan, Mahasiswa Ini Uji Materi UU Perdagangan ke MK

Finroll.com  – Walaupun menguat, kinerja bursa saham Tanah Air pada Kamis hari ini (27/6/2019) tak sekinclong kinerja bursa saham utama kawasan Asia.

Hingga pukul 10:20 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia ditransaksikan menguat 0,28% ke level 6.328,34.

Sementara itu, indeks Nikkei ditransaksikan naik 0,83%, indeks Shanghai juga naik 0,57%, indeks Hang Seng menguat 0,84%, indeks Straits Times naik 0,52%, dan indeks Kospi tumbuh 0,66%.

Sentimen pada perdagangan hari ini terbilang oke sehingga wajar jika bursa saham utama kawasan Asia membukukan penguatan yang cukup signifikan.

Sentimen yang dimaksud adalah membuncahnya optimisme bahwa AS-China akan segera meneken kesepakatan dagang. Sebagai informasi, pada akhir pekan ini Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela gelaran KTT G20 di Jepang.

Kemarin (26/6/2019), Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menyebut bahwa kesepakatan dagang AS-China sempat rampung hingga 90% sebelum akhirnya gagal diteken. Kini, Mnuchin menyebut bahwa ada peluang untuk menyelesaikan kesepakatan yang tertunda tersebut.

Sementara itu, AS juga dikabarkan bersedia untuk menunda kenaikan bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 300 miliar yang saat ini belum terdampak oleh perang dagang. Langkah ini diambil oleh AS sebagai iktikat baik menyambut dimulainya lagi negosiasi antar kedua negara.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, keputusan untuk menunda kenaikan bea masuk kemungkinan akan diumumkan pascapertemuan antara Trump dengan Xi, dilansir dari Bloomberg.

Sekedar mengingatkan, kali terakhir Trump bertemu dengan Xi adalah juga di sela-sela KTT G20, yakni pada bulan Desember lalu di Argentina.

Hasilnya, kedua negara menyepakati gencatan senjata selama 3 bulan di mana keduanya tak akan mengerek bea masuk untuk importasi produk dari masing-masing negara. Gencatan senjata ini kemudian diperpanjang oleh Trump seiring dengan perkembangan negosiasi dagang yang positif.

Besar kemungkinan, hal serupa akan kita temukan juga kala Trump bersua dengan Xi pada hari Sabtu (29/6/2019).

Investor Asing Grogi Nantikan Putusan MK
Aksi jual yang dilakukan investor asing menjadi faktor yang membuat kinerja IHSG tak bisa sekinclong bursa saham utama kawasan Asia. Hingga berita ini diturunkan, investor asing membukukan jual bersih senilai Rp 30,6 miliar di pasar reguler.

Tampaknya, investor asing grogi dalam menantikan pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden 2019-2024. Pembacaan putusan tersebut rencananya akan digelar pada hari ini di gedung MK pada pukul 12.30 WIB.

Putusan ini akan menentukan apakah gugatan Pemohon, dalam hal ini pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) terhadap Termohon (Komisi Pemilihan Umum/KPU), dikabulkan oleh Majelis Hakim MK.

Terdapat 15 petitum yang dibacakan oleh Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi dalam sidang perdana, Jumat (15/6/2019) lalu, di mana salah satunya adalah memerintahkan kepada Termohon untuk seketika mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024.

Jika pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) berhasil mempertahankan kemenangannya, hal ini akan menjadi kabar gembira bagi pasar saham.

Pasalnya, ketika Jokowi selaku petahana menjabat kembali, arah kebijakan secara umum tidak akan banyak berubah sehingga ketidakpastian arah kebijakan bisa diminimalisasi.

Namun, kalau sampai ada kejutan dari MK dengan memenangkan gugatan pasangan Prabowo-Sandi, arah kebijakan pemerintah kedepannya kemungkinan akan banyak dirombak sehingga ketidakpastian menjadi lebih besar. Mengantisipasi hal tersebut, aksi jual dilakukan oleh investor asing di pasar saham tanah air.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/tas)

Continue Reading
Advertisement

Trending