Connect with us

International

Donald Trump Mendadak Kunjungi Tentara AS di Irak

Published

on


Donald Trump Mendadak Kunjungi Tentara AS di Irak

Finroll.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan kejutan kepada tentara Amerika yang berada di Pangkalan Udara al-Asad, Irak. Orang nomor satu negara adidaya itu melakukan kunjungan tanpa pemberitahuan untuk bertemu dengan tentara AS dan pertama kalinya melakukan kunjungan ke zona perang aktif sejak menjabat pada tahun 2016 lalu.

Ibu negara Melania Trump juga ikut dalam kunjungan itu. Apa yang dilakukan Melania ini menabrak preseden soal mantan ibu negara yang bepergian ke zona perang.

“Presiden Trump dan Ibu Negara melakukan perjalanan ke Irak pada malam Natal untuk mengunjungi pasukan kami dan pemimpin senior militer untuk berterima kasih kepada mereka atas layanan mereka, keberhasilan mereka, dan pengorbanan mereka dan untuk mengucapkan Selamat Natal,” kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders di Twitter, seperti dilansir dari ABC News, Kamis (27/12/2018).

Sementara itu juru bicara ibu negara, Stephanie Grisham, mengatakan Presiden Trump dan Melania awalnya berencana untuk meninggalkan Florida ke Irak. Grisham menegaskan jika perjalan ini bukanlah perjalanan tidak direncanakan yang dipengaruhi oleh penutupan pemerintah dan telah direncanakan selama 6 minggu.

“Kami akan pergi tanpa mempedulikan di mana kami berada,” kata Grisham dari Irak dengan ibu negara.

“Ini sudah bekerja selama berminggu-minggu. (Perjalanan) itu adalah prioritas bagi mereka berdua,” tegasnya.

Gedung Putih mengatakan presiden dan ibu negara akan membuat pemberhentian tambahan sekembalinya mereka ke AS, meskipun tujuan itu tidak diungkapkan.

Sementara ada pembicaraan tentang pergi ke Afghanistan, seorang mantan pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Trump khawatir tentang keamanan di Afghanistan setelah dia melihat laporan “60 Menit” di wilayah tersebut.

“Dia mengatakan tentang betapa tidak stabilnya di negara itu. Itu meninggalkan kesan kepadanya bahwa (AS) benar-benar kehilangan kendali,” kata mantan pejabat itu.

Trump juga prihatin dengan ongkos yang harus dikeluarkan untuk menjalankan helikopter untuk mencegah Taliban.

Trump dan Melania menghabiskan waktu sekitar tiga jam di al-Asad. al-Asad merupakan pangkalan militer utara AS di Provinsi Anbar, Irak barat, tempat kelahiran Negara Islam. Trump sempat mentweet video klip kunjungannya dengan tentara AS diiringi lagu “God Bless the USA” karya Lee Greenwood.

Selama berada di pangkalan, Trump bertemu dengan pasukan dan komandan senior militer serta membuat pernyataan kepada pasukan yang berkumpul di lokasi.

“Kita bukan lagi parasit, saudara-saudara. Kita dihormati lagi sebagai bangsa,” kata Trump kepada tentara AS.

Selama kunjungannya ke al-Asad pada hari Rabu, Trump mengatakan ia tidak punya rencana sama sekali untuk mengeluarkan pasukan AS dari negara itu. Menurut Pentagon, Irak menampung sekitar 5.200 tentara Amerika.


Trump selama ini dikritik karena lalai untuk mengunjungi pasukan di zona perang tidak seperti para presiden sebelumnya. Namun selama pidatonya kepada pasukan di al Asas, Trump mengatakan bahwa ia ingin mengunjungi lebih awal tetapi karena masalah keamanan.

“Kami sebenarnya sudah bersiap untuk pergi bersama tetapi dibatalkan karena alasan keamanan karena banyak orang yang kasak kusuk mencari tahu. Sangat menyedihkan ketika Anda menghabiskan 7 triliun dolar di Timur Tengah dan masuk harus berada di bawah perlindungan besar-besaran ini dengan seluruh pesawat dan semua peralatan terbesar di dunia dan Anda melakukan segalanya untuk bisa masuk dengan aman,” kata Trump.

Para pendahulu langsung Trump masing-masing mengunjungi pasukan di wilayah tersebut jauh lebih awal: Presiden George W. Bush pertama kali melakukan perjalanan ke Baghdad pada November 2003, kira-kira delapan bulan setelah memerintahkan pasukan Amerika ke Irak.

Presiden Barack Obama, yang pertama kali mengunjungi Irak sebagai senator, melakukan perjalanan pertamanya sebagai Presiden pada April 2008, kira-kira tiga bulan setelah menjabat.

Trump pertama kali mengunjungi pasukan di luar negeri di Italia pada Mei 2017, sekitar empat bulan setelah menjabat.

Kunjungannya hari Rabu, sehari setelah Natal, melanjutkan tradisi panjang presiden mengunjungi tentara AS di dalam negeri atau di luar negeri selama musim liburan. Pada Hari Natal, Trump berpartisipasi dalam panggilan video dengan tentara AS yang bertugas di seluruh negeri dan luar negeri selama liburan.

Kunjungan Trump terjadi setelah keputusannya untuk menarik pasukan AS dari Suriah mengejutkan Washington, anggota parlemen, anggota pemerintahan dan sekutu Amerika di seluruh dunia dan di lapangan yang tengah bertempur melawan ISIS di Suriah.

Pada hari Kamis, pemerintahan Trump mengumumkan rencana untuk mengurangi jumlah pasukan AS di Afghanistan, memotong pasukan saat ini dari 14.000 menjadi 7.000. Pasukan itu dapat kembali ke rumah pada akhir musim semi, kata seorang pejabat Amerika kepada ABC News.

sumber sindo

International

Profil Sadiq Khan, Wali Kota London yang Berseteru dengan Donald Trump

Published

on

FINROLL.COM — Nama Wali Kota London Sadiq Khan kembali jadi sorotan. Baru-baru ini Sadiq Khan kembali berseteru dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Khan dan Trump beberapa kali saling kritik keras. Bahkan pernyataan keduanya menjurus pada serangan kata-kata. Trump pernah menuduh Khan terlalu meremehkan ancaman teror London 2017 lalu. Khan langsung membantah ucapan Trump.

Dan saat ini, Trump menyebut Khan sebagai bencana bagi London. “London membutuhkan wali kota baru secepatnya. Khan adalah bencana dan dia hanya akan bertambah buruk!” kata Trump di akun Twitternya.

Sadiq Khan langsung menanggapi cuitan Trump. “Kejahatan dengan kekerasan tidak memiliki tempat di kota kami, dan tidak ada prioritas lebih tinggi bagi saya daripada keselamatan London.” tulis Sadiq.

Lalu seperti apa sosok Sadiq Khan sebenarnya? Berikut profil singkat tentang wali kota London Sadiq Khan:

1. Anak Seorang Imigran Pakistan

Khan terlahir dari keluarga imigran Pakistan. Kakeknya bermigrasi dari India ke Pakistan setelah pembagian India pada tahun 1947, dan orang tuanya bermigrasi ke Inggris sebelum Khan lahir.

Ayahnya, Amanullah Khan, sudah meninggal dan pernah berprofesi sebagai sopir bus selama lebih dari 25 tahun. Sedangkan ibunya, Sehrun, adalah seorang penjahit.

Khan lahir di Rumah Sakit St George di Tooting, London Selatan, dan merupakan anak kelima dari delapan bersaudara (tujuh anak laki-laki dan seorang anak perempuan).

2. Jadi Wali Kota London

Kemenangan Khan tak lepas dari dukungan partai yang mengusungnya, Partai Buruh. Ia bergabung dengan Partai Buruh pada usia 15 tahun dan ditunjuk sebagai anggota majelis di daerah yang dikuasai Partai Konservatif di London, Wandsworth, pada 1994.

Khan pernah bergabung dengan kabinet bayangan Ed Miliband sebagai Secretary of State for Justice bayangan dan Lord Chancellor bayangan pada tahun 2010.

Pada 16 Januari 2013, Khan juga diangkat sebagai Menteri bayangan. Kemudian pada 11 Mei 2015, Khan mengundurkan diri dari kabinet bayangan ini untuk menjadi calon wali kota Partai Buruh. Pada 11 September 2015, Khan diusung sebagai calon wali kota London oleh Partai Buruh.

Sadiq Khan akhirnya terpilih sebagai wali kota London setelah mengalahkan rivalnya, Zac Goldsmith dari Partai Konservatif dalam pemilu. Ia adalah muslim pertama yang menjadi seorang wali kota di London.

3. Pernah Jadi Menteri

Sadiq Khan tercatat pernah menjadi anggota parlemen Inggris pada 2005. Ia adalah anggota parlemen Inggris pertama dari seorang Muslim.

Sejak saat itu karirnya meroket. Pada era pemerintahan Perdana Menteri Gordon Brown, Sadiq pernah ditunjuk menjadi Menteri Negara untuk Transportasi pada 2009-2011. (MERDEKA.COM)

Continue Reading

International

Purti Raja Salman Akan Diadili di Paris Terkait Dugaan Kasus Penganiayaan

Published

on

Purti Raja Salman Akan Diadili di Paris Terkait Dugaan Penganiayaan

Finroll.com – Putri Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, akan disidangkan di Paris bulan depan, atas tuduhan menyuruh pengawalnya memukuli seorang pekerja di ibukota Perancis, kata sebuah sumber kepada kantor berita AFP hari Rabu (12/6).

Kasus terhadap Putri Hassa binti Salman berasal dari dugaan serangan di Avenue Foch, apartemen mahal di Paris barat pada September 2016.

Sidang pengadilan dijadwalkan pada 9 Juli, kata sumber itu. Tersangka korban mengatakan, ia dipekerjakan untuk melakukan perbaikan di apartemen Putri Hassa. Putri itu marah setelah pekerja itu memotretnya, dan sang putri menuduhnya foto itu akan dijual ke media.

Dia menuduh sang putri, yang dikatakan berusia 40-an, kemudian memerintahkan pengawalnya untuk memukulinya.

Majalah Le Point melaporkan, putri itu berteriak: “Bunuh dia, anjing, dia tidak pantas hidup”.

Pekerja itu mengatakan, ia dipukul di wajahnya, tangannya diikat dan dipaksa untuk mencium kaki sang putri selama disiksa satu jam. Peralatan kerjanya disita sebelum dia diijinkan pergi.

AFP melaporkan pada saat kejadian bahwa luka-lukanya sangat parah sehingga ia diminta untuk tidak bekerja selama delapan hari.

[source: voa]

Continue Reading

International

Kecanggihan Inilah yang Menjadi Alasan Rudal S-400 Rusia Diminati Banyak Negara

Published

on

By

Finroll.com – Ketika latihan perang Vostok-2018 digelar di Siberia, Rusia memamerkan sistem pertahanan udara S-400, yang merupakan sistem pertahanan paling canggih Rusia.

S-400 adalah sistem pertahanan udara yang diperbarui secara masif dari versi sebelumnya, yakni S-300.

Karena kemampuannya, S-400 banyak diminati oleh negara-negara dunia seperti Cina, Arab Saudi, Turki, India dan Qatar. Mereka mengatakan ingin membeli S-400.

Namun hampir setiap pemerintahan yang mengumumkan akan membeli sistem itu terancam pembalasan diplomatik dari AS, NATO, atau musuh.

Beberapa pakar mengatakan ini bukan hanya karena kemampuan S-400, tetapi juga risiko potensioal terhadap sekutu.

“S-400 adalah salah satu sistem pertahanan udara paling canggih yang tersedia saat ini, setara dengan yang terbaik yang ditawarkan Barat,” kata Siemon Wezeman, peneliti senior program transfer senjata dan program pengeluaran militer dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), dikutip dari Al Jazeera, 11 Juni 2019.

“Radar dan sensor lainnya, serta rudalnya, mencakup area yang luas. Radar memiliki jangkauan setidaknya 600 km untuk pengawasan, dan rudalnya memiliki jangkauan hingga 400 km,” kata Wezeman.

“Ini akurat dan berhasil melacak sejumlah besar target potensial, termasuk target siluman,” tambahnya.

Keunggulan lainnya adalah pengaturan modular dan mobilitas tinggi, yang berarti dapat diatur, diaktifkan, dan dipindahkan dalam beberapa menit.

“Ini dimaksudkan untuk menjadi sistem satu rudal untuk semua ukuran. Ini dapat dikonfigurasi dengan sistem senjata jarak jauh, semi jarak jauh, jarak menengah, dan bahkan jarak pendek, tergantung pada bagaimana pengguna individu ingin mengkonfigurasi S-400,” ujar Kevin Brand, analis militer yang bekerja dengan Dewan Hubungan Luar Negeri.

“Ini sangat tangguh, mudah beradaptasi, dan ini adalah sistem mobile, sesuatu yang sedang dikembangkan oleh banyak negara,” tambahnya.

Saat ini Turki, anggota NATO, adalah salah satu pembeli potensial paling signifikan dari S-400 Rusia.

Continue Reading
Advertisement

Trending