Connect with us

International

Donald Trump Akan Habisi Iran Bila Serang Amerika Serikat

Published

on


Donald Trump Akan Habisi Iran Bila Serang Amerika Serikat

Finroll.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump peringatkan Iran, mengancam akan menghabisinya apabila Iran menyerang AS atau kepentingan lainnya.

“Apabila Iran melawan, itu akan menjadi akhir bagi Iran,” cuit Trump, Minggu (19/5). “Jangan pernah ancam AS lagi!”

Baru tiga hari sebelumnya, sikap Trump terlihat melunak terhadap Iran, mengatakan dia akan bersedia berbicara dengan Teheran.

Ketika ditanya oleh seorang reporter di Gedung Putih apakah AS akan berperang dengan Iran, Trump menjawab, “Saya harap tidak.”

Tapi ketegangan antara AS, sekutu-sekutu di kawasan dan Iran tidak juga mereda.

Departemen Luar Negeri mengatakan “roket berkekuatan rendah” jatuh di dalam zona hijau di Baghdad, dekat kedutaan AS pada Minggu. Tidak ada laporan mengenai korban luka atau kerusakan.

Seorang juru bicara mengatakan AS tidak akan menoleransi serangan semacam itu dan akan meminta pertanggungjawaban Iran “apabila serangan semacam itu dilakukan oleh pasukan milisi proksinya.”

Kantor berita Iran mengutip kepala Garda Revolusioner Iran Hossein Salami mengatakan negaranya tidak mau berperang, tapi juga “tidak takut” untuk berperang.

Meningkatnya ketegangan dengan Iran dimulai setahun lalu ketika Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran.(voa)

International

Konferensi Internasional TNI Dengan ICRC Menjadi Salah Satu Upaya Untuk Mempersiapkan Perdamaian

Published

on

Keterangan foto : Suasana konferensi internasional antara TNI dan International Committee of Red Cross (ICRC) di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

 

Finroll.com – Merujuk kepada salah satu maxim dari  Publius Flavius Vegetius RenatusQui Desederat Pacem, Praeparet Pacem” atau “Siapa Yang Menginginkan Perdamaian Harus Mempersiapkan Perdamaian”, hal tersebut menunjukkan bahwa perdamaian adalah impian dan harapan setiap manusia atau setiap negara, akan tetapi perdamaian tidak datang dengan sendirinya tetapi harus dipersiapkan dengan berbagai upaya dan konferensi internasional antara TNI dan International Committee of Red Cross (ICRC) merupakan salah satu upaya untuk “mempersiapkan perdamaian” atau “praeparet pacem”.

 

Demikian sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto pada saat menutup konferensi internasional antara TNI dan ICRC bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

 

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI menyampaikan bahwa TNI dan ICRC perwakilan Indonesia-Timor Leste, merasa bangga dan terhormat karena para peserta sekalian dari 28 negara, telah mengirim perwakilan delegasinya untuk hadir serta mengikuti kegiatan konferensi internasional yang bertemakan “Preparing Modern Armed Forces for Peacekeeping Operations in the 21ˢͭ Century” .

 

“Dua hari kita mendengarkan paparan, saling bertukar pengalaman dan informasi satu dengan lainnya serta menyamakan visi dan persepsi tentang peacekeeping operation, protection of civilian and medical personel in armed conflict dan roles of women in peacekeeping operation serta berbagai permasalahan dan tantangan kedepan dalam pelaksanaan peacekeeping operation”, ujar Panglima TNI.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, situasi dan kondisi dunia yang aman, damai dan kondusif adalah cita-cita dan harapan setiap insan dan negara, namun kita juga harus menyadari bahwa sampai saat ini konflik bersenjata masih terjadi di berbagai negara.

 

“Kondisi ini sangat memprihatinkan dan kita semua dituntut untuk berpartisipasi secara aktif dalam setiap upaya untuk mewujudkan dan mempersiapkan perdamaian dunia karena kita adalah bagian dari masyarakat internasional yangmemiliki  tanggung jawab yang sama terhadap keamanan, ketertiban dan perdamaian dunia”, ucap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengatakan bahwa ada beberapa hal yang diperoleh selama pelaksanaan kegiatan konferensi internasional TNI dan ICRC, antara lain, preparing modern armed forces for peacekeeping operations in the 21ˢͭ centuty atau mempersiapkan angkatan bersenjata modern untuk operasi pemeliharaan perdamaian PBB di abad ke 21 adalah suatu keniscayaan bagi suatu negara dan protection of civilian in armed conflict harus menjadi prioritas pada setiap operasi pemeliharaan perdamaian sebagaimana disebutkan dalam resolusi kewan kemanan PBB nomor 1674 tahun 2006.

 

Selanjutnya Panglima TNI  juga menyampaikan bahwa protection of medical personel and healthcare in armed conflict harus terus di promosikan dan disebarluaskan dalam pelaksanaan peacekeeping operation sebagaimana diamanatkan dalam resolusi dewan keamanan PBB nomor 2286 tahun 2016  tentang condemning attacks on healthcare in armed conflict dan roles of women in peacekeeping operation harus terus ditingkatkan dimasa depan, karena di beberapa wilayah konflik pelibatan wanita dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB sangat efektif dalam memberikan pelayanan, perawatan, perlindungan dan pemulihan kesehatan maupun psikhis traumati akibat kekerasan sexual atau kekejaman perang selama konflik berlangsung.

 

Sementara itu di kesempatan yang sama Alexandre Faite selaku ICRC Head of the Regional Delegation (HORD) untuk Indonesia dan Timor Leste menyampaikan bahwa pelaksanaan konferensi internasional antara TNI dan ICRC telah memunculkan ide-ide baru mengenai bagaimana menghadapi peacekeeping operation in the 21ˢͭ Century dengan membangun Angkatan Bersenjata yang modern.(red)

Continue Reading

International

Dipicu Ketegangan Antara Iran dan Amerika, Harga Minya Terus Menguat

Published

on

Keterangan foto : Ilustrasi minyak mentah dunia

 

Finroll.com – Untuk memperpanjang penguatan harga minyak yang cenderung naik dari pekan lalu, yang juga dipicu dari ketegangan antara Iran dan Amerika, setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengungkap sanksi “signifikan” akan diumumkan terhadap Teheran.

 

Dari laporan Reuters, di Tokyo, Senin (24/6/2019). Harga minyak mentah berjangka Brent, harga patokan internasional, naik 50 sen, atau 0,8 persen, menjadi USD65,70 per barel.

 

Sementara itu, harga patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, bertambah 70 sen, atau sekitar 1,2 persen, menjadi USD58,13 per barel.

 

Presiden Donald Trump pada pekan lalu mengatakan dia membatalkan serangan militer untuk membalas serangan Iran atas pesawat tak berawak AS. Dan Trump menegaskan pula, Minggu, dia tidak berperang dengan Iran.

 

Tetapi Pompeo juga mengatakan sanksi “signifikan” terhadap Iran akan diumumkan, Senin, yang bertujuan menekan lebih lanjut sumber daya yang digunakan Teheran untuk mendanai kegiatannya di kawasan tersebut.

 

Sementara Michael McCarthy, Kepala Strategi Pasar CMC Markets, Sydney, “Ada nada yang sangat tegas untuk bertransaksi pada volume di atas rata-rata,” katanya.

 

“Kami khawatir tentang sanksi terhadap Iran, (tetapi) kami melihat gambaran permintaan yang lebih baik karena langkah sejumlah bank sentral, yang menguntungkan semua komoditas…dan kami mendapati dolar AS yang lebih lemah.”

 

Harga minyak biasanya dihargai dalam dolar, sehingga depresiasi  greenback  membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

 

Federal Reserve diperkirakan segera menurunkan suku bunga untuk meningkatkan ekonomi AS, sementara Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi, pekan lalu, menyerukan stimulus tambahan guna mendorong pertumbuhan.

 

Harga minyak melonjak pekan lalu setelah Iran menembak jatuh pesawat tak berawak ( drone ) yang diklaim Amerika Serikat berada di wilayah udara internasional dan Teheran mengatakan berada di atas areanya.

 

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Brent mencatat kenaikan sekitar lima persen pekan lalu, kenaikan mingguan pertamanya dalam lima pekan, dan WTI melonjak sekitar sepuluh persen, persentase kenaikan mingguan terbesar sejak Desember 2016.

 

Trump mengatakan dia telah membatalkan serangan militer terhadap Iran karena respons seperti itu terhadap Teheran yang menjatuhkan  drone  AS akan menyebabkan hilangnya nyawa secara tidak proporsional.

 

Pejabat Iran mengatakan kepada  Reuters  bahwa Teheran telah menerima pesan dari Trump melalui Oman, tadi malam, bahwa serangan AS terhadap Iran sudah dekat.

 

Sementara itu, perusahaan energi AS pekan lalu meningkatkan jumlah  rig  minyak yang beroperasi untuk pertama kalinya dalam tiga minggu.

 

Perusahaan menambahkan satu  rig  minyak dalam pekan hingga 21 Juni, sehingga jumlah totalnya menjadi 789 unit, kata Baker Hughes dalam laporan yang dirilis Jumat.(red)

Continue Reading

International

Sekelompok Lelaki Bajingan Memaksa Grup Wanita Menari Striptis di Sebuah Festival

Published

on

By

Finroll.com – Festival budaya di Kamrup, India berakhir kisruh setelah 500 massa memaksa sekelompok penari perempuan menari striptis. Para penari, yang merupakan anggota Rainbow Dance Crew dari Boko, dijadwalkan tampil dalam festival yang diadakan di desa Asolpara, Assam.

Akan tetapi, penyelenggara menipu orang-orang agar membeli tiket mahalnya dengan menjanjikan penampilan panas dari bintang tamu asal Coochber, Benggala Barat. Padahal, para penari suku asli tersebut tak tahu-menahu soal itu. Penonton menjadi beringas ketika sekelompok perempuan naik ke atas panggung.

Mereka menuntut supaya bintang tamu menari striptis. Berdasarkan laporan FIR, yakni dokumen tertulis pertama pihak Kepolisian yang diajukan penari, enam dari 35 anggota ditarik paksa ke belakang tirai timah. Di sana, massa berusaha melucuti pakaian mereka dan memaksanya menari sambil telanjang.

Mereka gagal melarikan diri karena kerumunan laki-laki melempari tempat persembunyian mereka dengan batu. “Penonton tidak mau mereka menari seperti biasa. Para perempuan dipaksa menari bugil,” kata Arup D. Rabha, direktur Rainbow Dance Group yang menjadi saksi mata, kepada Hindustan Times. “Penyelenggara malah berada di pihak mereka. Grup kami diancam akan ditusuk kalau menolak.”

Polisi berhasil menangkap beberapa tersangka setelah grup tari mengadukan penyelenggara festival. Proses penyelidikan tersebut masih berlangsung, dan polisi belum berhenti memburu pelaku lainnya. “…Kami sudah menangkap tiga orang lagi. Saat diinterogasi, mereka mengaku menjadi panitia acara,” Rupam Hazarika, kepala kantor polisi Chaygaon di Assam, kepada Hindustan Times. “Enam penyelenggara yang namanya disebut dalam FIR telah melarikan diri. Kami masih menyelidiki kasusnya, dan akan segera menangkap mereka.”

Diskriminasi dalam industri tari bukan masalah baru di India. Dua contohnya yaitu kondisi menyedihkan penari Launda dan sentimen rasisme soal siapa yang boleh tampil. Pada 10 Juni, lebih dari 1.000 orang turun ke jalan untuk mengkritik insiden memalukan ini dan menuntut hukuman berat bagi para pelaku.

 

vice.com

Continue Reading
Advertisement

Trending