Connect with us

Ragam

Dimanakah Posisi Kata ‘Tronjal-Tronjol’ Dalam Bahasa Indonesia

Published

on


Tronjal-Tronjol

Tronjal-tronjol, jenis kata yang dipakai Nurhadi ini sontak menjadi viral di media sosial karena parodi capres dan slogan nyentrik bertajuk ‘SmackQueen YaQueen’.

Finroll.com – Nurhadi tak menyangka jika candaanya tentang Indonesia Tronjal-Tronjol Maha Asik  ini akan ramai diperbincangkan netizen.

Sebagai tokoh parodi capres, kehadiran pria yang berprofesi sebagai ahli urut ini bak oase di tengah panasnya kontestasi politik tanah air.

Kata tronjal-tronjol sendiri dalam bahasa jawa artinya “terabas-terobos”. Penggunaan kata tronjal-tronjol  menarik perhatian khalayak, karena pungalangan kata pada dasarnya ditandai dengan penggunaan tanda hubung (-). Dan istilah tronjal-tronjol  telah memenuhi persyaratan.

Setidaknya, ada 6 bentuk pengulangan kata yang kerap kita temui dalam bahasa Indonesia. Dari paparan di bawah ini, coba tebak: di manakah seharusnya posisi kata tronjal-tronjol berada?

1. Pengulangan kata sempurna atau dwilingga. Kata-kata akan diulang secara sempurna tanpa perubahan bentuk, misalnya: anak-anak, pagi-pagi, mobil-mobil.

2. Pengulangan kata sebagian atau dwipurwa. Pada hal ini, pengulangan terjadi pada suku kata pertama dengan pelemahan vokal, misalnya: dedaunan, pepohonan, lelaki, tetamu.

3. Pengulangan bagian belakang kata atau dwiwasana. Seperti yang telah disebutkan, dalam bentuk ini, pengulangan kata hanya terjadi di separuh belakang kata, misalnya: perlahan-lahan, sekali-kali, pertama-tama.

4. Pengulangan kata berimbuhan. Reduplikasi yang terjadi, dalam hal ini, adalah pada lingga pertama maupun lingga kedua, misalnya: bermain-main, tarik-menarik, sapa-menyapa.

5. Pengulangan kata yang bukan hanya terjadi dua kali, melainkan tiga, atau disebut dengan nama trilingga. Ia merupakan fenomena pengulangan onomatope dengan variasi fonem.

6. Pengulangan kata berubah bunyi atau dwilingga salin suara. Jenis yang satu ini merupakan pengulangan dengan variasi fonem, misalnya: mondar-mandir, pontang-panting, bolak-balik, tindak-tanduk, hingga……tranjal-tronjol!

Apakah pengulangan kata di atas selalu ditulis dengan kapital dalam judul?
Jawabannya ternyata sederhana: tidak.

Dari keseluruhan bentuk pengulangan kata yang kita baca di atas—termasuk tronjal-tronjol tadi—hanya satu saja bentuk pengulangan kata yang berhak diberi kapital di setiap unsur, yaitu pada bentuk dwilingga alias pengulangan kata sempurna. Pada bentuk yang lain, huruf kapital hanya digunakan pada huruf pertama unsur pertama.

Tapi, by the way mungkin jawaban pasti dari apakah ‘tronjal    tronjol’ punya arti khusus dalam KBBI itu tidak ada. Setidaknya kalian dapat tahu posisi kata tronjal tronjol ada dimana. Sehingga, jika kalian ingin memakai kata tronjal-tronjol tersebut kalian dapat tahu menaruh kata tersebut dimana.

Sumber: Mojok.co

Advertisement

Ragam

Unik! Pasar Doplang Wonogiri Bebas Plastik

Published

on

Finroll.com – WONOGIRI – Pasar Doplang di Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah tengah menjadi buah bibir karena keunikannya. Pasar yang menjual aneka makanan tradisional ini bebas dari plastik. Jadi, semua barang dagangan yang ada di pasar tersebut tidak dibungkus dengan plastik.

Dihimpun dari berbagai sumber, Senin (11/2/2019), pedagang di Pasar Doplang di Sologohimo, Wonogiri, menjajakkan aneka makanan tradisional, mulai dari tiwul, grontol, hingga nasi jagung. Dalam video viral di Youtube, pengelola pasar menerapkan sejumlah aturan unik yang ditulis di papan warna-warni.

“Nyuwun kawigatosanipun. Pasar meniko bebas saking plastik. Arto kedah dilintu koin. Sesarangan njagi keresikan lingkungan. Pacelatonipun ngginakaken boso Jowo. Mbucal uwuh wonten papanipun. [Mohon perhatiannya. Pasar ini bebas dari plastik. Uang harus ditukar dengan koin. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Transaksi jual beli menggunakan bahasa Jawa. Dan buanglah sampah pada tempatnya],” demikian peraturan yang ada di pasar tersebut.

omzet yang diperoleh masing-masing pedagang di Pasar Doplang Wonogiri bervariasi. Dalam sekali berjualan, pedagang bisa mengumpulkan uang mulai Rp90.000 hingga Rp700.000

Continue Reading

Ragam

Pembukaan Pasar, IHSG Bergerak di Zona Hijau di Level 6.441

Published

on

Pembukaan Pasar, IHSG Bergerak di Zona Hijau di Level 6.441

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka hijau 0,35% ke level 6.441,87 di awal sesi I, Kamis (14/02/2019). Hari ini, IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan ditopang stabilnya nilai tukar rupiah.

Sejumlah 705,14 juta saham telah diperdagangkan di awal sesi dengan frekuensi 17.782 kali transaksi dan nilai transaksi sebesar Rp331,67 miliar. Adapun pergerakan saham yang terpantau meliputi 150 saham naik, 48 saham turun, dan 98 saham lainnya stagnan.

Baca Juga: Faisal Basri Sebut Menteri Perdagangan Jadi Penyebab RI Terus-terusan Impor

Beberapa penopang penguatan IHSG di pagi ini, yaitu JTPE (3,91%), EXCL (3,47%), PNBS (3,03%), LEAD (2,78%), LPKR (2,10%), dan ELSA (2,06).

Sejalan dengan IHSG, indeks Nikkei dan indeks Strait Times dibuka hijau masing-masing sebesar 0,11% dan 0,03%. Sementara itu, indeks Hang Seng dan Shanghai dibuka melemah sebesar 0,43% dan 0,28%.

sumber: Wartaekonomi

Continue Reading

Ragam

Cadangan Devisa Indonesia Turun US$ 600 Juta Priode Januari 2019

Published

on

Cadangan Devisa Indonesia Turun US$ 600 Juta Priode Januari 2019

Finroll.com – Bank Indonesia (BI) merilis data cadangan devisa Indonesia per Januari 2019. melalui keterangan siaran pers, Kamis (7/1/2018) BI meyebutkan Cadangan devisa RI di bulan Januari turun US$ 600 juta ke posisi US$ 120,1 miliar dibanding bulan sebelumnya yang sebesar US$ 120,7 miliar.

Menurut analisa BI, turunnya cadangan devisa pada Januari 2019 terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ditambah lagi, sepanjang Januari, pemerintah sama sekali tidak menerbitkan global bond. Seperti yang diketahui, global bond merupakan obligasi pemerintah yang diterbitkan dalam denominasi valas.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI 2018 Tak Capai Target, Ini Faktornya Menurut Bappenas

Dengan tidak adanya arus valas yang masuk melalui global bond, artinya tidak ada penyokong devisa kala pembayaran hutang luar negeri kian melambung.

Namun, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia masih menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Baca Juga: 2018 Ekonomi RI Tumbuh 5,17%, Jokowi: Alhamdulillah, Jangan Kufur Nikmat

(source: cnbc)

Continue Reading
Advertisement

Trending