Connect with us

Tinju & Beladiri

Dikenal Kontroversi, Ternyata Tyson Fury Sumbang 100% Pendapatan Tinjunya

Published

on


Dikenal Kontroversi, Ternyata Tyson Fury Sumbang 100% Pendapatan Tinjunya

Finroll.com – Tyson Furry adalah Petinju yang terkenal sebagai sososk kontroversi dan mulut besar. Namun dibalik sifatnya yang kurang baik, ia mempunyai sosial. Seperti diberitakan media Inggris menyebut Fury sumbang 100% hasil pendapatann dalam pertandingan duel melawan Wilder ke salah satu lembaga amal AS.

Pada pertarungannya melawan Deontay Wilder tahun 2018 lalu, Tyson Fury memperoleh 2,5 juta pound ditambah 4,5 juta pound dari hasil penayangan. Jumlah 7 juta pound atau setara Rp126 miliar seharusnya bisa dinikmati Tyson untuk berfoya-foya seperti Mayweather Jr akan tetapi ia pilih mendonasikan ke lembaga amal.

Lembaga amal tersebut, menurut Daily Star adalah sebuah yayasan yang bergerak membantu kehidupan pada gelandangan di Amerika Serikat. Adapun, Tyson disebut-sebut tertarik membantu badan amal itu setelah melihat langsung kehidupan gelandangan di Los Angeles pada saat promosi pertarungan.

Tyson kini dijadwalkan menggelar pertarungan ulang melawan Wilder. Adapun pertarungan tersebut diprediksi akan berlangsung April 2019 mendatang.(sindo)

Advertisement

Tinju & Beladiri

Diskorsing 9 Bulan Tak Boleh Bertarung, Khabib Nurmagomedov Ogah Main di Las Vegas Lagi

Published

on

Khabib Nurmagomedov

Khabib Nurmagomedov melontarkan reaksi keras atas sanksi skorsing yang diputuskan oleh Komisi Atlet Nevada (NAC).

Finroll.com – Usai dijatuhi hukuman larangan tarung selama sembilan bulan, dan denda sebesar Rp 7 miliar. Dengan kemungkinan dikurangi jadi setengah tahun, Nurmagomedov menyatakan tak mau lagi tarung di Las Vegas.

Sumber dekat Nurmagomedov, dilansir Bloody Elbow melalui pernyataan manajer Ali Abdelaziz menuturkan, Nurmagomedov sudah selesai berbisnis di Las Vegas.

Nurmagomedov kini lebih memilih untuk bertarung di Madison Square Garden, New York. Pun, The Eagles tak mau buru-buru bertarung.

Meski kemungkinan besar sudah bisa bertarung pada 6 Juli atau April 2019 (jika hukuman diringankan), Nurmagomedov memilih untuk menundanya.

Dia baru mau bertarung saat hukuman dua rekannya, Zubaira Tukhugov dan Abubakar Nurmagomedov selesai.

Sanksi Zubaira dan Abubakar baru selesai pada Oktober 2019 mendatang. Dan, artinya Nurmagomedov baru mau berduel pada November 2019.

Namun, Presiden UFC itu tetap mengaku tidak senang atas hukuman yang diberikan kepada petarungnya tersebut.

Presiden UFC, Dana White, menilai hukuman yang diterima oleh Khabib Nurmagomedov terlalu berat.

“Saya jelas terkejut tentang banyaknya denda yang diberikan kepada Khabib,” kata White yang dikutip BolaSport.com dari Bloody Elbow.

“Itu adalah setengah juta dollar AS dan enam bulan sisa skors,” ujar dia menambahkan.

“Padahal, peristiwa itu terjadi dalam hitungan detik dan menurut saya hukumannya terlalu kejam, tetapi inilah yang terjadi,” tutur Dana White.

Saat itu, Khabib Nurmagomedov yang sudah mengalahkan Conor McGregor di ronde keempat terprovokasi oleh rekan setim McGregor, yaitu Dillon Danis. Khabib pun melompat keluar dari Oktagon dan menyerang Dillon Danis yang menyebabkan keributan di UFC 229.

Continue Reading

Tinju & Beladiri

Usai Tarung Lawan Broner, Manny Pacquiao Alami Kerusakan Retina Mata

Published

on

Usai Tarung Lawan Broner, Manny Pacquiao Alami Kerusakan Retina Mata

Finroll.com – Petinju legendaris Filipina Manny Pacquiao mengalami kerusakan retina mata kiri yang berpotensi mengakhiri kariernya di dunia tinju. Cedera itu didapat Pacquiao saat mengalahkan Adrien Broner pada perebutan gelar kelas welter WBA di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (19/1/2019) malam waktu lokal atau Minggu (20/1/2019) siang WIB.

Pacquiao dijadwalkan terbang kembali ke Filipina pada Senin (21/1/20190 waktu lokal untuk menjalani pemeriksaan oleh spesialis mata. Surat kabar New York Daily News edisi Senin, melaporkan Pacquiao menderita berbagia cedera. Media tersebut mengutip dua sumber di kamp yang tak mau disebut namanya.

Petinju berusia 40 tahun itu memberi tahu teman-teman setelah pertarungan bahwa dia kehilangan penglihatan di mata kirinya.

Satu sumber di kamp mengatakan kepada New York Daily News bahwa ketakutan di kubu Pacquiao adalah bahwa legendaris Filipina itu mengalami retina yang terlepas, yang bisa mengakhiri karier Pacquiao, sekaligus membatalkan rencana tanding ulang melawan Floyd Mayweather.

Namun, sumber lain dari kamp Pacquiao, mengatakan kepada News bahwa cederanya relatif kecil, hanya kornea yang tergores yang berasal dari plester di salah satu sarung tangan Broner. “Pac-Man” menderita goresan kornea pada pertandingan sebelumnya.

Pacquiao terjaga sepanjang malam setelah pertarungan melawan Broner tetapi mengeluh pada Minggu (20/1/2019) pagi akibat rasa sakit dan kehilangan penglihatan di mata kirinya, menurut laporan itu, seperti dikutip channelnewsasia.com.

Derita Pacquiao tak hanya di situ. Sang juara delapan divisi pertama dalam sejarah tinju, itu juga diberitahu oleh polisi Los Angeles bahwa rumahnya telah dibobol maling ketika dia berada di Las Vegas untuk pertarungan Broner, yang ia menangkan dengan suara bulat (unanimous decision) 117-111, 116-112, untuk mempertahankan kelas welter reguler World Boxing Association-nya.

Kini, Pacquiao mencatat rekor tanding 61-7 dengan dua kali seri dan 39 menang KO. Dia berharap kemenangan itu akan mewujudkan pertandingan ulang dengan Mayweather yang tak terkalahkan yang pensiun. Mayweather mengalahkan Pacquiao dengan keputusan bulat pada 2015.(Sindo)

Continue Reading

Tinju & Beladiri

Duel Manny Pacquiao VS Adrien Broner, Tantangan Pacman di Usia 40 Tahun

Published

on

Duel Manny Pacquiao VS Adrien Broner, Tantangan Pacman di Usia 40 Tahun

Finroll.com – Pertarungan melawan Adrien Broner bakal jadi momen spesial bagi Manny Pacquiao. Sebab ini kali pertama petinju asal Filipina itu naik ring di usia yang sudah mencapai 40 tahun.

Bagi sebagian besar atlet, usia menjadi musuh alami. Namun Pacquiao ingin membuktikan bahwa umur hanyalah deretan angka yang tidak berpengaruh kepada penampilannya.

“Ini tantangan sebab saat sudah menginjak usia 40 tahun,” katanya dilansir gmanetwork.

“Saya ingin membuktikan kepada semua orang tentang hal itu. Umur hanyalah angka. Yang paling penting adalah bagaimana persiapan dan kerja keras yang Anda lakukan,” bebernya.

Mannny Pacquiao mengawali karier profesionalnya sejak 1995 dan menjadi salah satu petinju terbaik yang pernah ada. Sebelumnya, Pacquiao pernah menjadi juara dunia di 8 kelas berbeda. Hingga saat ini, Pacquiao mencatat rekor bertanding 60 (39KO)- 7(3KO)-2.

Pertandingan melawan Broner bakal berlangsung di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Sabtu waktu setempat atau Minggu (20/1/2019) WIB. Dalam duel ini, Pacquiao bakal mempertaruhkan gelar juara dunia kelas welter versi WBO yang disandangnya.

Persiapan terus dilakukan oleh Pacquiao untuk menghadapi duel ini. Selain fisik, petinju yang dijuluki Pacman itu juga mengasah pikirannya. “Hari-hari ini, saya tidak hanya melatih tubuh saja, tapi pikiran juga. Saya rutin main catur dan membaca buku agar pikiran tetap tajam.”

Broner sendiri berusia 11 tahun lebih muda dari Pacquiao. Meski demikian, Pacquiao sama sekali tidak gentar. Sebaliknya, dia menegaskan tidak akan bertarung hanya sekadar untuk mendapat bayaran melainkan akan berusaha menunjukkan pertarungan yang menarik.

Pacquiao sempat menuai kritik usai dikalahkan petinju Australia, Jeff Horn, Juli 2017 lalu. Namun Pacquiao bangkit lagi dan menang TKO atas Lucas Matthysse, tahun berikutnya.

“Banyak yang menulis, penisun merupakan pilihan yang tepat bagi saya setelah laga itu. Saya tidak marah terhadap orang yang berpikiran seperti itu. Itu hanya jadi tantangan dan ujian bagi saya apakah saya masih bisa menjadi yang terbaik atau tidak,” kata Pacquiao.

Continue Reading
Advertisement

Trending