Connect with us

Cover Story

Dibalik Kondangnya Pengacara Razman Arif Nasution

Published

on


Dibalik Kondangnya Pengacara Razman Arif Nasution

Finroll.com – Siapa yang tidak kenal dengan sosok pengacara satu ini, mendengar namanya saja, orang-orang sudah memiliki persepsi masing-masing. Ada yang sinis, senang, bahagia, hingga tidak sedikit membenci.

Razman Arif Nasution memang menjadi salah satu pengacara yang paling di perbincangkan di Tanah Air. Selain memiliki klien yang notabene “orang besar”, kisah hidupnya pun sangat menarik untuk di ikuti, bahkan menjurus ke kontoversial. Namun ada kisah lain yang belum banyak orang tahu dari pria asal Sumatera Utara ini.

Sore itu, saya berkesempatan menemui Razman. Bukan di kantornya, namun di sebuah studio milik stasiun televisi swasta di daerah Tendean, Jakarta Selatan. Maklum, sekarang ia tengah di sibukan oleh perkara perceraian Angel Lelga dengan Vicky Prasetyo, yang dimana ia menjadi kuasa hukum pihak lelaki.

Melalui perbincangan singkat di Whatsapp, Razman pun bersedia untuk saya ajak ngobrol santai ditengah tensi tinggi kasus kliennya. Suatu kesempatan yang langka.

Baca Lainnya: Yusril Ihza Mahendra Jadi Kuasa Hukum Jokowi-Ma’ruf, Ini Alasannya

Benar saja, ketika tiba di depan studio, sang klien Vicky Prasetyo tengah di kerumuni wartawan infotainment. Para awak media bertanya bersahutan bertubi-tubi, seakan haus untuk mengetahui sebab musabab retaknya rumah tangga Vicky-Angel, terlebih dengan aksi penggerebekan Vicky ke rumah Angel pada malam hari, akibat ada dugaan perzinaan istrinya dengan seorang pria.

“Begitu saya berbuat (menggrebek), saya sudah mempertimbangkan. Karena situasinya sudah seperti itu,” ujar Vicky kepada para wartawan. Seakan tidak mau mengumbar lebih banyak soal masalah keluarganya, Vicky lalu meninggalkan lokasi.

Suasana kembali hening, para wartawan kembali duduk dan mengobrol. Cuaca Jakarta yang panas sore itu tidak menyurutkan mereka mencari sumber informasi. Ada yang melihat video hasil rekaman, ada yang langsung mengetik naskah berita di handphone, dan lainnya.

Saya masih belum menemukan Razman, ia tidak muncul bersama Vicky. Saya pun bertanya pada sekuriti mengenai perjanjian saya dengan sang pengacara. Saya pun di izinkan menunggu di sebuah ruang make up sederhana samping studio.

Selang 15 menit, Razman pun masuk. Pakaiannya sangat sederhana bagi seorang pengacara. Tak begitu gemerlap seperti Hotman Paris, mungkin inilah yang ingin di tampilkannya sebagai pengacara, tanpa gimmick, semata untuk membela hukum dan keadilan.

“Halo bang Razman,” sapa saya sambil menjabat tangannya. Razman pun tersenyum dan kami berdua duduk di kursi bersebelahan. Sempat berbicang sedikit, saya agak terkejut karena nada bicara Razman tidak seperti orang Sumatera Utara pada umumnya yang begitu lantang dan keras. Suara Razman lebih halus dan pelan meski tidak meninggalkan aksen bataknya.

Saya tidak begitu tertarik dengan kasus yang tengah di alami kliennya saat ini, atensi saya lebih condong kenapa seorang Razman Arif begitu terkenal hingga saat ini. Pikiran saya melayang membayangkan Razman dulu bukanlah siapa-siapa, bukan seorang lawyer kondang.

“Awalnya terjun ke dunia lawyer, kenapa bang?” tanya saya. Mendengar itu, Razman langsung menatap saya dalam, kemudian ia menarik napas panjang dan menjelaskan.

“Awalnya saya seorang anggota DPRD di Mandailing Natal (Sumatera Utara) dari tahun 1999 hingga 2009, dua periode,” bukanya. Hidup Razman masih aman dan tentram sebagai anggota dewan hingga akhirnya ia terlibat kasus penamparan pada keponakannya sendiri.

“Ada kejadian dimana saya menampar keponakan saya sendiri. Ternyata tanpa di visum, dan tiga bulan setelahnya tidak ada apa-apa, tidak ada fakta yang menguatkan, saya dijadikan tersangka oleh polres,” paparnya dengan nada lirih.

Merasa tidak ada keadilan, Razman pun seakan mendapat suratan takdir baru untuk beralih profesi menjadi seorang pengacara. Ia bertekad membela kebenaran dan keadilan pada suatu kasus hukum.

Tentu, merintis karir di dunia hukum tidak ia dapatkan secara instan. Razman pun berguru pada sejumlah tokoh pengacara senior seperti Eggi Sudjana, hingga Karni Ilyas untuk belajar.

“Awalnya enggak ada niatan jadi pengacara. Tapi setelah saya coba, teman-teman politisi juga melihat potensi saya. Dari attitude, gaya komunikasi itu lebih cocok jadi lawyer maka mulailah terjun ke profesi lawyer,” ucap salah satu Jubir Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf ini.

Titik Balik Razman Jadi Seorang Pengacara

Akhirnya, pada tahun 2014 Razman resmi berprofesi sebagai pengacara. Meski terbilang baru, ia tetap memegang teguh profesionalitas pengacara untuk membantu menyelesaikan sebuah perkara hukum semaksimal mungkin.

“Satu demi satu kasus mulai saya tangani, hingga akhirnya kasus-kasus besar pun hadir ke saya. Meski akhirnya saya dieksekusi (di penjara tahun 2015) soal kasus keponakan saya, saya jadi makin gigih dan merasa bahwa pengacara adalah pilihan jalan hidup saya,” jawabnya dengan nada khas Batak.

Pria berbadan gemuk ini lantas menjelaskan kegigihannya dengan menyebut sudah ada beberapa cabang kantor hukum yang berdiri di seluruh Indonesia.

Baru 4 tahun jadi pengacara, nyatanya Razman dipercaya menjadi kuasa hukum bagi para “orang besar”. Namanya mulai meroket setelah menjadi kuasa hukum mantan Kadishub DKI Jakarta, Udar Pristono atas kasus korupsi bus Transjakarta.

“Tak berapa lama saya dapat kasus Jenderal Budi Gunawan waktu ada masalah dengan KPK, lalu ada kasus mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, almarhum pak Sutan Bhatoegana, mantan Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Irman Gusman,” jelasnya.

Saat asyik mengobrol, telepon Razman tak henti-hentinya berbunyi. Klien dan rekan bisnisnya seakan mengantri dengan saya untuk berbicara dengannya. Razman pun meminta izin sebentar jika ada telepon masuk.

Merasa Bukan Pengacara Terkenal Karena Punya Klien Orang Besar

Pertanyaan kembali muncul di kepala saya, apakah Razman merasa dirinya pengacara terkenal karena memiliki klien orang besar?

“Saya kira enggak ya, terkenal atau tidaknya itu bukan karena kliennya orang gede. Dari survei yang saya lihat pada Maret 2018, dari 7 pengacara paling berpengaruh saya cuma peringkat tiga. Posisi pertama itu ada Yusril Ihza Mahendra, kedua Hotman Paris, ketiga saya, keempat Otto Hasibuan, lima Maqdir Ismail, keenam saya lupa, dan terakhir Elza Syarief,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kualifikasi pengacara berpengaruh itu tergantung bagaimana dia memanajemen kasus yang ia pegang. Kemudian bagaimana sikap profesionalitas yang ditunjukan agar klien terbantu.

“Karena kan tugas dari lawyer itu pada dasarnya membantu meringankan hukuman kepada klien, membantu memberikan pencerahan hukum, memberikan bantuan hukum,” urainya sambil memegang handphone di telinga.

Ternyata di ujung telepon adalah kliennya Vicky yang menelpon. Ia mengaku tidak bisa hadir mendampingi Razman dalam acara tapping di studio itu. Dua menit berbincang, Razman pun menutup telepon.

Mau Jadi Lawyer Seumur Hidup

Sebelum Razman pamit karena sudah dipanggil ke dalam studio, ia pun mengutarakan impiannya untuk terus menggeluti profesi yang melambungkan namanya itu.

“Saya bercita-cita itu terus hidup jadi lawyer sampe pensiun. Sebetulnya jadi lawyer itu gaada usia pensiunnya ya, selama jiwa raga masih kuat saya akan menjadi lawyer,” jawabnya sembari tersenyum lebar.

“Lalu apa yang membuat abang ingin terus jadi lawyer?” kata saya.

Dibalik Kondangnya Pengacara Razman Arif Nasution

Razman dalam sebuah acara talkshow, Foto: Finroll.com/Ihsan Maulana

“Saya sekarang 46 tahun, umur gaada yang tahu. Pak Adnan Buyung Nasution berhenti jadi lawyer itu umur 80 tahun. Jadi bagi saya, selama masih ada penindasan, selama masih ada cara-cara penindakan hukum yang tidak sesuai prosedur, maka otomatis saya akan hadir,” tandasnya.

“Siapa pun kliennya, dan siapa pun lawannya. Enggak ada urusan, akan saya hadapi. Karena klien saya mulai dari tukang mie, tukang ojek, sampai artis, politisi, menteri hingga calon presiden,” tutupnya.

Walau hanya 20 menit berbincang, saya bisa merasakan sisi lain dari seorang Razman Arif Nasution, pengacara yang di cap orang penuh kontroversi. Sungguh sore hari yang singkat namun berkualitas.

Razman pun dipanggil masuk, dan kami bersalaman seraya mengucap salam. Semoga kita berjumpa lagi pak Razman.

 

Advertisement

Cover Story

Konservasi Karya Seni Rupa Di Ruang Publik Apresiasi 3 Karya Seni Relief Eks Bandara Kemayoran 

Published

on

Finroll.com — Konservasi Karya Seni Rupa di Ruang Publik adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) dalam rangka mengimplementasikan UU No. 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.

Karya seni ruang publik merupakan sebuah karya yang secara khusus diciptakan pada ranah publik. Karya ini tampil pada ruang-ruang publik untuk memberikan pesan, menambah nilai estetika, edukasi maupun merespon atau bahkan memberikan kritik terhadap berbagai persoalan yang menjadi keresahan publik.

Salah satu karya seni rupa yang diciptakan pada ruang publik adalah karya fenomenal yang berada di kawasan eks Bandar Udara Kemayoran, Jakarta. Kawasan tersebut saat ini berada pada wilayah pengelolaan PPK Kemayoran. Ada tiga buah relief yang terdapat pada dinding ruang tunggu VIP Bandara. Karya ini dibuat oleh Harijadi Sumodidjojo, Sindoesoedarsono Soedjojono, dan Soerono yang kemudian dalam pengerjaannya didukung oleh Seniman Indonesia Muda (SIM).

Relief ini dibuat dengan mengusung tema tentang kekayaan Indonesia atas gagasan Presiden Soekarno pada tahun 1957 untuk menyambut tamu negara kala itu.

Kemudian masing-masing seniman meresponnya dengan cerita yang berbeda. Harijadi Sumodidjojo menggambarkan kekayaan Indonesia dalam rancangan karyanya yang bertema “Flora dan Fauna”. S. Soedjojono menggambarkannya dalam tema “Manusia Indonesia”.

Sedangkan Soerono menceritakan sebuah legenda yang terkenal di tanah Pasundan yaitu “Sangkuriang”. Letak karya Surono berada pada dinding lantai satu ruang tunggu VIP. Sedangkan letak karya Harijadi dan S. Soedjojono saling berhadapan pada dinding lantai dua ruang tunggu VIP eks Bandara Kemayoran.

Karya fenomenal yang berada di Eks Bandara Internasional Kemayoran tersebut hingga kini memang masih kurang dikenal oleh masyarakat, bahwa Kemayoran selain dikenal sebagai tanah asli betawi juga merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi khususnya sejarah penerbangan Indonesia.

Melalui kegiatan apresiasi tiga karya relief eks Bandara Kemayoran ini Kemendikbud bersama PPK Kemayoran berupaya untuk memperkenalkan kepada publik karya seni rupa terlebih terhadap karya yang memiliki nilai sejarah penerbangan Indonesia. Kegiatan ini direncanakan akan dirangkaikan pula dengan kegiatan pendokumentasian, penulisan buku, apresiasi (Pameran), publikasi, dan lomba vlog tentang ketiga relief.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk turut mengapresiasi, memahami dan memaknai betapa pentingnya menjaga dan melestarikan karya seni dan sejarah penerbangan yang pernah eksis di Kemayoran

Pendokumentasian telah dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 Mei 2019.

Sedangkan kegiatan Apresiasi 3 Karya Seni Relief Eks Bandara Kemayoran dilaksanakan pada tanggal 17-21 Juli 2019 dengan mengundang para keluarga seniman pembuat relief, masyarakat secara umum, dan pelajar SMP/SMA sebagai apresiator sekaligus sebagai peserta lomba vlog untuk tingkat pelajar.

Continue Reading

Cover Story

Kisah Kehidupan Ayah Erick dan Boy Thohir, dari Lahir Melarat Hingga Jadi Konglomerat

Published

on

By

Finroll.com – Di balik kesuksesan Erick dan Boy Thohir, ternyata ada sosok pemimpin keluarga Thohir yang berjasa, yakni Mochamad Teddy Thohir. Kisah hidup Teddy Thohir tidaklah mudah, melewati banyak macam rintangan yang menghadang.

Selain Erick dan Boy, Teddy juga memiliki satu orang anak perempuan, Rika Thohir. Serupa dengan anak-anaknya, Teddy juga merupakan seorang pengusaha kondang. Ia merintis kesuksesan sedari nol. Bahkan, di masa kecilnya, kehidupan Teddy jauh dari kemewahan.

Ayah dari Presiden Inter Milan dan Presiden Direktur Adaro Energy ini ternyata lahir di Gunung Sugih, Lampung.

Masa kecil Teddy bisa dibilang melarat. Menurut obituari yang dirilis Republika, tempat tinggal Teddy Thohir saat itu hanyalah rumah bilik yang beralaskan tanah. Ia juga sudah menjadi anak yatim sedari kecil.

Singkat cerita, setelah lulus SMP, dia merantau ke Solo dengan menggunakan kereta demi melanjutkan studinya di SMEA. Modal sekolahnya di Solo didapat lewat bantuan seorang pedagang di Metro. Di Solo pun dia bekerja sambil sekolah, hingga akhirnya bertemu dengan seorang gadis keturunan Tionghoa yang kelak menjadi istrinya, Edna.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, pria yang wafat di tahun 2016 ini lantas berkarier di sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang kimia, Union Carbide. Performanya sebagai karyawan cukup baik. Teddy pun dipromosi menjadi salah satu kepala bagian administrasi.

Namun, Teddy memutuskan untuk resign dan bergabung dengan Astra yang kala itu dipimpin oleh William Soeryadjaya. Kariernya di Astra mulai dari bawah, ia mulai dari menjabat sebagai staf hingga berhasil menjadi direktur dan pemegang saham perusahaan tersebut.

Lambat laun, Astra menjadi raksasa otomotif di Tanah Air, dan memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan.

Setelah sukses di Astra, Teddy pun mendirikan perusahaannya sendiri, yakni PT Trinugraha Thohir (TNT Group). Namun, informasi mengenai kisah Teddy mendirikan TNT Group sangatlah minim.

Yang jelas, perusahaan ini memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang sumber daya alam, properti, otomotif, media, hingga restoran. Beberapa di antaranya adalah PT Adaro Energy, PT Surya Essa Perkasa, PT Wahanaartha Harsaka, Restoran Hanamasa, Pronto, dan Yakun Kaya Toast.

Di sektor properti, TNT dikabarkan memiliki Taman Laguna, Cibubur Residence, Permata Kranggan, Taman Arcadia Mediterania, Permata Arcadia Cimanggis, dan Hotel Amaris Bogor. Sementara itu di bidang media, ada PT Mahaka Media.

Berkat kesuksesannya di dunia bisnis, Teddy Thohir pun sempat merasakan duduk di jajaran orang terkaya di Indonesia.

Setelah mangkat, titel orang terkaya di dunia tetap disandang oleh salah satu anggota keluarga Thohir, yaitu Garibaldi. Pada tahun 2017, Garibaldi atau yang akrab disapa Boy menduduki posisi ke- 23 sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Continue Reading

Cover Story

Mengenal Aeurisma Otak Bersama Dr. Joy

Published

on

By

Featured Video Play Icon

Aneurisma otak merupakan istilah yang belum banyak dikenal masyarakat awam sebagai pelebaran pembuluh darah otak yang dapat berakibat fatal. Pembuluh darah yang berbentuk benjolan atau menyerupai buah beri akan rentan pecah dan menyebabkan pendarahan otak.

5 dari 100 orang mengalami Aneurisma otak. Gejalanya tekanan darah tinggi hingga gangguan kolesterol darah. Namun jangan khawatir, saat ini penanganan aneurisma sudah bisa dilakukan di  Indonesia

Untuk mengetahui lebih dalam apa itu Aneurisma otak, redaksi finroll mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif dengan ahlinya. Adalah Dr. Mardjono Tjahjadi, MD. seorang dokter sepesialis bedah otak dan pembuluh darah otak yang saat ini bertugas di Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dokter ‘Joy’ sapaan akrabnya, merupakan lulusan dokter umum dari Universitas Atma Jaya Jakarta, kemudian ia melanjutkan pendidikan spesialisasi bedah syaraf di Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Helsinki dan Seoul National University Bundang Hospital Korea Selatan.

Berikut petikan wawacara singkat redaksi Finroll dengan Dr, Joy :

Apa itu Aneurisma otak?

Aneurisma otak adalah sebuah penyakit dimana tumbuh suatu benjolan atau penggelembungan pada dinding pembuluh darah otak. Seiring dengan berjalannya waktu, benjolan Aneurisma ini akan semakin membesar.

Semakin bertambah besarnya ukuran Aneurisma, maka dinding pembuluh darah otak akan semakin tipis dan bisa berimplikasi pada pecahnya benjolan tersebut sehingga mengakibatkan pendarahan otak yang sangat fatal.

Apakah penyebab dan gejala Aneurisma otak?

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti Aneurisma otak, namun ada beberapa hal yang telah diketahui sebagai faktor resiko, yang pertama Penyakit tekanan darah tinggi, kedua kebiasaan merokok, ketiga gangguan kolesterol darah, keempat Kebiasaan minum-minuman beralkohol, kelima penyakit-penyakit spesifik tertentu seperti, Kolagen yang menyebabkan pelemahan dinding pembuluh darah, kenam riwayat genetics atau riwayat keluarga memiliki aneurisma otak.

Selain keenam faktor tersebut, ada dua factor tambahan resiko meningkat yaitu, usia diatas 40 tahun dan jenis kelamin wanita. Beberapa penelitian menunjukan bahwa jenis kelamin perempuan memiliki angka kejadian aneurisma 1,5 – 1,6 kali lebih tinggi dibanding wanita.

Bagaimana cara mencegah penyakit Aneurisma otak? adakah pola makan atau gaya hidup sehat yang harus di terapkan?

Untuk mencegah terjadinya Aneurisma otak, kita harus mengontrol faktor resiko. Faktor resiko yang paling utama adalah pertama harus Menghentikan kebiasaan merokok, karena merokok secara statistik sudah terbukti sebagai sumber faktor utama Aneurisma otak. kedua kontrol atau kendalikan penyakit tekanan darah tinggi. Ketiga kontrol gangguan  kolesterol anda, anda bisa mengkonsumsikan makanan yang lebih sehat yang rendah lemak dan keempat mengurangi kebiasasan minuman alkohol yang berlebihan.

Berapa banyak orang Indonesia yang terkena Aneurisma otak?

Untuk jumlah kasus Aneurisma di Indonesia secara spesifik masih belum ada angkanya, namun bila merujuk pada angka statistik di luar negeri dan di beberapa negara,  angka kejadian Aneurisma diperkirakan antara 1 sampai 5 dari 100 orang. Namun angka pecahnya Aneurisma otak diperkirakan 1 dari 10.000 orang per tahaun.

Bagaimana cara mengobati pasien Aneurisma otak?

Aneurisma otak bila sudah pecah, harus segera dilakukan tindakan penutupan Aneurisma untuk mencegah jangan sampai Aneurisma pecah kembali, karena bila Aneurisma pecah kembali akan membawa konsekuensi buruk terhadap pasien.

Penanganan Aneurisma ada dua pada prinsipnya, yaitu dengan menggunakan metode kateterisasi dan metode operasi dengan microsurgery.

Metode katerisasi yaitu dengan cara memasukan kateter melalui pembuluh darah paha dan kemudian ada kawat khusus yang digunakan untuk menyumpal kantung Aneurisma.

Sedangkan metode operasi dengan microsirjeri , disitu kita akan menjempit leher aneurisma, sehingga mengakibatkan  aneurisma menjadi terfokus. Kedua terapi masih merupakan pilihan pada penanganan aneurisma, masing-masing memiliki indikasi kelebihan dan kekurangan.

Continue Reading
Advertisement

Trending