Connect with us

Politik

Deretan Konglomerat di Belakang Jokowi – Prabowo

Published

on


LSI: Prabowo Sulit Kejar Jokowi Karena Kurang 3 M, "Momentum, Media dan Money"

Finroll.com – Masing-masing bakal calon presiden Jokowi dan Prabowo Subianto mempunyai pendukung yang solid. Para pendukung ini nantinya turut menyukseskan pertarungan Pilpres mendatang.

Tak cuma rakyat biasa, pendukung Jokowi dan Prabowo ada yang berasal dari ‘kelas-kelas atas’ seperti pengusaha kaya raya. Berikut adalah para pengusaha besar dalam kubu Jokowi dan Prabowo.

Tak cuma rakyat biasa, pendukung Jokowi dan Prabowo ada yang berasal dari ‘kelas-kelas atas’ seperti pengusaha kaya raya. Berikut adalah para pengusaha besar dalam kubu Jokowi dan Prabowo.

Tak cuma rakyat biasa, pendukung Jokowi dan Prabowo ada yang berasal dari ‘kelas-kelas atas’ seperti pengusaha kaya raya. Berikut adalah para pengusaha besar dalam kubu Jokowi dan Prabowo.

Kubu Jokowi

Erick Thohir
Erick Thohir lebih dikenal sebagai bos media lewat Mahaka Group. Ia juga dikenal lewat kepemilikan 70 persen saham di Inter Milan, klub elite Serie A Italia. Ia juga jadi rekanan pengurus D.C. United, klub sepakbola di Amerika Serikat, dan menjadi komisaris Persib Bandung.

Kesuksesan menyelenggarakan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, yang bikin Jokowi mendapatkan sorotan positif dari media internasional, adalah buah tangan Erick Thohir sebagai Ketua Inasgoc, panitia pelaksana gelaran multi cabang olahraga se-Asia itu. Jokowi dibuat terkesan dengan kemampuannya.

“Beliau adalah pengusaha sukses, memiliki media, klub sepakbola, klub basket, dan memiliki lain-lainnya,” ujar Jokowi dari Menteng, 7 September 2018, menyebut Erick Thohir saat mendapuknya sebagai ketua tim pemenangan.

Harry Tanoesudibjo
Pada Pilpres 2019 ini, Jokowi didukung oleh pengusaha besar Indonesia yaitu Harry Tanoesudibjo (HT). HT merupakan bos dari MNC Corporation; Global Mediacom; MNC Media. Dengan berbagai usahanya itu HT menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Berdasarkan majalah Forbes pada Maret 2018 lalu, HT yang juga ketua umum Partai Perindo mempunyai kekayaan sebesar USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun (kurs hari ini). Dengan demikian, sangat beruntung Jokowi mendapat dukungan dari pengusaha tajir seperti HT.

Surya Paloh
Selain Harry Tanoesudibjo, Jokowi juga mendapat dukungan dari pengusaha media Surya Paloh. Surya Paloh pemilik dari Media Group yang meliputi harian Media Indonesia, Lampung Post, dan stasiun televisi Metro TV.

Pengusaha yang juga ketua umum Partai Nasdem ini mempunyai kekayaan sebesar USD 575 juta atau sekitar Rp 8,3 triliun. Seperti diketahui sejak Pilpres 2014 lalu, Surya Paloh sudah berada dalam barisan Jokowi. Dan hingga saat ini, Surya Paloh masih setia mendukung Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin.

Oesman Sapta Odang
Lewat OSO Group, pengusaha asal Kalimantan Barat ini menguasai bisnis pertambangan, properti, perkebunan, di antara hal lain.

OSO memiliki lahan sawit seluas 22.725 hektare di Mempawah serta punya pengolahan ikan terpadu, penyedia ikan dan udang segar di Kayong—keduanya di Kalimantan Barat.

Politikus yang kini ketua umum Partai Hanura, menggantikan Wiranto, ini disebut majalah Globe Asia 2017 memiliki kekayaan 400 juta dolar AS.

Kubu Prabowo

Hashim Djojohadikusumo
Hashim di kubu Prabowo adalah kunci. Seorang pendana utama Prabowo sejak Pilpres 2009, investasi keluarga Djojohadikusumo belum juga berhasil. Laporan Forbes pada 2010 menyebut Hashim “selalu memberi Prabowo apa yang diinginkannya.”

Marcus Mietzner (2015) menerangkan bahwa Prabowo, dalam kampanye Pilpres 2014, berupaya menghapus citra negatif sebagai “kroni Soeharto.” Prabowo menggambarkan diri sebagai “orang luar yang secara heroik berusaha menyelamatkan Indonesia dari demokrasi yang membusuk,” tulis Mietzner.

Sandiaga Uno
Mantan Wakil Gubernur Jakarta, pengusaha lewat bendera PT Recapital Advisors, Adaro, dan PT Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga disebut Globe Asia 2017 memiliki kekayaan 500 juta dolar AS.

Ia bergabung dengan Partai Gerindra sejak 2015. Saat “Panama Papers” mencuat pada 2016, namanya muncul dan disebut-sebut sebagai direktur dan pemegang saham beberapa perusahaan seperti Goldwater Company Limited, Attica Finance Ltd, Velodrome Worldwide, dan Sun Global Energy Inc.

Keluarga Cendana
Keluarga Cendana kini telah rukun berkat Prabowo yang maju sebagai Calon Presiden (Capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Kerukunan tersebut terlihat dari kompaknya Siti Hediati Hariyadi Titiek Soeharto dan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang tergabung dalam Partai Berkarya.

Keduanya secara terbuka bakal memenangkan Prabowo-Sandiaga Uno lewat partai yang merupakan fusi dari Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik yang disahkan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna Laoly pada tanggal 15 Juli 2016 itu.

“Mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD (Undang-Undang Dasar) 1945,” tulis Titiek, Rabu (26/9/2018) lalu.

Politik

Terlalu Banyak Minta Maaf, Raja Juli Minta Prabowo-Sandi Bertaubat

Published

on

Terlalu Banyak Minta Maaf, Raja Juli Minta Prabowo-Sandi Bertaubat

Finroll.com – Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi-Maruf Amin, Raja Juli Antoni meminta pasangan Prabowo-Sandi agar bertaubat setelah melakukan serangkaian kesalahan dan blunder politik beberapa bulan terakhir.

“Bagi saya, Prabowo-Sandiaga tidak cukup minta maaf. Mesti tobat dan hijrah,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (14/11). Pasangan Prabowo-Sandi sendiri tercatat sudah tiga kali menyampaikan permintaan maaf kepada publik sepanjang tahun ini.

Baca Lainnya: Sandiaga Uno Akui Khilaf dan Minta Maaf Langkahi Makam Pendiri NU

Prabowo misalnya, ia meminta maaf setelah ikut terseret penyebaran berita bohong (hoax) kasus penganiyaan fiktif Ratna Sarumpaet. Selanjutnya yang terbaru, kasus pidato Tampang Boyolali. Tidak berapa lama, Sandiaga Uno pun meminta maaf ke publik setelah melangkahi makam tokoh pendiri NU Kiai Bisri Syansuri saat ziarah ke Jombang beberapa hari lalu.

Atas dasar ini, Raja Juli menilai harus ada komitmen dari pasangan Prabowo-Sandi supaya tidak mengulangi kesalahan di masa depan. Lebih dari itu, ia menyarankan supaya pasangan nomor urut 2 ini juga hijrah.

“Minta maaf tentu baik, tobat adalah komitmen untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Hijrah seperti apa yang dikatakan pak Jokowi, adalah perpindahan dari yang buruk ke baik. Ia beranggapan, masyarakat mungkin bisa memaafkan kesalahan yang dibuat Prabowo-Sandi, namun baginya masyarakat tidak akan melupakan apa yang sudah dilakukan pasangan itu.

“Ya mungkin rakyat akan memaafkan, tapi tercatat dan tidak melupakan,” sambungya.

Kredibel Jadi Pemimpin?

Di sisi lain, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily mempertanyakan kelayakan sosok Prabowo-Sandi menjadi seorang pemimpin karena sering meminya maaf ke publik karena tidak ada perubahan signifikan setelah minta maaf.

“Jadi, apa calon pemimpin yang selalu melakukan kesalahan dan terus terusan minta maaf , apa layak dipercaya?” pungkasnya.

Source: CNN Indonesia

Continue Reading

Politik

Anak Bung Hatta Minta Bapaknya Jangan Dipolitisasi Jelang Pilpres

Published

on

Anak Bung Hatta Minta Bapaknya Jangan Dipolitisasi Jelang Pilpres

Finroll.com – Beberapa waktu lalu, cucu dari Mohammad Hatta/Bung Hatta, Gustika Hatta mengecam penyamaan sosok kakeknya dengan calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno oleh Koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar. Setelah dikecam Gustika karena merasa kakeknya di politiasi, seruan serupa juga dilontarkan anak Bung Hatta, Meutia Hatta.

Anak Bung Hatta Minta Bapaknya Jangan Dipolitisasi Jelang Pilpres

“Itu sudah ditegur oleh keponakan saya, artinya jangan begitulah (disamakan). Kalau mengangkat tokoh ya tokohnya itu dengan kemampuannya sendiri,” ujar Meutia di komplek Kemendikbud, Senayan Jakarta, Selasa (13/11).

Baca Lainnya: Cucu Bung Hatta: Kakek Disamain Dengan Sandiaga Uno Rasanya mau muntah

Meutia setuju jika seseorang meneladani sosok Bung Hatta, namun tidak perlu menyama-nyamakannya. Karena baginya, belum ada tokoh yang bisa mencerminkan wakil presiden pertama Indonesia itu.

“Saya kira enggak ada. Mungkin kalau niat ada, tapi pelaksaannya belum. Artinya itu harus ada kepedulian. Ingin meniru engga apa-apa dan belajarlah untuk itu,” lanjutnya.

Disiplin Adalah Salah Satu Pengorbanan Bung Hatta Untuk RI

Meutia menambahkan, bapaknya adalah sosok yang mencintai tanah air dan rela berkorban. Salah satu pengorbanan yang disebut Meutia dari Bung Hatta adalah sikap disiplinnya.

“Disiplin adalah salah satu pengorbanan, harus konsisten apa yang mau dia lakukan dan tidak berpikir untuk dirinya sendiri. Beliau belajar sampai memiliki suatu kemampuan tertentu, terpelajar tapi setelah terpelajar itu untuk bangsa. Makanya timbul tulisan 800 judul itu. Itu hasil belajar dia, nasehat bagaimana harus menjadi kepala negara,” jelasnya.

“Kami ingin pemimpin itu akan membangun rakyat, jadi siapapun pemimpinnya, apa sih yang harus dibangun. Nah, bacalah amanah para pendiri bangsa seperti Bung Hatta,” tegasnya.

Source: Detik

Continue Reading

Politik

Sandiaga Uno Akui Khilaf dan Minta Maaf Langkahi Makam Pendiri NU

Published

on

Sandiaga Uno Akui Khilaf dan Minta Maaf Langkahi Makam Pendiri NU

Finroll.com – Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno mengaku khilaf dan meminta maaf setelah melangkahi makam salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Bisri Syansuri ketika ia sedang berziarah, di Jombang Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Pertama-tama, tentunya permohonan maaf. Manusia pasti ada khilaf, saya hampir tiap hari berkunjung ke kuburan, ziarah,” ujar Sandiaga di Pekanbaru Riau, yang dilansir CNN dari Detikcom, Senin (12/11).

Sandi mengaku dalam berziarah makam, ia sering dipandu. Namun, kejadian melangkahi makam Kiai Bisri menjadi pelajaran berharga untuk lebih menghormati tokoh islam. “Dalam ziarah tersebut, tadi juga ada ziarah kubur, di sini juga ada pemandunya. Tidak mau menyalahkan siapa-siapa, saya harus berani ambil risiko ini kesalahan ada di saya,” paparnya.

“Karena itu kesalahan saya, saya mohon maaf. Tentunya manusia penuh khilaf, penuh salah, dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf,” sambungnya.

Sandiaga Uno Akui Khilaf dan Minta Maaf Langkahi Makam Pendiri NU

Sebelumnya, ramai beredar di media sosial menunjukan video Sandiaga Uno tengah berziarah di makam Kiai Bisri Syansuri. Sandi yang memakai kopiah hitam dan sarung itu tengah menabur bunga bersama Calon Wakil Presiden no urut 2, Prabowo Subianto.

Setelah selesai menabur bunga dan bergeser ke makam sebelahnya, Sandi malah melangkahi makan pendiri NU itu, sementara Prabowo nampak bergeser lewat tepian makam dan tidak melangkahinya.

 

Respon NU

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj menyampaikan, warga NU saja tidak berani melangkahi makam karena tidak sesuai dengan adab dan etika.

“Kalau warga NU tidak berani sama sekali. Bahasanya takut kualat. Tidak berani, bukan karena politik (di luar konteks politik), ya saya saja tidak berani,” paparnya di kawasan Menteng, Senin (12/11).

Continue Reading
Advertisement

Trending