Connect with us

Politik

Debat Capres Jilid II, Jokowi Siap Pamer Hasil Capaian Pembangunan

Published

on


Presiden Jokowi

Finroll.com – Debat Capres jilid II antara Jokowi dan Prabowo hanya tinggal hitungan hari saja. Berbagai macam persiapan pastinya sudah dilakukan oleh kedua calon presiden priode 2019-2024.

Jika debat perdana ada bocoran soal kisi-kisi pertanyaan, debat kali ini ada juga bocoran. Tapi bukan soal pertanyaan, melainkan hasil capaian. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf memeberikan sedikit bocoran poin yang akan disampaikan sang petahana pada debat nanti.

“Pada debat yang akan datang, Pak Jokowi cukup menyampaikan capaian-capaian yang telah dicapai,” ujar koordinator debat TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).

“Seperti dilansir detik Selasa, (12/2), Abdul Kadir Karding mengatakan ke awak media, Pada debat yang akan datang, Pak Jokowi cukup menyampaikan capaian-capaian yang telah dicapai”.

Pada debat kedua Pilpres 2019, yang akan digelar pada Minggu (17/2) mendatang, hanya capres yang akan tampil. Tema debat terkait isu energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan kehutanan, serta infrastruktur.

Karding mengatakan Jokowi akan menjabarkan berbagai pembangunan yang telah dilakukan pemerintah selama ia memimpin hampir 5 tahun ini. Dari pembangunan irigasi hingga jalan tol yang dampaknya sangat dirasakan masyarakat.

“Saya kira capaian jalan desa, jembatan, bendungan, irigasi, jalan kabupaten dan nasional, juga luar biasa. Tol juga hampir 1.000-an km, puluhan bandara baru, begitu pula juga airport besar maupun kecil dibangun oleh Pak Jokowi,” kata Karding.

Pembangunan besar-besaran oleh Jokowi itu disebut dapat membuka ruang bagi ekonomi masyarakat. Karding menyebut setiap pembukaan jalan akan membuka akses masyarakat untuk berjualan atau melakukan kegiatan ekonomi lainnya.

“Akan dibangun KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yang nanti akan memudahkan pengangkutan barang dan jasa sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi dan juga diintegrasikan dengan pembangunan destinasi wisata. Ini akan membantu masyarakat, ini di bidang infrastruktur,” tambah anggota DPR ini.

Pembangunan infrastruktur ini, dikatakan Karding, sejalan dengan proses ketahanan pangan. Dengan irigasi dan bendungan yang banyak dibangun Jokowi, kata dia, itu memastikan jumlah air yang mengalir ke sawah atau kebun juga cukup.

“Karena itu, irigasi dan bendungan itu menjadi prasyarat mutlak. Dan jumlah yang dibangun Pak Jokowi dalam jumlah yang fantastis, bahkan jika dibandingkan dengan jumlah-jumlah pemerintah yang sebelumnya, 4 tahun Pak Jokowi membangun sungguh luar biasa,” tutur Karding.

“Soal ketersediaan pangan, memang kita berusaha memproduksi sebesar-besarnya, lahan sebanyak-banyaknya, menggunakan teknologi untuk produksi-produksi kita. Ketersediaan pangan ini mutlak dibutuhkan karena akan berdampak politik, oleh karena itu sepanjang telah kita upayakan dan rencanakan semaksimal mungkin maka ketersediaan pangan ini harus diupayakan dengan cara-cara lain salah satunya impor yang masih dalam batas wajar,” sambungnya.

Karding menegaskan, meski memang masih ada impor yang dilakukan, bukan berarti Jokowi merupakan penganut sistem impor. Jokowi, menurutnya, justru mendorong rakyat agar mau kembali bertani dengan cara meningkatkan kesejahteraan.

“Kita berharap petani penghasilannya baik, di satu sisi masyarakat juga tidak mendapatkan harga yang terlalu melambung. Caranya adalah mengefisiensikan ongkos produksi di pertanian kita. itu yang sedang dilakukan Pak Jokowi. Alhamdulillah petani baik-baik saja, kedua harga-harga juga tidak menonjol seperti yang disampaikan oleh pihak BPN (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno),” jelas Karding.

Soal isu lingkungan dan kehutanan, politikus PKB ini memamerkan berkurangnya jumlah kebakaran hutan dan lahan di era Jokowi. Ketegasan dalam penegakan hukum di pemerintahan Jokowi, disebut Karding, menjadi salah satu alasannya.

“Selama 13 tahun kita malu dengan negeri tetangga, mereka kena dampak dan sangat merugikan mereka. Hari ini kita lihat bagaimana tidak ada sedikit pun kebakaran hutan terjadi di zaman Pak Jokowi ini. Selama 13 tahun masalah ini terus terjadi,” tuturnya.

Dalam debat, Jokowi disebut akan membeberkan keberhasilan pemerintahnya mendapatkan saham mayoritas di Freeport. Belum lagi blok-blok lainnya.

“Penguasaan blok-blok besar Mahakam, Freeport, Rokan, dan beberapa blok lain, itu adalah sumber energi luar biasa bagi kita dan sekarang bisa kita atur oleh anak bangsa sendiri. Kita menuju kepada kemandirian energi,” ucap Karding.

“Sekaligus juga elektrifikasi, akan didorong elektrifikasi mencapai 99,9% dan pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk elektrifikasi gratis di Indonesia pada 2018-2019 ini. Itu komitmen pemerintah agar seluruh warga Indonesia bisa mengakses listrik, terutama yang belum bisa mengakses listrik,” tambah anggota DPR ini.

Politik

Menghilang dari Keramaian, Kemana Sandiaga Uno?

Published

on

By

Sandiaga Uno Sudah Keluarkan Dana Rp 95,4 Miliar Untuk Biaya Kampanye

Sandiaga Uno tidak menemani capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat jumpa pers mengenai quick count atau hitung cepat Pemilu 2019 pada Rabu sore (17/4/2019).

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku tidak percaya hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan capres Jokowi-Ma’ruf.

Walau tidak ada Sandiaga Uno, Prabowo tetap ditemani oleh petinggi BPN, seperti Fadli Zon, jubir BPN Dahnil Anzar, Rachmawati Soekarnoputri, dan Sohibul Iman. Terlihat ekonom senior Rizal Ramli.

Mendadak sontak banyak yang bertanya-tanya, di manakah keberadaan Sandiaga Uno saat Prabowo mengadakan jumpa pers dan berpidato.

Sampai-sampai, hilangnya Sandiaga Uno menjadi trending topic terpopuler di Twitter pada Kamis (18/4/2019) dengan tagar #MisteriHilangnyaSandiagaUno.

Pantauan redaksi, Sandiaga Uno juga tidak aktif di Twitter @sandiuno selama jumpa pers Prabowo berlangsung. Adapun kicauan terakhir ia unggah pada Rabu (17/4/2019), pukul 08.59 WIB.

Twit tersebut juga memasang foto Sandiaga Uno dan keluarga mencoblos surat suara di TPS.

“Pemilihan umum telah tiba. Mari kita gunakan hak pilih kita sebaik-baiknya. Suara kita sangat berharga menentukan nasib bangsa kedepannya. Jangan lupa ajak keluarga dan tetangga untuk datang ke TPS. Mari kita jaga pemilihan umum ini dengan aman, damai, jujur dan adil,” kicaunya.

Calon wakil presiden Sandiaga Uno belum juga terlihat setelah hasil quick count atau hitung cepat Pilpres 2019 diumumkan.

Pantauan Merdeka, di kediaman Sandiaga Uno hari ini, beberapa mobil polisi masih terparkir.

Sejumlah pengawal juga bersiaga di depan rumah dan sebagian duduk di taman yang berada persis di rumah mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu di Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019) pagi.

Dua penjaga berpakaian batik cokelat berjaga di depan gerbang rumah bercat krem tersebut.

Salah seorang pengawal mengatakan belum ada informasi apakah Sandiaga ada kegiatan hari ini. Dia menyebut saat ini Sandiaga masih beristirahat karena kelelahan.

“Masih istirahat, kecapekan soalnya,” ujar dia.

Biasanya, kata pengawal ini, Sandiaga pagi-pagi berolahraga basket atau lari. Namun, pagi ini Sandiaga lebih memilih beristirahat dalam rumahnya.

Sebelum pencoblosan, Sandiaga umrah bersama istrinya, Noor Asia Uno. Setelah itu, pada Rabu (17/4/2019), sebelum pemungutan suara, Sandiaga mulai beraktivitas dengan salat tahajud dan salat Subuh berjemaah. Sebelum menuju TPS, Sandiaga meminta doa kepada ibunya, Mien Uno.

Setelah mencoblos di TPS 002, Jalan Sriwijaya, Sandiaga terus beraktivitas sampai malam hari dan baru kembali dari rumah Prabowo Subianto pada pukul 22.45 WIB.
Sandiaga Uno Kelelahan?

Continue Reading

Politik

pemilu2019.kpu.go.id – Hasil Situng C1 KPU, Jokowi Pimpin 55%, Prabowo 44% Unggul di 11 Provinsi

Published

on

By

Finrollcom – Hasil penghitungan suara Pilpres 2019 belum usai. Namun sejumlah lembaga survei sudah merilis hasilnya sejak kemarin.

Hasil quick count sejumlah lembaga survei menunjukkan kemenangan untuk pasangan Jokowi-Maruf dengan perolehan sekitar 54 persen sementara Prabowo-Sandi dapat suara 45 persen.

Hasil ini sempat tidak diterima oleh kubu Prabowo-Sandi. Sebab berdasarkan exit poll atau hitung langsung tim, mereka unggul dari pada kubu Jokowi-Maruf Amin.

Prabowo bahkan melakukan sujud syukur usai mendapat informasi jika kubu mereka memimpin hasil hitung langsung.

Tapi itu belum selesai. Masih ada tahapan Real Count dari KPU. paling lambat hasil keluar pada 22 Mei mendatang.

Informasi tentang hasil penghitungan suara sementara dapat diupdate di laman Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) di https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/

Situng bukan merupakan hasil akhir, namun hanya sebagai gambaran saja.

Pada Kamis (18/4/2019) dini hari, Prabowo-Sandi sempat unggul.

Tepatnya pada pukul 03.00 WIB atau 04.00 WITA, Prabowo memimpin 51,47 persen dengan jumlah suara 33.913.

Sementara Jokowi-Maruf memeroleh 48,53 atau jumlahnya 31.981 suara.

Dihimpun tribun-timur.com, perolehan tersebut saat data masuk masih 0,044 persen atau sekitar 360 dari total 813.350 TPS.

Namun kini berbanding terbalik.

Pantauan redaksi kembali padapukul 07.36 WIB atau 08.37 Wita, pasangan Jokowi-Maruf unggul dengan peroleh 55,72 persen.

Pasangan Prabowo-Sandi ada di angka 44,28 persen.

Ditekankan, perhitungan tersebut merupakan perolehan sementara 841 dari 813.350 TPS atau presentasenya 0,10%.

Artinya masih banyak sekali TPS yang belum terhitung.

Terus pantau updatenya beritanya.

Berikut data perolehan suara kedua pasangan calon dari tiap provinsi dan data pemilih luar negeri.

1. Aceh

Jokowi – Maruf Amin: 530

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 2.925

2. Sumatera Utara

Jokowi – Maruf Amin: 4.774

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 1.586

3. Sumatera Barat

Jokowi – Maruf Amin: 607

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 4.005

4. Riau

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

5. Jambi

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

6. Sumatera Selatan

Jokowi – Maruf Amin: 4.935

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 8.409

7. Bengkulu

Jokowi – Maruf Amin: 1.356

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 2.044

8. Lampung

Jokowi – Maruf Amin: 402

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 806

9. Bangka Belitung

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

10. Kepulauan Riau

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

11. DKI Jakarta

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

12. Jawa Barat

Jokowi – Maruf Amin: 1.464

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 1.741

13. Jawa Tengah

Jokowi – Maruf Amin: 14.929

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 5.931

14. DI Yogyakarta

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

15. Jawa Timur

Jokowi – Maruf Amin: 17.624

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 5.108

16. Banten

Jokowi – Maruf Amin: 504

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 204

17. Bali

Jokowi – Maruf Amin: 5.766

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 598

18. Nusa Tenggara Barat

Jokowi – Maruf Amin: 457

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 1.290

19. Nusa Tenggara Timur

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

20. Kalimantan Barat

Jokowi – Maruf Amin: 876

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 485

21. Kalimantan Tengah

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

22. Kalimantan Selatan

Jokowi – Maruf Amin: 87

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 121

23. Kalimantan Timur

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

24. Sulawesi Utara

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

25. Sulawesi Tengah

Jokowi – Maruf Amin: 31

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 140

26. Sulawesi Selatan

Jokowi – Maruf Amin: 231

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 470

27. Sulawesi Tenggara

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

28. Gorontalo

Jokowi – Maruf Amin: 26.964

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 31.957

29. Sulawesi Barat

Jokowi – Maruf Amin: 649

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 451

30. Maluku Utara

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

31. Maluku

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

32. Papua Barat

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

33. Papua

Jokowi – Maruf Amin: 1.518

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 50

34. Kalimantan Utara

Jokowi – Maruf Amin: data belum tersedia

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: data belum tersedia

Luar Negeri

Jokowi – Maruf Amin: 7.477

Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 3.944

Continue Reading

Politik

Quick Count Baru Bisa Dipublikasikan Pukul 15.00 WIB

Published

on

By

Debat Pilpres 2019

Finroll.com – Mahkamah Konstitusi menolak gugatan uji materi terkait aturan publikasi hasil survei dan hitung cepat (quick count) pada Pemilu 2019. Dengan putusan MK ini, maka publikasi quick count pada hari pemungutan suara Rabu (17/4/2019) besok, baru bisa dilakukan pukul 15.00 WIB.

“Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Hakim MK Anwar Usman dalam sidang putusan di Gedung MK, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Pemohon dalam perkara ini adalah Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Asosiasi Riset Opini Publik (Aropi).

Para pemohon menguji Pasal 449 ayat (2), ayat (5), Pasal 509, dan Pasal 540 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Pemilu. Pasal-pasal yang digugat mengatur quick count baru boleh dipublikasikan dua jam setelah pemungutan suara di zona Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) berakhir.

Selain itu, ada juga pasal yang melarang publikasi hasil survei di masa tenang. Para pemohon menilai, pasal-pasal itu bertentangan dengan pasal 28 E ayat (3) dan pasal 28F UUD 1945 karena menghilangkan hak masyarkat untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi.

Namun MK menilai, aturan quick count baru bisa dipublikasikan dua jam setelah pemilu di wilayah Indonesia barat selesai itu tidak menghilangkan hak masyarakat. “Hal demikian hanya menunda sesaat demi melindungi hak suara pemilih,” kata Hakim MK Enny Nurbaningsih saat membacakan pertimbangannya.

MK menilai, hasil quick count langsung dipublikasikan, maka hal tersebut bisa mempengaruhi pemilih yang belum menggunakan hak suaranya. MK khawatir saat hasil quick count dipublikasikan, ada sejumlah masyarakat yang belum menyalurkan hak pilihnya di wilayah Indonesia barat.

Selain itu, MK juga mempertimbangkan kemungkinan lembaga survei dan media yang mempublikasikan berafiliasi dengan pasangan calon tertentu. Pertimbangan lainnya, hasil quick count belum tentu akurat.

“Karena masih mengandung rentang kesalahan atau margin of error,” ucap Enny. Dengan putusan ini, maka aturan publikasi quick count tetap mengacu pada UU Pemilu, yakni dua jam setelah pemilihan di zona Waktu Indonesia Bagian Barat berakhir. Pemilihan di wilayah Indonesia bagian barat sendiri baru berakhir pukul 13.00 WIB.

Artinya, quick count baru bisa dipublikasikan pukul 15.00 WIB

Continue Reading
Advertisement

Trending