Connect with us

Ekonomi Global

Dampak Luas, Perundingan Perdagangan China – Amerika

Published

on


FINROLL.COM, — Memanfaatkan kesempatan saat menghadiri KTT G – 20 pada akhir bulan Juni di Jepang, Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jin – Ping akan mengadakan pertemuan guna mencari solusi guna mengakhiri perang dagang yang telah berlangsung hampir satu tahun.

Perundingan perdagangan Amerika – China pada awal bulan Mei lalu mengalami kegagalan akibat dari sikap Trump yang menyalahkan sikap China yang tidak konsisten, membatalkan komitmennya tentang merevisi sistem hukum guna mereformasi atas perekonomian dan perdagangan secara menyeluruh.

Di bawah ini adalah kondisi terkini dalam perundingan perdagangan China – Amerika, masalah utama yang dihadapi serta dampaknya :

* Apa yang bakal dicapai dalam perundingan perdagangan China  – Amerika ?

* Apa yang bakal dihasilkan dalam pertemuan G – 20 ?

Kedua kepala negera China dan Amerika melakukan pembicaraan telepon, sepakat memulai lagi perundingan perdagangan, namun tidak jelas apakah sudah menyepakati agenda pembicaraan dalam pertemuan di Jepang.

Kedua pihak menghentikan perundingan sementara sudah melebihi satu bulan, maka, pejabat perunding dari kedua negara akan sulit mencapai kemajuan signifikan yang lebih besar dalam pertemuan G – 20 pada Tanggal 28 – 29 Juni di Jepang.

Sebelumnya Trump sempat mengancam bahwa jikalau dalam pertemuan dengan Xi Jin – Ping tidak berhasil mencapai kemajuan cukup signifikan, dia akan memulai aksi bersifat memberi sanksi bea cukai atas komoditi ekspor China ke Amerika yang nilainya mencapai US $ 300 Milyar.Tindakan ini berarti seluruh perdagangan antar kedua negara akan dikenakan bea masuk yang bersifat memberi sanksi.

Suatu hasil dari kemungkinan yang bisa dicapai adalah pada saat berlangsungnya pertemuan Xi Jing Ping dengan Trump mencegah konflik perdagangan kedua negara tidak meningkat.Akan mengulangi keadaan hasil pertemuan kedua pemimpin di kesempatan lalu.Pada pertemuan G – 20 di Argentina pada tahun lalu, kedua pemimpin sepakat menghentikan perang dagang.

Tetapi pejabat Amerika beberapa kali sempat berkata, mereka berharap menghindari perundingan dengan pihak China jangan sampai berlarut – larut.

Keadaan perundingan dewasa ini :

Kedua pihak China dan Amerika memberi isyarat akan mengubah pendirian yang menyebabkan kebuntuan dalam perundingan pada bulan lalu.Pada bulan lalu pihak China telah merevisi konsep kesepakatan perdagangan,menghapus istilah tentang merevisi hukum China.

Menurut  Lightheze,pejabat perundingan perdagangan pihak Amerika,perubahan ini telah dengan serius mengurangi makna kesepakatan perdagangan. Lightheze adalah pejabat tingkat tertinggi dalam perundingan perdagangan Amerika, juga seorang Advokad, beliau beberapa kali menyerukan agar mencapai suatu kesepakatan yang kuat yang dapat dilaksanakan dengan paksa.

Pejabat Amerika sempat mengutarakan pendapat bahwa, apakah kembali mengadakan perundingan atau tidak, semua tergantung pada pihak China apakah bersedia kembali ke konsep semula.

Dalam Sidang Konggres Amerika hari Rabu lalu Lightheze menyatakan, pihak China juga meniadakan komitmennya atas masalah perdagangan digital,termasuk diizinnya Amerika memasuki area cloud  computing servies.

China menyatakan perubahan meringankan telepon teks, juga menyatakan tuntutan Amerika telah melanggar kedaulatan China. Bahkan China menyatakan kesepakatan apapun tidaklah semata – mata hanya pihak China yang mengalah.

Langkah mengalah apa saja yang sudah dicapai, apa yang menjadi  masalah intinya ?

Sebelum perundingan kedua negara mengalami kebuntuan, menurut pejabat Amerika dalam masalah perlindungan HAKI dan lainnya sempat mencapai kemajuan, pihak China mengajukan saran pada sederetan permasalahan, juga mencapai kemajuan dibanding masa yang lalu.

Pejabat Amerika bahkan berkata dalam masalah pembajakan web site, jasa, mata uang, pertanian dan barrie  perdagangan non bea cukai juga mencapai kemajuan.

China mengajukan bahwa kebijakan memberi subsidi dianggap sesuai dengan ketentuan dari World Trade Organisation (WTO), namun tidak mengajukan petunjuk dengan cara apa mencapai tujuan ini.

Pihak China telah menurunkan tuntutan atas subsidi mengakhiri usaha. Mengakhiri subsidi akan mengubah model China dengan kekuatan negara mendorong pertumbuhan perekonomian.

China berkomitmen dalam 6 tahun mendatang akan mengimpor komoditi pertanian, energi dan produk perindustrian senilai US $ 1 triyun. Namun pihak China menyatakan kedua belah pihak masih berselisih pendapat dalam hal cara belanja

Sebelum terjadinya kebuntuan dalam perundingan, salah satu fokus peselisihan kedua pihak ialah jadwal kapan menghapus 25 % bea cukai komoditi China yang diekspor ke Amerika. Pihak Amerika berharap tetap mempertahankan sebagian kebijakan bea cukai untuk memastikan pihak China siap melaksanakan persetujuan. tetapi pihak China menuntut segera menghapus semua bea cukai.

Polemik lain ialah tentang rencana evaluasi rutine bagaimana pihak China melaksanakan kesepakatan, mekanisme ini berpotensi mempertahankan ancaman bea cukai Amerika akan tetap ada.

Menurut  USTR, salah satu masalah yang paling diperhatian Amerika ialah siapakah yang akan meleading usaha hightech di masa akan datang.China bertekad sampai tahun 2015 mewujudkan peningkatan basis perindustrian usaha strategis, termasuk kedirgantaraan,robot, transistor,kecerdasan buatan dan mobil menggunakan energi baru.

Tentang masalah defisit perdagangan Amerika dalam neraca perdagangan dengan China secara massif menanjak terus, pihak Amerika menyampaikan kekesalannya bahwa China dengan cara paksa dan secara langsung mencuri dengan terencana menilep HAKI Amerika dan rahasia perdagangan.

Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika menyatakan, subsidi yang China berikan pada BUMN, termasuk subsidi ditingkat provinsi dan tingkat pmerintah daerah,telah berakibatkan tingkat produksi perindustrian China – termasuk perindustrian baja – tidak dapat dengan sinkron bertumbuh terus menerus, hal ini telah menekan harga pasaran internasional dan merugikan produsen Amerika dan negara lain.

Menurut pendapat pejabat Amerika, China dengan segenap tenaga menopang BUMN, telah menyebabkan perusahaan Amerika susah bersaing di pasaran global.

Menurut mereka, mereka dapat menerima baik China meningkatkan tingkat teknologinya, tetapi tidak berharap China dengan cara menilep dan dengan cara  tidak adil mendapatkan pengetahuan spesifik Amerika, atau pada tingkatan perusahaan China dengan cara tidak adil mendominasi pasaran untuk mewujudkan kemajuan semacam ini.

Bagaimana China memandang tuntutan ini ?

Pada umumnya Pejabat China menganggap tindakan Amerika bertujuan menghambat China dalam usaha pengembangan ekonomi globalnya. Sebelumnya mereka membantah China menuntut atau secara paksa meninginkan pengalihan teknologi,menyatakan perbuatan sejenis ini hanyalah transaksi perdagangan antar Amerika dan China.

China berkomitmen membeli lebih banyak produk komoditi Amerika, untuk mengurangi ketidak seimbangan neraca perdagangan antar negara, juga sudah melakukan sebagian tindakan nyata,membuka lebih lebar pasarannya bagi modal asing.

Langkah apa yang sudah ditempuh pihak Amerika ?

Selaian menaikan bea cukai atas komoditi ekspor China senilai US $ 250 Milyar, Trump berencana akan memperluas sanksi bea cukai atas komoditi produk China yang di ekspor senilai US $ 300 Milyar,akan diumumkan apakah akan diterapkan pada tanggal 2 Juli setelah berakhirnya masa peninjauan umum.

Dengan alasan demi keamanan negara, Trump memasukkan Perusahaan Huawei dalam black list.Pada hakekatnya melarang semua perusahaan Amerika berniaga dengan Huawei, cukup banyak perusahaan iptek global yang diluar Amerika sudah memutuskan hubungan bisnis dengan Huawei. Amerika juga melobby negara lain mengurangi berhubungan dengan Huawei, dan mengancam akan memasukkan perusahaan China lainnya dalam black list.

China melakukan aksi balasan apa saja atas sanksi Amerika ?

China mengenakan bea cukai 25 % atas komoditi Amerika senilai US $ 110 Milyar, antara lain termasuk kacang kedelai, daging sapi, daging babi, produk maritim, wisky, ethanol dan mobil.

China juga menyatakan akan membuat Daftar entitas yang tidak dapat diandalkan, memasukkan perusahaan dan pribadi yang dengan serius merugikan kepentingan perusahaan China, menjadi landasan tindakan pembalasan atas sanksi yang dikenakan pada Huawei. Juga akan membatasi ekspor Rire Earth pada Amerika sebagai pembalasan. Rire Earth adalah bahan baku penting bagi hight production yang memproduksi barang konsumsi height tech. China adalah salah satu negara penghasil utama Rire Earth terbaik di dunia. **

Sumber Berita : Reuters

Editor : Leonardus Leo

 

Advertisement

Ekonomi Global

Kemendag Fasilitasi Pelaku Usaha Indonesia Ekspor Sarang Burung Ke China

Published

on

Finroll.com — Gencarkan ekspor sarang burung walet, Kementerian Perdagangan terus berupaya memfasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk bernilai tambah. Hal ini disampaikan Pelaksana Harian Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono saat menyaksikan acara penandatanganan kontrak ekspor sarang burung walet antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan asal China di Jakarta, beberpa waktu yang lalu.

Penandatanganan kontrak tersebut dari Indonesia dilakukan oleh Direktur Utama PT Tong Heng Investment Indonesia Suyanti Ang. Sementara perusahaan asal China dilakukan oleh Pimpinan Quanzhou Yuyan Family Biotechnology Co., Ltd (Bird Nest Diary) Lu Yu Meng dan Pimpinan Xiamen Fuen Imp & Exp Co., Ltd. Lin Wei Ting.

Veri mengatakan, pada kesempatan ini, kita menyaksikan penandatanganan kontrak ekspor sarang burung walet ke China sebanyak 10 ton. Hal ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan ekspor komoditas sarang burung walet ke pasar China,” ungkap Veri, dalam siaran pers, di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Lebih lanjut menurut Veri, produk sarang burung walet menjadi primadona di pasar China. Komoditas ini dianggap memiliki khasiat tertentu yang menjadi kepercayaan masyarakat China. Hal ini menjadi salah satu peluang meningkatkan ekspor sarang burung walet Indonesia ke pasar China.

Sementara untuk masuk ke pasar China, produk sarang burung walet Indonesia harus melalui protokol persyaratan kebersihan, karantina, dan pemeriksaan untuk importasi oleh otoritas China. Selain itu, diperlukan sertifikasi Certification and Accreditation Administration of the People’s Republic of China (CNCA).

Hingga saat ini sebanyak 21 di perusahaan Indonesia telah mendapat sertifikasi tersebut sehingga dapat melakukan ekspor ke China. PT Tong Heng Invesment Indonesia adalah salah satu perusahaan investasi asing di Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi tersebut.

“Kemendag mengapresiasi PT Tong Heng Invesment Indonesia yang turut berkontribusi dalam meningkatkan devisa ekspor nasional Indonesia. Diharapkan, hal ini dapat diikuti perusahaan Indonesia lainnya,” ujar Veri

Pemerintah melalui perwakilannya di luar negeri, lanjut Veri, akan terus mengupayakan peningkatan akses pasar internasional dengan melakukan lobi, pameran, dan misi dagang di negara tujuan ekspor. Hal ini untuk menyukseskan program hilirisasi nasional dan meningkatkan ekspor produk bernilai tambah.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat ini sedang melakukan kunjungan kerja ke Beijing dan Shanghai, China pada 17—23 Juli 2019. Kunjungan ini dalam rangka melobi Pemerintah China, khususnya General Administration of Custom China (GACC) untuk lebih membuka dan memudahkan ekspor sarang burung walet indonesia.

”Kementerian Perdagangan, khususnya melalui Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center siap membantu dan memfasilitasi para eksportir untuk memperluas pasar ekspornya di berbagai negara,” pungkasnya.

Sebagai informasi, China merupakan negara tujuan utama ekspor sarang burung walet asal Indonesia. Pada 2018, total ekspor produk ini ke China tercatat sebesar USD 139,82 juta. Hingga April 2019, ekspor komoditas ini ke China tercatat sebesar USD 40,18 juta dengan volume 21,32 ton, atau naik 6,56 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 20 ton. Selama lima tahun terakhir (2014—2018), ekspor komoditas ini menunjukan tren positif, yaitu 30,62 persen.(red)

Continue Reading

Ekonomi Global

Waskita Beton Precast (WSBP) Kembangkan Bantalan Rel Kereta Api Baru

Published

on

Finroll.com — PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). mengembangkan produk baru bantalan rel kereta api tipe 1067 yang diklaim memiliki peluang pasar dan menghasilkan permintaan besar.

Manajemen WSBP itu memaparkan bahwa produk itu berfungsi sebagai landasan rel bertumpu dan menahan laju kereta api yang dapat menahan beban kecepatan hingga 120 kilometer (km) per jam.

Selain iti produk itu juga telah lolos serangkaian pengujian yakni uji fungsi atau test track ,uji rancang bangun sehingga mendapat sertifikasi.

Sertifikasi itu sesuai denganKeputusan Direktur Perkeretaapian Nomor KA.603/SK.18/DJKA/19 tentang Pengesahan Spesifikasi Teknis Bantalan Beton 1067 mm.

Jarot Subana selaku Direktur Utama Waskita Beton Precast, menuturkan produk bantalan rel tersebut memiliki peluang pasar dan diprediksi akan menghasilkan permintaan pasar yang besar.

“Kami akan terus berinovasi dalam menghasilkan inovasi produk. Tentunya kami juga akan memperluas pasar eksternal yang diharapkan meningkat dengan target sebesar 40 persen pada tahun ini,” jelasnya dalam siaran pers, Senin (22/7/2019).

Sebelumnya, Jarot mengungkapkan kontrak baru senilai Rp3,10 triliun pada Januari 2019–Juni 2019. Pencapaian itu naik 4,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp2,97 triliun.

Sementara nilai kontrak baru itu berasal dari beberapa proyek besar, di antaranya Krian–Legundi–Bunder-Manyar ( KLBM ) Seksi 2 dan 3, jalan tol Jakarta–Cikampek II Selatan Paket 3, addendum jalan tol Cibitung–Cilincing, jalan tol Bogor–Ciawi–Sukabumi Seksi II, dan jalan tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu Seksi 2A, serta proyek lainnya.

Selain berburu kontrak baru, WSBP mengklaim konsisten menambah kapasitas dan melakukan pengembangan produk baru seperti rumahpracetak,tiang listrik beton,danbantalan kereta api.

Sebagai informasi catatan, realisasi kontrak baru entitas anak PT Waskita Karya (Persero) Tbk. itu turun 39,59 persen secara tahunan pada 2018. Nilai yang dikantongi turun dari Rp11,03 triliun pada 2017, menjadi Rp6,66 triliun pada tahun lalu.(red)

Continue Reading

Ekonomi Global

Menang Lelang, PP Dan WIKA Garap Tol Semarang-Demak Senilai Rp 15 Triliun

Published

on

Finroll.com — Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan Konsorsium PT PP (Persero) (PTPP)Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) (WIKA) Tbk dan PT Misi Mulia Metrical sebagai Pemenang Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak.

Hal tersebut berdasarkan keputusan surat Nomor PB.02.01-Mn/1347 tanggal 17 Juli 2019 perihal Penetapan Pemenang Pada Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak yang Terintegrasi Dengan Pembangunan Tanggul Laut Kota Semarang.

Setelah adanya penetapan pemenang pelelangan, konsorsium wajib membentuk badan usaha jalan tol (BUJT), kemudian dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol selambat-lambatnya 3 bulan sejak penetapan pemenang Ielang.

Kepala BPJT Danang Parikesit, mengatakan, kalau sudah dua bulan pembentukan ( BUJT ), 3 bulan kita

nggak bisa lepas juga adalah penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak,” katanya, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Masa konsesi tol ini adalah selama 35 tahun sejak surat perintah mulai kerja pertama diterbitkan oleh BPJT .

Sementara pembangunan jalan tol ini menelan investasi sekitar Rp 15,3 triliun dan ditargetkan berlangsung selama 2 tahun. Lahan yang dibutuhkan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yaitu seksi I Kota Semarang dan Seksi ll Kabupaten Demak.

Secara teknis Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak.(red)

Continue Reading
Advertisement

Trending