Connect with us

Politik

BPN Prabowo-Sandi Ajukan Perubahan Visi dan Misi, KPU: Tidak Bisa Diubah Lagi

Published

on


BPN Prabowo-Sandi Ajukan Perubahan Visi dan Misi, KPU: Tidak Bisa Diubah Lagi

Finroll.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ajukan perubahan visi dan misi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dahnil Anzar Simanjuntak benarkan kabar mengungkapkan ada beberapa alasan yang menjadi evaluasi perubahan visi dan misi tersebut.

“Intinya Pak Prabowo dan Bang Sandi Ingin ada perbaikan pada empat hal,” kata Dahnil sebagaimana dilansir laman republika Jumat, 11/1.

Pertama, Prabowo-Sandiaga ingin visi misi dituliskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas. Kedua, perubahan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat referensi dan dasar utama visi dan misi berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.

“Di mana perlu ada penegasan bahwa Prabowo-Sandi ingin mengembalikan pembangunan ekonomi harus berlandaskan konstitusi yakni Pasal 33,” katanya.

Ketiga, tujuan diubahnya visi-misi tersebut adalah untuk memperkuat pesan visi masa depan pemerintah Prabowo-Sandiaga yang ingin menghadirkan pemerintahan yang aman adil, dan makmur untuk semua rakyat. Keempat, ia menuturkan ada perubahan layout pada visi misi yang baru.

Namun dilain kesempatan, KPU menyatakan untuk perbaikan dokumen visi dan misi tak bisa dilakukan perbaikan lagi.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, mengatakan perubahan visi dan misi pasangan capres-cawapres sudah tidak diperbolehkan untuk saat ini. Dengan demikian, perbaikan visi dan misi yang sempat disampaikan oleh tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno juga tidak bisa diterima oleh KPU.

Wahyu mengungkapkan kronologi permohonan penggantian visi dan misi oleh Paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. “Pada 9 Januari 2019, BPN paslon 02 bersurat kepada KPU. Dalam surat itu pada intinya menyerahkan dokumen berisi visi-misi program. Karena itu surat resmi, maka kita juga akan menjawab secara resmi pula,” ujar Wahyu ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/1).

Namun, Wahyu menegaskan KPU berpandangan bahwa visi, misi dan program merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres. Sementara itu, ahapan pencalonan capres-cawapres itukan sudah jauh berlalu.

Dokumen visi dan misi terdahulu dari pihak Prabowo-Sandiaga juga sudah dipublikasikan melalui laman resmi KPU. Dokumen ini pun sudah menjadi alat peraga kampanye yang digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat luas.

“Ya tentu menjadi tidak diperbolehkan (perubahan visi misi). Karena itu tadi, sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres. Dan pada saat pendaftaran itu juga ada tenggat waktu untuk memperbaikinya, prinsipnya tahapan sudah terlewati,” tegas Wahyu.

Dia menambahkan dokumen visi dan misi terdahulu sudah tidak bisa diubah lagi. “Dokumennya sudah tidak bisa diubah lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan ada informasi yang menyebut adanya pengajuan perbaikan visi dan misi dari Paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. Meski demikian, KPU belum bisa mengungkapkan secara konkret perubahan visi misi tersebut.

“Ada informasi memang (visi,misi) masuk. Tetapi saya belum melihat barangnya dan tidak mengetahui penyerahannya dengan cara apa, kapan,” ujar Pramono ketika dihubungi wartawan, Kamis (10/1).

Pramono mengakui dirinya tidak secara langsung bertemu dengan tim yang menyerahkan perbaikan visi dan misi capres-cawapres nomor urut 02 itu. “Saya tidak bisa memberikan informasi penyerahannya apakah di sana (di Hotel Bidakara, Jakarta, saat pertemuan persiapan debat pertama pilpres) atau lewat email atau lewat apa saya tidak tahu,” tambah Pramono.

Politik

Bamsoet Meminta Debat Capres Dijalankan se-Natural Mungkin

Published

on

Bamsoet Meminta Debat Capres Dijalankan se-Natural Mungkin

Finroll.com – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta, debat capres-cawapres yang akan digelar malam ini bisa berjalan natural dan apa adanya. Ia pun berharap agar tiap kandidat pasangan menjadi diri sendiri.

“Iya natural saja. Karena bagaimana pun juga rakyat ingin melihat pemimpinnya 5 tahun ke depan adalah sebagaimana adanya. Tidak jadi orang lain,” ujarnya di kompleks parlemen Senayan, Kamis (17/1).

Ia menambahkan, debat yang akan dilakukan tidak bisa diarahkan dan sangat tergantung dari karakter masing-masing individu pasangan calon.

“Perdebatan dalam suatu acara antara si A dan si B itu harus natural. Tidak bisa di arah-arahkan. Sangat tergantung kepada individunya masing-masing, kalau dia seorang penyerang pasti akan tunjukan gaya penyerangan dalam perdebatan,” paparnya.

“Tapi kalau memang gaya defensif, atau gaya yang santun ya pasti akan mengarahkan apapun pertanyaan yang diarahkan, jawabannya akan soft,” sambungnya.

Baca Lainnya: Biar Rileks, Prabowo-Sandiaga Disarankan Makan Enak dan Nyanyi-nyanyi

Dirinya pun berkelakar jika debat dilakukan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, prosesnya pasti lebih seru karena keduanya bertipe penyerang.

“Beda kalau Fadli Zon sama Fahri Hamzah, pasti seru karena dua-duanya stylenya penyerang,” lanjutnya seraya bercanda.

Ia pun berharap pasangan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga mampu menyampaikan visi misi berkaitan tema debat hari ini, dengan jelas dan utuh.

“Kita harapkan masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh, runtut, kemudian juga memberikan wawasan bagaimana peta jalan hukum ke depan, pemberantasan korupsi, dan mengatasi terorisme,” pungkasnya.

Sumber: Detik

Continue Reading

Politik

Visi Misi Dua Paslon Dinilai Masih Minim Imajinasi Soal HAM, Kenapa?

Published

on

Visi Misi Dua Paslon Dinilai Masih Minim Imajinasi Soal HAM, Kenapa?

Finroll.com – Jelang debat Pilpres 2019 esok, komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menyorot visi misi pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ia menilai visi misi yang ditetapkan oleh kedua paslon masih terlalu teknis dan minim imajinasi terkait HAM. Sehingga nilai-nilai dasar HAM pun jadi kurang menonjol.

“Dua-duanya sama miskin imajinasi soal HAM. Dalam visi misi ini melompat pada program teknis. Programnya itu apa? Enggak ada orientasi,” ujarnya dalam diskusi di kantor Kode Inisiatif, Rabu (16/1).

Baginya, kedua pasangan kandidat saat ini tidak memiliki arah jelas dalam langkah penegakan HAM. Ia pun khawatir jika debat Capres esok hanya akan berbicara seputar kasus pelanggarannya saja, tanpa ada solusi konkrit yang jelas.

Baca Lainnya: Berharap Pengusutan Kasus Novel Baswedan Kepada Dua Paslon

“Kita kehilangan orientasi HAM, kita mau kemana. Kalau debat capres bicara kasus jadi remeh temeh. Ada yang atur institusinya untuk selesaikan. Dari selesaikan kasus mau kemana itu enggak ada,” sambungnya.

Iklim demokrasi di Indonesia menurutnya tidak akan beralih ke fase yang lebih baik, apabila sisi HAM masih dinomerduakan.

Ia menilai demokrasi di Indonesia tak akan mengalami perbaikan bila HAM tidak diutamakan. Penguatan HAM tidak terlihat dalam visi misi Capres karena menurutnya menyerupai program Bapppenas.

“Kalau begini saja ya demokrasi gini terus. Yang muncul di visi misi program Bappenas bukan Presiden. Presiden itu mestinya implementasi konstitusi bukan bangun jembatan,” tutupnya.

Sumber: Republika

Continue Reading

Politik

Biar Rileks, Prabowo-Sandiaga Disarankan Makan Enak dan Nyanyi-nyanyi

Published

on

Biar Rileks, Prabowo-Sandiaga Disarankan Makan Enak dan Nyanyi

Finroll.com – Debat pilpres 2019 sesi satu akan dilakukan beberapa jam lagi. Persiapan kedua pasangan calon untuk menghadapi debat pun makin disempurnakan.

Ditengah segala hiruk pikuk debat capres-cawapres, Ketua Dewan Penasihan BPN Prabowo-Sandi sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pun menyarankan, agar Prabowo-Sandiaga agar lebih rileks. Supaya pada saat debat bisa tampil dengan maksimal dan tidak tegang.

“Kalau saya, masukannya santai-santai, nyanyi-nyanyi, istirahat, makan enak, ngobrol, kumpul keluarga,” ujarnya ketika ditemui awak media di komplek parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/1).

Ketika ditanya mengenai persiapan khusus paslon nomor dua jelang debat, Zulkifli mengatakan tidak ada persiapan khusus bagi pasangan Prabowo-Sandi. Keduanya pun diakui Zulkifli sudah sangat siap menghadapi debat.

“Sudah siap 100 persen,” tegasnya.

“Yang biasa dipikirkan, yang biasa disampaikan kepada publik, jadi persiapannya biasa saja. Yang penting sehat gitu,” sambungnya.

Di sisi lain, anggota BPN Prabow-Sandi Habiburokhman menambahkan jika paslon nomor urut dua sudah siap lahir batin menghadapi debat pilpres esok.

Baca Lainnya: Jelang Debat Capres, TKN Jokowi Bekali Gimik Politik Untuk Ma’ruf Amin

“Kami pastikan Pak Prabowo dan Bang Sandi siap lahir batin jelang debat capres perdana besok. Beliau tidak menyiapkan strategi atau trik khusus,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (16/1).

Ia pun menyinggung kubu capres petahana Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, Jokowi-Ma’ruf lebih di bebani soal evaluasi kerja pemerintahan selama menjabat.

“Kondisi sebaliknya mungkin ada di kubu sebelah. Sebaik apa pun tawaran visi, misi, program mereka, rakyat pasti lebih dulu menuntut evaluasi kerja mereka,” sebutnya.

“Mereka harus jelaskan apakah benar hukum sudah di tegakkan dengan adil. Mengapa korupsi masih marak terjadi. Termasuk OTT beruntun di dua kementerian,” imbuhnya.

Sumber: Detik

Continue Reading
Advertisement

Trending