Connect with us

Nasional

Bertemu Para CEO, Moeldoko Tekankan Optimisme Dan Stabilitas Politik – Ekonomi

Published

on


Moeldoko

Perkembangan industri bisnis di Indonesia berlangsung sangat pesat seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, pemerintah meyakinkan para pengusaha dan investor untuk tetap optimistis terhadap kondisi perekonomian yang didukung dengan berbagai regulasi untuk mendorong terus membaiknya iklim bisnis.

Finroll.com – Pernyataan itu disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menggelar pertemuan dengan para CEO di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Senin, 11 Februari 2019. Pada kesempatan kali ini Moeldoko berterima kasih kepada seluruh tamu undangan yang menyempatkan diri untuk hadir dan bertukar pikiran terkait kondisi dunia usaha dan iklim ekonomi di Indonesia.

Disampaikan pula bahwa pemerintah Indonesia mempunyai 10 destinasi pariwisata baru yang dilengkapi dengan berbagai sektor pendukung lainnya, seperti stabilitas ekonomi dan politik serta akses infrastruktur.

“Dengan tumbuh suburnya investasi disertai pengembangan skill sumber daya manusia, maka akan membuat tenaga kerja di Indonesia dapat menjadi maju ke pasar global,” kata Moeldoko.

Panglima TNI 2013-2015 ini juga menegaskan, pemerintah pusat berusaha mempermudah investasi dan perizinan usaha baru dengan mencetuskan sistem Online Single Submission (OSS) yang digagas Presiden Jokowi.

“Kita optimistis stabilitas ekonomi kita akan cukup bagus karena saat ini pencapaian kita juga baik. Selain itu, kita akan berusaha keras membangun fondasi yang kuat untuk memajukan sumber daya manusia di Indonesia,” ungkap Moeldoko.

Lebih dari 35 eksekutif perusahaan hadir dalam pertemuan ini, antara lain Direktur Utama Sogo Group Handaka Santosa, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Dewi Motik Pramono, Stephanus Rainier dari JNE, motivator Andrie Wongso, CEO Remaja Sukses Group, CEO REN Property Mandiri Ruby Herman dan Direktur PT Total Mandiri Selaras Nova Grace.

Moeldoko menyatakan bahwa acara ini merupakan pertemuan rutin untuk membahas permasalahan dunia usaha, sehingga para pebisnis dapat memberikan kritik dan saran bagi kinerja pemerintah yang lebih baik.

Beberapa masukan muncul, misalnya dari Direktur Mega Anugerah Pangestu Max Adjie Pangestu yang bergerak di bidang kesehatan. Ia berharap pengurusan sertifikasi dan izin edar alat kesehatan dapat dipermudah oleh Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, Handaka Santosa mengungkapkan, para pengusaha sangat menghargai upaya maksimal yang sudah dilakukan pemerintah sehingga bisnis retail dapat terus berkembang.

“Kita tahu bahwa lima puluh persen lebih dari pertumbuhan ekonomi kita didorong dari konsumsi domestik, termasuk retail tradisional dan retail modern. Karena itu, perlu ada perhatian ‘lebih’ untuk mencari cara agar penjualan di retail dapat meningkat lagi,” kata Penasehat Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) ini.

Cara-cara itu menurut Handaka antara lain dengan meningkatkan minat belanja wisatawan asing yang saat ini lebih memilih berbelanja produk yang sama di Singapura, Bangkok atau Tokyo, daripada berbelanja di Indonesia.

“Angka kunjungan wisata sudah naik jumlahnya dari 7 juta menjadi 16 juta turis setahun,namun mereka hanya menikmati wisata alam,tinggal di hotel dan kuliner, namun sangat kecil utk berbelanja. Apa penyebabnya?” kata Handaka.

Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) ini memaparkan, fenomena itu terjadi karena minimum transaksi untuk mendapat ‘VAT Refund’/Tax Refund di Indonesia sangat tidak menarik jika dibandingkan dengan negara tetangga, misalnya di Singapura sebesar S $ 100 (setara Rp 1,2 juta), Jepang ¥ 5000 (setara Rp 700.000), Inggris £ 50 (setara Rp 1 juta).

“Sedangkan di Indonesia nilai tax refund sebesar Rp 5 juta, alangkah baiknya jika dapat diturunkan jadi Rp 1,2 juta,” kata Moeldoko.

Moeldoko mengatakan, Kantor Staf Presiden membuka pintu bagi masyarakat siapapun untuk memberikan aspirasi melalui program ‘KSP Mendengar’.

“Berbagai masukan ini akan kami sampaikan kepada Presiden Jokowi untuk ditindaklanjuti dan dicarikan solusi ke depannya,” katanya.

Nasional

Tembus 8 % Versi Hitung Cepat, 2 Hal Ini Penyebab Suara PKS Naik

Published

on

Tembus 8 % Versi Hitung Cepat, 2 Hal Ini Penyebab Suara PKS Naik

Finroll.com – Hasil hitung cepat atau quick count sementara di sejumlah lembaga survei menunjukkan bahwa Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) mampu mencapai angka 8 persen. Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno menilai ada dua faktor yang menjadi alasan naiknya suara PKS.

“Pertama posisi PKS yang konsisten berada di barisan depan kubu oposisi pemerintah,” ujar Adi saat dihubungi, Kamis, 18 April 2019.

Perolehan suara PKS pada Pemilu 2019 ini diprediksi naik dibandingkan pemilu sebelumnya. Pemilu 2014, PKS meraih suara 6,79 persen.

Menurut Adi, PKS dan Partai Gerindra mendapat berkah elektoral karena berada di kelompok posisi. Akan tetapi, dua partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat tidak mendapatkan berkah yang sama. Alasannya, kata Adi, kedua partai itu setengah hati mendukung pasangan nomor urut 02.

Adi menilai, meski PAN dan Demokrat kerap mengkritik kinerja pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi, tetapi di sisi lain mereka juga acap kali menunjukkan berpihak ke pemerintah. “Nah, kalau PKS tidak begitu. PKS ambil garis yang cukup tegas dengan pemerintah,” tutur Adi.

Ia menambahkan, faktor kedua yang membuat PKS meraup suara banyak karena sebagian besar pemilih Islam yang tergabung dalam Persatuan Alumni 212 merupakan pendukung paslon 02. Sehingga, di mata pemilih Islam, PKS pun bukan hanya partai yang dianggap murni menentang pemerintah.

“Mereka juga melihat PKS memiliki warna Islam yang serupa. Muslim perkotaan, kelompok terpelajar,” kata Adi.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat saat ini, PKS mendapatkan suara sekitar 8-9 persen. Quick count Litbang Kompas menunjukkan PKS mendapat suara 8,56 persen, Indo Barometer mencatat PKS meraup 9,66 persen, dan LSI Denny JA merilis PKS memperoleh 8,04 persen.

Continue Reading

Nasional

Suara PPP di Pemilu 2019 Anjlok, Efek Romy Kena OTT?

Published

on

Suara PPP di Pemilu 2019 Anjlok, Efek Romy Kena OTT?

Finroll.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) selangkah lagi akan kembali melenggang ke Senayan. Hal ini sebab, dari hasil quick count, sejumlah lembaga survei memastikan perolehan suaranya sudah di atas ambang batas parlemen 4 persen. Seperti hasil yang dirilis Poltracking Indonesia PPP memperoleh 4,48 persen dari suara masuk 99,30 persen; Charta Politika 4,82 persen dari suara masuk 98,6 persen; LSI Denny JA 4,34 persen dari suara masuk 99,7 persen.

Menanggapi hal ini, Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan, dirinya sudah meyakini sejak awal jika prediksi partainya tidak akan lolos akan salah. Menurutnya, kinerja mesin partai terus bergerak, ditambah PPP sudah teruji di 10 pemilu. Hal itu membuat keyakinan muncul di pemilu 2019 PPP juga akan kembali lolos.

“Para caleg bekerja maksimal dan pemilih tradisional PPP masih bertahan, serta kita juga menjangkau pemilih baru. Meskipun PPP kena musibah tapi kami masih bisa keluar dari kemelut,” ujar Baidowi, Kamis (18/4).

Ditangkapnya Romahurmuziy memang diakui Baidowi menjadi musibah partai. Namun, dengan segala upaya PPP tetap bisa keluar dari kesulitan itu.

Meski begitu, PPP masih memiliki catatan minor, mengingat perolehan suaranya turun dari hasil pemilu 2014. Di mana dari hasil hitung resmi KPU kala itu PPP memperoleh 6,53 persen.

Fakta ini dikatakan Baidowi akan menjadi bahan evaluasi. Ia pun berharap agar pemilu presiden dan pemilu legislatif agar tidak berlangsung bersamaan.

“Harus diakui sistem pemilu turut berpengaruh yakni dengan pemilu serentak membuat kinerja parpol banyak yang tenggelam,” pungkasnya.

Namun, Baidowi menilai, jika pemilu tetap berjalan serentak, maka harus ada peninjauan aturan presidential threshold. Supaya persaingan tidak hanya terfokua pada dua pasangan calon seperti pemilu 2019.

Terpisah, pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan, PPP mampu keluar dari musibah besar, yaitu tertangkapkanya mantan Ketua Umumnya, Romahurmuziy satu bulan sebelum pencoblosan. Meski ada ganjalan itu, mesin partai ini tetap bekerja dan memperoleh suara untuk bertahan di Senayan.

“PPP memiliki infrastruktur politik yang baik hingga tingkat daerah. Mesin partainya pun bekerja, sehingga walaupun mendapatkan musibah menjelang pemilu berlangsung, partai ini masih tetap eksis di Pemilu kali ini,” kata Adi.

Adi menilai, lembaga survei sebelum Pemilu seringkali gagal membaca kekuatan partai Islam seperti PPP yang hanya dilihat di permukaan. Sehingga terlihat PPP akan gagal bertahan di parlemen. Padahal anatomi kekuatan politik PPP itu terletak di Caleg dan jaringan struktur yang terbangun masif cukup lama.

“Mungkin saat disurvei, kekuatan caleg dan jaringan belum terpotret utuh sehingga data yang muncul tidak utuh. Dan hampir tiap pemilu lembaga survei selalu gagal memprediksi partai Islam macam PPP yg selalu diklaim tak lolos. Survei-survei sepertinya harus mengevaluasi akurasi survei mereka,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa PPP memiliki akar masa lalu yang cukup kuat. Sejarahnya bisa dilacak sejak bangsa ini ada. Maka jaringan grass root-nya kuat.

Continue Reading

Nasional

Panwascam Dikeroyok Masa Pendukung Caleg, Kotak dan Surat Suara Dibakar

Published

on

Panwascam Dikeroyok Masa Pendukung Caleg, Kotak dan Surat Suara Dibakar

Finroll.com – Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Daerah pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Jambi dikeroyok masa yang diduga pendukung salah satu calon legislatif (Caleg) dari dapil II kota sungai penuh.

Seperti dilansir laman viva, Kamis (18/4), Peristiwa itu terjadi di area TPS 2, Desa Kota Bento, Kecamatan Pesisir Bukit, pukul 01.00 WIB, Kamis, 18 April 2019. Saat itu Suardi tengah bertugas sebagai Panwascam.

Menurut Ketua Bawaslu Sungai Penuh, Jumiral Lestari, saat itu Suardi bersama tiga staf Panwascam mendatangi TPS 2, karena diduga ada warga yang berbuat onar di sana dan memprovokasi massa untuk membakar kotak suara.

“Nah, pada saat Suardi mengeluarkan HP (handphone) untuk merekam, tiba-tiba ada yang memukul dan terjadilah pengeroyokan dan penganiayaan,” kata Jumiral.

Jumiral mengaku langsung ke lokasi kejadian dan melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi, sekalian mengantar Suardi ke rumah sakit terdekat untu visum. Aparat lain Bawaslu bersama Polisi segera mengamankan lokasi penganiayaan itu.

Massa yang belum diketahui identitasnya itu juga membakar kotak suara dan surat suara di tiga TPS. Belum diketahui pasti motifnya, dan aparat masih menyelidiki peristiwa ini.

Continue Reading
Advertisement

Trending