Connect with us

Fashion

Berlian Pink Legacy Yang Dijual Seharga Rp700 Miliar

Published

on


Berlian Pink Legacy

Finroll.com – Baru-baru ini rumah lelang Christie di Jenewa, Swiss memecahkan penjualan sebuah berlian merah muda. Berlian merah mudah bernama Berlian Pink Legacy ini dilepas dengan harga US$50juta atau lebih dari Rp700 miliar.

“Anda harus mengakui pertama bahwa berlian Pink Legacy adalah berlian yang sangat istimewa. Ini adalah satu dari contoh terbaik dari berlian merah muda pada ukuran dan warna dan ini dibuktkan dengan rekor dunia baru untuk penjualan per karat,” ujar Rahul Kadlaka,

Menurut Kadlaka, berlian ini dibeli oleh label prestisius Amerika, Harry Winston. Si berlian pun akan berganti nama menjadi Winston Pink Legacy.

Berlian Pink Legacy

Berlian dengan kadar 18,96 karat ini pun dikategorikan sebagai ‘fancy vivid’. Sebutan ini disematkan berkat intensitas warna yang dimilikinya. Jarang ada berlian yang menyandang gelar ini. Hanya 1 dari 100ribu berlian.

Di sisi lain, Eddie LeVian, CEO dari label perhiasan Le Vian mengakui bahwa rekor penjualan ini menandakan bisnis berlian dalam kondisi yang baik.

“Ini pertanda sensitivitas pasar mendekati penutupan tambang berlian di Argyle, Australia pada 2020. Dengan Argyle yang memproduksi 90 persen berlian pink untuk dunia, coba berapa nilai berlian ini lima tahun dari sekarang?” kata dia dalam sebuah pernyataan resmi yang dilihat Finroll.com dari laman CnnIndonesia.

Pink Legacy memecah rekor dengan tingginya harga per karat yakni US$2,637 juta atau lebih dari Rp38 miliar. harga tertinggi sebelumnya dipegang oleh Pink Promise dengan harga US$2,176juta per karat atau lebihd ari Rp32 miliar.

Sementara itu, Christie tidak melakukan identifikasi terhadap pemilik terakhir berlian. Namun berlian ini pernah dimiliki oleh keluarga Oppenheimer yang menjalankan perusahaan pertambangan berlian De Beers selama tiga generasi.

Sebelumnya pada 2017 sebuah berlian bernama Pink Star terjual di rumah lelang Sotheby, Hong Kong dengan harga US$71,2juta atau lebih dari Rp1 triliun. Berlian 59,6 karat ini merupakan berlian termahal dan terbesar yang pernah dilelang di sana.

Advertisement

Fashion

Fashionlink x #BLCKVNUE Suarakan Kepedulian Pada Lingkungan

Published

on

Finroll.com — Curated multibrand pop up store yang digagas Jakarta Fashion Week Fashionlink x #BLCKVNUE telah menginjak tahun ketiga. Toko berukuran 738 meter persegi yang menampung puluhan label desainer nasional berbakat itu senantiasa menjalankan misi mulia, tidak hanya untuk industri mode, namun juga untuk tujuan-tujuan Iain yang setiap tahunnya dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan misi-misi sosial.

Berlokasi diIantai dua pusat perbelanjaan bergengsi Senayan City. juga pernah mengumpulkan donasi untuk pusat satwa terlantar sebagai misi pilihannya.

Digandeng Savana Furniture dan didukung oleh WWF-Indonesia, Fashionlink x #BLCKVNUE meluncurkan program “Fashion Habitat”.

‘Fashionlink x #BLCKVNUE memang selama ini berperan juga sebagai community center untuk komunitas Jakarta Fashion Week.

“Jadi saat dltawarkan sebuah konsep Instalasi yang juga bisa meningkatkan interaksi dengan pengunjung kami sangat tertarik, apalagi instalasi ini  juga dapat dlkaitkan dengan sebuah tujuan baik, yaitu konservasi satwa.” ujar Lenni Tedja, Director Jakarta Fashion Week.

lnstalasi interaktif ini terdiri atas tiga sosok hasil kreasi desainer muda Hendro Hadinata. yaitu Badak Jawa (Rhinoceros sondalcus) Harimau Sumatera (Panthera tigris sondaica), dan Hiu Paus (Rhmcodon typus).

“Proyek ini saya namakan NUR PrOJect. sebuah art installation project yang dengan tujuan mengikis ketidak pedulian atau kurangnya rasa ingin tahu masyarakat terhadap fauna terancam punah.

Harapannya, melalui Objek yang kekinian seperti ini, kepedulian masyarakat dapat terpanggil untuk kemudian menjadl tindakan nyata untuk perlindungan satwa,” ungkapnya.

Diwujudkan oleh Savana Furniture koleksi ini menempati beberapa area di Fashionlink x #BLCKVNUE sepanjang  bulan Juli  dan Agustus 2019 ‘Savana adalah produsen high and furniture upholstery merupakan salah satu spesialisasi kami Sejak  tahun 2000.

Kami terus berkembang, dari pembuatan sofa, lalu loose furniture, hxed furniture kini kami merambah ke instalasi seni.

Proyek ini bagi kami sangat menarik. misalnya badak yang struktumya terinspirasi baju zebra, harimau dan hiu paus yang menggantung ringan dan plywood membuat kami mengeksplorasi banyak bentuk-bentuk baru.

Semoga karya kami dapat menunjang program JFW dan WWF-lndonesia dalam melestarikan satwa Iangka.” ungkap Kanti Panjanan dari Savana Furniture

“Setelah melihat instalasinya. kami langsung menghubungl berbagai mitra dan komunitas. WWFIndonesia langsung memberikan dukungannya untuk program Ini dan beberapa rekan-rekan key opinion leaders juga akan membantu mempromosikan program yang mengundang kesadaran pecinta fashion untuk juga menunjukkan kepeduliannya pada satwa yang terancam punah di media sosial Sebagai langkah nyatanya.

kami akan mendonasikan Rp. 20.000 per transaksi yang dilakukan dl Fashionlink x #BLCKVNUE selama periode program ke WWF-lndonesia.” imbuh Lenni Tedja

“WWF-lndonesia menyambut baik langkah inovatif dalam menggabungkan industri kreatif dan konservasi. Kolaborasi fashion. interior design serta seni instalasi dan konservasi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku industri dan peminat produk industri kreatif akan pentingnya penerapan praktik bisnis yang berkelanjutan di Indonesia.

Praktik bisnis yang berkelanjutan sendiri adalah sebuah konsep yang mengedepankan kualitas produk yang diintegrasikan dengan proses produksi yang ramah lingkungan. selaras dengan alam serta memastikan gaya hidup kita tidak membahayakan orang lain,” kata Ade Swargo Mulyo, Direktur Kemitraan WWF-Indonesia.

Ade juga menambahkan, “Praktik-praktik berkelanjutan tidak hanya mengusung semangat ‘ramah lingkungan’ namun erat kaitannya dengan menjawab berbagai tantangan Iainnya seperti kemiskinan. konsumsi. masyarakat dan kesehatan.

Kami meyakini, pelaku dan konsumen industri kreatif dapat berperan dalam pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati untuk mencapai kesejahtraan bersama.(red)

Continue Reading

Fashion

3 Dekade, Anne Avantie Berkarya Dengan Cinta

Published

on

Finroll.com – Bagi perancang busana kebaya Tanah Air, Anne Avantie, sebuah karya tidak lekang oleh waktu termasuk rancangan kebaya. Memasuki tiga dekade berkarya, Anne mengaku tetap setia berkarya dengan rasa cinta.

Tahun ini ke-30 tahun saya berkarya dan harus memberikan lebih inspirasi. Karya harus ada cinta sehingga karya yang kita buat hidup,” kata Anne saat ditemui di Bogor.

Menurutnya apabila berkarya tanpa cinta maka karya bisa terasa hampa nilai. Sedangkan dengan cinta, apapun menjadi terasa mudah dan bisa menginspirasi.

Seiring bergulirnya waktu, perkembangan kebaya tidak tertelan zaman. Kebaya semakin digemari baik kaum tua dan muda. “Kebaya tetap mengalami inovasi dan tua muda pakai semua,” tambahnya.

Anne Avantie telah menunjukkan ketertarikan dalam dunia mode sejak kecil. Dia sering membuat kostum panggung untuk grup vokal dan tari di sekolah hingga berbagai ajang hiburan remaja lainnya di Solo.

Anne memulai kariernya sebagai perancang busana sejak 1989. Tempat usaha pertamanya itu diberi nama Griya Busana Permatasari. Anne memiliki butik di beberapa mal. Karyanya juga dijual sebagai hasil karya UKM.

Continue Reading

Fashion

Yuk Intip Cara Merawat Tas Kulit!

Published

on

Keterangan foto : Ilustrasi tas kulit

 

Finroll.com – Sebuah tas kulit memang sangat tergantung cara kamu memperlakukan dan merawat tas tersebut, juga dapat memengaruhi usia tas tersebut. Terutama tas kulit yang rentan rusak dan berubah warna. Jangan khawatir, jika kamu merawatnya dengan benar, tas kulit kamu bakal awet dan akan selalu terlihat seperti baru. Ikuti cara merawat tas kulit berikut agar awet dan tahan lama.

 

Disaat kamu membeli tas baru, biasanya kamu akan mendapatkan dust bag, yaitu sebuah kantong pembungkus tas yang berfungsi untuk melindungi tas dari debu dan kotoran lain saat disimpan. Biasanya dust bag disertakan pada tas yang terbuat dari bahan kulit.

 

Jadi, jangan buang dust bag ini, karena kamu memerlukannya untuk membungkus tas kulit kesayanganmu. Tapi ingat, jangan terlalu lama menyimpan tas di dalam dust bag. Kamu tetap perlu mengeluarkan tas kamu untuk mendapatkan udara agar tidak terlalu lembap sehingga berjamur. Paling tidak dua minggu sekali kamu perlu mengeluarkan tas kamu dari dust bag.

 

Tas kulit yang jarang dipakai, mudah berubah bentuknya, apalagi tas kulit yang berukuran besar. Jika kamu meletakkannya di lemari dan tertindih oleh tas atau barang lain, maka bisa timbul lipatan atau bentuknya sudah tidak lagi seperti ketika kamu pertama membelinya. Karena itu, kamu perlu mengisi tas dengan bubble wrap atau bisa dengan kain bekas, kertas, plastik, dan sebagainya, untuk menjaga agar bentuk tas kamu tetap terjaga dengan baik. Apalagi bila tas kamu berbentuk konstruktif.

 

Pasalnya tas bukan hanya menjadi alat yang berfungsi membawa barang yang kita butuhkan saat bepergian. Tas juga menjadi pelengkap fesyen, pernyataan fesyen, bahkan tas-tas desainer dengan harga ratusan hingga puluhan ribu dolar sering kali bertujuan menaikkan status sosial penggunanya.

 

Yuk intip tips cara merawatan tas berbahan dasar kulit, :

1. Jangan pernah memegang tas Anda dengan tangan kotor

Tas berbahan dasar kulit dikenal bisa menyerap lemak dan minyak. Jika Anda harus menyentuh tas kulit Anda dengan tangan yang kotor, segera seka permukaan tas yang terkena minyak/kotoran dengan lap lembab yang bersih.

 

Berhati-hatilah untuk tidak membiarkan lap terlalu basah karena air yang terlalu banyak akan membuat permukaan kulit tas basah yang membutuhkan waktu lama untuk kembali kering.

 

2. Ketahui bahan dasar kulit yang digunakan sehingga Anda bisa memutuskan perawatan yang tepat

Kebanyakan tas berbahan dasar kulit menggunakan pewarna tumbuhan yang seiring waktu memudar dan juga larut saat terkena air. Jenis kulit buaya seperti yang sering digunakan tas-tas high end misalnya mudah rusak oleh air sehingga membutuhkan perawatan spesialis.

 

3. Bersihkan tas Anda setiap kali selesai dipakai

Gunakan prinsip sederhana: hilangkan kotoran setiap kali Anda melihatnya dan bersihkan tas sebelum Anda menyimpannya. Tas-tas dengan label kelas dunia seperti Coach dan Bally biasanya memiliki roduk perawatan tas yang bisa Anda gunakan untuk merawat tas kesayangan Anda.

 

Jangan melewatkan untuk membersihkan bagian besi/hardware-nya untuk menghindari kekusaman pada bagian ini dan gunakan kondisioner khusus kulit sebelum Anda menyimpan tas ini.

 

4. Jangan gunakan jins baru bersama tas Anda yang berwarna cerah dan pastikan pulpen Anda tertutup rapat

Anda tentu kesal saat menyadari jins yang Anda gunakan mengakibatkan noda pada tas Anda. Sebelum ini terjadi, ketahuilah bahwa noda akibat pewarna jins yang terkena ke kulit tas adalah salah satu jenis noda yang paling sulit untuk dibersihkan.

 

Jadi, hindari menggunakan jins warna gelap (apalagi baru) saat Anda menggunakan tas berwarna cerah. Pulpen yang bocor atau lipstik yang tidak tertutup rapat juga bisa jadi sumber masalah. Pastikan penutup pulpen Anda terpasang erat dan amankan semua peralatan yang berisiko di dalam tempat terpisah sehingga bagian dalam tas Anda tetap terlindungi dari noda.

 

5. Simpan tas Anda di tempat yang tepat

Untuk menghindari warna kulit yang memudar dan kerusakan pada bahan kulit, hindari ruangan yang panas dan terkena sinar matahari langsung. Panas bisa membuat kulit mengering dan mengakibatkan permukaan kulit terpecah-pecah.

 

Cara terbaik merawat tas Anda adalah membersihkannya sekali dalam 2 atau 3 bulan. Letakkan tas dalam dustbag dan isi bagian dalam tas sehingga tas Anda tidak mengalami perubahan bentuk. Jangan lupa untuk memasukkan silica gel untuk menghindari kelembaban berlebih yang bisa membuat tas Anda berjamur. (red)

Continue Reading
Advertisement

Trending