Connect with us

Science & Technology

Berikut 4 Langkah Cara Merawat Sensor Fingerprint Smartphone Anda!

Published

on


Smartphone

Teknologi smartphone saat ini sudah semakin berkembang. Jika dulu hanya bisa memasukan PIN atau kode pola untuk membuka ponsel yang terkunci. Kini pengguna dapat dengan mudah melakukan hal tersebut dengan fingerprint yang membuat ponsel otomatis terbuka.

Bahkan saat ini fingerprint tak hanya berada di belakang ponsel, ada yang di samping dan di dalam layar. Seperti dilihat dari laman Okezone, berikutbeberapa tips agar Anda mampu merawat fingerprint, seperti dilansir dari berbagai sumber.

  1. Jangan Menggunakannya saat Tangan Basah

Saat pertama kali mendaftarkan jari Anda pastikan tangan Anda tidak basah, begitu juga seterusnya tiap kali Anda mengoperasikan fingerprint. Seperti diketahui barang elektronik memang rentan rusak saat terkena air.

Terlebih lagi saat kondisi hujan disarankan untuk tidak menggunakan ponsel karena akan mengenai fingerprint. Ini mampu membuat fingerprint kehilangan fungsi atau konslet.

  1. Jangan Daftarkan Banyak Jari

Seperti diketahui fingerprint dalam ponsel mampu mendukung beberapa jari untuk akses ponsel. Meskipun demikian hal tersebut tak dianjurkan untuk dilakukan.

Hal ini lantaran, setiap sidik jari yang Anda daftarkan akan disimpan di memori ponsel. Ini akan membuat ponsel menampung data yang tidak penting.

  1. Jangan Iseng

Selain mendaftarkan dengan jari, fingerprint juga memungkinkan Anda memindai bagian badan lain yang dilapisi kulit seperti telinga, hidung, dan bibir. Namun tak dianjurkan untuk melakukan hal tersebut, pasalnya fingerprint bisa terjadi malfungsi.

  1. Jangan Terkena Benda Tajam

Tips terakhir adalah jangan sampai menggoreskan benda tajam ke fingerprint. Hal ini lantaran mampu membuat fingerprint scanner tidak berfungsi dan tidak mengenali jari Anda.

Science & Technology

Vivo Y3 Hadir dengan Tiga Kamera Belakang dan Baterai 5.000mAh

Published

on

By

Finroll.com – Y3 yang pekan lalu bocorannya beredar di ranah maya, kini akhirnya telah dirilis secara resmi. Salah satu keunggulannya, smartphone ini memiliki tiga kamera belakang.

Dilansir GSM Arena, Rabu (22/5/2019) Vivo Y3 dilengkapi tiga kamera belakang dengan kombinasi 13MP (f2.2), 8MP untuk wide-angle (f/2.2), dan 2MP depth sensing (f/2.4). Kemudian, kamera depannya memiliki resolusi 16MP, yang letaknya berada di dalam notch di bagian atas layar.

Selain itu, Y3 memiliki layar LCD 6,35 inci dengan rasio layar ke bodi 89 persen. Resolusi layarnya 1.544 x 720 piksel.

Smartphone dengan baterai 5.000mAh ini mendukung Dual-Engine Fast Charging 18W.

Fitur lainnya termasuk, pemindai sidik jari di bagian belakang bodi, face unlock, asisten digital berbasis AI bernama Jovi, Easy Mode, dan mode eSports Game Cube.

Vivo Y3 hadir dengan pilihan warna Peacock Blue, Peach Pink, dan Ink Blue. Smartphone ini diual dengan harga berkisar USD 216 atau Rp 3 jutaan di Tiongkok melalui situs e-commerce JD.com. Selain itu, juga dijual melalui toko online Vivo.

Berkenalan dengan Dedengkot Oppo, Vivo, OnePlus, dan Realme

Sekitar 10 tahun belakangan, merek smartphone Tiongkok tak hanya jadi raja di negerinya, tetapi juga di sejumlah negara berkembang. Misalnya saja smartphone dengan merek Oppo, Vivo, OnePlus, hingga Realme. Siapa sangka, keempatnya hadir dari asuhan satu perusahaan induk yang sama, BBK Electronics Corp.

Perusahaan ini sudah berusia 24 tahun dan bermarkas di Dongguan, Tiongkok. Kota tersebut kini jadi salah satu rantai pasokan elektronik terbesar dan tercanggih di dunia di balik berbagai smartphone global.

BBK Electronics Corp sendiri dipimpin oleh miliarder, investor, sekaligus filantropis Tiongkok, Duan Yongping.

Menurut laporan South China Morning Post, Pria berusia 58 tahun ini bahkan disebut sebagai ayah baptisnya merek-merek smartphone Tiongkok.

Pasalnya dia mengembangkan dua merek smartphone global Oppo dan Vivo, yang kini berkompetisi dengan Samsung, Apple, LG, hingga Huawei. Tidak cuma Oppo dan Vivo, OnePlus dan Realme juga ada di bawah BBK.

Miliarder Tiongkok ini, berdasarkan wawancara Bloomberg pada 2017, merupakan investor awal di Pinduoduo yakni sebuah e-commerce terbesar ketiga di Tiongkok. Pada 2018, kekayaan Duan mencapai US$ 1,5 miliar.

Dia tinggal di Palo Alto, California, bersama keluarganya. Duan dan sang istri, Liu Xin, memiliki sebuah yayasan yang bertujuan mulia, yakni memberikan beasiswa kepada mahasiswa Tiongkok yang belajar engineering di Stanford University.

Continue Reading

Science & Technology

Efek Perang Dagang, Google Putus Kerjasama Dengan Huawei

Published

on

Efek Perang Dagang, Google Putus Kerjasama Dengan Huawei

Finroll.com – Google dikabarkan telah putuskan kerjasamanya dengan perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huawei.

Keputusan ini didasarkan pada perintah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang dengan tegas melarang perusahaan Tiongkok berdiri di Amerika.

Imbasnya, Huawei kehilangan dukungan terhadap update sistem operasi Android. Smartphone Huawei yang bakal diluncurkan di luar Tiongkok tidak akan bisa menikmati layanan aplikasi Google seperti Gmail dan Google Play.

Selain itu, Google juga bakal menghentikan dukungan teknis untuk Huawei, seperti yang dikutip dari laman Cnet, Senin (20/5/2019).

Pekan lalu, Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan ancaman musuh asing terhadap jaringan komunikasi, teknologi, dan layanan sebagai darurat nasional.

Perintah itu membatasi keterlibatan asing dalam jaringan operator nasional, diikuti dengan langkah Departemen Perdagangan Amerika yang menambahkan Huawei ke daftar hitam perdagangannya.

Alasan utama mengapa Amerika melakukan ini adalah karena Huawei punya keterikatan erat dengan pemerintah Tiongkok, dan Amerika takut kalau device Huawei digunakan untuk memata-matai negara. Huawei sendiri sudah membantah kalau produknya membahayakan.

source: liputan6

Continue Reading

Science & Technology

Samsung Luncurkan Smartwatch Galaxy Fit, Harga Mulai Rp 650 Ribu

Published

on

By

Finroll.com – Samsung meluncurkan smartwatch Galaxy Fit dan Galaxy Fit-e, jam pintar pelacak kebugaran yang tidak selengkap Samsung Gear namun sudah dilengkapi parameter dasar seperti detak jantung, denyut nadi, dll.

Jam pintar ini dijual US$ 45 (sekitar Rp 650 ribu) untuk Galaxy Fit-e dan US$ 100 (Rp 1,4 juta) untuk Galaxy Fit, demikian dikutip dari laman Gizmochina, Kamis, 16 Mei 2019.

Galaxy Fit e memiliki fitur layar PMOLED monokrom 0,74 inci. Layar ini menunjukkan waktu dan penghitung langkah, tetapi juga dapat menampilkan pemberitahuan dan acara kalender dari ponsel Anda. Menggunakan prosesor Cortex M0 dengan hanya 128KB RAM.

Selain itu, Galaxy Fit-e memiliki fitur deteksi gerakan otomatis, analisis tidur, dan pelacakan detak jantung, yang mengemas baterai 70 mAh dan bisa digunakan selama 10 hari dengan sekali pengisian daya. Dilengkapi pula pelacak detak jantung, ketahanan air 5ATM, berat hanya 15 gram dan Bluetooth 5.0.

Galaxy Fit memiliki layar 0,95 inci AMOLED berwarna. Seri Fit lebih besar dan beratnya 24 gram. Fungsi dan kelengkapan sama dengan seri Fit-e, namun batere Fit lebih besar yakni 120 mAH.

Continue Reading
Advertisement

Trending