Connect with us

Nasional

Bendera Tauhid Dibakar, Petisi Bubarkan Banser Beredar

Published

on


Ulah anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser), salah satu organisasi sayap Nahdlatul Ulama, membakar bendera warna hitam yang berlafaz tauhid membuat heboh publik. Kritikan dan kecaman mengalir tertuju kepada Banser.

Finroll.com — Protes keras pun muncul di media sosial. Kali ini, ada petisi yang mendukung pembubaran Banser. Warganet yang memulai petisi ini menyayangkan kelakuan oknum Banser di tengah fokus penanganan gempa Lombok, NTB dan Sulawesi Tengah.

“Seharusnya organisasi besar kepemudaan ormas NU ini berfungsi sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar, pelindung sesama muslim, menyebarkan kebaikan walau berbeda mazhab, menjaga ketauhidan,” demikian dikutip dari laman petisi di change.org, Selasa, 23 Oktober 2018.

Seperti di kutip dari Vivanews, petisi ini dibuat Shilvia Nanda, Selasa, 23 Oktober 2018, pukul 01.30 WIB. Petisi ini ditujukan kepada Presiden Jokowi, Menkumham Yasonna Laoly, dan Menteri Agama Lukman Hakim Syaefudin. Hingga pukul 10.44 WIB, petisi itu sudah ditandatangani lebih dari 4 ribu warganet. Berikut tautan petisi tersebut.

Merespons hal tersebut, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengatakan ada kekecewaan darinya terhadap kelakuan anggota Banser.

advertisement

Millennium Industrial Estate, Gudang Mutiguna Cikupa, Kawasan Indsutri Super, Bebas & Bebas Kuli, Penghuni Internasional. (021)-3916363

Millennium Industrial Estate, Gudang Mutiguna Cikupa, Kawasan Indsutri Super, Bebas & Bebas Kuli, Penghuni Internasional. (021)-3916363

“Saya menyayangkan atas kejadian tersebut meskipun sepenuhnya saya yakin anak-anak ini melakukan juga karena spontan tanpa ada rencana sebelumnya,” kata Gus Yaqut.

Terkait petisi yang menginginkan agar Banser bubar, Yaqut tak ingin menjawab banyak. Ia menyerahkan kasus ini sesuai koridor hukum. “Ikuti saja proses hukum,” katanya.

Pada Minggu, 21 Oktober 2018, anggota Banser di Garut ketika melakukan pembakaran sempat melantunkan lagu Hubbul Wathon Minal Iman.

Selain anggota Banser, saat peristiwa pembakaran terlihat beberapa orang santri yang mengenakan baju koko warna putih, peci hitam, dan sarung. Sebagian dari mereka juga tampak mengabadikan momen pembakaran bendera itu dengan ponsel. (Vivanews)

Nasional

Jalan Panjang MRT Jakarta, Ini Dia Penggagasnya

Published

on

By

Finroll.com – MRT Jakarta resmi beroperasi hari ini setelah sehari sebelumnya dioperasikan oleh Presiden Joko Widodo. Sekarang masyarakat dapat menikmati MRT Jakarta fase 1 rute Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia (HI) secara gratis.

Dalam sambutannya pada saat peresmian yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk beradaptasi dengan moda transportasi pertama di Indonesia ini.

Ia ingin masyarakat ikut serta dalam menjaga dan memelihara MRT. Kepala negara tak mau lagi mendengar masyarakat masih menerapkan budaya lama dalam menggunakan transportasi publik.

“Jaga agar tetap bersih, stasiun dan MRT-nya tidak kotor. Jangan buang sampah sembarangan. Budaya antre dan disiplin waktu,” kata Jokowi di lokasi peresmian.

Mimpi Indonesia memiliki sebuah kereta rel listrik cepat ini memang sudah lama. Rencana pembangunan MRT di Jakarta sesungguhnya sudah dirintis sejak 1985.

Namun, berdasarkan penelusuran redaksi yang dirangkum dari keterangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, desain proyek MRT baru dibuat pada medio 1995.

Pada sat itu, mantan Presiden RI ketiga BJ Habibie yang merancang dan menyusun sendiri dasar proyek MRT untuk rute Blok M. Pada saat itu, Habibie masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.

Meskipun di tahun yang sama, Soerjadi Soedirdja – Gubernur DKI Jakarta waktu itu – sudah membentuk unit manajemen khusus, pembangunan tak dieksekusi hingga di 1998. Rencana ini dilanjutkan kembali oleh Gubernur Sutiyoso.

Beberapa tahun tak ada progres perkembangan signifikkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2005 menetapkan MRT sebagai proyek nasional. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah pun mulai bergerak menindaklanjuti arahan presiden.

Di masa kepemimpinan Fauzi Bowo, pemerintah provinsi DKI Jakarta meneken naskah perjanjian penerusan hibah proyek MRT dari pemerintah pusat. Langkah tersebut, kembali ditindaklanjuti di 2011 oleh era kepemimpinan Jokowi sebagai gubernur Jakarta.

Di era Jokowi, lelang fisik MRT fase I dilakukan, komposisi pinjaman pun berubah. Tongkat estafet beralih ke Basuki Tjahaja Purnama, dan tanda-tanda proyek tersebut hadir di ibu kota makin terlihat jelas.

Di zaman Basuki yang akrab disapa Ahok itu, pembebasan lahan dilakukan dengan memberikan insentif kepada pemilik lahan demi proyek MRT di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kemudian di 2017, Djarot Saiful Hidayat menekan aturan mengenai PT MRT Jakarta sebagai operator utama pengelola kawasan TOD koridor Utara – Selatan Fase 1 MRT.

Akhirnya di era Anies Baswedan, masyarakat Jakarta bisa melihat MRT terwujud. Sebuah transportasi masal yang diharapkan menjadi jawaban tingginya mobilitas pekerja di ibu kota.

MRT akan mulai beroperasi hari ini Senin (25/3/2019) dan dapat dinikmati gratis dengan cara mengisi data di pintu. Baru kemudian MRT Jakarta beroperasi secara komersial pada 1 April 2019. Untuk kisaran tarifnya sendiri baru akan diumumkan pekan depan.

 

CNBC Indonesia

Continue Reading

Nasional

Kesan Presiden Jokowi Setelah Jajal MRT Untuk Kali Ketiga!

Published

on

Jajal MRT

Setelah beberapa kali menjajal moda raya terpadu (MRT) Jakarta, Presiden Joko Widodo memandang bahwa layanan transportasi massal terbaru tersebut sudah siap untuk dioperasikan.

Finroll.com – Meski demikian, terdapat sejumlah catatan kecil yang akan segera dibenahi demi kenyamanan dan keamanan para pengguna MRT. Presiden jajal MRT Fase I dengan rute Bundaran HI-Lebak Bulus bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo mendapatkan masukan dari penyandang disabilitas yang turut menjajal layanan transportasi tersebut.

“Tadi kita kan juga bersama-sama dengan kaum disabilitas. Masih ada komplain mengenai jarak antara kereta dengan platformnya. Masih terlalu lebar. Nanti itu bisa sedikit dibenahi,” kata Presiden.

Selain itu, papan penunjuk rute dan informasi yang berada di dalam gerbong MRT juga dirasa masih kurang. Untuk itu, Presiden meminta Dirut MRT Jakarta William Syahbandar untuk segera membenahi berbagai kekurangan sebelum beroperasinya MRT secara komersial.

“Juga ada komplain tulisan kurang gede di pintu. Tidak hanya di atas pintu tapi juga di tengah mestinya ada tulisan-tulisan. Ini koreksi-koreksi yang kita dengar dari para penumpang,” ucapnya.

Namun, secara keseluruhan, Presiden optimistis bahwa pengoperasian layanan MRT untuk masyarakat umum tidak akan menemui kendala berarti. Pihak pengelola pun sudah sejak lama melakukan sejumlah uji coba yang juga dihadiri oleh masyarakat umum.

“Sudah siap. Ini sudah dicoba lama. Sudah dicoba penuh,” tuturnya.

Kepala Negara juga mengungkapkan bahwa MRT ini nantinya akan terintegrasi dengan layanan serupa di daerah-daerah penyangga Ibu Kota. Hal itu telah disepakati dalam rapat terbatas yang juga dihadiri oleh para kepala daerah.

“Kemarin kita sudah rapat antara pemerintah pusat dengan Gubernur DKI, Wali Kota Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang Selatan, Tangerang, dengan Gubernur Banten, dan Gubernur Jawa Barat juga. Semua sepakat bahwa integrasi moda transportasi kita ini harus sambung,” tandasnya.

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian MRT Fase I Bundaran HI-Lebak Bulus pada Minggu, 24 Maret 2019. Selain meresmikan MRT Fase I, Presiden juga akan melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Fase II yang menghubungkan Bundaran HI – Jakarta Kota.

Continue Reading

Nasional

Jokowi Bantah Empat Isu Hoaks Yang Menyerang Dirinya!

Published

on

Empat Isu Hoaks

Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo mengungkap empat isu hoaks yang menyerang dirinya.

Di hadapan para pendukungnya yang memadati Stadion Maulana Yusuf Banten, Minggu (24/3/2019), Jokowi menyebut empat isu hoaks itu kini menyebar di media sosial maupun dari rumah ke rumah.

Isu hoaks pertama adalah isu terkait pelajaran agama. “Ada isu yang menyebut nanti kalau Jokowi dan KH Ma’ruf Amin menang pendidikan agama akan dihapus. Percaya? Tidak percaya? Itu adalah bohong hoaks!,” tegas Jokowi di hadapan para pendukungnya.

Kabar hoaks yang kedua adalah terkait larangan azan. “Yang kedua ada juga isu-isu nanti kalau Jokowi-Ma’ruf Amin menang azan akan dilarang. Bohong? Bohong!,” lanjut pria asal Solo itu.

Jokowi melanjutkan daftar hoaks ketiga dan keempat. Ini terkait isu akan dilegalkannya zina dan pernikahan sejenis. Menurut Jokowi, isu itu adalah hal yang tak mungkin terjadi selama dia dan Kiai Ma’ruf memimpin Indonesia.

“Ingat pendamping saya Kiai Haji Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia. Tidak mungkin kan. Ini adalah fitnah-fitnah yang ingin menjatuhkan. Cara-cara politik yang tidak beretika. Saudara–sauudara harus berani melawan ini, merespon ini,” ujar Jokowi.

Sebab, lanjut capres nomor urut 01, hoax yang didiamkan berpotensi dianggap sebagai kebenaran. “Nanti kalau kita diam, kabar-kabar seperti itu akan dianggap benar akan dianggap betul. Harus direspons, dilawan, dan harus diluruskan. Yang keempat ada isu-isu nanti di bawah Jokowi-Amin menang, zina akan dilegalkan. Hoax, kabar bohong ini juga harus direspons dengan baik,” ujar Jokowi.

Kepada pendukungnya, Jokowi mengajak untuk tampil sebagai duta anti-hoax. Menurutnya, hoax akan kalah jika dilawan kejujuran.

“Pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kita semua. Sebab masyarakat banyak sekali hoaks, kabar fitnah, dan kabar bohong. Jangan dibiarkan. Ini harus direspons harus dilawan. Saudara-saudara berani melawan hoaks? Melawan fitnah?,” tanya Jokowi, yang langsung dijawab, “siap” oleh para pendukung 01. (Akurat)

Continue Reading
Advertisement

Trending