Connect with us

Traveling

Bagi Kalian Yang Lagi Traveling Di Daerah Bukittinggi, Berikut Spot Instagramable Yang Baik Untuk ‘Cekrak Cekrek’

Published

on


Daerah Bukittinggi

Daerah Bukittinggi merupakan sebuah Kota yang berada di Sumatera barat.

Finroll.com – Kota ini menyimpan sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan dan tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan dan tempat keren yang ada di Daerah Bukittinggi.

Kota Bukittinggi sebagai kota terbesar no 2 setelah Kota Padang, dan menjadi pilihan destinasi liburan untuk masyarakat Sumbar bahkan luar negeri untuk menghabiskan waktu liburannya. Ada banyak sekali tempat wisata di Bukittingi yang layak untuk kita sambangi saat berkunjung ke kota “jam gadang” ini.

Nah, disekitar objek wisata Jam Gadang ini, banyak juga loh spot-spot wisata yang asik untuk dikunjungi. Mulai dari peninggalan sejarah, jelajah pasar tradisional, hingga wisata alam.

Penasarankan, spot apa saja yang bisa buat kamu ‘cekrak cekrek’ di Daerah Bukittinggi ini :
  1. Pastinya Jam Gadang Spot Favorite Para InstagramableDaerah Bukittinggi

Jam Gadang merupakan menara jam berarsitektur Belanda yang merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, yakni sekretaris Fort de Kock Daerah Bukittinggi. Dalam bahasa Minang, Jam Gadang berarti ‘jam besar.’ Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur. Serta digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat dua unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan Big Ben di London, Inggris. Landmark ini pun sekarang sudah jadi spot wisata terkenal dengan diperluasnya taman-taman yang ada di sekitarnya.

  1. Lobang Jepang Bukittinggi Yang Terkenal Angker

    Daerah Bukittinggi

Bunker yang dibuat pada zaman penjajahan Jepang ini akan membuat wisata sejarah Anda semakin lengkap. Lubang yang berjarak sekitar 40 meter di bawah Ngarai Sianok ini mempunyai panjang 1.470 meter. Uniknya dari lubang ini adalah adanya terowongan sebanyak 21 buah. Di dalamnya, Anda akan mendapati 21 terowongan yang pada zaman dahulu digunakan untuk tempat tinggal, tempat amunisi, ruang pertemuan, dapur, ruang penyergapan, ruang tahanan, sekaligus ruang penyiksaan. Di tempat ini, Anda akan merasakan betapa perjuangan para pahlawan kita sangat berat di bawah tekanan Jepang.

  1. Jembatan Limpapeh Yang Baik Untuk Menikmati Hijaunya Pemandangan di Sekitarnya

    Daerah Bukittinggi

Saat Anda ingin menuju Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dari Benteng Fort de Kock, maka Anda harus melewati sebuah jembatan. Sekilas, jika dilihat dari bawah, jembatan ini tidak mempunyai keistimewaan apa pun. Hanya saja, saat Anda melintas di atasnya, sebuah sensasi yang dapat memicu adrenalin Anda pun akan muncul. Jembatan berwarna kuning dan merah ini terasa bergetar atau bahkan bergoyang saat Anda melangkahkan kaki selangkah demi selangkah di atasnya. Inilah yang membuat banyak masyarakat yang justru ingin merasakannya. Tidak hanya itu, pemandangan di sekitar jembatan pun cukup menarik dan sedap dipandang.

  1. Bukit Ngarai Takuruang Yang Mempunyai Air Sungai Yang Jernih Membuat Hati Dan Pikiran Menjadi Tenang

    Daerah Bukittinggi

Seperti namanya yang mempunyai arti “bukit terkurung”, bukit ini berada di sebuah tebing yang menjulang tinggi dan membelah sebuah sungai dengan air jernih menjadi dua jalur. Belum lagi adanya Puncak Singgalang, semakin membuat tempat ini seperti pulau tak terpencil. Konon, tempat ini terbentuk akibat adanya gempa besar yang melanda Sumatra Barat hingga membuat suatu patahan yang membentang di sepanjang Pulau Sumatra. Berada di tempat ini sambil menikmati suara gemerciknya air sungai yang jernih, akan membuat hati Anda menjadi tenang. Terlebih jika Anda duduk menikmati kopi di salah satu kafe cukup terkenal di tempat ini.

  1. Lembah Ngarai Sianok Yang Biasanya Menjadi Tempat Yang Pas Untuk Melepas Penat

    Daerah Bukittinggi

Akibat gempa bumi juga, di Bukittinggi ini juga terbentuk Lembah Ngarai Sianok. Lembah ini membentang dari Nagari Koto Gadang di sisi selatan hingga Nagari Sianok Enam Suku di sisi utara. Lembah yang mempunyai panjang sekitar 15 km ini memang cukup dalam, yaitu mencapai 100 meter, dengan lebar celah sekitar 200 meter. Karena mempunyai suasana tenang dan terasa damai, banyak pengunjung yang menjuluki tempat ini dengan nama Lembah Pendiam. Tempat yang sangat pas untuk Anda jadikan sebagai tempat melepaskan penat.

  1. Museum Rumah Adat Baanjuang Spot Ini Adalah Ke 2 Tervaforite Setelah Jam Gadang

    Daerah Bukittinggi

Rumah adat yang berada di Taman Margasatwa ini memang cukup menyita perhatian. Bentuknya yang masih sangat tradisional dengan anjungan di sebelah kanan dan kirinya, membuat setiap pengunjung merasakan nuansa kedaerahan yang tinggi. Tidak hanya itu, bagian atapnya yang terbuat dari ijuk serta dinding kayu atau bambu dan lantai kayunya, semakin menambah kesan tradisional tersebut. Tidak hanya berbagai benda bersejarah dan budaya tanah Minang saja yang disimpan di tempat ini, namun juga beberapa awetan binatang dengan kondisi aneh, seperti kerbau berkepala dua, kambing bermuka dua, hingga kerbau berkaki delapan. Ada sekitar sembilan ruangan di dalam rumah ini.

  1. Taman Monumen Bung Hatta Yang Terkenal Akan Sejarahnya

    Daerah Bukittinggi

Tidak boleh masuk istana Bung Hatta, tidak menjadi soal. Sebab, Anda masih bisa menikmati taman yang berada di samping istana tersebut. Taman yang dibangun di lereng bukit rendah ini cukup rindang dan sejuk. Di puncak bukitnya, dibangun patung Bung Hatta yang sedang berdiri tegak dengan kepala sedikit menunduk dan tersenyum tipis. Sementara, salah satu tangannya terangkat ke atas seakan hendak menyapa setiap pengunjung yang datang. Patung ini dibangun untuk mengenang semua jasa beliau.

  1. Janjang Ampek Puluah, Seperti Namanya Ampek Puluah Yang Berarti Tangga 40

    Daerah Bukittinggi

Seperti namanya, janjang ampek puluah merupakan sebuah tangga yang berjumlah empat puluh anak tangga. Ya, keunikan dari tempat ini, Anda harus melewati keempat puluh anak tangga tersebut untuk bisa sampai di pasar yang ada di atasnya. Cukup ekstrem sih, karena lantai tangga yang berwarna merah tua tersebut cukup terjal. Terlebih jika hujan turun. Air hujan yang berasal dari pasar akan langsung membasahi lantai anak tangga hingga membuatnya licin. Anda harus berhati-hati saat melewatinya.

  1. Danau Maninjau

    Daerah Bukittinggi

Tempat ini terletak di atas cekungan Singkarak-Solok. Danau yang mempunyai kedalaman hingga 268 meter ini sebenarnya dulu hanya digunakan sebagai pusat listrik tenaga air di Singkarak dengan sumber daya berasal dari terowongan air sepanjang 19 km yang menembus hingga bukit barisan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, tempat ini kemudian dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata di Daerah Bukittinggi. Salah satu spot menarik di danau ini adalah kelok 44, yaitu suatu kawasan yang menyajikan bentangan danau dengan hiasan hamparan sawah yang sangat subur. Siapa saja yang melihatnya pasti akan terkagum-kagum dibuatnya.

  1. Dan Yang Terakhir Jangan Lupakan Air Terjun Lembah Anai

    Daerah Bukittinggi

Bagi Anda yang menyukai pemandangan air terjun, Daerah Bukittinggi juga memilikinya, namanya Air Terjun Lembah Anai. Bukan hanya pemandangan turunnya air dari atas ketinggian yang membuat tempat wisata ini banyak digemari masyarakat, namun juga karena pemandangan alam di sekitarnya yang khas pegunungan. Plusnya lagi, air terjun ini sangat mudah dijangkau. Anda bisa menikmati pemandangan di tempat ini berjam-jam sambil mencoba menyatukan diri dengan alam hingga pikiran terasa rileks kembali.

Gimana Traveler? Cukupkah referensi Instagramable di Kota Bukittinggi ini? Jangan Lupa berikan pengalaman kalian jika kalian mengunjungi salah satu bahkan semua spot yang ada di Bukittinggi ya.

Traveling

Bungker Jepang di Palembang Tembus Sampai Sungai Musi

Published

on

By

Finroll.com – Jika berkunjung ke Palembang, wisatawan bisa menikmati wisata sejarah berupa bunker peninggalan penjajahan Jepang. Belum banyak yang tahu di mana dan seperti apa kondisi bunker tersebut. Padahal bunker itu ada di pusat keramaian, sentra aktivitas masyarakat Palembang.

Di pusat perkantoran Palembang, tepat di Simpang Charitas, ada sepetak tanah di atas tebing dengan kondisi kosong tanpa bangunan. Lahan itu tampak kontras dengan sisi kiri kananya yang merupakan gedung tinggi, salah satunya bangunan Rumah Sakit Charitas Palembang.

Pada lahan kosong itu, ada bangunan persegi empat yang terbuat dari semen cor dan sudah berlumur. Tembok bangunan yang tak terawat itu sangat tebal dan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama ada di atas berupa persegi empat, sedangkan bangunan kedua di bawah tanah dengan kedalaman 2 meter, ditambah ruang bawah tanah dengan terowongan gelap gulita dan basah. Konon terowongan itu bisa menembus ke pinggiran Sungai Musi.

Bangunan tak terawat di lahan kosong itu adalah bunker buatan Jepang, tak satu orang pun pernah membuktikan desas-desus yang katanya tembus ke Sungai Musi itu. Ternyata bunker peninggalan Jepang tak hanya ada di titik itu. Bunker Jepang lainnya juga ditemukan di kawasan padat penduduk di Jalan AKBP Umar. Jarak dari Bunker Charitas dan Bunker AKBP Umar ini sekitar 3 kilometer.

Kondisi bunker di Jalan AKBP Umar ini tak terawat dengan kondisi ditumbuhi rumput semak belukar. Bangunan ini memiliki panjang 8,8 meter, lebar 6,4 meter dan tinggi 3,3 meter. Berbeda dengan Bunker Charitas yang persegi empat, bunker ini berbentuk huruf U. Bentuk dasar bangunan adalah persegi panjang dengan dua buah lorong pintu yang terletak pada kedua sisi ujung depan. Di samping itu terdapat menara di bagian belakang dan di bagian atas bangunan tampak mirip cerobong.

Pada kedua lorong bunker di Jalan AKBP Umar itu memiliki atap berbentuk lengkung dan pintu dengan lebar 2,1 meter. Sedangkan pada bagian dalamnya terdapat sekat-sekat ruang dengan dinding cor dengan tebal sekilan pria dewasa.

Sejarawan Sumatera Selatan, Farida Wargadalam mengatakan di Kota Palembang memang banyak bunker buatan Jepang. Jumlahnya mencapai belasan dan tersebar dipenjuru Kota Palembang. “Bunker-bunker itu adalah instalasi militer yang berfungsi tempat perlindungan bagi militer Jepang dan menjadi simbol pertahanan,” kata dia, Selasa 19 Maret 2019.

Palembang memang salah satu kota pertama yang diduduki Jepang ketika datang di Hindia Belanda. Bumi Sriwijaya ini diduduki setelah Jepang menguasai Tarakan dan Balikpapan pada tanggal 10 Januari 1942, yang terkenal sebagai daerah pertambangan minyak di Pulau Kalimantan. Alasan Kota Palembang diduduki Jepang karena kota ini salah satu daerah penghasil minyak di Pulau Sumatera. Minyak bagi Jepang sangat penting untuk memasok kebutuhan perang melawan sekutu.

Muhammad Riyad Nes dalam jurnalnya yang terbit di Jurnal Arkeologi Siddhayatra berjudul ‘Tipologi Instalasi Militer Jepang di Kota Palembang’ menyatakan di Palembang ada dua jenis bunker, yakni bunker di daerah perbukitan dan bunker di daerah pertambangan minyak. Bunker di lokasi perbukitan berbentuk persegi dan berbentuk huruf U, di bangunan itu memiliki ruang di bawah tanah, dengan kontruksi beton dengan arah pandang ke Sungai Musi.

Bunker di daerah perbukitan juga memiliki ruang-ruang yang cukup luas dan ventalasi untuk mengintai musuh dari dalam ruangan, dan mempunyai atap yang datar dengan bangunan terkubur. Juga ditambah terowongan yang panjang dengan jalan yang berbelok-belok. Adapun di daerah pertambangan minyak atau di daerah datar berbentuk persegi empat dengan ukuran lebih besar dari bunker di daerah perbukitan.

Pada bagian dalam bunker ini terdapat ruang tertutup, sedangkan bila ruang terbuka maka tanpa atap. Ruangan yang luas ini berfungsi untuk menampung militer Jepang, juga ada ventilasi untuk mengintai, dan di bagian luar ada tempat meriam ukuran besar. Ini menujukkan bangunan bunker sangat memperhatikan lokasi geografis sebagai lokasi strategis. Bangunan pertahanan di daerah perbukitan guna untuk mengintai dan mengawasi musuh di tempat terbuka, sedangkan banguan bunker di daerah tambang sebagai simbol menduduki daerah tersebut, sekaligus sebagai pertahanan ketika diserang musuh.

Bunker-bunker yang sudah terabaikan itu, kini tak semuanya bisa ditemui apalagi ditelusuri jejak fungsinya karena hancur dimakan usia. Bunker itu juga sudah banyak yang rusak oleh tangan usil masyarakat. “Situs-situs itu tak terawat karena tak ada hukum perlindangan cagar budaya. Bunker-bunker itu harus dibuat kajian mendalam dan dikeluarkan SK Cagar Budaya,” kata arkeolog Universitas Jambi itu.

Saat ini, sisa-sisa pertahanan Jepang yang dapat ditemukan di Palembang yakni Bunker Charitas, Bunker AKBP Umar, Bunker Karya Ibu, Bunker Jalan Joko, Bunker Jakabaring, Bunker Komplek Pertahanan Jepang Sikam, hingga Bunker Kompleks Pertahanan Udara Jepang Lorong Hikmah.

Continue Reading

Traveling

Penasaran Maskapai Dengan Kabin Terbersih?

Published

on

Finroll.com – Saat menggunakan transportasi umum seperti pesawat reguler, kebersihan kabin kerap menjadi perhatian tersendiri bagi penumpang. Apalagi, biasanya, satu armada pesawat bisa melahap tiga atau empat penerbangan dalam sehari.

Artinya, dalam sehari, setidaknya ada tiga penumpang yang menempati satu bangku yang sama sembari menekan layar touchscreen dan meletakkan tangan berkeringat pada sandaran atau armrest.

Tak heran, dilansir dari Travel and Leisure, Selasa (19/3), sejumlah studi mendapati 20 persen penumpang penerbangan komersial berpotensi mengalami infeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, penumpang disarankan untuk menggunakan hand sanitizer atau memilih maskapai yang paling higienis.

Baru-baru ini, Skytrax’s World Airlines Award pun merilis data maskapai terbersih. Berdasar penghargaan itu, peringkat pertama diraih oleh ANA All Nippon Airways.

Sayangnya belum ada maskapai Indonesia masuk dalam daftar. Kemudian, peringkat berikutnya ditempati oleh EVA Air, Asiana Airlines, Singapore Airlines, Japan Airlines dan Cathay Pacific Airways.

Selanjutnya, maskapai paling resik berikutnya adalah Qatar Airways, Swiss International Air Lines, Hainan Airlines dan Lufthansa. Peringkat ini diolah setelah mengumpulkan survei penumpang terkait kebersihan bangku, meja, karpet, panel dan toilet.

Continue Reading

Kuliner

Mengenal Kopi Partungkoan, Yang Enak Banget, Mantap, Mantul Kata Presiden Jokowi

Published

on

Kopi Partungkoan

Presiden Joko Widodo baru saja melakukan lawatannya ke Balige, Sumatera Utara, dan memutuskan menghabiskan malamnya di Ibukota Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) itu, pada Kamis, (14/3) malam.

Tapi, ia tak mau semalamnya di Balige dilewatkannya begitu saja. Ia memilih mengopi di sebuah kedai sederhana di Jln. Sisingamangaraja No. 172, Balige. Kedai yang beruntung didatangi kepala negara itu adalah Kedai Kopi Partungkoan, yang masih dalam kawasan Pasar Balige.

Jokowi yang tampak santai mengenakan kameja putih dibalut jaket bitu itu ditemani Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, dan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Ia memesan segelas kopi yang diketahui seharga Rp7.000, dan langsung jatuh hati pada kopi asli Tobasa ini, sejak seruputan pertama.

“Satu cangkir harganya Rp 7.000. Enak banget, mantap, mantul. Jadi, kopinya itu kopi Partungkoan, asli dari Tobasa. Kopi asli sini. Saya pingin nyoba, enak, mantap, mantul,” pujinya.

Partungkoan dalam bahasa Batak ‘Partukkoan’ diartikan sebagai wadah untuk berkomunikasi atau bermusyawarah. Atau dalam lingkup yang lebih luas lagi adalah ajang pengambilan sebuah keputusan hukum atau adat, untuk merencanakan pembangunan, atau hubungan sosial kemasyarakatan, termasuk keamanan.

Singkat dan sederhananya, kedai kopi ini adalah tempat mengobrol apa saja.

Kopi yang diminum Jokowi adalah jenis robusta yang biasanya di Balige baru bisa dipenen setelah 5 tahun. Hebatnya, pohon kopi ini akan terus menghasilkan sampai menua di usia 40 tahun.

Kopi robusta ini dibawa langsung dari Parsoburan yang berjarak sekitar 48 kilometer dari Balige.

Continue Reading
Advertisement

Trending