Connect with us

Traveling

Bagi Kalian Yang Lagi Traveling Di Daerah Bukittinggi, Berikut Spot Instagramable Yang Baik Untuk ‘Cekrak Cekrek’

Published

on


Daerah Bukittinggi

Daerah Bukittinggi merupakan sebuah Kota yang berada di Sumatera barat.

Finroll.com – Kota ini menyimpan sejuta pesona dan panaroma alam yang menakjubkan dan tersembunyi, sehingga masih banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan dan tempat keren yang ada di Daerah Bukittinggi.

Kota Bukittinggi sebagai kota terbesar no 2 setelah Kota Padang, dan menjadi pilihan destinasi liburan untuk masyarakat Sumbar bahkan luar negeri untuk menghabiskan waktu liburannya. Ada banyak sekali tempat wisata di Bukittingi yang layak untuk kita sambangi saat berkunjung ke kota “jam gadang” ini.

Nah, disekitar objek wisata Jam Gadang ini, banyak juga loh spot-spot wisata yang asik untuk dikunjungi. Mulai dari peninggalan sejarah, jelajah pasar tradisional, hingga wisata alam.

Penasarankan, spot apa saja yang bisa buat kamu ‘cekrak cekrek’ di Daerah Bukittinggi ini :
  1. Pastinya Jam Gadang Spot Favorite Para InstagramableDaerah Bukittinggi

Jam Gadang merupakan menara jam berarsitektur Belanda yang merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, yakni sekretaris Fort de Kock Daerah Bukittinggi. Dalam bahasa Minang, Jam Gadang berarti ‘jam besar.’ Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur. Serta digerakkan secara mekanik oleh mesin yang hanya dibuat dua unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan Big Ben di London, Inggris. Landmark ini pun sekarang sudah jadi spot wisata terkenal dengan diperluasnya taman-taman yang ada di sekitarnya.

  1. Lobang Jepang Bukittinggi Yang Terkenal Angker

    Daerah Bukittinggi

Bunker yang dibuat pada zaman penjajahan Jepang ini akan membuat wisata sejarah Anda semakin lengkap. Lubang yang berjarak sekitar 40 meter di bawah Ngarai Sianok ini mempunyai panjang 1.470 meter. Uniknya dari lubang ini adalah adanya terowongan sebanyak 21 buah. Di dalamnya, Anda akan mendapati 21 terowongan yang pada zaman dahulu digunakan untuk tempat tinggal, tempat amunisi, ruang pertemuan, dapur, ruang penyergapan, ruang tahanan, sekaligus ruang penyiksaan. Di tempat ini, Anda akan merasakan betapa perjuangan para pahlawan kita sangat berat di bawah tekanan Jepang.

  1. Jembatan Limpapeh Yang Baik Untuk Menikmati Hijaunya Pemandangan di Sekitarnya

    Daerah Bukittinggi

Saat Anda ingin menuju Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan dari Benteng Fort de Kock, maka Anda harus melewati sebuah jembatan. Sekilas, jika dilihat dari bawah, jembatan ini tidak mempunyai keistimewaan apa pun. Hanya saja, saat Anda melintas di atasnya, sebuah sensasi yang dapat memicu adrenalin Anda pun akan muncul. Jembatan berwarna kuning dan merah ini terasa bergetar atau bahkan bergoyang saat Anda melangkahkan kaki selangkah demi selangkah di atasnya. Inilah yang membuat banyak masyarakat yang justru ingin merasakannya. Tidak hanya itu, pemandangan di sekitar jembatan pun cukup menarik dan sedap dipandang.

  1. Bukit Ngarai Takuruang Yang Mempunyai Air Sungai Yang Jernih Membuat Hati Dan Pikiran Menjadi Tenang

    Daerah Bukittinggi

Seperti namanya yang mempunyai arti “bukit terkurung”, bukit ini berada di sebuah tebing yang menjulang tinggi dan membelah sebuah sungai dengan air jernih menjadi dua jalur. Belum lagi adanya Puncak Singgalang, semakin membuat tempat ini seperti pulau tak terpencil. Konon, tempat ini terbentuk akibat adanya gempa besar yang melanda Sumatra Barat hingga membuat suatu patahan yang membentang di sepanjang Pulau Sumatra. Berada di tempat ini sambil menikmati suara gemerciknya air sungai yang jernih, akan membuat hati Anda menjadi tenang. Terlebih jika Anda duduk menikmati kopi di salah satu kafe cukup terkenal di tempat ini.

  1. Lembah Ngarai Sianok Yang Biasanya Menjadi Tempat Yang Pas Untuk Melepas Penat

    Daerah Bukittinggi

Akibat gempa bumi juga, di Bukittinggi ini juga terbentuk Lembah Ngarai Sianok. Lembah ini membentang dari Nagari Koto Gadang di sisi selatan hingga Nagari Sianok Enam Suku di sisi utara. Lembah yang mempunyai panjang sekitar 15 km ini memang cukup dalam, yaitu mencapai 100 meter, dengan lebar celah sekitar 200 meter. Karena mempunyai suasana tenang dan terasa damai, banyak pengunjung yang menjuluki tempat ini dengan nama Lembah Pendiam. Tempat yang sangat pas untuk Anda jadikan sebagai tempat melepaskan penat.

  1. Museum Rumah Adat Baanjuang Spot Ini Adalah Ke 2 Tervaforite Setelah Jam Gadang

    Daerah Bukittinggi

Rumah adat yang berada di Taman Margasatwa ini memang cukup menyita perhatian. Bentuknya yang masih sangat tradisional dengan anjungan di sebelah kanan dan kirinya, membuat setiap pengunjung merasakan nuansa kedaerahan yang tinggi. Tidak hanya itu, bagian atapnya yang terbuat dari ijuk serta dinding kayu atau bambu dan lantai kayunya, semakin menambah kesan tradisional tersebut. Tidak hanya berbagai benda bersejarah dan budaya tanah Minang saja yang disimpan di tempat ini, namun juga beberapa awetan binatang dengan kondisi aneh, seperti kerbau berkepala dua, kambing bermuka dua, hingga kerbau berkaki delapan. Ada sekitar sembilan ruangan di dalam rumah ini.

  1. Taman Monumen Bung Hatta Yang Terkenal Akan Sejarahnya

    Daerah Bukittinggi

Tidak boleh masuk istana Bung Hatta, tidak menjadi soal. Sebab, Anda masih bisa menikmati taman yang berada di samping istana tersebut. Taman yang dibangun di lereng bukit rendah ini cukup rindang dan sejuk. Di puncak bukitnya, dibangun patung Bung Hatta yang sedang berdiri tegak dengan kepala sedikit menunduk dan tersenyum tipis. Sementara, salah satu tangannya terangkat ke atas seakan hendak menyapa setiap pengunjung yang datang. Patung ini dibangun untuk mengenang semua jasa beliau.

  1. Janjang Ampek Puluah, Seperti Namanya Ampek Puluah Yang Berarti Tangga 40

    Daerah Bukittinggi

Seperti namanya, janjang ampek puluah merupakan sebuah tangga yang berjumlah empat puluh anak tangga. Ya, keunikan dari tempat ini, Anda harus melewati keempat puluh anak tangga tersebut untuk bisa sampai di pasar yang ada di atasnya. Cukup ekstrem sih, karena lantai tangga yang berwarna merah tua tersebut cukup terjal. Terlebih jika hujan turun. Air hujan yang berasal dari pasar akan langsung membasahi lantai anak tangga hingga membuatnya licin. Anda harus berhati-hati saat melewatinya.

  1. Danau Maninjau

    Daerah Bukittinggi

Tempat ini terletak di atas cekungan Singkarak-Solok. Danau yang mempunyai kedalaman hingga 268 meter ini sebenarnya dulu hanya digunakan sebagai pusat listrik tenaga air di Singkarak dengan sumber daya berasal dari terowongan air sepanjang 19 km yang menembus hingga bukit barisan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, tempat ini kemudian dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata di Daerah Bukittinggi. Salah satu spot menarik di danau ini adalah kelok 44, yaitu suatu kawasan yang menyajikan bentangan danau dengan hiasan hamparan sawah yang sangat subur. Siapa saja yang melihatnya pasti akan terkagum-kagum dibuatnya.

  1. Dan Yang Terakhir Jangan Lupakan Air Terjun Lembah Anai

    Daerah Bukittinggi

Bagi Anda yang menyukai pemandangan air terjun, Daerah Bukittinggi juga memilikinya, namanya Air Terjun Lembah Anai. Bukan hanya pemandangan turunnya air dari atas ketinggian yang membuat tempat wisata ini banyak digemari masyarakat, namun juga karena pemandangan alam di sekitarnya yang khas pegunungan. Plusnya lagi, air terjun ini sangat mudah dijangkau. Anda bisa menikmati pemandangan di tempat ini berjam-jam sambil mencoba menyatukan diri dengan alam hingga pikiran terasa rileks kembali.

Gimana Traveler? Cukupkah referensi Instagramable di Kota Bukittinggi ini? Jangan Lupa berikan pengalaman kalian jika kalian mengunjungi salah satu bahkan semua spot yang ada di Bukittinggi ya.

Traveling

12 Wisata Jambi yang Masuk List Wajib Dikunjungi

Published

on

By

Finroll.com  – Wisata Jambi menjadi destinasi yang tak boleh terlewatkan saat berkunjung ke provinsi satu ini. Jambi adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pesisir timur Pulau Sumatera. Provinsi Jambi terdiri dari 11 Kabupaten/Kota. Wisata Jambi menjadi salah satu potensi besar yang dimiliki provinsi ini.

Wisata Jambi menawarkan serangkaian pilihan rekreasi yang cukup beragam. Mulai dari wisata alam, sejarah, hingga rekreasi buatan yang begitu sayang dilewatkan. Sarana dan prasarana yang disediakan di berbagai wisata Jambi ini juga sudah dikelola dengan baik.

Jika Anda berkunjung ke provinsi Jambi, serangkaian pilihan wisata Jambi ini patut disambangi. Berikut pilihan wisata Jambi yang berhasil redaksi rangkum dari berbagai sumber, Kamis (20/6/2019).

Taman Rimba

Jambi memiliki versi Taman Mini-nya sendiri. Taman Rimba menjadi destinasi andalan wisata Jambi.

Dengan luas 10 Ha, taman ini berisi hewan endemik langka yang dilestarikan di Provinsi Jambi. Di taman ini terdapat rumah adat tiap daerah atau kabupaten se Provinsi Jambi. Taman Rimba terletak di Jl. Sunaryo, Kecamatan Jambi Selatan, 7 km dari pusat kota dan 500 m dari Bandara Sultan Taha.

Taman Anggrek Sri Soedewi

Jika Anda penggemar bebungaan, taman ini cocok disambangi. Wisata Jambi satu ini menyajikan lebih dari 60 jenis bunga anggrek di taman seluas 2,5 hektar.

Tersedia pula informasi mengenai cara perawatan anggrek yang baik dan tepat sesuai dengan jenisnya. Tanaman anggrek ini berada di Jalan Ahmad Yani atau di depan Kantor Gubernur Jambi.

Geopark Merangin

Wisata alam satu ini terletak di Kabupaten Merangin.Geopark merangin tidak hanya menawarkan arung jeram saja tetapi keunikan fosil flora berusia 350 juta tahun juga menjadi daya tarik tersendiri. Kawasan ini masih diselimuti hutan lebat dengan beragam jenis tanamannya. Untuk mencapai lokasi ini dibutuhkan waktu sekitar 6 jam dengan menggunakan mobil dari Jambi, Ibukota provisi Jambi.

Tanggo Rajo

Tanggo Rajo menawarkan pemandangan Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera. Selain pemandangan Sungai Batanghari dan matahari terbenam, Anda juga bisa menikmati kuliner yang banyak dijual di warung tenda sekitar tempat wisata ini.

Tanggo rajo berada di kawasan depan Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jl. Sultan Taha, Kecamatan Pasar Jambi. Kawasan ini sering menjadi tujuan rekreasi keluarga.

Jembatan Gentala Arasy

Jembatan ini adalah Jembatan untuk pejalan kaki dengan bentuk berkelok-kelok dan terbentang di atas Sungai Batanghari di sini Anda bisa dengan gratis menikmati pemandangan dari atas jembatan. Di ujung jembatan terdapat Menara Gentala Arasy yang merupakan museum tentang sejarah berkembangnya Islam di Kota Jambi.

Selain museum, di sini juga menjadi pusat kuliner dan nongkrong pada sore dan malam hari.

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi, di Pegunungan Bukit Barisan.

Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra. Gunung Kerinci dapat ditempuh melalui darat dari Kota Jambi menuju Kota Sungaipenuh melalui Bangko. Dan bisa juga jalur udara dari Bandara Internasional sultan thaha menuju Bandara Depati Parbo di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

Air terjun tegan kiri

Air terjun tegan kiri adalah salah satu objek wisata alam yang terdapat di Kabupaten Bungo Provinsi Jambi. Air terjun ini memiliki panorama alam yang sangat indah dan masih asri dengan ketinggian 10 meter. Sumber air terjun tegan kiri dari perbukitan dengan ketinggian 26 meter.

Danau Sipin

Obyek wisata Danau Sipin merupakan salah satu potensi wisata yang dimiliki Kota Jambi. Danau Sipin memiliki pemandangan panorama yang khas, dengan deretan perumahan khas melayu Jambi. Danau Sipin pada hakikatnya termasuk kategori Danau Laguna karena permukaan airnya dipengaruhi Sungai Batanghari melalui Anak Sungai Legok sebagai penghubungnya.

Candi Muaro Jambi

Wisata Jambi bersejarah ini berada di Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, atau sekitar 26 km dari pusat kota Jambi. Candi yang disebut-sebut sebagai peninggalan masa Hindu-Buddha ini merupakan yang terluas di Asia Tenggara. Luasnya mencapai 12 kilometer persegi atau delapan kali luas Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Masjid Seribu Tiang

Nama resmi masjid ini adalah Masjid Agung Al-Falah. Masjid Seribu Tiang adalah masjid paling bersejarah sekaligus terbesar di Provinsi Jambi. Masjid ini berada tepat di jantung Kota Jambi.

Berdiri di atas lahan 2,7 hektare, masjid ini mampu menampung 10 ribu jemaah. Di sekeliling masjid juga terdapat lokasi bersejarah lain, seperti Pasar Tradisional Angsoduo, menara air peninggalan Belanda, serta Museum Perjuangan Jambi.

Taman Makam Raja-Raja

Makam Rajo-Rajo ini merupakan tempat pemakaman Sultan Mahmud Mahidin bersama istrinya R. Isah. Sultan Mahmud Mahidin memerintah Kesultanan Jambi antara 1821 hingga 1826.

Di kompleks pemakaman ini juga terdapat makam Raden Muhammad Tahir atau biasa disebut Raden Mattaher. Raden Mattaher dikenal sebagai salah satu pejuang yang melawan kolonial Belanda.

Ia merupakan penerus perjuangan Sultan Thaha Syaifudin yang merupakan salah satu sultan ternama di Jambi. Lokasi makam Rajo-Rajo berada di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Legok, Kota Jambi.

Museum Negeri Jambi

Museum ini dibangun menyerupai Rumah Kajang Lako yang merupakan rumah adat di Jambi. Di sini, Anda bisa menemukan banyak koleksi benda bersejarah dan bernilai seni budaya Jambi dari masa ke masa seperti peralatan berburu, anyaman khas Jambi, batik tenun dengan motif bunga yang khas dan juga binatang yang diawetkan. Wisata sejarah ini berada di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 1, Jambi.

Continue Reading

Traveling

Ponggok, Mata Air Pembawa Berkah

Published

on

By

Finroll.com – Jika ada penghargaan bagi daerah yang mempunyai mata air terbanyak, mungkin kabupaten Klaten, di Jawa Tengah, akan menjadi pemilik penghargaan itu. Bagaimana tidak, Kabupaten Klaten di tenggarai mempunyai puluhan sampai dengan seratusan sumber air, atau mata air. Atau yang dalam bahasa setempat dikenal juga dengan nama umbul.

Anugrah dari yang Maha Kuasa ini juga membuat Klaten menjadi salah satu sentra padi di Indonesia. Hampir sebagian besar desa di Klaten, Jawa Tengah, bergantung pada bidang pertanian sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Kecuali satu desa di kecamatan Polanharjo, yaitu desa Ponggok.

18 tahun yang lalu, Ponggok merupakan desa miskin, dan bahkan masuk ke dalam golongan IDT (Infrastruktur Desa Tertinggal). Dengan andalan penghasilan desa yang sama dengan desa yang lainnya, yaitu pertanian. Yang notabene harus menunggu 4 bulan untuk menangguk hasil panen. Sampai beberapa tahun kemudian pun pendapatannya hanya Rp80 juta/tahunnya. Adalah seorang Junaedhi Mulyono yang merubah Desa Ponggok dari tertinggal menjadi terkaya, dengan wisata mata air sebagai andalan penghasilannya.

Junaedhi menggandeng pihak akademika dan para ahli untuk melihat dan berusaha memaksimalkan potensi alam desa, yang salah satunya adalah air yang cukup melimpah yang mucul dari mata air. Yang pada masa lalu hanya berfungsi sebagai tempat mandi dan menuci saja. Sampai terwujudnya wisata bawah air ponggok seperti sekarang ini , dengan penghasilan desa hampir mencapai Rp16 milyar/tahunnya. Bahkan menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Klaten.

Direktur Bumdes (badan usaha milik desa) Ponggok, Joko Winarno, saat ditemui Mongabay pada Maret 2019 lalu, mengatakan bahwa rata-rata pengunjung ekowisata Umbul Ponggok adalah 30.000 pengunjung per bulannya dengan penghasilan Rp9 milyar/tahunnya dari umbul. Dan 65 % penghasilan desa memang datang dari sektor pariwisata. Yaitu foto bawah air yang digagas Junaedhi Mulyono, yang kemudian di jaman serba media sosial seperti sekarang ini, menjadi viral dan sangat terkenal.

Joko mengatakan lebih lanjut, bahwa pihak desa sangat menyadari, bahwa yang dilakukan desa beberapa waktu sebelumnya baru meliputi asas 2 P dari 3 P yang dianjurkan dalam pembangunan yang berkelanjutan. 2 P itu adalah “People” dan “Profit”, yang mana ini sudah terwujud dengan baik, dan mengangkat warga desa ke kehidupan yang lebih sejahtera, melalui mata airnya.

Tinggal satu P yang sekarang memang sedang dilakukan dan digalakkan pada penduduk desa, yaitu Planet, atau dengan kata lain memelihara alam desa Ponggok, sehingga bisa dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.

Pengelolaan yang benar akan sumber alam desa, akan menjamin kelestarian dan keberlangsungannya. Di Desa Ponggok sendiri terdapat 4 mata air, yaitu mata air Ponggok, Sigedang, Kapilaler, dan Besuki.

Masyarakat yang berbondong-bondong datang untuk mengunjungi ekowisata Umbul Ponggok, tidak hanya membawa rupiah, tetapi mereka juga membawa sampah. Dan ini menjadi titik tolak yang menggedor kesadaran kades beserta aparat desa yang lainnya, untuk memikirkan masalah keberlangsungan dan kelestarian ini.

Umbul Ponggok yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk menarik wisatawan, tidak lagi diterapkan kepada umbul yang lainnya. Umbul Kapilaler misalnya, dibiarkan alami seperti apa adanya, dan memang cukup ramai juga didatangi wisatawan. Wisatawan dapat mandi dan bersnorkling di Umbul Kapilaler dengan nuansa alami, dengan ikan-ikan yang berseliweran kesana kemari, yang sengaja dipelihara di sana. Ikan-ikan yang ditebar adalah ikan-ikan yang memang sesuai dengan habitatnya.

Keterlibatan masyarakat melalui Pokdarwis, karang taruna, dan ibu-ibu PKK setempat dalam menjaga lingkungannya mulai diaktifkan. Selain menjaga agar Desa Ponggok selalu bersih dari sampah dengan tidak membuang sampah sembarangan, warga Desa Ponggok juga berusaha menanam pohon di hulu atau lereng merapi. Menurut Joko, mungkin ini sedikit sekali artinya, tapi setidaknya, warga berharap selain di desa, kelestarian juga terjaga di bagian awal atau hulunya.

Beberapa peraturan tentang kelestarian alam pun mulai digodok di desa, diantaranya adalah menerapkan peraturan desa tentang pembangunan rumah yang harus menyisakan halaman tanah sebagai serapan air.

Menjaga sungai tetap bersih pun menjadi salah satu program desa. Melalui program water defender, desa Ponggok mulai menanami sungai mereka dengan ikan. Dengan begitu pemerintah desa berharap, tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah ke sungai karena sungkan melihat sungainya penuh dengan ikan. Dan tim water defender juga selalu mengingatkan warga desa yang masih bandel membuang sampah ke sungai. Dilarang menyetrum ikan dan perburuan liar terutama burung, juga dilakukan di Desa Ponggok.

Selain mata air sebagai ekowisata , sektor perikanan juga menjadi salah satu andalan pendapatan desa, dan dalam hal ini ikan Nila Merah. Program satu rumah satu empang/ kolam ikan, menjadi salah satu yang didorong desa kepada warganya. Dalam seminggu, Desa Ponggok menghasilkan satu ton lebih ikan, yang diikuti juga berbagai varian produknya seperti abon ikan dan lain sebagainya.

Penghasilan desa Ponggok yang luar biasa ini, disalurkan desa untuk berbagai kesejahteraan masyarakatnya, termasuk jaminan kesehatan dan pendidikan, dengan program satu rumah satu sarjana. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani pun angkat topi untuk keberhasilan Ponggok dalam mengelola desanya.

Alam akan memberi hasil yang melimpah kepada kita, jika kita menjaganya dengan baik. Mungkin hal itu yang sedang coba diterapkan warga Ponggok terhadap alamnya. Karena Desa Ponggok yang sekarang, dari desa yang tertinggal menjadi desa yang kaya dan maju, karena berkah dari alamnya. Dan oleh sebab itu, pelestarian yang dilakukan warga Desa Ponggok sekarang ini, merupakan wujud terima kasih mereka kepada alamnya.

Continue Reading

Traveling

Bekas Pabrik Gula, Rest Area Tol Banjaratma Brebes Jadi Destinasi Favorit Pemudik

Published

on

Pemandangan Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Hal Menarik "Rest Area" Banjaratma Brebes yang Jadi Favorit Pemudik", https://travel.kompas.com/read/2019/06/11/153846827/5-hal-menarik-rest-area-banjaratma-brebes-yang-jadi-favorit-pemudik?page=1. Penulis : Retia Kartika Dewi Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Finroll.com – Dioperasikan sejak 17 Maret 2019 lalu, kehadiran Rest Area KM 260B Banjaratma, Brebes di Tol Pejagan – Pemalang mulai dilirik perhatian. Di musim lebaran ini, namanya mulai dibicarakan para pemudik.

Digadang-gadang sebagai rest area terindah di Indonesia, eks pabrik gula PG Banjaratma ini juga punya banyak hal menarik.

Berlokasi di Tol Pejagan – Pemalang, Rest Area KM 260B Banjaratma merupakan kreasi terbaru dari sinergi BUMN. Sebelum jadi seperti sekarang ini, dahulu rest area ini merupakan bekas pabrik gula PG Banjaratma.

Sejarahnya, dahulu eks pabrik gula itu beroperasi di tahun 1913 di bawah Belanda sebelum akhirnya harus gulung tikar di tahun 1998 akibat tingginya biaya operasional. Tak berapa lama, bangunan itu pun ditetapkan sebagai cagar budaya.

Dari yang tadinya tak terurus, sinergi BUMN pun melirik PG Banjaratma karena lokasinya yang dekat sekali dengan jalan tol. Pemugaran pun dimulai hingga saat ini walau belum beres 100%. Namun, PG Banjaratma kembali berdenyut sebagai rest area kekinian.

berikut 4 hal menarik res area Banjaratma Brebes:

1. Masjid berornamen batu bata merah

Rest Area Banjaratma, Brebes, juga menyediakan fasilitas masjid untuk pemudik atau pengunjung yang menjalankan ibadah shalat. Masjidnya dirancang dengan ornamen batu bata merah.

Bagian ventilasi masjid juga dirancang menarik, yakni celah-celah batu bata yang tersusun rapi dan terdapat di banyak tempat sehingga membuat masjid menjadi sejuk.

2. Taman dan kebun binatang mini

Di Rest Area Banjaratma ada taman berupa kebun binatang mini yang isinya buung-burung dan kelinci, tempat ini sangat menarik perhatian khusunya bagi anak-anak.

3. Bangunan bekas cagar budaya

Rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Banjaratma jika dilihat dari fisik bangunannya memiliki ornamen klasik. Dulunya, bangunan di rest area ini merupakan bekas Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan pada 1908 oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda, NV Cultuurmaatschappij.

Area eks tungku di Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma(Dok. PT PP Sinergi Banjaratma)

4. Ada Spot Instagramable, Lokomotif dan Air Mancur

Di bagian luar terdapat lokomotif lama yang dahulu digunakan untuk mengangkut tebu sebelum diolah menjadi gula dan Air mancur. Kini, setiap sudutnya tak lolos dari incaran milenial yang mencari foto Instagramable.

[berbagai sumber]

Continue Reading
Advertisement

Trending