Connect with us

Science & Technology

Astronom Rilis Foto Pertama Lubang Hitam di Antariksa

Published

on


Lubang Hitam

Finroll.com – Para pakar astronomi telah berhasil untuk pertama kalinya membuat foto yang menunjukkan lubang hitam di antariksa, dengan menggunakan delapan teleskop radio yang tersebar di seluruh dunia.

Lubang hitam yang sangat besar itu terdapat di pusat galaksi raksasa yang diberi nama M-87, yang jauhnya 55 juta tahun cahaya dari bumi.

Foto itu adalah hasil penelitian selama puluhan tahun oleh kelompok Event Horizon Telescope Collaboration atau EHTC. Foto yang tampak kabur itu menunjukkan semacam kue donat raksasa yang berwarna kuning dan oranye, dan bagi ilmu fisika ini adalah pencapaian ilmiah yang paling mengesankan.

Foto itu menunjukkan apa yang telah dibayangkan oleh para pakar astronomi, khususnya Albert Einstein, sejak lama. Tampak bagian tengah donat raksasa yang disebut lubang hitam itu, di mana gaya beratnya sangat kuat sehingga cahayapun tidak bisa melepaskan diri.

“Kami kini tahu bahwa lubang hitam yang terletak di tengah galaksi M-87itu beratnya 6, 5 milyar kali dari matahari kita,” kata pakar Shep Doeleman dalam wawancara pers hari Rabu di Washington.

“Ini adalah bukti paling kuat tentang keberadaan lubang hitam,” tambahnya.(voa)

Advertisement

Science & Technology

Kembali Viral, Bahaya Tersembunyi di Balik Aplikasi FaceApp

Published

on

By

Finroll.com –  Aplikasi FaceApp kembali viral dalam beberapa hari terakhir. Netizen beramai-ramai menggunakan platform editor wajah tersebut untuk memperlihatkan dunia bagaimana penampilan mereka ketika tua nanti.

Namun tak sedikit orang yang mempertanyakan keamanan privasi dari penggunaan aplikasi itu. Muncul spekulasi bahwa aplikasi yang populer gara-gara hashtag #faceappchallenge ini mengambil informasi pribadi pengguna yang dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan.

Berdasarkan syarat dan perjanjian penggunaan aplikasi saja, pengguna diminta memberikan sejumlah izin kepada aplikasi. Salah satunya adalah mengakses berbagai informasi dari pengguna.

“Anda memberi FaceApp lisensi dan sub-lisensi abadi, tidak dapat dibatalkan, tidak eksklusif, bebas royalti, dibayar penuh, dapat ditransfer untuk menggunakan, mereproduksi, memodifikasi, mengadaptasi, menerbitkan, menerjemahkan, membuat karya turunan, mendistribusikan, melakukan dan menampilkan secara publik menampilkan konten nama pengguna atau kemiripan apa pun yang disediakan sehubungan dengan konten pengguna,” tulis pihak aplikasi dalam syarat dan perjanjian.

Dengan kata lain, pihak pengembang FaceApp bisa saja mempublikasi foto yang pengguna unggah ke dalam aplikasi kepada publik kapan saja mereka inginkan. Perusahaan juga secara terang-terangan mengatakan mengoleksi informasi privasi pengguna dan menggunakannya untuk strategi pemasaran ke depannya.

Sebenarnya, persyaratan seperti itu cukup standar dalam penggunaan aplikasi berteknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), karena mereka membutuhkan akses ke foto untuk memenuhi fungsinya. Namun, ada kekhawatiran yang disebabkan karena pemilik aplikasi itu adalah Rusia, yang banyak disebut orang identik dengan kasus peretasan.

Tak sedikit netizen yang mengunggah hasil editan foto dari aplikasi itu dan membuat orang lain jadi ikut-ikutan. Beberapa orang prihatin dengan popularitas aplikasi yang bisa mengakses semua gambar di galeri foto pengguna.

Foto Wajah Pilihan Pengguna Disimpan di Server FaceApp

Tidak ada bukti memang pihak aplikasi menyimpan semua foto yang ada di galeri. Tapi, foto yang dipilih pengguna untuk menerapkan filter wajah tua memang disimpan di dalam server aplikasi.

Menurut pemimpin perusahaan keamanan siber Guardian Firewall, Will Strafach, aplikasi FaceApp yang mengunggah foto pilihan pengguna ke server dengan alasan penerapan filter disebutnya sebagai aktivitas yang tidak umum. Hal ini perlu diperhatikan oleh banyak pengguna.

CEO FaceApp Yaroslav Goncharov pernah mengatakan kepada The Verge, foto yang diunggah ke aplikasi memang disimpan di server perusahaan untuk penerapan filter, namun itu sifatnya sementara dan mereka mengaku menghapusnya tidak lama kemudian. Mereka juga mengaku bersedia menerima permintaan pengguna yang ingin menghapus foto mereka dari servernya.

Kita tidak pernah tahu apakah FaceApp benar-benar menghapus data foto pengguna atau tidak. Itu sebabnya ilmuwan dan pengamat aplikasi mobile sosial, Jane Wong, berharap pengguna bisa menghapus sendiri datanya dari aplikasi.

“Foto diunggah ke server FaceApp di AWS tanpa otorisasi. Tidak banyak informasi yang dikirim ke server FaceApp selain metrik pengguna. Saya berharap ada pilihan bagi pengguna untuk menghapus foto mereka dari server,” tulis Wong di akun Twitter miliknya.

Kalau kalian risau tapi masih mau menggunakan aplikasi FaceApp, ada baiknya kalian cukup memakai foto yang dijepret langsung dengan kamera ponsel, bukan yang diambil dari galeri gambar. Dengan begitu, kalian hanya memberikan akses kamera pada aplikasi FaceApp.

Continue Reading

Science & Technology

Snapdragon 855 Plus Dirilis, Cocok untuk Ponsel Gaming

Published

on

By

Finroll.com – Qualcomm merilis pembaruan dari prosesor flagship Snapdragon 855 yang bernama Snapdragon 855 Plus. Apa bedanya?

Menurut Qualcomm, prosesor anyar ini dioptimasi untuk gaming, VR, AI, dan konektivitas 5G. Meski secara keseluruhan, chip ini masih menggunakan desain dan tata letak yang sama dengan Snapdragon 855 biasa.

Bedanya, delapan core Kryo yang ada digenjot dengan clock speed yang lebih tinggi, sampai dengan 2,96 GHz. Namun pembaruan yang lebih terasa ada di sektor GPU, di mana menurut Qualcomm performa Adreno 640 yang dipakai meningkat 15%.

Jadi chip anyar ini bakal lebih berguna untuk ponsel yang berfokus untuk gaming, seperti yang dirilis oleh Asus, Razer, dan lainnya. Lalu menurut Qualcomm ada juga peningkatan di sisi AI dan VR karena chip ini dilengkapi AI Engine generasi ke-4 yang mampu menjalankan lebih dari 7 triliun operasi setiap detiknya.

Pembaruan juga ada pada sisi konektivitas, karena Snapdragon 855 Plus diklaim bisa mempunyai daya tahan baterai seharian dengan koneksi 5G. Sama seperti pendahulunya, chip ini masih menggunakan dua modem, yaitu Snapdragon X24 LTE dan X50 5G.

Snapdragon 855 saat ini sudah dipakai di sejumlah ponsel flagship seperti Galaxy S10, OnePlus 7 Pro, dan LG G8. Sementara versi Plus-nya diperkirakan bisa saja dipakai di Galaxy Note 10 atau mungkin Pixel 4

Continue Reading

Science & Technology

Bukan Ponsel Lipat, Apple Ciptakan iPad Lipat

Published

on

By

Saham Apple

Finroll.com – Publik telah mendengar tentang rencana Microsoft untuk membuat tablet Surface yang dapat dilipat untuk beberapa waktu sebelumnya. Menurut laporan terbaru, Apple juga serius melihat konsep ini. Kemungkinan mereka sedang menggarap iPad yang layarnya dapat dilipat.

Menurut analis yang sukses mengorek informasi dari orang dalam, perusahaan yang berbasis di Cupertino ini sedang mengerjakan iPad dengan tampilan yang fleksibel. Diperkirakan ukurannya berada di antara 11 inci dan 15 inci.

Bagian yang paling mengejutkan adalah bahwa Apple ingin segera meluncurkan perangkat tersebut. Paling lambat perangkat canggih yang tentunya sangat mahal itu akan dirilis tahun depan.

Selain itu, ungkap laman GSM Arena, laporan itu menyebutkan prosesor high-end A-series Apple ditambah kemampuan 5G. Walaupun Apple masih belum merilis smartphone berkemampuan 5G, sehingga perlu mengejar ketinggalan terlebih dahulu dari pesaingnya di Android.

Perangkat layar lipat tergolong rumit. Dua pabrikan raksasa smartphone, yaitu Samsung dan Huawei sudah berkoar-koar siap meluncurkan foldable phone pertamanya ke pasar. Namun, sampai sekarang handphone Galaxy Fold dan Mate X belum juga muncul ke publik secara resmi.

Continue Reading
Advertisement

Trending