Connect with us

Pasar Modal

Aliran Modal Asing Diramal Bikin IHSG Kembali ke Zona Hijau

Published

on


IHSG

Finroll.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi semakin kokoh pada Kamis (11/7). Modal asing yang terus mengalir ke pasar saham akan membuat indeks bertahan di zona hijau.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan nilai tukar rupiah yang bergerak stabil beberapa hari terakhir juga menambah sentimen positif bagi IHSG. Oleh karena itu, ia meramalkan indeks berada dalam rentang support 6.302 dan resistance 6.488.

“Potensi penguatan cukup besar di tengah gelombang aliran modal asing yang masih terjadi, di sisi lain penguatan nilai tukar rupiah yang menunjukkan kestabilan,” ungkap William dalam risetnya.

Ia menyarankan pelaku pasar menyoroti saham sektor konstruksi. Saham emiten yang bisa dibeli, antara lain PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Senada, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah melihat peluang IHSG untuk kembali menguat terbuka lebar. Menurutnya, pasar saham sedang berada dalam tren kenaikan jangka menengah.

“Tren saat ini berganti dari bearish trend (tren melemah) jangka panjang menjadi bullish trend (tren penguatan) jangka menengah,” kata Lanjar melalui risetnya.

Saat ini, IHSG menuju area 6.500. Namun, Lanjar memproyeksi khusus perdagangan hari ini indeks bergerak dalam rentang support 6.350 dan resistance 6.450.

Lanjar menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Sekadar informasi, RTI Infokom mencatat IHSG menguat 0,35 persen ke level 6.410 pada penutupan perdagangan kemarin. Pelaku pasar asing kembali mencatatkan beli bersih atau net buy di all market sebesar Rp357,55 miliar.

Kondisi serupa terjadi di bursa saham Wall Street, di mana tiga indeks utamanya berakhir ‘hijau’ tadi malam. Rinciannya, Dow Jones naik 0,29 persen, S&P500 0,45 persen, dan Nasdaq Composite 0,75 persen.

Pasar Modal

Di Awal Pekan Pembukaan Perdagangan IHSG Naik Tipis

Published

on

Finroll.com — Laju Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) naik tipis pada sesi pembukaan perdagangan hari ini, Senin (22/7/2019).

IHSG tercatat naik 2 poin atau 0,04 persen ke level 6459. Sebanyak 139 saham menguat, berbanding dengan 59 saham yang terkoreksi.

Sementara itu 159 saham lainnya flat.
Market caps pada perdagangan hari ini mencapai Rp7428,216 triliun.

Saham yang ditransaksikan pagi ini secara volume baru mencapai 1,3 miliar saham senilai Rp515,4 miliar.

Sedangkan secara year to date volume saham yang sudah ditransaksikan mencapai 2,0 triliun saham, senilai Rp1.292,8 triliun.

Saham-saham yang menjadi top gainers pagi ini FUJI, TOPS, BULL, MNCN, MYOR, ESSA

Adapun saham-saham yang menjadi top losers antara lain POSA, MAPI, SMBR, ANTM, BNLI, BDMN

Net foreign buy di seluruh market pagi ini mencapai Rp17,82 miliar. Adapun saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain MNCN, BBCA, BBRI, BRPT, BBNI, PGAS

Sementara itu saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing tercatat BMRI, BULL, ASII, BMTR, TLKM, UNTR.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada jam yang sama tercatat terkoreksi 29 poin atau setara 0,21 persen ke level Rp13964/USD.(red)

Continue Reading

Pasar Modal

Seluruh Sektor Kerek IHSG, Properti Paling Kencang

Published

on

By

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini Naik 0,39% ke 5.823

Finroll.com – Sektor properti memimpin penguatan seluruh sektor mengerek kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,49 persen atau 31,59 poin ke level 6.434,88 pada pukul 09.05 WIB, setelah dibuka naik 0,22 persen atau 14,15 poin di level 6.417,44.

Seluruh sembilan sektor saat itu bergerak positif, dipimpin sektor properti (+0,80 persen), tambang (+0,71 persen), dan barang konsumsi (+0,49 persen).

Kemudian pada pukul 09.23 WIB, pergerakan IHSG menguat 0,57 persen atau 36,53 poin ke level 6.439,82 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (18/7), IHSG berhasil rebound dan berakhir naik 0,14 persen atau 8,68 poin di level 6.403,29.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG konsisten bergerak positif di level 6.417,44 – 6.442,14.

Sektor properti yang menguat 0,85 persen tetap memimpin pergerakan sektor-sektor lainnya di zona hijau, diikuti finansial dan aneka industri yang masing-masing naik 0,77 persen dan 0,53 persen (lihat tabel).
Baca juga: BI Potong Bunga Acuan, IHSG & Rupiah Kompak Lanjut Menguat

Sementara itu, sebanyak 174 saham menguat, 68 saham melemah, dan 410 saham stagnan dari 652 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 0,73 persen dan 0,67 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada pukul 09.23 WIB.

Continue Reading

Pasar Modal

Di Akhir Pekan Pergerakan IHSG Cenderung Melemah

Published

on

Ekonomi

Finroll.com — Pada perdagangan hari ini Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan berada dalam kecenderungan melemah, meski kemarin mampu berbalik arah ke zona hijau dan menguat tipis 0,14 persen ke level 6.403.

Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah selaku analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, mengatakan secara teknikal laju IHSG kembali terkonsolidasi dan mencoba bertahan di atas level 6.400 meski indikator stochastic dan RSI bergerak bearish.

Lebih lanjut Lanjar mengatakan, kekhawatiran terhadap pergerakan IHSG yang tidak mampu breakout level resistance tersebut memberikan efek psikologis yang cenderung negatif pelaku pasar dan akan memicu terjadinya aksi ambil untung.

“Sehingga, kami memproyeksikan IHSG berada dalam kecenderung melemah pada perdagangan akhir pekan dengan kisaran support-resistance di level 6.368-6.420,” ujar Lanjar, seperti dilansir dari Indopremier, di Jakarta, Jumat (19/7).

Menurut Lanjar, pada perdagangan kemarin mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah, tercermin dari penurunan indeks Nikkei (-1,97 persen), Topix (-2,11 persen), Hang Seng (-0,46 persen) dan Shanghai (-0,95 persen).

Sedangkan, IHSG mampu menguat 0,14 persen ke level 6.403.

Dengan demikian, jelas Lanjar, dengan adanya potensi pembalikan arah melemah pada laju IHSG akhir pekan ini, pelaku pasar disarankan untuk mencermati 12 saham berikut:

1. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

2. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)

3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

4. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

5. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

6. PT Adaro Energy Tbk (ADRO)

7. PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)

8. PT Harum Energy Tbk (HRUM)

9. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

10. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

11. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

12. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Continue Reading
Advertisement

Trending