Connect with us

Traveling

6 Tempat Main Arung Jeram Seru untuk Menantang Nyali, Kamu Berani?

Published

on


Finroll.com – Apakah kamu pecinta olahraga yang memacu ardenalin? Jika iya, silahkan kamu coba yang satu ini, arung jeram.

Tak hanya seru, aksi arung jeram juga bisa membantu menjalin keakraban. Setiap anggota yang berada di perahu yang sama, dipaksa untuk bahu-membahu agar tidak terbalik dan membahayakan nyawa.

Penasaran mau mencoba, berikut enam tempat main arung jeram seru di Indonesia yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu, 26 Juni 2019.

1. Arung Jeram di Sungai Asahan, Sumatera Utara

Dilansir dari laman resmi asahanforpaddler.com, Sungai Asahan yang berada di Kecamatan Bandar Pulau, Asahan, Sumatera Utara, dapat menjadi salah satu opsi kamu untuk menguji adrenalin saat bermain arung jeram. Sungai ini menjadi arung jeram terbaik ketiga di dunia setelah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat.

Aliran Sungai Asahan sangat deras hingga mencapai 120 meter kubik per detik. Tingkat kesulitan bermain arung jeram di sungai ini mencapai kelas 4-5 dalam skala 1-6. Memiliki tingkat kesulitan kelas dunia, arung jeram Sungai Asahan cocok untuk profesional atau ahli dalam olahraga ini.

Sungai Asahan juga digunakan sebagai tempat perlombaan arung jeram tingkat nasional maupun internasional bagi para profesional. Rute aliran dengan panjang sejauh 22 kilometer ini sangat berbahaya jika bukan profesional yang melakukannya. Tetapi jika tertarik bermain arung jeram di Sungai Asahan ini, Anda dapat mencoba dengan tingkat kesulitan 1-3.

2. Arung Jeram Situ Cileunca Bandung

Dilansir dari web resmi cileunca-rafting.com, Situ Cileunca Pangalengan memiliki Sungai Palayangan di Bandung. Kawasan Sungai ini menyediakan arung jeram yang menarik berbagai perhatian. Berlokasi di Jl. Situ Cileunca, Kampung Cibeunying, Desa Wanasari, Pangalengan.

Sungai yang memikat daya tarik wisatawan ini, masuk pada tingat kesulitan kelas 3 — 4. Sungai ini menyuguhkan keindahan panorama alam yang exotis dengan panjang perjalanan saat bermain arung jeram di Sungai Palayangan sekitar 4,5 kilometer.

Wisatawan akan menyusuri derasnya sungai dengan arus yang stabil serta yang pasti seru dan membuat wisatawan ketangihan. Tidak perlu khawatir jika tidak pernah bermain arung jeram sebelumnya, karena seluruh petugas yang ada di Sungai Cileunca ini sudah terlatih dan berpengalaman.

3. Arung Jeram Sungai Alas di Aceh

Dilansir dari wisato.id, Sungai Alas merupakan salah satu sungai terpanjang yang terdapat di provinsi Aceh. Sungai Alas menawarkan arus sungai yang deras dan sungai ini memiliki belokan yang tajam dan tentunya pemandangan tepi sungai yang alami dari Taman Nasional Gunung Leuser.

Hampir semua daerah tepi sungai diapit oleh hutan yang masih asri. Sungai Alas yang terletak di 165 km tenggara Takengon, mengalir dan membelah Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Sungai ini sangat asyik untuk dikunjungi karena keindahan panorama alamnya berupa hutan tropis, dan perkampungan rakyat tradisional yang ada di sepanjang tepian Sungai Alas.

Sungai Alas memiliki tingat kesulitan kelas 3 – 4, dengan gelombang air yang dapat mencapai 2 meter. Sungai Alas juga menyuguhkan pemandangan indah yang tersaji sepanjang sungai. Jika beruntung, Anda dapat melihat hewan yang sedang turun minum di tepi sungai, seperti monyet, gajah, burung dan rusa.

4. Arung Jeram Sungai Elo, Magelang, Jawa Tengah

Dilansir dari akun Instagram resmi @elo_rafting, Sungai Elo menjadi salah satu wahana arung jeram yang banyak dikunjungi para wisatawan. Lokasinya di Jalan Borobudur, Kelurahan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.

Sungai Elo di Magelang sangat cocok untuk Anda yang masih pemula karena tidak terlalu deras airnya. Tingkat kesulitan Sungai Elo untuk arung jeram berada di level 1-3.

Sungai menyuguhkan perjalanan arung jeram dengan jarak 12 km dengan waktu tempuh sekitar dua sampai tiga jam. Selain tempat arung jeram yang menarik, sungai memiliki lokasi yang tidak terlalu jauh dengan objek wisata Candi Mendut dan Candi Borobudur di Yogyakarta, sehingga setelah bermain arung jeram pengunjung juga dapat mengunjungi tempat wisata tersebut.

5. Arung Jeram Sungai Citarik Sukabumi, Jawa Barat

Dilansir dari akun instragram resmi @citarikrivercamp, Sungai Citarik berlokasi di Taman Nasional Gunung Halimun, Cikadang, Sukabumi, provinsi Jawa Barat. Sungai Citarik lumayan dikenal di kalangan pecinta olahraga arung jeram. Keunggulan arung jeram Sungai Citarik dikenal karena debit air sungai yang stabil.

Sungai Citarik memiliki tingkat kesulitan arung jeram kelas 3–4, sehingga sangat cocok untuk para pemula yang belum pernah melakukan arung jeram sebelumnya. Sungai Citarik juga menawarkan keindahan pemandangan air terjun yang ada di dekat area arung jeram.

Jika menyukai tantangan, Anda dapat mencoba arung jeram di Sungai Citarik ini karena tempatnya yang tidak begitu ekstrem dan aman untuk dilakukan.

6. Arung Jeram Sungai Ayung, Bali

Dilansir dari web resmi ubudbookingrafting.com, Sungai Ayung menjadi salah satu tempat arung jeram yang cukup populer di Bali. Sungai ini banyak dikunjungi oleh beragai turis asing maupun masyarakat lokal.

Berlokasi di Desa Payangan Ubud, Bali, sungai ini menjadi tempat untuk para pencinta olahraga arung jeram. Selain digunakan sebagai tempat arung jeram, sungai ini juga memiliki keindahan alam yang eksotis.

Sungai yang memikat daya tarik wisatawan ini, memiliki tingat kesulitan arung jeram kelas 2– 3 dengan jarak perjalanan sepanjang 12 km. Permainan arung jeram akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 2 jam. Arung jeram yang berada di sungai ini sangat cocok untuk pemula karena tingkat kesulitannya yang tidak terlalu tinggi. (Devita Nur Azizah)

Kuliner

Rumah Makan Padang Akan Dibangun di Kota Terbesar Vietnam

Published

on

By

Finroll.com – Rumah makan padang akan dibangun di kota terbesar di Vietnam, Ho Chi Minh. Menurut Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, rumah makan tersebut tentunya hadir dengan menu utama rendang.

“Tahun ini ditargetkan sudah dibangun, lokasi dan pengembangnya sudah ada, tinggal kami koordinasikan saja,” kata Mahyeldi saat mengunjungi sentra masakan rendang di Pasar Raya Inpres, Padang, Sumatra Barat, Jumat.

Mahyeldi menjelaskan bahwa pembangunan rumah makan padang di Ho Chi Minh, Vietnam dilakukan atas dasar kerja sama dengan Konjen RI di Vietnam. Pengembangnya adalah salah satu dari pengusaha di Padang yang sudah lama bergerak di bidang rumah makan, namun ia tidak menjelaskannya dengan detail.

Alasan pemilihan Vietnam sebagai pengembangan restoran padang adalah banyaknya turis Melayu yang mengunjungi negara tersebut, khususnya Ho Chi Minh.

“Vietnam itu banyak turis Melayu, penerbangan dari sini saja ada 15 flight, itu membuktikan bahwa target pasar di sana besar,” katanya.

Selain target secara perekonomian, Walikota Padang mengatakan bahwa hal tersebut menjadi salah satu promosi wisata bahwa rendang sebagai salah satu makanan terenak dunia yang ada di Sumatra Barat, khususnya Padang. Dengan adanya promosi internasional tersebut juga diharapkan dapat mendatangkan turis asing yang akan berkunjung, berwisata ke Kota Rendang, sehingga mampu mengangkat wisata lokal.

Continue Reading

Traveling

Setelah Ditutup 50 Tahun, Piramida Bent Dibuka Untuk Umum

Published

on

By

Finroll.com –  Untuk pertama kalinya sejak 1965, dua piramida di Mesir, termasuk Piramida Bent yang unik, dibuka untuk umum.

Dua piramida – Piramida Bent dan satelitnya di nekropolis kerajaan Dashur – terletak sekitar 40 kilometer di selatan Kairo, berusia lebih dari 4.000 tahun.

Bersamaan dengan pengumuman yang dibuat pada Sabtu, 13 Juli 2019, Kementerian Purbakala Mesir juga mengungkapkan penemuan sarkofagus dari batu, tanah liat dan kayu, beberapa di antaranya berisi mumi dengan topeng penguburan dari kayu.

Temuan ini juga termasuk alat pemotong batu yang berasal dari masa 664 SM sampai 332 SM, atau sekitar zaman Alexander Agung.

Piramida Bent, dibangun pada sekitar 2600 SM oleh Firaun Sneferu memiliki struktur unik. Para arkeolog mencatat bahwa arsitekturnya merupakan transisi antara piramid Djoser, yang dibangun antara 2667 SM – 2648 SM, dan Piramida Meidum, yang juga berasal dari 2600 SM, kata Menteri Purbakala Khaled al-Anani dalam sebuah pernyataan.

Bagian bawah piramida ini masih ditutupi batu kapur aslinya. Sisi-sisinya membentuk sudut 54 derajat, tetapi kemudian berangsur-angsur menjadi 43 derajat mendekati puncak, sehingga tampak bengkok.

“Sneferu hidup sangat lama, tapi kita tidak tahu di mana tepatnya ia dimakamkan. Mungkin di piramida (Bent) ini, siapa yang tahu?,” kata direktur situs Dahshur, Mohamed Shiha, kepada The Guardian.

Piramida Bent, serta piramida lainnya di Dashur (bagian dari nekropolis Memphis), terdaftar sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Pemerintah Mesir melakukan restorasi Piramida Bent setinggi 101 meter dan satelitnya selama penutupan. Beberapa proses restorasi ini meliputi pengerjaan tangga internal dan eksternal, penambahan jaringan penerangan, dan perbaikan beberapa pekerjaan batu di koridor dan ruang pemakaman.

Selain itu, kementerian mengumumkan bahwa para arkeolog telah menemukan sisa-sisa tembok kuno yang berasal dari Kerajaan Tengah, sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Dinding setinggi hampir 60 m ini berada di selatan piramida lain dari dinasti ke-12 Raja Amenemhat II, yang juga berada di nekropolis Dahshur.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mesir telah mengumumkan penemuan arkeologis dengan harapan meningkatkan pariwisata, yang terpukul setelah Revolusi 2011.

Continue Reading

Kuliner

Sate Matang ‘Apaleh’, Kuliner Legenda di Jalur Timur Aceh

Published

on

By

Finroll.com – Sudah lebih dari 25 tahun, Muhammad Saleh menjadi penjual Sate Matang, di Keude (pasar) Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Merintis usaha dari sebuah gerobak, kini dia telah berjualan di 11 pintu ruko.

Tempat usahanya tak pernah sepi pengunjung saban hari, disinggahi para pelintas jalan di pesisir utara-timur Aceh. Letaknya strategis, jalur tersibuk lintas Banda Aceh-Medan, sekitar 240 kilometer dari Kota Banda Aceh. Warungnya buka 24 jam.

Ditemui di warungnya, Minggu (14/7) sore, Muhammad Saleh atau akrab disapa Apaleh itu berkisah, sebelum usahanya maju seperti sekarang, dia sempat jatuh bangun sebagai penjual Sate Matang. Usaha ini dirintisnya sejak awal tahun 1990.

Dulu saat memulai hanya 5 kilogram daging sapi dalam sehari, dagingnya saya beli di pasar. Kini Alhamdulillah, 2 ekor sapi saya sembelih sendiri setiap hari,” jelas Apaleh.

Menurut lelaki 55 tahun itu, usahanya sempat meredup kala konflik berkecamuk di Aceh. Kini dengan usaha gigihnya, Apaleh telah menguasai 11 ruko. Uniknya, ruko-roko itu berderet di lokasi yang sama dan semua menjajakan Sate Matang. Ada 5 gerobak sate di sepanjang 11 pintu ruko itu.

“Tak ada resep khusus. Sama saja dengan sate-sate matang yang dijual di tempat lain. Rezeki dari Allah (kepada saya). Mungkin berkat doa-doa anak yatim yang di rumah,” kata Apaleh ketika ditanya rahasia resep satenya itu.

Sama dengan Sate Matang pada umumnya, Sate Matang ‘Apaleh’ juga disajikan dengan nasi putih, bumbu kacang, serta sepiring kuah sop hangat yang dibuat dari tulang-tulang sapi serta direbus dengan rempah dan bumbu.

Sate Matang telah dikenal sejak Indonesia merdeka sebagai kuliner khas Kota Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireuen. Nama “matang” merujuk pada tempat di mana makanan itu dipopulerkan pertama kali. Soal penabalan nama, mungkin sama dengan Sate Padang dan Sate Jawa.

Tahun 2013 lalu, Sate Matang telah terdaftar di UNESCO sebagai kuliner warisan dunia yang berasal dari Aceh. Di Kabupaten Bireuen, kuliner ini mudah dijumpai di sejumlah warung kopi yang buka 24 jam. Maklum, banyak penumpang bus dan truk yang melintas dari Banda Aceh ke Medan atau sebaliknya, singgah untuk “bersate ria”.

Sate Matang berbahan utama daging kambing atau daging sapi yang tampilannya tak jauh beda dengan sate lainnya. Sebelum dibakar, dimasukkan dulu dalam cairan bumbu berupa tumisan bawang putih, merah, kunyit, jahe, dan garam.

Setelah dibakar lalu dihidangkan dengan bumbu kacang tanah, campur cabe dan bumbu lainnya yang diolah sedemikian rupa, menjadi ciri khas sate ini. Kandungan bumbu inilah yang menjadi andalan sate tersebut. Khas lainnya, ada kuah soto yang membuat nasi lebih mudah dikunyah, sambil menggigit daging kambing.

Continue Reading
Advertisement

Trending