Connect with us

Property

50% Anggota Coworking Space Berlokasi di Jakarta

Published

on


Coworking Space

Asosiasi Coworking Space Indonesia mengklaim sekitar 50% anggota coworking space yang tergabung asosiasi masih berlokasi di Jakarta sebagai kota dengan ekosistem komunitas terbanyak.

Finroll.com – Ketua Asosiasi Coworking Space Indonesia Faye Alund mengatakan asosiasi ini mulai berdiri sejak 2016. Awalnya pada 2016 baru sekitar 60 coworking space yang ada, namun pada 2017 naik tiga kali lipat menjadi 180, dan tahun ini melampaui 200 unit.

Saat ini jumlah coworking space di Indonesia sudah mencapai sekitar 220 di 44 kota, termasuk di kota-kota kecil seperti Kediri, Demak, dan Madiun.

“Indonesia paling padat ya Jawa. Paling banyak populasi di Jakarta dan 80% coworking masih Jawa. Setengahnya iu Jakarta. Sebagian besar coworking space menjamur yang ada 46% dalam 3 tahun terakhir karena ekosistem awal mulai bangun. Sebab kita mau menggerakkan digital ekonomi. Bukan hanya untuk digital start-up. Ada creative hub, creative spaces, itu adalah workstyle,” kata Faye di Equity Tower, Senin (8/10/2018).

Baca Juga : Bitcoin, Transaksi Baru Dalam Bisnis Properti Real Estate

Faye menilai nantinya pemain coworking space yang akan bertahan dalam persaingan menjamurnya bisnis ini adalah mereka yang memahani siklus bisnis. Pada akhirnya, coworking space yang sukses adalah yang berhasil dalam pemberdayaan komunitas maupun secara finansial. Misalnya, coworking space yang bisa mendapat investor. Misalnya, ketika market turun, si pendiri coworking space harus memiliki inovasi untuk bertahan.

Coworking kayak restoran. Suka pizza apa. Setiap coworking punya rasanya sendiri. Orang yang cocok disini belum tentu cocok di coworking lain. Ini tentang komunitas dan passion foundernya. Kita selalu bilang ada coworking are not kompetitor. Kompetitor kita adalah kafe dan rumah,” tuturnya.

Dia menilai pelaku coworking yang juga bisa melakukan merger dan kerja sama dengan pihak asing. Faye berpendapat, ini adalah solusi pengembangan bisnis mengingat konsep coworking  sangat bergantung dari passion pemiliknya.

Dia pun menilai merger dengan angel investor dan funding tidak menjadi masalah selama bisa mempertahankan bisnis coworking.

“Cek background founder itu penting. Passion adalah encourage untuk create dia punya company digital dan konten. Not just the business tetapi investor lihat ada potensi tumbuh dan berkembang. Jadi kalau ada core community, cuma sekepal tangan kita, itu sudah ada modalnya, ketika bangun space tidak ada corenya malah sia-sia,” terangnya.

Dia menilai setiap daerah di Indonesia memiliki konsep coworking yang berbeda. Sebagai contoh, coworking  milik Faye berlokasi di Sanur, Bali. Banyak juga pelaku coworking adalah pemain asing. Maka, dia berpendapat coworking harus bisa memberikan dampak terhadap ekonomi, tidak sebatas mengembangkan komunitas semata.

“Jadi makanya dipastikan coworking  itu bisa menghasilkan bisnis baru yang bisa mensupport pajak kita juga nantinya,” kata Faye. (Bisnis.com)

Advertisement

Property

Pemerintah Bangun Kontruksi SPAM Semarang Barat Dengan Investasi Rp1,15 T

Published

on

Pemerintah Bangun Kontruksi SPAM Semarang Barat Dengan Investasi Rp1,15 T

Finroll.com –Pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini meresmikan dimulainya kontstruksi, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat.

Pembangunan ini menelan biaya investasi sebesar Rp1,15 triliun, lewat skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Proyek ini ditarget selesai dalam dua tahun, dan nantinya mampu menyuplai kebutuhan air bersih bagi 420 ribu jiwa (30 % warga Kota Semarang), dengan 70 ribu sambungan rumah di tiga kecamatan.

Baca Lainnya: Sebanyak Tiga BUMN Bangun Hunian Berkonsep TOD Secara Serentak

“Pembangunan SPAM Semarang Barat sudah ditunggu-tunggu masyarakat. Prosesnya persiapannya cukup panjang, namun Insha Allah bermanfaat pada masyarakat banyak. KPBU tidak hanya dalam pembangunan jalan tol, kami lakukan juga untuk pembangunan SPAM dan akan kita coba untuk pembangunan bendungan sebagai pembangkit listrik tenaga air,” ungkap Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, pembangunan proyek ini sebagian dibiayai oleh investasi badan usaha seperti PT Aetra Air Jakarta – PT Medco Infrastruktur Indonesia (pemenang tender), kemudian membentuk perusahaan PT Air Semarang Barat, dengan nilai investasi Rp417,2 miliar tanpa membutuhkan dana Viability Gap Fund (VGF) dari Pemerintah.

Baca Lainnya: Asyikk, Pemerintah Tengah Rancang KPR Khusus Milenial Berbunga Rendah

“Keberhasilan dimulainya pembangunan SPAM regional di Umbulan, Bandar Lampung, dan saat ini di Semarang Barat diharapkan dapat menjadi contoh untuk penerapan KPBU SPAM berikutnya di daerah lainnya seperti SPAM Dumai, Riau dan Bengkalis” lanjutnya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan tugas pemerintah yang utama adalah melayani apa yang dibutuhkan rakyatnya, salah satunya adalah air bersih yang merupakan kebutuhan dasar.

“Ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda, dengan kita membantu kemudahan program sanitasi dan air bersih sebagai bagian mengurangi kemiskinan dan memberikan kesejahteraan untuk masyarakat,” kata Sri Mulyani.

Keberhasilan skema rancangan proyek KPBU dalam penyediaan air bersih perpipaan, juga turut meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih yang pada tahun lalu baru mencapai 72%, dan pada 2019 ditargetkan menjadi 100 persen.

Sumber: Republika

Continue Reading

Property

Sebanyak Tiga BUMN Bangun Hunian Berkonsep TOD Secara Serentak

Published

on

Hunian Berkonsep TOD

Sebanyak tiga BUMN melakukan peletakan batu pertama proyek hunian berkonsep TOD (transit oriented development) secara serentak, yaitu di Stasiun Rawa Buntu, Stasiun Jurangmangu, dan Stasiun Cisauk.

Finroll.com – Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pembangunan hunian berkonsep TOD ini terintegrasi dengan moda transportasi tersebut. Yang menyediakan sebanyak 30% dari masing-masing total unit yang diperuntukkan bagi masyarakat MBR yang juga bertujuan memudahkan masyarakat beraktivitas tanpa menggunakan kendaraan pribadi.

“Kami memgutamakan memang masyarakat dapat memanfaatkan transportasi publik sehingga jumlah kendaraan bermotor dapat berkurang, juga mengurangi angka perjalanan, dan polusi tetapi yang paling utama lagi adalah masyarakat mendapatkan hunian yang nyaman, memadai, dan terjangkau harganya,” ujar Rini usai

Groundbreaking hunian TOD Stasiun Rawa Buntu, Stasiun Jurangmangu, dan Stasiun Cisauk.
Adapun ketiga BUMN tersebut merupakan Perum Perumnas yang menggarap hunian TOD Stasiun Rawa Buntu, PT Adhi Karya Tbk yang menggarap hunian

TOD di Stasiun Cisauk, dan PT Hutama Karya yang menggarap hunian TOD di stasiun Jurangmangu. Selain itu, ketiga lokasi tersebut menggunakan lahan milik PT Kereta Api Indonesia.

Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perum Perumnas Galih Prahananto mengatakan proyek hunian vertikal berkonsep TOD di Stasiun Rawa Buntu tersebut diberi nama Mahatta Serpong dibangun di atas lahan seluas 24.626 meter persegi.

Mahatta Serpong akan terdiri atas 6 menara yang dapat menampung 3.632 unit. Pengembangan tahap pertama Mahatta Serpong akan membangun 1 menara apartemen yang diperuntukkan bagi MBR sebanyak 330 unit dan 2 apartemen komersil sebanyak 1.486 unit.

Pembangunan Mahata Serpong akan mulai dilakukan pada akhir 2018 dan diperkirakan akan rampung pada 2020 dengan total investasi keseluruhan proyek mencapai Rp2 triliun.

Galih mengaku telah mengantongi perizinan sehingga sudah dapat melakukan transaksi penjualan dengan harga unit yang dibanderol untuk apartemen komersil dimulai dari Rp350 juta per unitnya.

Direktur Utama PT Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan hunian berkonsep TOD tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 4,6 hektare dengan melalui dua tahapan pengembangan dan menyediakan 30% dari total unitnya untuk MBR dengan harga Rp8 juta per meter persegi.

“Total unit yang akan dibangun oleh PT HK Realtindo di kawasan Stasiun Jurangmangu sebanyak 4.510 unit dan akan terbagi menjadi enam tower, dan Total investasi proyek ini sekitar Rp 2,1 triliun,” ujar Bintang.

Bintang mengatakan pada pengembangan tahap pertama akan melakukan optimalisasi stasiun dan membangun tiga menara apartemen yang dapat menampung sekitar 1.500 unit dengan total investasi tahap pertama sekitar Rp891 miliar.

Selain itu, Bintang mengaku meski telah melakukan peletakan batu pertama, hingga saat ini perizinan hunian terintegrasi Stasiun Jurangmangu masih dalam proses.

“Kami sudah memiliki izin lokasi dan izin groundbreaking tetapi izin inisiasi proyek masih dalam proses. Jadi perizinan masih dalam proses,” ujar Bintang.

Pembangunan rencananya akan dimulai pada semester 1 2019 dan ditargetkan rampung pada 2023. Sedangkan Tahap kedua sekitar 2.300 unit akan dilaksanakan setelah seluruh pembangunan tahap pertama selesai dilakukan.
Sementara itu untuk pengembangan hunian berkonsep TOD Stasiun Cisauk akan digarap PT Adhi Karya Tbk melalui entitas anak perusahaannya PT Adhi Commuter Properti, bertajuk Cisauk Point.

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto mengatakan Cisauk Point dibangun di atas lahan seluas 1,6 hektare dengan total investasi mencapai Rp831 miliar.

“Di Kawasan ini akan dibangun 6 tower dengan 2.641 unit hunian. Tahap pertama, sebanyak 832 unit dengan bauran 300 unit hunian subsidi dan 532 unit non subsidi,” ujar Budi Harto.

Cisauk Point akan terdiri atas 2 menara hunian bersubsidi, yaitu tower Jasper dan Agate, setinggi 19 lantai dengan jumlah unit mencapai 640 unit dan 4 menara apartemen komersil setinggi 26 lantai akan dikembangkan untuk hunian kelas menengah bawah, dengan total unit 2001 unit.

Cisauk Point dibanderol dengan harga mulai dari Rp285 juta hingga Rp393 juta per unit. Terkait perizinan, Budi mengaku hingga saat ini perizinan IMB masih dalam proses dan ditargetkan akan keluar pada pekan depan.

Selain itu, Budi mengatakan Cisauk Point telah mendapatkan respon yang positif dengan mendapatkan 1.000 NUP yang terdiri atas sekitar 500 NUP untuk apartemen komersil dan sekitar 500 NUP lainnya berasal dari apartemen bersubsidi. (Bisnis)

Continue Reading

Property

Asyikk, Pemerintah Tengah Rancang KPR Khusus Milenial Berbunga Rendah

Published

on

Asyikk, Pemerintah Tengah Rancang KPR Khusus Milenial Berbunga Rendah

Finroll.com – Pemerintah dalam hal ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono mengungkapkan jika pihaknya sedang merancang aturan KPR khusus bagi generasi milenial. Rancangan ini diakuinya masih terus dimatangkan dengan Kementerian Keuangan dan OJK.

Basuki menjelaskan, skema KPR khusus milenial ini bentuknya akan mirip dengan KPR ASN/TNI-Polri. Ia yakin program ini mampu mendongkrak industri properti bagi generasi milenial.

“Saya kira kan nanti ada skema ASN dan TNI/Polri, nanti (program KPR milenial) kita masukin di situ. Nanti tunggu Menteri Keuangan dan OJK merumuskan itu,” kata Basuki di sela-sela acara Spirit of KPR BTN – Growing with Millenials Jakarta, Senin (10/12).

“Misalnya gaji tidak dibatasi 4-7 juta dan membangun rumahnya tidak hanya 36 meter persegi tapi bisa lebih, bunganya tidak 5% mungkin kita turunkan. Uang mukanya sekarang 1% dan 4 juta tambahan,” lanjutnya.

Sementara itu, Basuki menjelaskan jika program itu bisa mulai dilaksanakan pada tahun depan.

Baca Lainnya: Program Satu Juta Rumah Bersubsidi Melebihi Target di 2018

“Ya (tahun depan) sudah bisa mulai. Pokoknya tunggu rumusan Kementerian Keuangan sama OJK, nanti semua bank bisa, bukan BTN saja,” imbuhnya.

Apa yang dikatakan Basuki tentu menjadi angin segar bagi sektor properti, terutama pada generasi milenial yang saat ini sedang mencari hunian yang terjangkau setelah menikah.

“Jadi saya yang urus agar Anda semua punya rumah. Saya Basuki, yang bakal urusi kalian punya rumah, ini janji saya,” paparnya di awal acara.

Sumber: Detik Finance

Continue Reading
Advertisement

Trending