Connect with us

Business

5 Trik Mengatur Keuangan di Usia Millenial Demi Masa Depan Cerah

Published

on


5 Trik Mengatur Keuangan di Usia Millenial Agar Masa Depanmu Cerah

Saat ini Generasi millenial menjadi topik yang cukup banyak dibicarakan dikalangan masyarakat, Entah dari segi pendidkan, teknologi, moral dan budaya.

Namun sayangnya generasi millenial yang cenderung lebih suka menikmati hidup untuk saat ini saja, kebanyakan kurang begitu memahami tentang mempersiapkan keuangan guna masa depan yang lebih baik.

Padahal seiring dengan berjalannya waktu, akan ada banyak hal yang perlu diwujudkan. Sehingga penting bagi kaum muda saat ini mempelajari pengaturan keuangan yang yang tepat.

Apa lagi jika anda sebagai generasi millenial baru mulai terjun ke dunia kerja dan mendapatkan penghasilan (Gaji) sendiri, artinya anda harus bijak dalam mengelola keuangan, Seperti mengutip laman Liputan6 yang juga melansir NBC News, Ini dia 5 cara memaksimalkan keuangan di usia millenial:

1. Bayar diri sendiri

“Menyimpan uang tambahan saat baru memulai karier terkadang sulit,” VP of membership soFi Libby Leffler. “Terlebih lagi jika Anda bekerja di kota dengan biaya hidup yang mahal.”

Leffler menyarankan, setelah membayar seluruh pengeluaran hidup bulanan, yang selanjutnya dilakukan adalah membayar diri sendiri terlebih dahulu.

“Biasakan menabung uang sisa ini. Kelompokkan uang ini untuk beberapa tujuan spesifik, misalnya dana darurat yang bisa Anda gunakan saat sesuatu yang mendadak terjadi,” jelasnya.

Ia meneruskan, menerapkan pola pikir ini akan membuat Anda lebih bertanggung jawab dengan keuangan pribadi.

2. Lacak pengeluaran

“Penting untuk mengetahui secara jelas berapa banyak uang yang Anda hasilkan dan bagaimana Anda membelanjakannya. Buat skema umum atau gunakan pelacak digital yang memungkinan Anda untuk melihat angka-angka ini,” tutur Leffler.

Kemudian periksa kembali dan coba identifikasi pengeluaran yang memboroskan. Misalnya, jika Anda menghabiskan 20 persen penghasilan bulanan untuk biaya pengiriman makanan, artinya Anda perlu menguranginya.

Walaupun terkesan sederhana, menuliskan dan melihat angka-angka tersebut akan membuat Anda lebih sadar dan hati-hati dengan pengeluaran.

Anda juga bisa menemukan pola pengeluaran sehingga bisa menyesuaikan sasaran keuangan Anda dari waktu ke waktu.

3. Berinvestasi untuk masa depan

“Jika Anda tidak pernah mempertimbangkan berbagai cara untuk menghasilkan uang, kini adalah saat yang tepat,” tambah Leffler. “Pikirkan untuk berinvestasi atau memindahkan uang yang menganggur ke rekening cek atau simpanan berbunga tinggi.

Leffler merekomendasikan untuk menetapkan tujuan keuangan jangka pendek dan panjang untuk menentukan jenis investasi dan tipe rekening yang paling sesuai untuk Anda.

Misalnya, jika tujuan jangka pendek Anda adalah untuk memiliki dana darurat, Anda bisa mulai bergabung dalam rekening tunai yang mudah diakses.

Sebaliknya, jika tujuan Anda bersifat jangka panjang seperti dana pensiun, Anda bisa berinvestasi di saham atau reksadana.

4. Cari teman untuk dukungan

Leffler meneruskan, lebih mudah untuk mengendalikan keuangan saat Anda memiliki teman yang mendukung tujuan finansial Anda. Idealnya, teman ini memgang nilai-nilai finansial yang sama dengan Anda.

“Walaupun sulit untuk melewatkan konser atau makan malam menarik, ini akan lebih mudah saat Anda memiliki teman yang mendukung dan mendorong Anda,” sambungnya.

5. Terlanjur mengutang? Manfaatkan Uang Tersebut dengan Baik

Melakukan pinjaman tidak selamanya buruk, jika kita sudah tahu akan digunakan apa nantinya. Kembali lagi kepada pribadi masing-masing, kredit menjadi buruk apabila untuk hal konsumtif dan foya-foya.

Begitupun sebaliknya bisa menjadi baik jika menggunakannya dengan bijak seperti membayar renovasi rumah, biaya pernikahan, modal bisnis dan lain sebagainya.

Advertisement

Keuangan

Rupiah Kembali Melemah ke Rp 14.119

Published

on

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pagi hari perdagangan hari ini, Rabu (13/3), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.100.

Menurut data Bloomberg, rupiah pukul 09.27 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp 14.119 per dolar AS atau terdepresiasi 29 poin (0,21 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.090. Transaksi rupiah hari ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.096-Rp 14.120 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,44 persen ke Rp 15.935,2, rupiah terhadap pound sterling terapresiasi 0,05 persen ke Rp 18.062,75, rupiah terhadap yen melemah 0,89 persen ke Rp 128, rupiah terhadap yuan melemah 0,07 persen ke 2.083,15, rupiah terhadap dolar Singapura melemah 0,22 persen ke Rp 10.388,7.

Menurut data IMQ21, rupiah pagi ini berada di level Rp 14.103 atau terdepresiasi 13 poin (0,09 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.090. Rupiah berada di level terlemah di Rp 14.054 dan terkuat di Rp 14.054.

Continue Reading

Business

Per Hari Ini, Garuda Indonesia Group Turunkan Harga Tiket 20%

Published

on

Per Hari Ini, Garuda Indonesia Group Turunkan Harga Tiket 20%

Finroll.com – Garuda Indonesia Group melalui lini layanan full service Garuda Indonesia dan Low Cost Carrier (LCC) Citilink Indonesia serta Sriwijaya Air-NAM Air Group mengumumkan penurunan harga tiket di seluruh rute penerbangan sebesar 20 persen mulai hari ini, Kamis (14/2/2019).

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menuturkan, penurunan ini sejalan dengan komitmen dan upaya peningkatan akses konektivitas udara bagi masyarakat. Penurunan tarif tiket pesawat ini juga merupakan tindak lanjut dari inisiasi awal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang sebelumnya baru berlaku di beberapa rute penerbangan.

“Hal tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat dan sejumlah asosiasi industri nasional serta arahan Bapak Presiden RI mengenai penurunan tarif tiket penerbangan dalam mendukung upaya peningkatan sektor perekonomian nasional khususnya untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), hingga industri nasional lainnya, mengingat layanan transportasi udara memegang peranan penting dalam menunjang pertumbuhan perekonomian,” kata Ari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/2/2019).

Ari memastikan komitmen penurunan harga tiket pesawat sejalan dengan sinergi intensif yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam memastikan akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara tetap terjaga. “Komitmen positif Garuda Indonesia Group sebagai BUMN tersebut sejalan dengan sinergi positif seluruh sektor penunjang layanan penerbangan dalam memastikan tata kelola industri penerbangan yang tepat guna, baik dari aspek aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi udara serta business sustainability maskapai penerbangan di Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, melalui penurunan tarif tiket penerbangan tersebut, Garuda Indonesia Group berharap akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara semakin terbuka luas. Dengan demikian dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat dalam memberikan pelayanan berkualitas yang dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat.

“Penurunan harga tiket tersebut kami pastikan akan menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam memberikan layanan penerbangan yang berkualitas dengan tarif tiket penerbangan yang kompetitif,” Pungkasnya Ari.(inews)

Continue Reading

Komoditi

Faisal Basri Sebut Menteri Perdagangan Jadi Penyebab RI Terus-terusan Impor

Published

on

Faisal Basri Sebut Menteri Perdagangan Jadi Penyebab RI Terus-terusan Impor

Finroll.com – Pengamat ekonomi Faisal Basri menilai, banyaknya impor pangan yang dilakukan oleh RI akibat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita salah urus kinerja.

Rentetan impor beras, gula, sampai garam diyakininya jadi sumber utama lambatnya pertumbuhan ekonomi domestik.

“Mudah-mudahan Enggar nanti tidak dipilih lagi, atau dipecat dari sekarang. Dia buka impor gula, impor beras dan impor garam dapat triliunan dari tiga komoditi itu, lezat,” ujar Faisal dalam acara Mandiri Investasi di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (13/2).

Ia menilai Enggar selaku Menteri Perdagangan terus meloloskan impor leat Peraturan Menteri dengan persentase impor yang besar. Atas ini, ia yakin jika keran impor yang terbuka terlalu luas memiliki keuntungan yang menggiurkan.

Baca Lainnya: Pemerintah Diminta Lebih Hati-hati Impor Pangan di Tahun Politik

“Saya katakan tadi, baja impor saja naik dari US$ 7 miliar jadi US$ 10 miliar. Karena tidak diperlukan lagi rekomendasi dari Kementerian Perindustrian untuk impor baja, kemudian tidak perlu lagi rekomendasi Kemenperin untuk impor ban, ban sepenuhnya impor,” paparnya.

Faisal menambahkan pada era reformasi seperti saat ini, praktik rente pejabat masih ada. Sebab ongkos politik yang semakin meningkat.

“Saya sampaikan di forum-forum terbuka, pecat Enggar, itu selesai karena dia jadi bagian masalah impor. Rentenya luar biasa besar. Gula harganya Rp12.500 biaya impor Rp4.000, ditambah ongkos jadilah Rp7.000 sisanya banyak itu, besar bisa triliunan,” tandasnya.

Sumber: Detik

Continue Reading
Advertisement

Trending