Connect with us

Traveling

4 Lokasi Wisata Rafting Untuk Kamu Yang Berani Uji Adrenalin

Published

on


Finroll.com – Hobi Olahraga Ekstrim? Olahraga Rafting Menjadi Wisata Outdoor Favorit Setelah Naik Gunung. Rafting Adalah Aktivitas Menguji Adrenalin Yang Cocok Untuk Melepas Penat. Mengarungi sungai, menantang jeram demi jeram, melewati tantangan batu-batu kali yang menghadang, menenteng dayung sebagai senjata, dan mengenakan perlengkapan lengkap.

Mereka pecinta rafting yang memiliki jiwa petualang tinggi selalu ingin mencoba berbagai macam sungai dengan karakteristik jeram dan medan yang berbeda pula. Semakin tinggi tingkat kesulitan medan sungai, tentu akan lebih menantang.

Berikut 4 Lokasi wisata rafting untuk kamu yang berani :

Sungai Citarik

Salah satu lokasi rafting terfavorit ada di Sungai Citarik, di Taman Nasional Gunung Halimun, Kecamatan Cikidang, Sukabumi. Seiring meningkatnya popularitas rafting di Sungai Citarik, saat ini sudah banyak penyedia layanan rafting di sungai ini. Tinggal pilih jarak sesuai kemampuan kamu, nih. Untuk pemula harganya sebesar Rp 215 ribu* per orang untuk rafting sejauh lima kilometer. Sedangkan tingkat professional seharga Rp 375 ribu* untuk rafting sepanjang 12 km.

Sungai Cikandang

Bermain rafting atau arung jeram lebih seru jika dilakukan di sungai dengan arus yang deras. Sungai Cikandang memiliki kemiringan yang curam, sehingga jeram-jeram yang tercipta sangat menantang. Sungai dengang panjang 28 km ini mempunyai kualitas air yang baik. Air sungai Cikandang tergolong bersih. Kelebihan lainnya, debit air di sungai ini hampir tidak terpengaruh oleh musim. Sehingga kamu bisa mengarungi sungai ini kapan saja.
Bujet yang harus disiapkan untuk mengikuti rafting di Sungai Cikandang sekitar Rp 500 ribu* per orang.

Sungai Palayangan

eda antara rafting di Sungai Palayangan dengan sungai lainnya adalah tipe sungainya. Rafting di Sungai Palayangan menggabungkan antara rafting dengan wisata air danau buatan Situ Cileunca.

Sungai yang tidak terpengaruh musim ini bisa diarungi sepanjang tahun dengan debit air yang relatif stabil. Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk menikmati rafting di Sungai Pengalengan. Rafting di Sungai Pengalengan memperoleh grade III dan IV. Grade III berarti tingkat jeram pada grade ini semakin meningkat dan sulit. Grade ini memiliki spesifikasi jeram yang tidak beraturan, lebar sungai menyempit dan jeram sesekali dapat membalikkan perahu namun resiko masih relatif kecil. Sedangkan grade IV berarti sungai ini relatif panjang dan memiliki medan jeram yang cukup sulit.
Terdapat beberapa pilihan paket rafting di Sungai Pengalengan. Harga mulai dari Rp 150 ribu* sampai Rp 875 ribu* per orang.

Sungai Citatih

Lokasi rafting di Sungai Citatih ini tepatnya ada di Pelabuhan Ratu, Kecamatan Warung Kiara, Sukabumi. Paket rafting di Sungai Citatih harganya dimulai dari Rp 270 ribu* sampai Rp 400 ribu* per orang. Dengan harga segini, kamu bisa menjajal sampai 25 macam jeram di Sungai Citatih mulai dari Jeram Warok, Jeram Naga, Jeram Gigi, Jeram Patah, dan Jeram Penyesalan.

Jeram yang ada di Sungai Citatih ini memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda, mulai dari tingkat dua hingga lima. Sedangkan jarak tempuhnya terdiri dari empat jenis. Untuk yang 4 km diperuntukan untuk keluarga beserta anak kecil, dengan waktu tempuhnya sekitar satu jam.

Ada juga jarak 9 km untuk para pemula, selama dua jam. Sementara jeram sepanjang 12 km khusus untuk yang sudah berpengalaman, dengan waktu tempuh selama tiga jam. Nah, yang terakhir, berjarak 22 km yang waktu tempuhnya mencapai lima jam.

Baca Juga: Batutumonga, Kampung Di Atas Awan Yang Indah

sumber finrollnews

Advertisement

Traveling

Eksotisme Jembatan Cirahong Tasikmalaya

Published

on

Dua Fungsi : Jembatan ini menggunakan konstruksi baja yang banyak dan cukup rapat. Jembatan ini merupakan jembatan yang unik. Itu dikarenakan jembatan ini memiliki 2 fungsi. Bagian atas jembatan berfungsi untuk lalu lintas kereta api, sedangkan bagian bawah jembatan berfungsi untuk lalu lintas kendaraan. (Foto : Syachmy Suja)
Masih Bertahan : Jembatan Cirahong merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun oleh Pemerintah Hindia-Belanda. Mulai dibangun tahun 1893. Merupakan Salah satu bagian dari pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan daerah-daerah di Selatan Pulau Jawa. (Foto : Syachmy Suja)
Swadaya Masyarakat : Di kedua pintu masuk jembatan terlihat beberapa pemuda yang mengatur keluar masuk kendaraan dari dua arah. Nampak mereka mendapat upah alakadarnya dari sejumlah pengendara yang melintas. (Foto : Syachmy Suja)
Jalur Alterntif  : Kendaraan yang melintas harus bergantian masuk, karena lebar jembatan yang sempit, sekitar 2 meter. Jembatan Cirahong ini disangga oleh 2 buah beton setinggi 46 m. Jembatan ini merupakan jalur alternatif dari Tasikmalaya menuju Ciamis lewat Manonjaya dan sebaliknya. (Foto : Syachmy Suja )
Akses Warga : Masyarakat sekitar lebih memilih menggunakan Jembatan Cirahong ini. Khususnya mereka yang beraktivitas dari Ciamis ke Tasikmalaya ataupun sebaliknya. Tidak ada pilihan lain bagi warga untuk mempercepat mobilitas mereka. (Foto : Syachmy Suja)

Continue Reading

Traveling

Ternyata Pulau Ini yang Paling Barat di Indonesia Bukan Pulau We

Published

on

Finroll.com – Pulau Benggala adalah pulau paling barat di Indonesia. Lho, bukannya pulau paling barat itu Pulau Weh dengan Kota Sabang-nya? Selama ini memang banyak yang mengira bahwa Pulau Weh adalah pulau paling barat di Indonesia, padahal salah.

Kota Sabang, yang terdapat di Pulau Weh memang lah kota paling barat, tetapi pulau yang terletak di ujung paling barat Indonesia bukanlah pulau Weh melainkan pulau Benggala. Karena terletak di paling barat, Pulau ini menjadi salah satu pulau terluar di Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan India.

Pulau Weh terletak di koordinat 5° 55? Lintang Utara, dan 95° 0? Bujur Timur. Lokasi tersebut masih kalah jauh dengan Pulau Benggala yang terletak di koordinat 5° 47? Lintang Utara, dan 94° 58? Bujur Timur. Secara administratif pulau terluar Indonesia ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Letaknya berada di Selat Benggala yang berbatasan langsung dengan perairan Laut Andaman dan Samudera Hindia. Posisinya dibanding dengan pulau-pulau lainnya adalah terletak di sebelah barat laut dari Pulau Breueh dan di sebelah barat Pulau Weh.

Pulau Benggala disebut juga sebagai Batutigabelas oleh masyarakat sekitar. Mungkin karena pulau ini terdiri atas beberapa gundukan batu yang membentuk gugusan pulau. Pulau yang tidak berpenghuni ini memang merupakan pulau batu yang terdiri atas batuan-batuan vulkanik. Luasnya hanya sekitar 4 hektare dengan titik tertinggi di pulau ini yang hanya 14 meter di atas permukaan laut.

Perairan di sekitar Pulau Benggala memiliki berbagai jenis terumbu karang dengan tutupan sekitar 43%. Kondisi terumbu karang ini lumayan tidak mengalami kerusakan, karena memang kurangnya aktivitas manusia di sekitarnya. Di terumbu karang tersebut dijumpai berbagai biota seperti bulu babi, teripang, kerang, dan siput.

Juga berbagai jenis ikan seperti ikan hias, ikan tuna, tenggiri, cakalang, kembung, kerapu, kakap, dan teri. Pada waktu-waktu tertentu di perairan Pulau Benggala juga dijumpai hiu. Untuk menuju pulau paling barat di Indonesia ini dengan perahu boat dari Banda Aceh dengan lama perjalanan sekitar 7 jam. Atau dari pulau Weh dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Lagu Dari Sabang sampai Merauke, tidak keliru. Karena yang dimaksud adalah kota yang paling barat dan paling timur di Indonesia. Namun jika kemudian menganggap pulau Weh (We), tempat kota Sabang berada, sebagai pulau paling barat di Indonesia adalah sesuatu yang salah.

Karena di sebelah barat pulau Weh ternyata masih terdapat beberapa pulau lain. Pulau paling barat di Indonesia bukan lah Pulau Weh tapi Pulau Benggala. Pulau Benggala sebagai daratan paling barat di Indonesia, sekaligus pulau paling barat di Indonesia memang hanya sebuah pulau kecil tidak berpenghuni.

Namun dari titik ini lah luas wilayah Indonesia ditetapkan. Tidak mengenal Pulau Benggala sehingga tidak mengetahui atau salah dengan pulau yang terletak di paling barat Indonesia menjadi sebuah kesalahan yang konyol. Masa kita tidak tahu batas terluar tanah air sendiri?

Continue Reading

Traveling

Kini Berkunjung ke Jepang Wisatawan Wajib Membayar 1000 Yen Saat Keluar Dari Negeri Sakura Itu

Published

on

Jepang

Finroll.com – Jepang merupakan destinasi yang cukup digemari wisatawan. Meskipun telah diberlakukan bebas visa untuk kunjungan maksimal 15 hari ke Jepang, namun ternyata ada peraturan baru yang mewajibkan wisatawan membayar 1000 yen saat keluar dari negeri sakura itu.

Yup, siapkan kocek Anda sebesar 1000 yen atau atau sekitar Rp130.000 untuk  membayar pajak keberangkatan. Biaya ini wajib dibayar oleh siapa pun yang akan meninggalkan Jepang baik melalui udara atau laut.

Dilansir laman Mashable, pemerintah Jepang mulai menerapkan peraturan ini pada awal pekan 2019 lalu. Hasil pengumpulan dana pajak ini, yang diperkirakan mencapai miliaran, akan digunakan untuk meningkatkan pariwisata negara itu.

Jepang

Termasuk meningkatkan kunjungan para pelancong ke kota-kota populer seperti Tokyo dan Osaka. Serta, memperbaiki proses imigrasi.

Tak hanya wisatawan, pajak itu juga dikenakan hampir pada setiap orang apa pun kebangsaannya. Selama mereka berusia di atas dua tahun. Biaya itu akan dimasukkan ke dalam harga tiket pesawat. Namun, mereka yang sudah membeli sebelum 1 Januari tidak akan dikenakan biaya ini.

Sudah banyak diketahui kalau negeri matahari terbit ini adalah destinasi yang sangat populer dan jumlah kunjungannya terus meningkat dari tahun ke tahun.  Di tahun 2017, Jepang kedatangan 28,7 juta wisatawan, dan sekitar 10 juta lebih banyak dari tahun 2013. Data pemerintah mengungkap kalau turis dari China, Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan terus meningkat secara stabil.

Baca Juga: Unik, Stasiun Kereta di Jepang Ini Ada Pohon Besar di Tengahnya

Dengan semakin dekatnya dengan pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020, negara ini menetapkan target lebih tinggi lagi, yakni 40 juta sebelum api Olimpiade dinyalakan di Negeri Sakura itu. (Viva)

Continue Reading
Advertisement

Trending