Connect with us

News

1.300 Pegawai Krakatau Steel Terancam Di-PHK

Published

on


Finroll.com  – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berencana melakukan restrukturisasi organisasi yang berimbas pada pengurangan jumlah karyawan. Restrukturisasi itu akan dilakukan secara bertahap, mulai 2019 hingga 2022.

Hal itu diketahui pekerja setelah membaca Surat Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Krakatau Steel bernomor 73/Dir.SDM-KS/2019 perihal Restrukturiasi Organisasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Dalam surat itu dijelaskan untuk mendukung program perusahaan dalam memperbaiki kinerja dan daya saing, manajemen memutuskan untuk melakukan penataan organisasi yang kompetitif, efisien, dan efektif yang selaras dengan strategi Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2018-2022.

Penataan organisasi dilakukan dengan cara melakukan pengurangan posisi dan jumlah karyawan yang bekerja sebesar 30 persen dari total posisi dan jumlah karyawan. Dalam surat itu pada Maret 2019, jumlah jabatan di Krakatau Steel sebanyak 6.264 posisi dengan pegawai sebanyak 4.453 orang.

Hingga 2022, Krakatau Steel akan melakukan perampingan jabatan menjadi 4.352 posisi dengan pengurangan pegawai sebanyak 1.300 orang. Ketika posisi dan pegawai berkurang, Krakatau Steel akan mengoptimalkan tenaga kerja muda dengan melakukan perluasan tanggungan pekerjaan dan peningkatan variasi pekerjaan.

Ketua Serikat Buruh Krakatau Steel, Sanudin, mengaku bahwa saat ini telah terdapat buruh outsourcing yang dirumahkan dengan alasan efisiensi biaya produksi perusahaan. Saat disinggung mengenai pegawai organik juga akan terkena imbas dirumahkan juga, dia belum mengetahui.

“Belum tahu. Kami inginkan tidak dirumahkan, tapi dipekerjakan di anak-anak perusahaan Krakatau Steel kan bisa,” ujarnya, Kamis (27/6).

Saat dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, enggan berkomentar. Dia mengaku persoalan restrukturisasi ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam konferensi pers yang digelar dalam waktu dekat.

“Nanti saya undang datang ke press conference saja ya,” tegas Silmy

Advertisement

International

Kritik Tajam Bos Besar Siemens: Trump Simbol Rasisme!

Published

on

By

Presiden Donald Trump

Finroll.com – CEO Siemens Joe Kaeser melontarkan kritikan tajam terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menurut Kaeser, Trump telah menjadi simbol rasisme dan eksklusi.

“Ini mengganggu saya karena tokoh politik paling penting di dunia menjadi simbol rasisme dan eksklusi,” ujarnya via akun Twitter resmi seperti dilansir CNBC International, Senin (22/7/2019). “Saya tinggal selama bertahun-tahun di AS dan mengalami kebebasan, toleransi, dan keterbukaan yang belum pernah ada sebelumnya,” lanjut Kaeser.

Kicauan Kaeser merupakan tanggapan dari unggahan Twitter politisi konservatif Jerman, Ruprecht Polenz. Polenz menggungah artikel terkait kampanye Trump yang baru-baru ini diadakan di North Carolina.

Pendukung Trump berteriak “kirimkan dia kembali”, setelah ia terus ‘menyerang’ anggota kongres AS Ilhan Omar. Omar lahir di Somalia dan
menjadi warga negara AS sejak masih remaja.

Polenz mengatakan, Jerman harus mengambil kembali Trump, jika komentar itu serius. Kakek Trump, Friedrich, lahir di Jerman dan beremigrasi ke Negeri Paman Sam pada 1885. Trump kemudian berusaha menjauhkan diri dari para pendukungnya, mengatakan ia tidak setuju dan “tidak senang dengan itu.”

Minggu lalu, Trump mengecam anggota wanita kongres AS yang dinilai progresif melalui Twitter. Ia mengatakan kepada mereka untuk “kembali” ke tempat asal mereka.

Meskipun tidak secara gamblang menyebut nama, kicauan Trump tersebut ditujukan untuk Alexandria Ocasio-Cortez, Ilhan Omar, Ayanna Pressley, dan Rashida Tlaib. Ocasio-Cortez, Pressley dan Tlaib dilahirkan dan dibesarkan di AS, sementara Omar sudah menjadi warga negara AS sejak remaja.

Komentar Trump tersebut dikecam oleh para pemimpin negara-negara sekutu AS di Eropa, termasuk Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Kanselir Jerman Angela Merkel. May menyebut komentar presiden “benar-benar tidak dapat diterima.” Sementara Merkel mengatakan dia berdiri dalam barisan yang sama dengan anggota wanita kongres AS.

Sebagai gambaran, Siemens telah mempekerjakan lebih dari 50.000 orang di AS dan memiliki 60 lokasi manufaktur, digital, dan R&D di negara tersebut. Siemens adalah perusahaan yang memproduksi turbin gas dan generator, turbin angin dan sistem jaringan di antara bisnis lain di AS.

Siemens melaporkan, selama 15 tahun terakhir, mereka telah menginvestasikan US$ 40 miliar di AS. Anak perusahaan Siemens di AS menghasilkan pendapatan sebesar 4,3 miliar euro (US $ 4,8 miliar) pada kuartal kedua 2019.

Pada Mei, perusahaan mengumumkan akan memangkas 10.000 tenaga kerja di seluruh dunia dalam restrukturisasi besar yang mencakup spin-off dari bisnis minyak, gas, dan pembangkit listrik.

Continue Reading

News

Mengenal Albiner Sitompul, Putra Daerah Tapteng Calon Menteri Agraria dan Tata Ruang

Published

on

By

Finroll.com  – Bursa calon menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin kian menarik dan jadi sorotan.

Dalam beberapa kesempatan di media Presiden terpilih Joko Widodo mengaku sudah mengantongi nama sejumlah sosok yang akan membantu pemerintahannya selama lima tahun ke depan.

Jokowi juga membocorkan soal komposisi kalangan profesional dan politisi yang akan mengisi kabinetnya. “Jumlah antara menteri dari kalangan profesional dan partai politik tak akan jauh berbeda,” Kata jokowi.

Lantas spekulasi nama-nama yang bakal menjadi menteri pun beredar.

Diantara nama yang disebut-sebut bakal menjadi menteri adalah Albiner Sitompul, mantan Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan. Albiner disebut bakal menduduki posisi Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN.

Saat dikonfirmasi Pria yang pernah menjabat sebagai Kapen Kostrad tersebut, saat ini juga menjadi Ketua Umum Jamaah Batak Muslim Indonesia (JBMI) menjawab singkat “Alhamdulillah. Semoga Allah Swt meridhai,” ujarnya.

Munculnya nama Albiner sebagai salah satu kandidat menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II periode 2019-2024 tidak mengherankan. Pasalnya, Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan dianggap mampu menerjemahkan visi-misi pemerintahan Jokowi- Maruf.

Wakil Ketua Umum Gabema Silbolga-Tapteng, Masriadi Pasaribu mengatakan bagi kalangan dekat, Albiner Sitompul dikenal sebagai orang jujur, adil dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat.

Lebih lanjut Masriadi menambahkan setidak ada 3 alasan yang membuat Albiner cocok menjabat sebagai menteri nanti, yakni pertama Berprestasi dan bukan orang baru

“Albiner bukan orang baru dilingkungan Istana Negara. Jenderal bintang satu itu, pernah menjabat sebagai Kepala Biro Pers Istana Negara tahun 2014-2015. Selepas itu, Albiner ditugaskan sebagai tenaga ahli di Lemhanas hingga saat ini,” ucap masriadi.

Kedua, lanjut Masri memiliki rekam jejak yang baik. dan ketiga Masriadi menilai Albiner yang juga putra daerah aseli Sibolga Tapanuli Tengah ini memiliki kemampuan manajerial, kemampuan mengeksekusi yang sudah teruji.

Continue Reading

Nasional

Kejaksaan Agung Tingkatkan Pelayanan Melalui IT

Published

on

Finroll.com — Untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, Badan Diklat Kejaksaan Agung RI mempunyai 38 Aplikasi melalui 34 hardware dengan alat dukung IT.

Ini dilakukan Badan Diklat Kejagung RI dalam rangka meningkatkan jumlah unit pelayanan publik khususnya dalam optimalisasi belajar mengajar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Ka Bandiklat) Kejaksaan Agung RI, Setia Untung Arimuladi saat Pameran Adhyaksa Law Festival 2019 dalam rangkaian Ke-59 Hari Bhakti Adhyaksa di Aula Sasana Adhika Karya, Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, sejak Kamis hingga Senin (18-22 Juli 2019).

“Sekarang ini kami meningkatkan mutu pendidikan berbasis IT, bagi penyelenggara pendidikan, para peserta pendidikan/pelatihan, pengajar atau widiaswara, narasumber yang berbasis Informasi dan Teknologi sebagai wujud Learning Centre For The Fourth Industrial Revolution atau Lembaga Pelatihan Era Revolusi Industri 4.0,” cetus Setia Untung kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Masih kata Untung, aplikasi berbasis IT ini sebagai sarana untuk memonitor seluruh proses kegiatan belajar mengajar, bahkan dalam keadaan tertentu pimpinan dapat memberikan instruksi langsung dari ruangan Command Centre, sehingga fungsi pengawasan dapat dilaksanakan secara optimal melalui sentuhan jari pada layar layout 3 dimensi.

“Sistem dan aplikasi informasi jadwal kegiatan berbagai Jenis Kediklatan, pengumuman, layar multimedia, majalah dinding atau mading, digital signage yang ditempatkan di lokasi strategis sebagai wujud sarana pelayanan publik yang mudah dijangkau dan dapat dimanfaatkan sebagai media informasi bagi seluruh stakeholder Badiklat Kejaksaan,” jelasnya.

Kemajuan teknologi itu, lanjut Untung, untuk menopang intansi menuju Zona Integritas (ZI) dalam kawasan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Adapun 38 layanan aplikasi yang disuguhkan itu diantaranya E-Register, E-Akademik, E-Quisionair, E-izin, E-Lapdu, Program Command Center, Cashless Managament System, E-Absen, E-Learning.

“Karena itu kami terus berbenah, tidak hanya kuantitas bagi peserta calon jaksa, pegawai atau calon pimpinan yang di latih disini, tapi juga kwalitas yang terus di asa, sehingga terbentuk jaksa yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

Adapun kata dia, semua itu dilakukan untuk memudahkan para peserta didik dan mentor serta masyarakat yang hendak mengetahui lembaga pendidikan yang dinaungi Kejaksaan RI tersebut.

Untuk diketahui, para peserta tidak hanya berasal dari Kejaksaan saja, tapi berasal dari Kepolisian, KPK dan dari berbagai intansi Kementerian serta kelembagaan negara yang ikut Diklat sesuai kebutuhannya.

Untung menekankan bahwa, setiap informasi dan teknologi yang canggih dan terjangkau, akan dipergunakannya untuk terus dikembangkan guna menunjang kinerja Kejaksaan, begitu juga lingkungan yang asri disekitarnya.

“Tak hanya teknologi, tapi lingkungan sekitar juga kita peduli. Kami juga baru meresmikan patung dewi keadilan sebagai simbol para penegak hukum dan pencari keadilan. Kenapa perlunya lingkungan asri, karena lembaga ini bagian rumah kita,” pungkasnya. (Red).

Continue Reading
Advertisement

Trending