Connect with us

NATIONAL

Inilah Tokoh Dunia Yang Hancur Gara - Gara "Panama Paper"

Published

on

FOTO | ISTIMEWA

FINROLL.COM, JAKARTA -- Setelah dihebohkan oleh skandal Panama Papers setahun lalu kali ini publik dihebohkan dengan Paradise Papers, bocoran dokumen yang mengungkapkan bagaimana konglomerat menyimpan asetnya di surga pajak, termasuk dua anak mantan Presiden Soeharto dan Prabowo Subianto,

Di negara lain, bocoran dokumen ini menjadi momok dan sudah 'memakan korban'. Panama Papers memukul banyak pemerintahan dunia yang terkaget lantaran bermunculan skandal penggelapan pajak dan banyaknya tokoh-tokoh penting di negeri mereka yang terlibat

Bocoran dokumen menjadi momok bagi tokoh terkait

Di negara lain, Panama Papers menjadi momok bagi pejabat publik, politisi, kaum super kaya, dan pesohor yang namanya disebut dalam dokumen tersebut. Pasalnya, dokumen tersebut mengungkap rahasia keuangan yang mengindikasikan perilaku yang tidak terbuka, tidak etis, atau tidak patut dari para pejabat publik.

Misalnya, Perdana Menteri Islandia, Sigmundur David Gunnlaugsson, akhirnya meletakkan jabatannya pada April tahun lalu setelah munculnya nama dia dan sang istri dalam dokumen Panama Papers.

Menyusul kemudian, pejabat senior organisasi sepak bola dunia FIFA, Juan Pedro Damiani, mengundurkan diri dari komite etik pada Juli 2016.

Tersandung Panama Papers, Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengundurkan diri setelah didiskualifikasi oleh Mahkamah Agung terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan keluarganya.

Sementara itu, sejumlah tokoh Indonesia yang disebut dalam Panama Papers yang merupakan hasil investigasi dari International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) atau Konsorsium Jurnalis Investigatif, antara lain adalah Chairul Tanjung, Djan Faridz, Rachmat Gobel, James T. Riady, Anindya Bakrie hingga Sandiaga Uno.

Sementara orang-orang Indonesia yang disebut dalam Paradise Papers adalah dua anak mantan presiden Soeharto, Tommy dan Mamiek Suharto, serta Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto disebutkan pernah menjadi direktur dan wakil pimpinan Nusantara Energy Resources yang berkantor di Bermuda.

Fadli Zon, wakil ketua Partai Gerindra, mengatakan Prabowo tak memiliki kaitan dengan Nusantara Energy Resources dan menyanggah bahwa perusahaan itu mengemplang pajak dan bahwa perusahaan itu tidak aktif sejak didirikan.

"Ini adalah perusahan satu dolar," kata Fadli kepada mitra ICIJ di Indonesia, TEMPO.

BBC Indonesia juga berupaya menghubungi pengacara Tommy, namun yang bersangkutan mematikan telepon selulernya. Tindakan serupa juga dilakukan sumber BBC Indonesia di Humpuss Group.

Menanggapi keterkaitan tiga tokoh yang disebut dalam Panama Papers ini, menurut Harris, sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk membongkar skandal yang melibatkan ketiga orang ini.

"Kalau ngomongin seharusnya, ya seharusnya itu tanggung jawabnya pemerintah ngebongkar. Utang soal Panama Papers aja belum dijawab. Saya sih pesimis bisa dibongkar, tapi itu petunjuk-petunjuk yang bisa di-follow up," cetusnya.

Senada Maulana, seorang Relationship Manager di Bank Mandiri mengatakan jika skema dalam Paradise Papers sama dengan Panama Papers, maka semestinya skandal dugaan penghindaran pajak harus dibongkar dan sebisa mungkin pemerintah menarik dana konglomerat kembali ke Indonesia.

"Sebenarnya sih wajar, kalau misalkan saya di posisi mereka juga mungkin mikir agar bagaimana pajak-pajak saya rendah. Cuma kita sebagai warga negara harus taat pajak ya, sebisa mungkin kita harus transparan lah dalam melaporkan harta kita," ujar Maulana.

Perlu investigasi lebih lanjut

Lalu, apakah orang-orang yang disebut dalam bocoran dokumen tersebut bisa disebut sebagai pengemplang pajak?

Menurut Pengamat Pajak yang juga Wakil Dekan Fakultas Administrasi Universitas Indonesia, Haula Rosdiana, hal itu perlu dibuktikan lebih lanjut.

"Harus dilihat dulu, apakah ini memang tax evasion (penghindaran pajak) ataukah dia aggressive tax planning (perencanaan pajak yang agresif)," jelasnya.

Ia mencontohkan teknik yang dikenal dengan Double Irish in a Dutch Sandwich, ketika banyak perusahaan mengambil keuntungan dari celah dalam hukum internasional untuk memindahkan keuntungan ke seluruh dunia untuk menghindari pajak.

"Itu adalah bagian dari aggressive tax planning, tapi kemudian baik itu negara Irlandia dan Belanda nggak bisa apa-apa karena legally itu sah, karena dia memanfaatkan loop hole (celah) di undang-undang perpajakan dari masing-masing negara.[BBC/INDONESIA]

Dia adalah jurnalis senior khusus di bidang polhukam dan ekonomi

Trending Stories