Connect with us

NATIONAL

Tangkap 11 Pangeran, Salman Raja Tega

Published

on

FOTO | ISTIMEWA

FINROLL.COM,

Salman bin Abdul Aziz al-Saud betul-betul raja tega. Raja Arab Saudi itu menangkap 11 pangeran, 4 menteri, dan puluhan bekas menteri lantaran diduga terlibat korupsi.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu (4/11) malam, selang beberapa jam setelah Raja Salman memutuskan untuk membentuk komite antikorupsi baru yang lebih kuat dan diketuai oleh putranya, Pangeran Mohammed bin Salman, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Saudi.

"Keputusan pertama dari lembaga antikorupsi ini adalah memerintahkan penangkapan atas sejumlah pangeran dan pengusaha kakap karena dugaan keterlibatan mereka dalam korupsi di berbagai kasus berbeda," demikian pernyataan resmi komite antikorupsi itu seperti dilansir media Arab News.

Stasiun televisi milik pemerintah Saudi, Al Arabiya mengabarkan, para pangeran dan menteri yang ditahan itu terkait dengan penyelidikan sejumlah kasus lama salah satunya banjir yang "menenggelamkan" kota Jeddah pada 2009.

Komite tersebut memang mengumumkan telah membuka kembali berkas seputar banjir di Jeddah itu. Selain itu, mereka juga menyelidiki kasus virus MERS pada 2012.

Selain melakukan penangkapan, aparat keamanan Saudi juga melarang jet-jet pribadi yang berada di Jeddah mendapat izin terbang. Hal ini diyakini untuk mencegah para tokoh-tokoh ternama yang menjadi sasaran meninggalkan negeri itu.

Salah satu pangeran yang ditahan adalah Pangeran Alwaleed bin Talal. Alwaleed, milyader, adalah salah satu pemengang saham di perusahaan dunia termasuk Apple Inc. dan Twitter Inc. Dia juga salah seorang pangeran yang kerap menyuarakan perubahan bagi perempuan Saudi.

Selain Alwaleed, beberapa pangeran lain yang ditangkap adalah eks Gubernur Provinsi Riyadh Pangeran Turki bin Abdullah, eks ketua Royal Court Khalid al-Tuwaijri, Chairman of Saudi Binladin Group Bakr Bin Laden, bekas kepala Presidensi Meteorologi dan Lingkungan Hidup Pangeran Turki bin Nasser dan eks Wakil Menteri Pertahanan Pangeran Fahad bin Abdullah bin Mohammed al Saud.

Beberapa jam setelah penangkapan 11 pangeran dan 4 menteri ini terjadi, Raja Salman mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet.

Tiga dari empat menteri yang ditangkap, yakni kepala Garda Nasional Pangeran Miteb bin Abdullah, Menteri Ekonomi dan Perencanaan Adel Fakeih, Komandan Angkatan Laut Saudi Laksamana Abdullah Al-Sultan, ditendang dari jabatannya.

Miteb digantikan oleh Pangeran Khalid bin Ayyaf al-Muqrin. Fakeih, digantikan wakilnya, Mohammad al-Tuwaijri. Sementara Laksamana Abdullah Al-Sultan digantikan oleh Laksamana Fahd bin Abdullah Al-Ghifaili.

Penangkapan dengan alasan pemberantasan korupsi ini mendapatkan dukungan dari para ulama Saudi yang menyebut langkah ini sama pentingnya dengan memerangi terorisme. Dewan ulama tertinggi kerajaan juga menyebut, memerangi korupsi juga merupakan kewajiban Islam.

Namun, banyak juga pihak-pihak yang menduga, penangkapan para pangeran itu bersifat politis. Dengan penangkapan para pangeran itu, Pangeran Mohammed bin Salman kini praktis mengendalikan keamanan Saudi, termasuk Garda Nasional yang ditinggalkan Pangeran Miteb.

Pangeran Miteb, putra mendiang Raja Abdullah, sempat digadang-gadang sebagai calon pewaris takhta Kerajaan Saudi sebelum kemunculan tak terduga Mohammed bin Salman, dua tahun lalu. Pangeran Miteb merupakan anggota keluarga Raja Abdullah terakhir yang menempati posisi tertinggi di pemerintahan.

Posisi Pangeran Miteb juga diperhitungkan karena dia mewarisi kendali Garda Nasional, sebuah pasukan elite dalam negeri yang dibangun dari unit-unit kesukuan, yang dibangun sang ayah berpuluh tahun lalu.

Mohammed bin Salman bakal merajalela. Lelaki berusia 32 tahun itu saat ini sudah menjabat sebagai menteri pertahanan. Pada Juni lalu, dia dinobatkan menjadi putra mahkota menggeser saudara sepupunya yang lebih tua, Pangeran Mohammed bin Nayef.

Selain itu, Mohammed bin Salman juga menempati posisi Pangeran Mohammed bin Nayef sebagai menteri dalam negeri sekaligus menjadi pengendali pasukan milik kementerian itu.

Dalam bidang politik luar negeri, Mohammed bin Salman bertanggung jawab atas keterlibatan Arab Saudi dalam perang di Yaman, menciptakan kebijakan energi dengan implikasi global, dan merencanakan masa depan Saudi agar tak bergantung pada hasil minyak bumi. [RMOL.CO]

Dia adalah jurnalis senior khusus di bidang polhukam dan ekonomi

Trending Stories