Connect with us

NATIONAL

Inilah Penampakan 7 "Surga" di Hotel Alexis

Published

on

FOTO | ISTIMEWA

FINROLL.COM,

JAKARTA - Begitu Pemprov DKI Jakarta tidak memperpanjang izin hotel dan griya pijat Alexis, Jakarta Utara semua mata tertuju dengan keberadaan 'surga dunia' yang digembar-gemborkan berada di lantai 7. SINDONews berkesempatan melihat seluruh fasilitas yang ada di lantai 7 Hotel Alexis beberapa waktu lalu.     

Tour sejumlah awak media dilakukan bersama dengan Legal & Corporate Affair Alexis Group Lina Novita dan Mochamad Fajri. Selama ini, lantai 7 HOtel Alexis sangat tertutup dan belum terdokumentasi banyak oleh media. "Yang jadi polemik itu lantai 7, mari buktikan secara langsung bagaimana kondisinya," kata Lina seraya mengajak para awak media.

Para awak media kemudian menuju dua lift kecil untuk mencapai lantai 7. Lift kecil tersebut berukuran sekitar 1,5x1,5 meter dan hanya mampu menampung 6 orang.

Begitu keluar pintu lift, terdapat sebuah meja resepsionis yang berfungsi untuk memeriksa bawaan pengunjung. Setelah melewati meja resepsionis, pengunjung langsung disambut sebuah bar. Namun saat itu bar tersebut terlihat kosong dengan kursi terbalik yang disimpan di atasnya. Kondisi ini menyiratkan jika lantai tersebut sedang menghentikan aktifitasnya.



Di sebelah kanan lift terdapat sebuah tangga terbuat dari kayu dengan cat cokelat kayu,‎ sebelum ke tempat Griya pijat spa Alexis, semua harus berjalan naik melalui tangga itu. Di lantai atas itu terdapat sebuah tirai berwarna merah marun dan meja administrasi atau front office yang menyambut tamu.

Di sebelahnya sebuah pintu masuk ke Locker Bath House griya pijat itu. Saat masuk SINDOnews melihat tulisan "locker area is under surveilance" (area loker dalam pengawasan) dan "no camera".



Sebuah ruangan penuh dengan loker tempat tamu menyimpan barang terlihat rapi, dengan kaca lebar yang terpasang di tengahnya. Tempat itu lengkap dengan ruang ganti serta toilet. Di dalam loker tersebut terdapat alat mandi lengkap dengan sabun dan pasta gigi. Di ruang loker itu ada sebuah jalan kecil namun tak bisa dilewati lantaran di halangi tempat duduk dan dijaga sekuriti setempat.

Keluar dari ruang loker, terdapat sebuah tangga naik ke atas. Namun sebelum naik ada sebuah pintu kaca gelap ‎yang di dalamnya terdapat sebuah sofa dan TV LCD yang terpasang menempel di depannya, ruangan tersebut merupakan ruang karoke.

Begitu menaiki tangga itu, terpasang sebuah tulisan besar di dindingnya dengan penunjuk "Spa". Di atas terdapat sebuah bale gazebo kecil serta kursi pantai yang di set senyaman mungkin dengan kasur dan bantal yang empuk. Sebagian atap di lantai ini beratap kaca, di bawahnya terdapat imitasi pohon dengan tiga kolam kecil tempat tamu berendam, kolam ini berubin warna biru, ungu, dan kuning.



Tak hanya itu lantai tersebut pun terdapat 2 ruang Sauna dan steam. Selanjutnya, awak media di ajak ke ruang utama yakni ruang tempat pijat berada. sebelum ke ruang tersebut, awak media harus melewati sebuah lorong kecil dengan dinding berkaca, di depannya terdapat tangga turun dengan penerangan yang minim. "Ruangan ini karena tak ada aktivitas jadi lampunya enggak dinyalakan semua," kata Lina.

Ruangan tersebut berada di bawah tempat Sauna. Selanjutnya ada beberapa ruangan dengan fasilitas lengkap seperti tempat tidur tirai, dan bathub pribadi. Tamu dapat memilih beberapa tipe kamar baik yang biasa hingga VIP. Setiap pintu kamar memiliki kaca persegi panjang berukuran kecil di tengahnya, namun kaca itu bisa di tutup dari dalam.



"Kaca ini agar kami bisa melihat apa yang terjadi di dalam," katanya seraya menambahkan jika di dalam kamar pun dipasangi sebuah tulisan berisi larangan untuk tidak berbuat asusila. ‎Jika dilihat secara Kasat mata, ada sekitar 26 kamar yang tersedia.

SUMBER BERITA : SINDONEWS.COM

Dia adalah jurnalis senior khusus di bidang polhukam dan ekonomi

Trending Stories