Connect with us

Gaya Hidup

Geostorm: Film "Nanggung" Soal Bencana Alam

Published

on

FINROLL.COM,

Awalnya saya berpikir film Geostorm tidak ada bedanya dengan film 2012. Dunia menjelang kiamat karena bencana alam, lalu ada "sang juruselamat" yang menyelamatkan orang-orang. Tahunya film ini berbeda.

Film Geostorm bercerita tentang bumi yang telah berhasil menyelesaikan permasalahan anomali cuaca. Caranya adalah dengan membuat satelit-satelit yang mengontrol iklim dunia sehingga cuaca tiap negara tetap normal. Namun, seiring berjalannya waktu satelit-satelit itu mengalami malfungsi. Ketika malfungsi ini terjadi pada semua satelit di seluruh dunia, bencana alam akan terjadi dalam waktu bersamaan. Inilah yang disebut dengan Geostorm.

Berbeda dengan film 2012 yang melulu berbicara tentang bencana alam saat kiamat, film Geostorm juga berbicara soal teknologi yang mana bisa menyelamatkan manusia sekaligus pembunuh manusia paling kejam.

Saat menonton film ini, ekspektasi saya adalah menyaksikan film 2012 yang dikemas lebih "wah" melihat kualitas visualnya dari trailer.

Jika ekspektasi Anda setinggi film 2012, tentu Geostorm menjadi film yang lumayan seru untuk ditonton. Dengan penampilan dari aktor kawakan Gerard Butler dan Jim Sturgess yang bermain sebagai kakak beradik teknisi satelit, film ini menjadi agak lumayan menghibur.

Keduanya mencoba membuat film ini hidup. Namun, kenyataannya film ini sudah “tak terselamatkan” di menit-menit awal film ini dimulai. Aktor Gerard Butler bermain cukup baik di situasi film yang agak “aneh” dengan peran heroiknya seperti di beberapa film aksi lainnya yang bertema kurang lebih sama: menyelamatkan Amerika Serikat di situasi krusial. Sedangkan, aktor Jim Sturgess berusaha sebaik mungkin berakting meski melihatnya beraksi di film itu membuat saya cukup meringis.

Sebenarnya Geostorm bisa saja menyuguhkan film tema kiamat yang masuk akal. Tetapi, pada kenyataannya film ini nanggung dari segala aspek. Alur ceritanya sangatlah dangkal nan medioker: kekuasaan bisa membuat orang beringas dan tentu saja, pahlawannya "itu-itu saja".

Meski ini film aksi dengan banyak efek spesial, Geostorm tetap kurang greget. Ada beberapa adegan tidak penting yang tidak masuk akal namun dijelaskan hingga detail dan membuat saya bertanya apakah detail itu penting untuk ditunjukkan dalam film. Malahan bagian penting dalam cerita tidak dijelaskan secara detail.

Ulasan film sudah kadung dibuat untuk memperingatkan atau memberitahu kira-kira apa yang akan kalian nonton di bioskop nanti. Jika Anda ingin menonton film ini, saran saya adalah untuk tidak berharap terlalu banyak. Film Geostorm bisa menarik jika ditonton sambil mabuk.

Film Geostorm sudah tayang sejak 11 Oktober lalu dan saat ini masih tayang di bioskop-bioskop di Indonesia. Film ini disutradarai oleh Dean Devlin dan berbudget USD 120 juta. 

 

Berita Lain