Connect with us

Ekonomi

Jerman Terancam Resesi

Published

on

FINROLL.COM, Pada Agustus 2014 output industri Jerman menukik paling rendah sejak 2009, turun 4% month-on-month.Output perekenomian terbesar di Eropa ini pada Juli sudah menunjukkan penurunan dari 1,9% menjadi 1,6%, tulis International Business Times, awal Oktober 2014 silam.

Perekonomian Jerman menyusut sebesar 0,2 persen pada kuartal kedua tahun ini. Dan para analis berspekulasi bahwa bakal terjadi kontraksi lagi pada kuartal ketiga tahun ini. Padahal pada awal tahun ini kinerja perekonomian Jerman demikian mengilap. Ekonomi tumbuh paling moncer dibanding tiga tahun terakhir.

Kini optimisme tersebut telah tergerus, ditandai dengan melembiknya angka investasi dan data perdagangan, padahal Jerman adalah mesin perekonomian dan eskpor yang paling kuat di antara perekonomian Eropa.

Order yang masuk ke sektor industri jatuh hingga 5,7 % menurut Destatis (badan pusat statitik Jerman), dengan output barang modal terperosok sebesar 8,8% pada Agustus. Penurunan ini jauh melampuai ketakutan para analis, yang menurut jajak pendapat yang dilakukan Reuters output perekonomian bakal turun sebesar 1,5%.
Jerman adalah perekonomian Uni Eropa yang paling terkena dampak krisis Ukraina, karena hubungan dagang yang sangat kuat dengan Rusia. Pada September, indeks kepercayaan bisnis Jerman ZEW terperosok lagi hingga menyentuh titik terendah selama sembilan tahun.

Lebih-lebih Ifo Business Climate Index perindustrian dan perdagangan di Jerman pada September hanya 10.7 poin, paling rendah sejak April 2013.“Perekonomian Jerman tak lagi bisa berlari mulus,” ujar Hans-Werner Sinn, presiden Ifo Institute.

Dengan ketidak pastian seperti itu para mitra dagang Jerman di Eropa Timur dan permintaan dari Zona Euro yang juga melembik, kekhawatiran para eksportir Jerman menjadi sangat beralasan.

“Produksi industri saat ini memasuki fase melemah. Namun penurunan yang terjadi sekarang dipercepat oleh dampak liburan. Akhirnya, akan terjadi pelemahan produksi secara keseluruhan melemah pada kuartal ketiga,” tulis Kementerian Perekonomian Jerman di situs web mereka.

Berita Lain